
Walau begitu, tatapan mata Mu Xia'er mengarah ke Duan Du dan Tu Long. Sungguh sial sekali nasib mereka berdua.
Dalam hati Duan Du dan Tu Long hanya bisa mengutuk Bai An, jika bukan karena surat yang Bai An tulis, masalah ini tidak akan terjadi.
***
Hutan Berkabut.
Bai An kini melesat ke arah istana Peri, langkah kakinya mulai melambat saat hampir sampai.
Tap tap..!!
Bai An melihat seklilingnya kini sangat banyak peri kecil layaknya capung terbang mengelilinginya.
Di depan Bai An ratusan juta peri telah menunggu kedatangannya.
Salah satu dari mereka terbang menghampiri Bai An, di atas kepalanya ada mahkota yang indah.
“Apa tujuanmu datang kesini?” Tanya Ratu Peri, tatapannya beralih ke Xie'er. “Dan juga, mengapa kau bisa bersama Ratu kami yang sebenarnya?”
Bai An tersenyum tipis, ia langsung mengeluarkan Bai Tan.
Bai Tan yang paham kini mengeluarkan aura Inti Energi Semestanya.
Ratu Peri yang merasakan itu langsung membelalakkan matanya sesaat, setelah itu ia kembali sadar.
“Aku tak menyangka jika Inti Energi Semesta Kecil yang tercipta di Dimensi kecil ada di sini,” ucap Ratu Peri.
Bai An yang mendengar itu mengerutkan keningnya. “Apa maksud ucapannya itu Bai Tan?” Tanya Bai An sambil menatap Bai Tan sedikit curiga. “Jangan bilang jika ada tingkat golongan di Inti Energi Semesta?” Sambung Bai An.
“Tentu saja ada, dia tercipta bersamaan dengan terciptanya Alam Semesta Inti ke 9.” Bukan Bai Tan yang menjawab, melainkan Ratu Peri.
“Perlu juga kau ketahui jika ada 10 Alam Semesta Inti, maka ada 10 juga Inti Energi Semesta ikut tercipta, namun.”
Ratu Peri terhenti saat menatap Bai Xia Xie. “Hanya 2 di antaranya yang berubah wujud menjadi manusia, salah satunya adalah kau, sementara yang ada di dalam sedang menunggu Ratu mereka.”
“Tunggu dulu, maksud-mu Bai Tan dan putriku begitu?” Tanya Bai An langsung memotong ucapan Ratu Peri.
“Heng,, jangan potong ucapanku dulu, aku belum selesai bicara,” dengus Ratu Peri.
__ADS_1
“Dia bukan Inti Energi Semesta, melainkan Inti Dimensi ini, saat bersamaan putrimu lahir, aku yakin ia membutuhkan banyak sekali asupan energi bukan?” Tanya Ratu Peri.
Bai An mengangguk sedikit malu saat mengambil kesimpulan sendiri tadi.
“Saat itulah keajaiban tercipta, di dalam tubuh putrimu kini tercipta sebuah Inti Dimensi, walau belum sempurna, karena sebagian ada di Dunia ini.” Sambung Ratu Peri dengan nada bangga saat menjelaskan hal itu.
“Lalu dari mana kau tahu semua ini?” Bai An sedikit tidak percaya akan ucapan Ratu Peri di depannya ini.
Ia kini teringat akan ucapan Boneka Kelinci sehingga harus waspada.
“Tentu saja aku tahu, karena aku adalah salah satu Inti Energi Semesta yang telah berubah dalam wujud peri, lalu mereka semua aku ciptakan untuk membantu menjaga Inti Energi Semesta Ketiga,” jawab Ratu Peri terlihat sama sekali tidak mau menutupinya.
Bai An terdiam sesaat, ia kini mengambil kesimpulan jika semua inti Energi Semesta yang ada di dimensi ini adalah bawahan putrinya, jika semuanya bisa menjadi manusia, maka. Memikirkan hal tersebut membuat Bai An tersenyum-senyum sendiri.
Ratu Peri dan Bai Tan sedikit jijik saat melihat senyum licik Bai An.
“Heng,, jangan harap, kedelapan Inti Energi Semesta ini tidak berubah menjadi manusia karena mereka menunggu Ratu mereka untuk menyerap mereka agar Ratu mereka bisa bertambah kuat dengan cepat,” dengus Ratu Peri.
