Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Batu Giok Hitam Formasi Tingkat Tinggi dan Kebodohan Tu Long


__ADS_3

Fu Jian hanya mendengus kecil, lalu ikut tersenyum. “Salam juga Nona Jia Wei, mengapa anda di sini?”


“Aku tak menyangka, orang yang sangat penting di Paviliun Semesta akan menyambut orang kecil ini,” kata Fu Jian dengan nada sedikit mencemoh karena Fu Jian tahu jika sebenarnya Jia Wei ingin melihat Bai An dan yang lainnya.


Jia Wei hanya tersenyum kecil. “Siapa bilang tetua Fu orang kecil, kekuatan anda Dewa Immortal ⭐ 1 Puncak, apakah itu di sebut orang kecil.”


“Hmm,, lupakanlah, aku memang menyambut kalian dengan tulus, mari,” kata Jia Wei tersenyum lembut sambil melirik ke arah Bai An, Duan Du dan Tu Long.


Saat ini Jia Wei, tidak bisa menebak yang mana Bai An, Duan Du dan Tu Long, karena identitas mereka sangat tertutup.


Fu Jian melirik ke arah belakang, lalu Bai Han mengangguk kecil.


Fu Jia membalikkan badannya lagi melirik ke arah Jia Wei sambil mengangguk.


Mereka lalu berjalan santai.


Tap tap..!!


Sementara orang-orang yang kebetulan disana melihat kejadian tersebut hanya diam dengan mata melotot dan mulut sedikit terbuka.


Mereka tentu terkejut, karena kejadian seperti tadi sangat langka, yaitu di sambut Jia Wei orang yang bahkan lebih kuat dari Penguasa Dunia tempat mereka berdiri, terlebih anehnya kekuatan Jia Wei tidak di tekan oleh Hukum Semesta.


***


Saat ini Bai An, Duan Du, Tu Long, Bai Han, Fu Jian dan Wud telah duduk di ruang VVIP no 02, mereka duduk sambil mengerutkan kening.


Karena saat ini Jia Wei ikut duduk bersama mereka.


“Ehem,, apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Tu Long mengerutkan keningnya.


Jia Wei tetap tersenyum lalu menjawab. “Aku hanya menjaga keamanan saja, aku tahu kalian semua, jadi aku berjaga di sini agar kalian tidak membantai semua orang yang tidak sengaja menyinggung kalian nanti saat di lelang, jika sudah keluar wilayah Kota Runtuh, maka kalian boleh melakukan sesuka hati.”


“Hmm..!! Alasan yang masuk akal, tapi apakah Jia Li Ling itu tak tahu malu mengutus orang kesini, kenapa dia tidak sendiri yang kesini,” balas Duan Du langsung memperlihatkan wajahnya dengan senyum manis.


Jia Wei sedikit terpana saat melihat wajah asli Duan Du yang cukup jauh berbeda dengan poto selembaran.

__ADS_1


Deg deg..!!


Jantung Jia Wei berdetak cukup kencang hingga dapat di dengar Bai An, Tu Long, Bai Han dan Fu Jian.


“Heng,, apakah kau mencari muka dengan menebar pesona seperti itu, dulu kau menebar pesona ke putrinya Qin Sang, lalu ke putrinya Yun Seng, kini-” ucapan Tu Long terhenti sambil memandang Duan Du dengan jijik.


Dua Du ingin sekali mencincang Tu Long karena menjelek-jelekkan namanya, terlebih di depan wanita.


Sementara Jia Wei langsung jijik saat mendengar itu, ia juga terlihat mengamati Tu Long yang kini memperlihatkan wajah tampannya yang tampil sedikit berbeda dari Duan Du.


Setelah itu Jia Wei melirik ke arah Bai An, ia kini telah tahu siapa-siapa mereka dan tidak menebak secara asal, terlihat Jia Wei berharap Bai An memperlihat wajahnya, namun Bai An hanya acuh saja membuat Jia Wei sedikit kecewa.


Di ruang VVIP 01, saat ini Jia Li Ling cukup kesal saat mendengar ucapan Duan Du tadi, tapi ia mencoba menahan diri, sikapnya yang selalu tenang entah mengapa membawanya ingin menghajar kelompok Bai An setiap ia bertemu, lebih-lebih Bai An dan Duan Du.


