
Saat Tu Long ingin memukul kepala Duan Du dan Duan Du ingin memukul balik, sebuah suara terdengar lantang.
“Apa kalian ingin merusak pertarungan yang susah payah kalian dan anggota keluarga kita buat hah.” Tatapan Xie'er terlihat ganas saat ini mengarah ke kedua pamannya.
Tu Long dan Duan Du langsung mengalihkan pandangan mereka.
“Dia yang salah Xie'er, karena mengejek pamanmu ini,” ucap Tu Long langsung membela diri.
“Heeh,, kau yang salah paman, karena mengandalkan kekuatan untuk ingin menghajarku. Mentang-mentang kau kuat, ingin berbuat seenaknya saja Huh.” Dengus Duan Du tak mau kalah jika di salahkan.
“Apa kau bilang? Coba katakan sekali lagi,” teriak Tu Long kembali tak terima.
Tu Long dan Duan Du langsung maju dan ingin saling pukul.
Bruk bruk..!!
Xie'er langsung muncul memukul kedua kaki pamannya, ia tentu tidak berani memukul punggung atau kepala pamannya.
Tak lama para wanita langsung mengepung Tu Long dan Duan Du.
“Rupanya kalian butuh pengobatan darutan,” ucap Ling Mei menyeringai kejam.
Tubuh Duan Du dan Tu Long langsung menegang.
“A...Ampu-” Sebelum Tu Long dan Duan Du menyelesaikan ucapannya.
Semua wanita langsung mengeroyok kedua pembuat onar hingga babak belur lalu membawanya ke ruang pengobatan.
...
Pertarungan yang terpaksa di hentikan karena kejadian Tu Long dan Duan Du kini di lanjutkan kembali dengan hasil seri antara Mo Denshan dan kelima anggota keluarga Bai An.
Bukan hanya mereka saja, semua anggota keluarga Bai An yang lain ikut menjajal kemampuan mereka, bahkan Bai Han dan Bai Chu Ye pun ikut bertarung.
__ADS_1
Waktu yang berjalan dengan sangat cepat, kini telah sebulan terlewati. Semua anggota keluarga Bai An yang telah menjajal kekuatan penuh mereka kini terlihat bekerja keras memasang banyak jebakan di setiap sudut Dimensi Inti ( Dimensi Tanpa Nama ) dan Dimensi Alam Sihir.
“Bagaimana Kak? Apa kita akan menunggu mereka di luar semesta ini?” Tanya Duan Du yang saat ini melayang sejajar dengan kakaknya dan beberapa anggota keluarganya.
“Sepertinya kita harus menyambut mereka Tuan muda, mereka pasti meremehkan kekuatan kita dan tak menduga jika di dimensi terpencil ini akan ada seseorang yang telah mencapai Dewa Surgawi.” Ucap Tu Long langsung meregangkan ototnya.
“Jangan terlalu gegabah paman Tu, aku tahu kau kuat, tapi sebisa mungkin hindari bentrok secara langsung lebih dulu, karena kita belum tahu kekuatan mereka yang sebenarnya walau paman Du telah menganalisa bersama paman Gu,” ucap Bai Chu Ye memberi peringatan.
“Hem..!! Dengan jebakan yang kita pasang dan semua anggota keluarga kita yang belum mencapai Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 Puncak telah di arahkan bersembunyi, aku rasa tak apa kita langsung bentrok setelah beberapa jebakan kita mendapat umpan.” Sambung Bai Han ikut mengeluarkan pendapat.
“Heeh,, lebih baik kita serang saja kapal mereka, walau aku tidak cerdas. Tapi tubuhku cukup kuat untuk membunuh satu persatu yang setara dengan kekuatanku,” sambung Gou Long.
Bukan hanya mereka saja, kini semua anggota keluarga Bai An ikut mengeluarkan pendapat masing-masing sambil melihat ke arah ruang kehampaan.
