Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Keluarnya Semua Keluarga Bai An dan Rasa Khawatir Bai An


__ADS_3

“Tubuhnya mungkin enak jika di campuri saos. Apalagi saos buatanmu saudara Du.”


Wuss..!!


Gou Han langsung muncul di depan Raja Iblis Darah atau biasa juga di panggil Raja Iblis Jiwa.


Blush..!!


Tangan Gou Han seketika mengencang saat memegang tombak bilah pedangnya.


Dua Hukum langsung mengelilingi senjata yang Gou Han pegang.


Sreekk..!!


Dengan cepat ia mengayunkan senjatanya ke tubuh Raja Iblis Darah.


Raja Iblis Darah seketika mendengus ringan.


Darah seketika keluar dari tangan Raja Iblis Darah. Tak lama darah tersebut langsung membentuk senjata.


Sreekk..!!


Wungg..!!


Senjata yang tercipta adalah sebuah pedang bermata satu yang mirip dengan samurai.


Hukum yang mengelilingi senjata milik Raja Iblis Darah juga tak kalah kuat dengan Hukum milik Gou Han.


Wuss..!!


Trank..!!


Bom bom bom..!!


Seketika ledakan terjadi saat kedua senjata beradu.


Tubuh Gou Han langsung mundur beberapa langkah, sementara Raja Iblis Darah tetap diam.


Wajah Raja Iblis Darah seketika menyeringai saat melihat Gou Han mundur.


Ia sama sekali tidak takut jika melawan Gou Han, hanya dua Ras Half Giant Dragon yang ia takutkan saat ini sehingga bekerjasama dengan seluruh penguasa Wilayah yang ada serta membawa tahanan sebagai kartu truf mereka.


Dan yang Raja Iblis Darah takutkan adalah Raja Baru Ras Half Giant Dragon serta Raja sebelumnya.


Sreett..!!


Tubuh Raja Iblis Darah seketika menghilang, ia kini muncul tepat di depan Gou Han.


Dengan cepat Raja Iblis Darah melakukan gerakan salto sambil mengayunkan senjatanya ke dua arah berbeda.


Seketika dua bilah muncul menyerang Gou Han dari kiri dan atas.


Duan Du yang masih berada di pundak Gou Han tahu jika ini tipuan.


Jadi ia memberitahu Gou Han untuk menghindari keduanya dan jangan sampai menyerang kedua bilah tersebut.

__ADS_1


Dengan cepat Gou Han memiringkan kepala serta tubuhnya dua kali untuk menghindari kedua bilah.


Tepat setelah Gou Han menghindar, benar saja jika itu hanyalah pengalihan. Karena serangan yang sesungguhnya muncul dari dua Raja Iblis yang sudah muncul dari tadi.


Sreekk..!!


Sebelum keduanya menyerang, sosok Gou Han seketika berubah menjadi bayangan lalu muncul di depan para tahanan.


Wajah ketiga Raja Iblis seketika menjadi jelek. Bukan hanya mereka saja, beberapa dari Raja Ras tertentu ikut memasang wajah jelek karena saat ini tidak ada yang menjaga para tawanan.


Dua Raja yang muncul di depan Gou Han tadi adalah sosok yang menjaga tawanan sebelumnya.


“Sialan, cepat hentikan dia, dan juga,” Raja Iblis Darah kini sadar jika orang yang mereka cari ada di pundak Gou Han.


“Tangkap Sang Pembunuh Bayangan apapun bayarannya,” sambung Raja Iblis Darah langsung melesat setelah ia berteriak.


Tapi sebelum ia bergerak. Darahnya seketika membeku, ia kini tidak dapat menggerakkan tubuhnya akibat tekanan dari garis darah seseorang yang luar biasa kuat.


Wuss..!!


Crash..!!


“Eeh,, ternyata membunuhnya sangat mudah,” ucap Gou Long terkejut saat melihat kepala Raja Iblis Darah kini terbang lalu bergelinding ke bawah.


Kedua Raja Iblis melihat pergerakan Gou Long yang sangat cepat seketika membeku.


“Sialan ini ternyata tipuan,” teriak salah satu Raja Iblis merasa Gou Han dan Duan Du hanya umpan untuk memancing mereka keluar dari barisan.


Wuss..!!


Jlep..!!


Wajah semua dari para penguasa kini memerah. Mereka sadar jika kini jalan satu-satunya adalah bertarung sampai mati, karena tawanan mereka telah hilang.


“Sialan, serang dia sebelum terlambat,” teriak salah satu Raja Ras Half Dragon melesat ke arah Gou Han. Tujuannya saat ini adalah Duan Du.


