Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Sosok Yang Sebernarnya Bertopeng Kuning dan Memanfaatkannya


__ADS_3

“Hemm..!! Sialan wanita itu, apa ia ingin menjebak Guru?” Ucap Xi Juan dengan penuh amarah saat melihat jika Gurunya masuk jebakan musuh.


“Apa kau kira Guru bisa terpengaruh oleh wanita yang seperti itu? Jangan merendahkan guru Juan'er, jika ia tahu kau merendahkannya, kau pasti akan di hukum.” Sebuah suara langsung muncul di telinga Xi Juan yang membuat tubuh Xi Juan sedikit membeku.


“Heng,, kakak, bisakah kau jangan munggunakan teknik Keheningan itu lagi, kau selalu membuatku kaget,” dengus Xi Juan.


“Lalu bagaimana? Apa kakak telah mendapat berapa total mereka dan kekuatan terkuat mereka?” Sambung Xi Juan terdengar sengaja mengalihkan pembicaraan agar kwgugupannya tidak terlihat.


Xi Luan terlihat biasa saja dengan wajah datar ia menjawab. “Untuk saat ini total mereka kurang lebih 150 dan yang terkuat hanya dua sosok bertopeng Biru.”


“Jumlah mereka mungkin akan terus bertambah hingga puncak acara lelang, dan satu hal lagi yang cukup penting perlu kau ketahui, aku tidak bisa masuk ke lantai bawah Rumah Lelang, mungkin di sana tempat mereka berkumpul dan aku meyakini jika Paman Guru Tu Long ada di dalam sana.” Ucap Xi Luan terdengar serius.


Wajah Xi Juan seketika menjadi serius. “Jika begitu, ada yang sedang mereka sembunyikan di sana, bisa jadi orang Bertopeng Hitam bahkan orang bertopeng kuning ada di dalam sana.”


“Jika orang bertopeng hitam, mungkin aku bisa melawan bahkan membunuhnya, tapi jika itu orang bertopeng Kuning, kakak pasti sudah tahu jawabannya bukan,” ucap Xi Juan kini melihat ke arah Duan Du beberapa detik, setelah itu pandangannya mengarah ke kejauhan, dimana Rumah Lelang Gedung Merah berada.


Xi Luan hanya bisa terdiam, ia tentu mengingat bagaimana dirinya, adiknya dan tiga penetua Sekte Kekacauan terkuat dulu mengepung satu orang bertopeng kuning. Itu pun mereka tidak mampu membunuhnya.


Kekuatan orang-orang bertopeng biru sangat bervariasi, itu tergantung nomer yang ada di topeng mereka. Setahu mereka yang terkuat dari orang bertopeng biru ada di Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah dan terlemah Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal, itu pun setingkat Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal dari orang-orang Menara, mampu melawan Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah hingga ⭐ 7 Ahir.


Maka tentunya yang terkuat di Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah dapat di pastikan mampu melawan ⭐ 7 Puncak.


Sementara untuk orang-orang bertopeng Hitam kekuatan terlemah mereka ada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah dan terkuat berada di Dewa Surgawi ⭐ 7 Ahir. Untuk kekuatan sudah tidak di ragukan lagi jika mereka mampu melawan dua tingkat di atas mereka.


Terahir, orang bertopeng Kuning memiliki kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 7 Puncak dan terkuat setahu mereka di Dewa Surgawi ⭐ 8 Awal.


Hanya itu saja orang-orang bertopeng yang berasal dari Menara mereka ketahui, untuk yang lebih kuat lagi, sampai saat ini mereka tidak ketahui, karena sampai detik ini, mereka tidak keluar, termasuk yang pernah di sebut Naga Langit Berlian, yaitu orang bertopeng Putih.


...


“Kak, kembalilah, kabari yang lain, beritahu saja jika ada orang bertopeng Hitam dan bertopeng kuning di sini, walau memang tidak ada, tapi setidaknya kita bisa mengatur rencana jauh lebih teliti lagi agar kita tidak menyesal di kemudian harinya.” Ucap Xi Juan menyeringai tipis.


Melihat senyum Xi Juan, Xi Luan pun langsung menghilang.


Dret..!!

__ADS_1


...


Kini Xi Juan menatap ke arah Pelayan Sia Yun. “Hanya sekali saja kau mengeluarkan auramu, maka aku akan mengathui siapa kau sebenarnya,” ucap Xi Juan tersenyum lebar.


Dret..!!


Tak lama Xi Juan menghilang dari tempatnya memantau Gurunya.


***


Tap tap..!!