Mendengar itu, Bai An semakin tersenyum licik, bersamaan dengan Bai Tan juga, kini mereka saling pandang.
“Hehe,, jika begitu ayo kita serap Inti Energi Semesta ini bersama-sama,” ajak Bai An.
Tap tap..!!
Bai An terlihat tidak takut akan ancaman Ratu Peri, ia kini membangunkan putrinya.
Umm..!!
“Ada apa ayah, kenapa ayah membangunkan Xie'er?” Tanya Xie'er sedikit cemberut, ia sudah merasa nyaman saat tidur di pundak ayahnya.
“Hehe,, maafkan ayah Xie'er, tapi mereka semua menghalangi ayah untuk masuk, mereka juga mengancam ayah jika memaksa masuk maka-”
“Siapa? Siapa yang berani menghalangi ayahku hah.”
Bai Xia Xie langsung melompat dari pundak ayahnya, tatapan ganas kini Xie'er perlihatkan ke arah Ratu Peri beserta pasukannya.
Kini Ratu Peri berkeringat dingin, tekanan yang mengerikan dan penindasan ia rasakan dari tubuh Xie'er, bahkan Bai Tan ikut merasakannya juga, ia tidak habis pikir jika Xie'er semengerikan ini.
Ratu Peri dan Bai Tan hanya bisa mengutuk Bai An saat ini, jika ini bukan ulah Bai An, mereka tidak akan menyedihkan seperti ini.
__ADS_1
“Cukup Xie'er, jangan suka menindas orang yang lebih lemah darimu,” ucap Bai An dengan nada sedikit ejekan.
Ratu Peri hanya bisa melotot ke arah Bai An, ia tidak berani mengeluarkan suara, karena ada Ratunya di sini.
Xie'er yang sudah berhenti menindas semua orang yang ada di sini langsung melompat ke pundak ayahnya.
Saat Xie'er ingin kembali tidur, Bai An mulai berkata. “Jangan tidur dulu, ayah ingin Xie'er juga ikut meningkatkan kekuatan Xie'er agar ayah, ibu bangga. Pastinya kedua kakakmu akan iri melihat peningkatanmu.”
Mata Xie'er seketika cerah, Xie'er langsung mengangguk penuh semangat. ”Umm umm,, Xie'er mau kuat agar mereka iri, ayo ayah dimana tempat yang kita tuju,” ajak Xie'er tidak sabaran.
Bai An tersenyum tipis, ia sesekali melirik ke arah Ratu Peri yang hanya bisa terdiam.
Tap tap..!!
Saat ini Bai An, Xie'er di ikuti oleh Bai Tan dan Ratu Peri berdiri tepat di depan pintu yang di maksud dulu oleh Xie'er.
“Hmm..!! Inti Energi ini jauh lebih kuat dari Bai Tan yang dulu saat pertama kali aku bertemu dengannya,” gumam Bai An dalam hati.
“Ayo masuk ayah, Xie'er sudah tidak sabar ingin kuat,” ucap Xie'er kini membujuk ayahnya dengan wajah cemberut.
Bai An yang tersadar kini hanya bisa tersenyum lembut melihat tingkah manja putrinya ini.
“Iya, tapi ingat, saat masuk nanti, seraplah semampu Xie'er oke,” ucap Bai An memberi nasihat.
“Oke.” Jawab Xie'er sambil mengangkat tangannya lalu jari jempol dan telunjuknya bertemu membuat lingkaran hurup O.
“Kami akan masuk, bisakah kau berjaga di sini?” Ucap Bai An bertanya ke arah Ratu Peri.
Ratu Peri yang sebenarnya enggan, kini hanya bisa mengangguk patuh, ia tidak berani melihat ke arah Xie'er. Karena Xie'er terus menerus menatapnya dengan instens.
Jika ia berani menolak maka Xie'er pasti memarahinya.
Tanpa menunda lagi, Bai An mengajak Xie'er masuk bersama Bai Tan.
Cklek..!!
Blush..!!
Sebuah Energi Berwarna Biru Keputihan kini menerpa seluruh tubuh Bai An dan Xie'er.
__ADS_1
“Inti Energi ini sangat murni,” gumam Bai An penuh semangat.
“Xie'er duduk di sana, jika sudah mencapai batas, jangan di paksakan oke,” ucap Bai An mengusap rambut putrinya.