Namun saat mereka akan mendekat.


Mereka semua terhenti. “Sial, dari mana keluarnya orang-orang ini,” ucap salah satu Jendral Ras Manusia dengan geram.


“Wah akhirnya aku keluar juga, dan-” Bai Han menghentikan ucapannya saat merasakan banyak aura membunuh yang ia rasakan ke arahnya.


“Hahaha,, saat keluar aku di hadapkan langsung oleh kekacauan,” teriak Bai Han bersemangat.


Dengan cepat Bai Han melesat, tidak hanya ia saja, Cen Tian juga ikut melesat dengan wajah berseri-seri, di belakang Cen Tian, Fu Jian, Long Yuan, Jiu Long, Xiao Lee Tan, Bing Lou, Ling Yenrou, Pixiu, Ling Dong dan masih banyak lagi keluarga Bai An kini menerjang arah musuh.


Pertarungan pun langsung pecah saat semua keluarga Bai An memulai lebih dulu.


Bai An hanya bisa tersenyum pahit saat melihat senyum Duan Du yang bahagia melihat semua keluarganya kini dengan senyum lebar membunuh para pasukan musuh.


Tu Long pun tak mau kalah yang masih berdiri di samping Bai An.


Ia langsung memerintahkan semua pasukannya untuk membunuh musuh tanpa sisa.


Wuss..!!

__ADS_1


“Mati kau kepala monyet,” teriak Bai Han dan Ketiga anak angkat Tu Long kini bersatu membunuh Jendral Ras yang memiliki kepala monyet tubuh iblis.


Bam..!!


Tubuh Jendral kepala monyet itu sama sekali tidak bergerak.


Tatapannya kini sangat bengis ke arah Bai Han dan ketiga anak angkat Tu Long.


Bukannya takut musuh mereka kuat, mereka berempat malah semakin menyeringai.


“Tuan muda Bai Han, aku rasa ia cocok untuk kita jadikan bahan latihan,” teriak Bai Ji Pixiu karena saking semangatnya.


Tanpa ia sadari bakat bawaannya mulai terlihat, tubuhnya seketika membesar dengan sendirinya.


Bukan hanya Bai Ji Pixiu saja Bai Yu Long dan Bai Gi Pixiu juga berubah ke wujud mereka sebenarnya.


Walau terlihat menyeramkan, mereka tetap terlihat seperti sosok bemartabat.


“Hehe,, kalian berdua serang dia dari arah kanan, aku dan Yu Long menyerangnya dari arah kiri dan atas,” ucap Bai Han langsung bergerak di ikuti oleh ketiga anak angkat Tu Long.


...


Di tempat yang tidak jauh berbeda, kini Cen Tian bersama beberapa pasukan pembantai melesat kesana kemari tanpa di sadari oleh musuh dan keluarganya.


Bakat tubuh tanpa aura Cen Tian kini mulai terlihat dan bakatnya memang cocok untuk mencuri, karena ia juga sangat licin.


“Ayo kumpulkan semua hartanya, kita akan kaya hahaha,” seketika Cen Tian tertawa di sertai mata bersinar terang.


Semua pengikut Cen Tian pun ikut bersemangat setelah mendengar orang yang mereka anggap guru.


***


Di saat pertarungan yang kacau berlangsung.


Bai An kembali merasakan aura yang familiar berada di sekitarnya.


“Siapa kau yang aku panggil kakak di masa lalu? Apakah kau laki-laki atau wanita,” gumam Bai An dalam hati.


Wuss..!!


Duan Du muncul di samping Bai An di ikuti oleh Gou Han yang baru selesai makan.


Wajah Duan Du memasang wajah serius. “Ada apa kak?” Tanya Duan Du ikut memasang wajah serius.


“Hmm..!! Apakah mereka ada di dalam?” Tanya Bai An.


Bukannya menjawab, malah Bai An bertanya balik tentang keluarganya.


Duan Du pun mengangguk. “Apa aku perlu mengeluarkan mereka?”


“Jangan dulu, dan aku ingin bertanya serius.” Bai An melirik ke arah Gou Han.


Gou Han yang kepalanya encer langsung pergi.


“Kalian berdua mungkin mengetahui sifat asliku dan saat ini aku tak pernah merasakan khawatir seperti ini.”

__ADS_1


Mendengar Bai An sedikit berbelit-belit, Duan Du memasang wajah cemberut.


“Orang yang kita panggil kakak sengaja mengeluarkan auranya saat kita sampai Dimensi Pusat.”


__ADS_2