Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Munculnya Musuh Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Setelah mengirim pesan, Patriak Huang langsung menghilang bersama Huang Shen.


Wuss..!!


Bamm..!!


Sebuah penghalang yang sangat kuat tiba-tiba menghalangi jalan Patriark Huang.


Bertepatan dengan itu, orang berjubah hitam pekat muncul.


“Hmm..!! Apa kau akan bertindak tanpa perintah dariku Huang Den.”


Sebuah suara dingin menggema di seluruh tempat tersebut.


Huang Den atau Patriark Huang seketika berkeringat dingin.


“Le..Leluhur, budak kecil ini tidak berani memberontak, budak kecil ini hanya ingin menghancurkan Paviliun Semesta karena menurut budak ini, mereka adalah hama yang tidak pantas di biarkan hidup,” ucap Huang Den kini berkeringat dingin, wajahnya terlihat sangat pucat dan terus menunduk tanpa berani menatap ke arah orang yang muncul di depannya.


“Hmm..!! Jika kau ingin mati maka pergilah, di sana ada orang yang jauh lebih kuat dari para Penguasa Semesta inti,” ucap orang berjubah dengan acuh.


Mata Huang Den melotot tak percaya.


“A..Apa dia yang melakukan ini kepada putraku Leluhur?” Tanya Huang Den kini meraung.


Bom..!!


Sebuah cahaya hitam melesat ke arah tubuh Huang Den hingga tubuhnya terlempar dan membentur dinding.


“Kau tidak punya hak untuk bertanya,” ucap orang berjubah dengan nada dingin.


“Yang perlu kau lakukan hanya memancingnya keluar dan apa yang kau lakukan ini cukup benar.”


“Jika ia telah keluar maka serahkan sisanya padaku,” sambung orang berjubah hitam lalu menghilang.


“Ingat jangan sembarangan dalam bertindak, pikirkan lebih dulu bersama Lang Leng jika kau ingin menyerang tempat itu,” suara orang berjubah hitam menggema kembali di telinga Huang Den.


Sementara Huang Den yang mendengar itu langsung mengeluarkan senyum tipis. Ia yakin jika Leluhur tersebut turun tangan, maka semua dendamnya terberes jika benar orang yang melakukan ini kepada putranya ada di sana.


“Hmm,, tapi kata Leluhur orang tersebut lebih kuat dari para Penguasa Inti Semesta, jika begitu Dunia Jun Long ini pasti akan hancur.” Gumam Huang Den kini memikirkan bagaimana agar dunia ini tidak hancur.


Karena tidak menemukan jawaban, Huang Den langsung pergi ke tempat Lang Leng berada, Lang Leng adalah Patriark klan Lang sekaligus pemimpin Paviliun Serigala Angin.


***


“Kakak,, apakah kau merasakannya?” Tanya Duan Du dengan wajah serius.


Tu Long juga ikut melirik ke arah Bai An karena ia mampu merasakannya juga.


Bai An mengangguk santai, “Aku kira ia lebih kuat dari Bai Long, aku juga tak tahu apa posisinya di Klan Bai, tapi jika ia ingin bermain-main maka kita akan menyambutnya,” ucap Bai An dengan nada santai.


Bai An kemudian berdiri lalu melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Lubang hitam muncul di sertai sebuah suara dari Bai An.


“Selain aku, dan Tu Long, semuanya masuk.”


Duan Du langsung membelalakkan matanya.


“Tidak, aku akan tetap tinggal,” sanggah Duan Du kini tidak terima.


“Kau mempunyai tugas Du'er, tugasmu adalah memberikan istrimu-”


“Cukup,,” dengus Duan Du langsung memotong ucapan Bai An, wajah Duan Du sedikit mengepulkan asap menahan malu.


Semua orang kini melihat ke arah Duan Du dan jia Li Ling yang masih menempel seperti lem di lengan Duan Du.

__ADS_1


Karena tak ingin di permalukan lagi oleh kakak dan keponakannya, Duan Du langsung masuk ke dalam lubang hitam, lalu di ikuti oleh Patriark Jia, dua tetua dan 5 pemuda dari klan Jia.


Hu Xiao kini melihat ke arah menantunya. “Huuff,, hati-hati An'er, Long'er aku merasa auranya mirip dengan Bai Sha atau Bai Di, jika itu Bai Sha, maka aku yakin kalian mampu menahannya lalu melarikan diri, tapi jika itu Bai Di, kalian sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri, jadi sebelum kalian bertindak, pikirkan dulu matang-matang.”


