
“Jika kau kuat maka tahan serangan sederhana dariku.” Ucap Mei Yin tersenyum lembut.
Li Xing yang mendengar itu langsung memerintahkan semua bawahannya.
“Kalian semua cepat buat pertahanan, wanita ini sudah mulai gila,” teriak Li Xing terdengar serius.
Semua bawahan Li Xing langsung membuat gerakan masing-masing.
Tapi sebelum mereka membuat sebuah formasi pertahanan, sebuah guncangan serta rauangan terdengar.
Goar...!!
Bom bom bom..!!
Ledakan langsung mengguncang tempat itu hingga terlihat sebuah daerah tak berpenghuni.
Wuss..!!
Mei Yin seketika melayang dan langsung pergi menuju timur.
Li Meng yang memiliki wajah gelap serta tidak terima tempatnya di hancurkan begitu saja, langsung melesat mengejar Mei Yin.
“Jangan Meng'er,” teriak Li Xing mencoba untuk menghentikan putranya.
Tapi Li Meng sama sekali tidak mendengarkan. Kini Li Xing mau tak mau menggertakkan giginya ikut mengejar Li Meng.
Kini Li Xing bersama pasukan melesat dengan kecepatan penuh mereka.
Sementara di tempat Bai An.
Mereka semua mengalihkan pandangan saat mendengar suara raungan monster serta sedikit guncangan di tempat mereka.
“Apa itu?” Pixiu dan Cen Tian langsung bertanya kepada Bai An.
“Aku tidak tahu, tapi saat ini ada musuh kuat mendekat,” ucap Ling Yenrou terdengar serius.
Semua keluarga Bai An yang mendengar itu langsung memasang wajah serius. Sementara Bai An hanya diam saja, karena sedari awal ia mengatakan jika ia mengajak mereka kesini untuk berlatih membunuh musuh kuat.
Ling Sui yang ada di samping Bai An mengerutkan keningnya saat melihat semua keluarga Bai An kini menjadi semangat tanpa memikirkan konsekuensinya.
“Hmm..!! Mereka cukup bodoh atau?”
Wuss..!!
Mei Yin muncul dengan senyum tipis, lamunan Ling Sui langsung buyar.
Wuss..!!
Bom..!!
Li Meng yang mengikuti Mei Yin menggunakan kecepatan penuhnya kini mendarat kakinya di tanah hingga menyebabkan ledakan cukup besar.
__ADS_1
Dengan angkuh Li Meng menatap Mei Yin, Ling Sui dan sekelompok orang bodoh menurut mereka.
Wuss wuss..!!
Tak lama Li Xing bersama bawahannya juga kini mendarat satu persatu.
Tap tap..!!
Tatapan Li Xing langsung mengarah ke Ling Sui. “Sialan, ini tidak baik, aku harus mengabari Dong Jin,” gumam Li Xing langsung mencoba menghubungi yang memiliki kekuatan lebih kuat darinya.
Li Xing dan Li Meng adalah yang terlemah di kelompok musuh Bai An, sehingga Mei Yin mencoba memancing mereka saja seperti permintaan Bai An.
Tapi sebuah suara menghentikan niatnya.
Bai An yang melihat keduanya seketika tersenyum tipis. “Bagaimana kabar kalian?”
Tubuh Li Xing serta Li Meng seketika tegang. “A..Asura,” ucap keduanya terbata-bata.
“Jebakan, ini jebakan,” gumam Li Xing serta Li Meng seketika panik.
Tapi Bai An dapat menebak jika keduanya sedang pura-pura. “Hooh,, akting kalian sungguh sempurna di mata orang lain, tapi itu tidak berguna di mataku,” ucap Bai An maju ke depan Li Xing dan Li Meng.
Mendengar itu, Li Meng seketika menyeringi kejam. “Hehe,, kau memang memiliki mata yang tajam ayah, tak meragukan lagi kau di juluki Asura,” ejek Li Meng.
Li Meng langsung mengangkat tangannya lalu jari tangannya melambai ke depan. Tak lama pasukan klan Li langsung menerjang ke arah Bai An dan kelompoknya.
“Kita lihat seberapa kuat kau saat ini ayah,” ucap Li Meng tersenyum menghina.
Crash..!!
Wuss..!!
Bai An langsung merobek ruang lalu melesat masuk.