“Baiklah, nanti malam kita bertemu di depan kedai ya, aku akan menjemputmu Tuan Duan,” ucap Pelayan Sia Yun tersenyum malu-malu.


“Oke, tapi sebelum itu jangan panggil aku Tuan lagi, panggil Duan Du aja, jika nona Yun memanggilku Tuan, aku merasa seolah menjadi orang tua,” ucap Duan Du mencoba mengulurkan tangannya untuk menyentuh rambut Pelayan Sia Yun.


Wung..!!


Sebelum tangan Duan Du akan menyentuh rambut Pelayan Sia Yun, sebuah anak panah dengan kekuatan mengerikan secara tiba-tiba muncul dalam jarak 2 meter dari tempat Duan Du dan Sia Yun berdiri.


Wuss..!!


Bom..!!


Sia Yun langsung menghancurkan anak panah tersebut hanya dengan tatapan mata. Walau terlihat sederhana dengan tatapan mata, nyatanya itu adalah kekuatan mutlak Mata Dewa.


Duan Du yang terlempar hingga menabrak bangunan kini bangkit, ia tidak mengetahui tentang mata Pelayan Sia Yun yang menyala oranye tadi.


Uhuk uhuk..!!


“Apa yang terjadi? Mengapa aku tidak menyadari adanya serangan?” Ucap Duan Du terbatuk akibat debu yang ada di sekitarnya.


“Saya juga tidak tahu Tuan muda Duan, apa kau tidak apa-apa?” Ucap Pelayan Sia Yun yang sudah muncul di depan Duan Du sambil mengulurkan tangannya.


“Ah aku tidak apa-apa, terimakasih telah menyelamatkanku,” ucap Duan Du langsung bangkit setelah menerima uluran tangan Pelayan Sia Yun.

__ADS_1


Setelah bangkit, Duan Du langsung membersihkan jubahnya yang kini berdebu. Tak lama tatapannya mengarah ke arah dimana asal serangan muncul.


“Apa ini ulah dari orang-orang menara?” Gumam Duan Du berpikir. “Tidak, itu tidak mungkin, karena aku tahu jika wanita ini pasti berasal dari Menara, jadi tidak mungkin mereka berani menyerang sembarangan,” sambung Duan Du menggelengkan kepala.


Sementara Pelayan Sia Yun kini juga berpikir hal yang sama jika Rekannya mencoba membunuh Duan Du. Namun dengan cepat ia menepis pikirannya tersebut karena cukup mengenal rekannya.


“Jika begitu, siapa orang yang menyerang kami?” Keduanya langsung serempak berpikir dalam hati.


...


Tidak jauh dari tempat Duan Du dan Pelayan Sia Yun. Kini Master Xi Juan tersenyum tipis.


“Rupanya itu kau yang di masa lalu, aku tak menyangka jika kita bertemu lagi,” ucap Master Xi Juan menyunggingkan senyum lebar.


Dret..!!


Master Xi Juan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


“Hemm..!! Bagaimana kekuatan wanita itu? Aku sampai saat ini belum bisa merasakannya?” Tanya Bai An yang diam-diam mengikuti Master Xi Juan.


“Dewa Surgawi ⭐ 8 Menengah, aku yakin jika Master Sekte Kekacauan itu mengira jika wanita tersebut berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 8 Awal, karena wanita tersebut sangat ahli menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya, bahkan rekannya pun tidak mengetahui kekuatan wanita tersebut.” Jawab Roh Asura dengan nada kesal lantaran kalah taruhan.


“Hooo,, begitu, terimakasih atas kebaikanmu,” ejek Bai An langsung pergi.


***


Tap tap..!!


Malam harinya, kini Bai An dan Master Xi Juan mengadakan pertemuan tanpa di ketahui oleh Duan Du.


“Apa Tuan Bai yakin jika tidak apa-apa tidak memberitahu Tuan Du masalah ini?” Tanya Master Xi Juan penasaran.


“Hemm..!! Sebenarnya aku tidak ingin memberitahu kalian, tapi dengar baik-baik, walau aku bertaruh dengan rencanaku ini, ini juga akan membuat kita bisa menang nantinya,” ucap Bai An langsung memberitahu semua yang ia ketahui jika Sia Yun menyukai Duan Du dan menyuruh Duan Du memanfaatkannya dengan isyarat.


Mendengar penjelasan Bai An yang terperinci, Master, Wakil dan Penetua Agung Sekte kekacauan kini merinding jika rencana Bai An ini melebihi yang setiap orang pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2