
Tu Long mengangguk santai lalu mereka menghilang dari tempat mereka berdiri.
Tap tap..!!
Duan Du dan Tu Long muncul di depan Bai An, Bai Han dan Hu Xiao.
“Eeh,, makanan di sini kemana?”
Suara Tu Long terdengar kaget, pasalnya sebelum ia pergi, Tu Long sempat melihat manager tersebut membawa banyak gerobak makanan, tidak sampai beberapa menit ia pergi dan saat kembali makanan tersebut hilang tanpa sisa.
Kini pandangan Tu Long melirik ke arah Bai Han, melihat keponakannya tidur nyenyak, wajah Tu Long langsung cemberut.
Lalu pandangan Tu Long mengarah ke Seng Yin yang bersendawa santai, wajah Tu Long berubah jelek.
“Tidak keponakan, tidak dia, sama-sama perlahan bisa membunuhku tanpa perlu bertarung,” gumam Tu Long.
Prok prok..!!
“Sabar, namanya juga anak kecil, kau hanya perlu menyuruh dia membawa makanan lagi,” ucap Duan Du menghibur sambil menepuk pundak Tu Long.
Wajah Tu Long seketika cerah, ia langsung memandang ke arah Manager tersebut sambil memamerkan giginya.
“Hehe,, cepat bawakan aku makanan yang lebih banyak dari yang tadi, jika tidak kau yang aku makan,” kekeh Tu Long.
Manager tersebut langsung kembali berlari, walau ia terlihat kelelahan bolak-balik, ia sama sekali tidak mengeluh karena tahu jika ia mengeluh, nyawanya kapan saja bisa melayang tanpa ia sadari.
***
Di tempat yang memiliki bangunan berlantai 10, saat ini seorang komandan klan Jia sedang di hadang oleh beberapa penjaga gerbang.
“Jia San, biarkan aku masuk, kau tidak mengerti ini untuk kebaikan klan Jia kita,” teriak komandan yang pernah ke Cabang Restaurant Paviliun Semesta.
“Komandan Gon, aku rasa kau hanya melebih-lebihkan, kau mungkin mabuk berat sehingga kebanyakan bermimpi jika klan kita akan bahaya kalau patriark atau nona tidak menemui orang yang kau maksud,” ejek penjaga gerbang tersebut.
“Hmm,, kembalilah ke rumah, kau mungkin perlu istirahat Komandan Gon,” sambung penjaga yang satunya.
Wajah Komandan Gon semakin jelek saat sadar jika dirinya di ejek.
Tanpa menahan diri lagi, Komandan Gon langsung mengeluarkan tombak kesayangannya.
“Jangan salahkan aku jika melukai kalian,” ucap komandan Gon dengan nada dingin.
__ADS_1
Komandan Gon langsung melesat ke arah pintu masuk sambil mengayunkan tombaknya.
Kedua penjaga tidak tinggal diam, mereka juga langsung mengambil langkah siap bertarung.
Saat ketiganya akan bentrok, sebuah suara lembut terdengar.
“Tunggu.”
Jia Li Ling langsung muncul di sertai tekanan agar ketiganya tidak bergerak, dan itu sangat efektip.
“Apa yang kalian lakukan? Apa kalian mau di hukum para tetua hah,” ucap Jia Li Ling dengan nada dingin saat melihat sesama anggota klan saling menyerang.
Jia Li Ling keluar karena mendengar suara keributan, kebetulan juga ia sedang berada di lantai dua mengurus sesuatu, jadi karena penasaran, ia langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Komandan Gon yang melihat Jia Li Ling keluar langsung tersenyum bahagia, berbeda dengan kedua penjaga yang kini berkeringat dingin.
Tanpa basa basi Komandan Gon langsung menjelaskan semua yang terjadi.
Tapi kedua penjaga langsung menepis dengan alasan menuduh Komandan Gon membenci mereka, mereka juga menuduh Komandan Gon ingin membunuh mereka, dan beruntung Jia Li Ling datang.
Saat ini tatapan Jia Li Ling sangat tajam mengarah ke Komandan Gon, semua anggota klan Jia tahu jika Komandan Gon adalah komandan terburuk yang suka mabuk, ia juga yang terlemah.
“Jia Gon Ai, kau di bebas tugaskan selama 1 tahun karena telah membuat keributan,” ucap Jia Li Ling dengan nada dingin.