“Hentikan dia, dia ingin menumbalkan keluarganya dengan melarikan diri seorang diri dan hal inilah yang membuat aku mengkhianatinya,” teriak Li Meng dengan keras.
Para keluarga Bai An yang mendengar itu seketika menjadi bimbang, pikiran mereka saat ini adalah ke ucapan Li Meng.
Mereka pun melihat dua sosok wanita yang baru mereka.lihat juga ikut pergi dari sini.
Hal itu membuat beberapa dari mereka berpikir ini mungkin di rencanakan oleh Bai An untuk melihat kesetiaan mereka, adapun yang berpikir akan tetap bersama Bai An.
Hanya beberapa dari mereka kini menjadi benci. Di antara banyaknya orang bergelut dengan pikirannya. Cen Tian terlihat diam saja tanpa mengeluarkan ekspresi apapun. Sementara Ling Yenrou diam-diam tersenyum licik.
“Apa yang kalian tunggu, cepat menyerah lalu mengabdikan diri kepada, mereka. Aku yakin jika kita menyerah maka kita akan di berikan kesempatan untuk hidup.” Teriak Ling Yenrou.
Baru saja beberapa dari mereka berniat untuk melawan sampai mati dan berpikir positif, kini niat mereka seketika hancur.
“Benar, apa yang di ucapkan olehnya dan saat ini mereka telah pergi entah kemana. Jika orang-orang ini memaafkan kita dan memberikan kesempatan untuk balas dendam. Maka kita akan kembali ke sana dengan alasan berhasil melarikan diri. Aku yakin banyak dari mereka yang percaya kepada kita saat kesana nanti, walau Bai An ada di sana, jangan ragu untuk memberitahu yang lain kebusukan Bai An ini. Jika mereka percaya pasti mereka akan membenci Bai An.” Sebuah seringai licik seketika muncul di balik wajah Cen Tian.
Pandangan Cen Tian kini mengarah ke Li Xing dan Li Meng, ia langsung berlutut sebelum pasukan klan Li membunuh mereka.
__ADS_1
Seketika sebagian dari mereka ikut berlutut dan sebagian lagi masih berdiri.
“Apa yan kalian pikirkan, cepat berlutut sebelum mereka berubah pikiran lalu membunuh kita,” teriak Ling Yenrou.
“Benar, apakah kau tidak ingin balas dendam.”
Hasutan demi hasutan kini terdengar dari keluarga mereka semua.
Bruk bruk..!!
Hingga mereka pun seketika ikut berlutut. Namun hanya satu dari mereka masih tetap berdiri tegak. Tatapannya kini mengarah ke Cen Tian dan Ling Yenrou.
Niat membunuh seketika merebes keluar dari tubuh orang tersebut.
“Hooh rupanya ada juga orang yang ingin mati di sini,” ucap Li Meng langsung muncul di depan seorang pemuda.
Pemuda ini adalah Mo De, orang yang sengaja di ajak ikut oleh Bai An atas permintaan Bai Xia Xie.
Kini Mo De mengangkat kepalanya sambil menyunggingkan senyum tipis. “Hmm..!! Daripada aku menjadi seorang pengecut pengkhianat, lebih baik aku mati terhormat.” Ucap Mo De dengan nada bangga.
Tangan Mo De langsung bergerak ke depan, bersamaan dengan itu, muncul pedang di tangan Mo De.
“Mati,” teriak Mo De.
Trank..!!
“Hanya seekor semut ingin melawanku,” dengus Li Meng menggunakan jari untuk menahan pedang Mo De.
Mo De menyeringai tipis, ia dengan gigih mengayunkan tangan kirinya walau sadar itu tidak berguna.
Bam..!!
Lagi-lagi Li Meng manahan tinju Mo De.
Tidak ingin menyerah, Mo De langsung mengangkat kedua kakinya untuk mencoba menendang perut Li Meng. Mo De sadar jika kedua tangannya tidak bisa terlepas dari genggaman Li Meng sehingga berinisiatif menggunakan kaki.
Heng..!!
Li Meng mendengus dingin, tangannya langsung terlambai, sebuah energi tak kasat mata melesat ke dada Mo De.
Bam..!!
Tubuh Mo De terlempar jauh.
***
Di tempat Bai An.
“Hmm..!! Dugaanku ternyata salah,” gumam Bai An tertawa lucu.
Mei Yin, Ling Sui dan Xie'er menatap Bai An dengan wajah bingung.
__ADS_1