“Dari pada kalian berdebat, lebih baik lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Aku tak akan membatasi keinginan kalian, namun satu yang aku minta, jangan bertindak di luar batas kemampuan kalian. Jika tidak bisa maka lebih baik mundur atau meminta bantuan saudara kalian, jika bantuan juga tidak bisa maka lakukanlah rencana terahir yang telah aku katakan kepada kalian.” Ucap Bai An langsung memotong perdebatan semua anggota keluarganya.
Mendengar itu, mereka semua menyeringai dengan wajah penuh semangat dan siap mati di medan pertarungan yang sesungguhnya.
“Asura Blood, apa kau sudah siap untuk membantai mereka semua?” Gumam Bai An melirik Pedang Asura yang kini berada di genggaman tangannya.
Pedang Asura langsung berdengung menyeluarkan bunyi cukup keras seolah ia siap menyerap semua darah musuhnya hingga tak tersisa.
“Kalian semua, pergilah kemanapun dimana kalian ingin bertarung, berkelompok maupun tidak aku tidak membatasi, namun untuk Dewa Penguasa Immortal Suci, minimal kalian berjumlah 5 orang, tidak boleh kurang.” Ucap Bai An langsung melesat ke ruang kehampaan atau alam semesta yang membatasi Dimensi.
Mereka semua langsung berpencar ke tempat yang telah di tandai oleh Duan Du sebagai titik jebakan.
Wuss wuss..!!
Bai An, Duan Du, Tu Long kini muncul untuk menunggu musuh tiba.
Mereka bertiga saling memandang dengan wajah bervariasi.
“Kak, aku yakin jika kita kembali nanti, kita mungkin akan di makan hidup-hidup oleh mereka,” ucap Duan Du tanpa rasa penyesalan.
__ADS_1
“Itu tak apa, apa yang di lakukan oleh Tuan muda sangat benar, akupun mendukungnya.” Balas Tu Long.
“Terlebih inilah yang aku tunggu-tunggu tanpa adanya beban yang aku khawatirkan,” sambung Tu Long tahu jika dirinya pasti akan mati di medan pertempuran ini.
“Aku juga sudah tidak sabar ingin mencoba teknik baru yang aku kembangkan.” Sambung Duan Du menyeringai tipis.
“Hemm..!! Ini demi kebaikan kita dan mereka. Terlebig jangan ragu untuk mengeluarkan seluruh kemampuan kita, aku juga sudah tidak sabar ingin mengayunkan pedangku.” Ucap Bai An.
***
Di salah sudut yang cukup jauh dari posisi Bai An, Bai Han dan Bai Chu Ye telah berdiri.
“Han Gege, jika aku mati, buatlah kuburanku di tempat Ayah di lahirlah.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada serius.
“Heeh,, kau tidak akan mati Ye'er. Kakak mu ini akan selalu melindungimu, jadi percayalah.” Ucap Bai Han dengan nada percaya diri.
...
Di sisi yang berbeda, terlihat Ling Feng, Long Yuan dan Gou Han berdiri, terlihat mereka sudah siap akan segala sesuatu yang akan menimpa mereka.
Bukan hanya mereka saja, Lang Zai, Pixiu, Jiu Long, Gou Long, Mo Liang Yun, Mo Liang Liu, Mo Denshan, Lo Zeng, Lo Ei, dan yang lainnya juga telah siap dengan seutas senyum dan penuh kebanggaan jika bisa mati di medan pertemputan yang layak menurut mereka.
Anehnya, dari mereka semua, tidak ada sosok wanita yang ikut termasuk Xie'er, Ling Mei, Mei Yin, Ling Sui, Mu Xia'er, Chu Jia, Jia Li Ling, Ni Xian dan semua wanita yang memiliki kekuatan yang cukup untuk bisa ikut bertarung.
...
Duar duar..!!
Jauh di Dunia yang tertutupi kabut, terdengar ledakan terus menerus sepanjang waktu.
“Sialan kau bocah nakal, aku tidak akan mengampunimu saat kau kembali nanti,” teriak Bai Xia Xie, Ling Mei, Mu Xia'er, Jia Li Ling dan semua wanita yang saat ini di kurung oleh Duan Du bersama Bai An.
Terlihat semua wanita memasang wajah ganas, sedih, marah, dendam serta frustasi saat ini.
__ADS_1