Komandan Gon langsung berkeringat dingin, ia bukannya takut akan ucapan Jia Li Ling, melainkan ucapan Duan Du yang selalu terngiang-ngiang di kepalanya, ia akan menyesal jika Jia Li Ling maupun patriark klan Jia tidak datang.
Terlebih Komandan Gon yakin dua orang yang ia temui bisa menghancurkan klan Jia. Hal itulah yang Komandan Gon takutkan.
“Nona,, yakinlah akan ucapanku ini, aku tidak main-main, dua orang itu sangat misterius, ia juga seperti mengenal anda, jumlah mereka kalau tidak salah 3 orang, karena ucapan dua orang itu jika ada satu orang yang menunggu kedatangan Patriark, jika anda dan Patriark tidak datang-”
“Apa orang-orang ini menggunakan jubah dan kau tidak bisa melihat wajah mereka?” Jia Li Ling langsung memotong ucapan Komandan Gon dengan cepat saat ia mendengar jumlah 3 orang.
Komandan Gon awalnya bingung, tapi tak lama ia mengangguk dengan jujur.
“Nona, jangan dengarkan ucapannya, mungkin saja ini jebakan,” ucap salah satu penjaga dengan buru-buru.
“Benar, siapa tahu komandan Gon berkhianat dan bekerjasama dengan Paviliun Phoenix Perak untuk menjebak anda,” sambung temannya.
Kedua penjaga tersebut terlihat bekerjasama untuk menjatuhkan Komandan Gon sehingga Komandan Gon yang dari tadi bersabar saat di fitnah kini mulai menatap kedua penjaga dengan ganas.
Hal tersebut kembali di manpaatkan oleh keduanya.
__ADS_1
“Lihat lah, bahkan ia sampai marah, artinya tuduhan kami benar jika ia ingin menjebak anda nona Li Ling,” ucap Jia San tersenyum licik.
“Hehe,, komandan seperti ini yang merusak nama klan dan Paviliun, lebih baik kita seret ke penjaga,” kekeh Jia Jin.
Wuss..!!
Pak pak..!!
Bam..!!
Dua tamparan langsung terdengar, dan tamparan tersebut di tuju ke kedua penjaga hingga menabrak pintu Paviliun.
“Kalian bicara sekali lagi, akan aku bunuh kalian,” ucap Jia Li Ling dengan nada dingin.
Tubuh Jia San dan Jia Jin langsung bergetar hebat, wajah mereka yang bengkak kini tidak mereka rasakan saat mendengar suara amarah Jia Li Ling.
Jia Li Ling terkenal tidak main-main dalam ucapannya.
Wuss wuss..!!
“Ada apa ini Ling'er, kenapa kau memukul mereka?”
Seorang pria terlihat berumur 40 tahun keluar bersama beberapa pria sepuh.
Tatapan pria berumur 40 tahunan tersebut kini melihat dengan penuh penjelasan ke Jia Li Ling.
“Ayah, mereka ini tidak cocok lagi untuk di jadikan penjaga pintu Paviliun,” ucap Jia Li Ling langsung menjelaskan semuanya dari awal, termasuk tiga orang yang Jia Li Ling kenal, namun Jia Li Ling tidak memberitahu jika ia mengenal mereka.
Patriark Klan Jia mengerutkan keningnya bersama para tetua, karena menurut mereka yang benar adalah kedua penjaga tersebut.
Tapi karena sangat menyayangi putrinya ini, Patriark klan Jia hanya mengangguk santai.
“Baiklah kita temui dulu orang yang di maksud oleh Komandan Gon, ayo,” ajak patriark klan Jia mengajak Jia Li Ling bersama para tetua.
Menurutnya jika benar ada orang menunggunya dan mencoba menjebak, ia tidak perlu takut, karena dengan jumlah mereka yang datang, tidak mungkin mereka akan kalah.
Sementara beberapa tetua kini melirik ke arah Komandan Gon dengan tatapan benci, mereka terlihat berencana untuk memusnahkannya karena telah membuat rencana mereka gagal.
Diam-diam salah satu tetua mengirim pesan telepati kepada kedua penjaga yang di pukul Jia Li Ling tadi.
Entah pesan apa itu, yang pasti itu bukanlah hal baik untuk Komandan Gon.
__ADS_1