Tapi Jia Li Ling juga ikut terpesona saat melihat wajah Duan Du secara jelas saat ini.


“Eeh,, apa yang aku pikirkan,” gumam Jia Li Ling dengan wajah sedikit merona, dengan cepat Jia Li Ling menggelengkan kepalanya. “Tidak-tidak, laki-laki itu semuanya sama saja, jangan sampai jatuh cinta,” gumam Jia Li Ling menggeleng-geleng.


Tap tap..!!


“Woah,, dia adalah Nona Jia Gi Xia, tangan kiri pemimpin cabang Paviliun Semesta,” teriak salah satu orang yang duduk di kursi kelas 2


Seketika suara ricuh terdengar menggema, sementara Jia Gi Xia hanya tersenyum tipis lalu berkata.


“Harap semua tamu-tamu kehormatan Paviliun Semesta tenang, karena acara lelang akan di mulai saat ini juga.”


Seketika suara ricuh semakin menggema saat mendengar Jia Gi Xia sendiri yang akan membawa acara lelang kali ini.


Blus..!!


Aura Jia Gi Xia langsung keluar membuat aula lelang sedikit bergetar.


“Jika kalian tidak tenang maka aku akan melempar kalian keluar,” kata Jia Gi Xia kini dengan nada serius.


Tapi..!!

__ADS_1


“Nona Xia, mohon tendang bokongku ini dengan kakimu yang halus itu, aku rela, aku rela,” teriak salah satu peserta lelang yang duduk di kursi kelas 5.


Seketika Jia Gi Xia langsung menyelimuti tangannya dengan energi lalu energi tersebut melesat ke arah orang yang tadi teriak lalu menariknya dan melemparnya keluar.


Glek..!!


Seketika suara gaduh tadi kini menjadi hening, Jia Gi Xia tanpa basa basi langsung tersenyum kembali seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


“Baiklah,, acara lelang kali ini kebanyakan sistem barter atau tukar menukar dengan barang beharga lainnya, dan tentunya ada juga yang di jual.” Kata Jia Gi Xia tersenyum lembut.


Orang-orang yang ada di ruangan VIP dan VVIP kini merasa lelang kali ini sedikit berbeda membuat mereka sedikit tertarik.


Dari tadi orang-orang dari ruangan VIP dan VVIP selalu diam dan tak mau ikut membuat ribut.


Sementara Bai An, Duan Du langsung melirik ke arah Jia Wei yang kini menatap ke arah Bai Han dengan tatapan penasaran langsung mengalihkan pandangan karena sadar sedang di tatap.


Melihat itu, Jia Wei tersenyum tipis sambil mengangkat bahunya. “Aku bukan pemimpin lelang kali ini, jadi jangan berharap banyak dariku.”


Bai An mengangguk santai dan Duan Du sedikit kecewa.


“Baiklah tanpa berlama-lama lagi aku akan membuka lelang dengan item pertama, yaitu akan di barter dengan barang yang setara,” teriak Jia Gi Xia.


Semua orang langsung menatap ke arah Jia Gi Xia dengan serius karena penasaran apa item tersebut.


Tak lama beberapa pelayan membawa sebuah kotak kecil.


Setelah kotak kecil ada di tangannya, Jia Gi Xia kini melirik ke arah tempat ruangan VVIP no 02.


“Baiklah, barang kali ini adalah Batu Giok Hitam Formasi tingkat tinggi, jika ada yang berminat, tolong ajukan dengan barang yang setara,” kata Jia Gi Xia masih melirik ke arah kelompok Bai An, berharap mereka berminat juga.


Tentu saja Bai An dan Duan Du yang melihat dan mendengar itu sangat tertarik karena itulah yang mereka cari kesini.


Tapi mereka menutupi rasa keminatan mereka agar tidak di ketahui oleh Jia Wei yang tahu jika ia menjadi mata-mata secara nyata.


“Hahaha,, Tuan muda, itu barang yang kau cari, tidak sia-sia kita kesini,” kata Tu Long tiba-tiba tertawa.

__ADS_1


Seketika wajah Bai An dan Duan Du menjadi gelap.


__ADS_2