Hu Xiao langsung masuk sambil menggendong cucunya setelah ia memberikan peringatan kepada Bai An dan Tu Long.


Bai An dan Tu Long saling melirik di sertai senyum kecil.


“Hehe,, belum tahu dia jika kekuatan kita jauh melebihi perkiraannya,” kekeh Tu Long.


Pletak..!!


”Jangan sombong, masih banyak orang yang lebih kuat dari kita di luar sana,” ucap Bai An dengan acuh.


Tu Long hanya mengangguk kecil sambil mengusap-usap kepalanya yang terasa api membakar kepalanya.


“Ayo kita temui tamu kita ini,” ajak Bai An langsung menarik tubuh Tu Long menggunakan energinya.


Wuss..!!


Bai An dan Tu Long seketika lenyap dari tempat mereka berdiri.


***


Di tempat Leluhur Bai Sha, ia saat ini menatap ke arah dimana Bai An dan semua orang berada, Bai Sha hanya mengawasi saja, karena niatnya adalah ingin menangkap Bai Han dan Duan Du.


Tapi saat ia tidak sengaja melihat ke arah lain lalu pandangannya kembali ke Restaurant Semesta.


Mata Bai Sha seketika menyipit, karena tidak melihat ada jejak kehidupan, Bai Sha langsung mengedarkan kesadarannya.


Tap tap..!!


“Kau mencariku.”


Sebuah suara muncul di belakang Bai Sha, dengan cepat Bai Sha maju dua langkah sambil membalikkan badannya.


Kini Bai Sha langsung waspada.


“Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Bai Sha dengan nada dingin.


Bai An dan Tu Long langsung tersenyum tipis.


“Hehe,, mungkin orang lain bisa kau bodohi, tapi tidak denganku,” kekeh Bai An.


Wuss..!!


Bai An langsung muncul di depan Bai Sha, tangan Bai An terayun santai, tiba-tiba sebuah pedang energi tercipta saat Bai An mengayunkan tangannya.


Terlihat jika pedang tersebut di lapisi oleh dua energi sehingga membentuk warna biru kemerahan dan tengahnya ada warna hitam.


Bai Sha yang melihat itu terkejut luar biasa, dengan cepat ia melapisi tubuhnya.


Tepatnya melapisi jubah yang ia kenakan menggunakan setengah energinya.


Jubah yang Bai Sha kenakan adalah artefak Dewa kelas 2.


Saat tubuh Bai Sha mengeluarkan dengungan.


Wung wung..!!


Dengungan tersebut muncul energi merah memancar di seluruh tubuh Bai Sha.


Bom..!!


Duar..!!


Bai An mengangguk santai saat melihat tubuh Bai Sha meluncur layaknya peluru menuju ke bawah hingga tubuhnya terbentur oleh tanah yang menyebabkan Dunia Jun Long berguncang hebat.

__ADS_1


Bai An tidak terlalu peduli dengan dunia ini jika tujuannya telah tercapai.


Tanpa menunggu Bai Sha untuk bangun, Bai An menghilang lalu muncul di depan Bai Sha.


Bai An kembali mengayunkan tangannya dan sekali lagi muncul pedang energi yang sama.


Tapi kali ini auranya sedikit jauh lebih kuat dari serangan sebelumnya.


Bai Sha yang melihat itu langsung mendengus.


“Jika itu mau mu, maka akan aku layani,” ucap Bai Sha dengan nada dingin.


Tatapannya juga terlihat sangat ingin membunuh Bai An.


Blush..!!


Bom bom bom..!!


Tekanan yang mengerikan keluar dari tubuh Bai Sha, ia kini menunjukkan tingkat kultivasinya yang sesungguhnya.


Dunia Jun Long beserta beberapa dunia yang dekat dengannya kini hancur hanya dengan aura Bai Sha.


Bai An tersenyum tipis saat melihat tingkat kekuatan Bai Sha yang sesungguhnya.


“Hmm..!! Dewa Penguasa ⭐ 2 Awal, semoga kau bisa memuaskanku,” ucap Bai An langsung menghilang.


Tingkat Kultivasi :


➡ Pemula ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Junior ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Senior ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Master ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Grand Master ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Kaisar Sejati ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Kaisar Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Raja Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Master Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Grand Master Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Kaisar Immortal Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Suci Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Penguasa ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Penguasa Sejati ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Penguasa Master ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Penguasa Berlian ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Penguasa Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Penguasa Half Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 1 - ⭐ 5

__ADS_1


__ADS_2