Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tu Long Menemukan Mainan Baru


__ADS_3

“Sial sial sial, kenapa muncul lagi orang kuat yang tidak aku kenal, orang itu saja sudah sangat merepotkan. Kini muncul lagi yang jauh lebih merepotkan, ia bahkan jauh lebih bar-bar.”


Leluhur Hendric bergumam sambil melihat sekelilingnya, ia saat ini mencoba untuk melarikan diri, karena ia sadar jika ia bisa saja di tangkap oleh Bai An jika terlalu lama di sini.


Dengan cepat Leluhur Hendric mengayunkan lengannya.


Wung..!!


Tak lama muncul sebuah bilah Mana berbentuk tinju di depan Tu Long.


Tu Long langsung menyeringai dingin, tanpa basa basi ia langsung melesat tanpa memikirkan bilah tinju tersebut.


Bom..!!


Bilah tersebut langsung hancur saat mengenai tubuh Tu Long.


Dret..!!


Tu Long langsung mencengkram jubah serta pundak Leluhur Hendric.


Krak krak..!!


Arghh..!!


Seketika terdengar teriakan saat suara retakam terdengar.


Mata Leluhur Hendric langsung bercahaya putih.


Tu Long yang merasakan bahaya langsung mundur.


Bom..!!


Tubuh Tu Long seketika terlempar walau ia berusaha menghindar.


“Hem,, itu Hukum Ruang dan Waktu, walau terlihat seperti cahaya yang melesat ke arahku, itu adalah penghentian waktu dan orang ini langsung memanfaatkan kesempatan untuk menyerangku,” gumam Tu Long tersenyum lebar.


Tu Long merasa telah menemui mainan baru kali ini, dengan semangat ia melesat ke arah Leluhur Hendric.


Dret..!!


Tangan Tu Long yang terkepal langsung terayun ke dada Leluhur Hendric.


Bom..!!


Leluhur Hendric langsung terlempar hingga membuat sebuah jurang akibat dalamnya tubuh Leluhur Hendric tertanam.


Blush..!!


“Sialan,” teriak Leluhur Hendric kini menatap ke arah Tu Long. Namun Tu Long sudah tidak berada di tempatnya.


Bom..!!


Seketika tubuh Leluhur Hendric kembali terlempar, Tu Long muncul di belakang Leluhur Hendric lalu memukulnya lagi dan itu terus terjadi berkali-kali.

__ADS_1


***


Di tempat yang cukup jauh dari pertarungan Tu Long dan Leluhur Hendric. Bai An terlihat tersenyum tipis.


“Hem..!! Kau mungkin sangat cerdik, tapi orang yang kau lawan sangat berbeda dariku. Walau kau saat ini mencoba menipunya, ia tak mau tahu.” Gumam Bai An dalam hati.


Bai An tahu jika Leluhur Hendric mencoba membuat Tu Long merasa di atas angin dan saat terlalu bahagia akibat menang, di situlah letak kelemahan Tu Long menurut Leluhur Hendric.


Karena biasanya musuh Leluhur Hendric di masa lalu akan selalu bangga dan sombong di depan Leluhur Hendric saat menang melawannya. Tapi di sanalah letak kematian dirinya tanpa ia sadari.


Kini hal itu terjadi di Tu Long. Tapi Tu Long tak mau tahu dan terus memukul Leluhur Hendric.


Sementara di belakang Bai An terlihat 4 wanita dan satu laki-laki. Mereka saat ini terkejut dan berdiskusi.


“Siapa orang yang melawan Leluhur Hendric? Ia sangat kuat dan aku merasa kekuatan fisiknya setara dengan Leluhur Hendric,” ucap Ariel.


“Aku tak tahu, karena orang ini cukup aneh, ia sama sekali tidak memiliki aliran Mana di dalam tubuhnya, dan apa ia teman dari Ling Bai?” sambung Sintia bertanya-tanya.


“Aku merasa orang ini bukan manusia, tapi aku tak tahu jelas ia Ras apa?” Ucap Anariel kini menyahut. “Tapi aku merasa ia tidak saling mengenal dengan Ling Bai.” Sambung Anariel menjawab pertanyaan Sintia.


Antoni yang terlihat diam di samping mereka bukan melihat pertarungan, melainkan ia melihat ke arah Bai An yang kini tersenyum tipis. Antoni yakin jika Bai An mengenal orang tersebut.


Sementara Ratu Elf yang ikut menonton kini bergumam dalam hati. “Leluhur Hendric ini sangat licik, ia sengaja membiarkan dirinya di pukul lalu saat musuh lengah ia akan langsung membunuhnya.”


Ratu Diane tahu jika Tu Long sangat kuat, tapi satu kelemahan orang itu menurut Ratu Diane, yaitu ia tidak memiliki Mana. Dan jika Leluhur Hendric menggunakan Mana_nya. Maka Tu Long di yakini akan kalah.


Kini Ratu Diane langsung membuat rencana sendiri, ia akan menyelamatkan Tu Long lalu membuatnya memihak ke dirinya. Walau ia tidak yakin. Tapi setidaknya ia akan berusaha dan tak ingin kalah cepat dengan Bai An.


***


Saat ini Tu Long menyeringai bahagia.


“Hehe tubuhmu sangat kuat, tidak sia-sia aku kesini. Jadi buatlah aku sedikit berkeringat dengan sedikit serius.” Ucap Tu Long.


Sebuah cahaya hitam muncul di mata kiri Tu Long. Sementara mata kannanya tetap seperti biasa.


Melihat mata kiri Tu Long seolah jurang tanpa ujung. Leluhur Hendric langsung memasang wajah serius.


Dret..!!


Tu Long muncul sambil mengayunkan tinjunya.


Bom..!!


Seketika dua kepalan tangan langsung bertemu.


Tak lama Tu Long dan Leluhur Hendric langsung mundur.


“Aku tak menduga jika kau maniak bertarung, kini aku sadar jika hanya kecerdasan saja tidak akan bisa membuatku menang dengan mudah,” ucap Leluhur Hendric dengan nada dingin.


Leluhur Hendric tentu paham betul jika seorang


Maniak bertarung maka ia sering mengalami pertarungan hidup dan mati, jadi ia sadar rencananya untuk membuat Tu Long merasa di atas angin saat ini sia-sia.

__ADS_1


“Hehe,, jangan kecewakan Yang Mulia ini.” Kekeh Tu Long langsung melesat.


Bom bom bom..!!


Mereka pun bentrok berkali kali, hingga tak terasa satu bulan berlalu.


Kini akibat bentrokan Tu Long dan Leluhur Hendric yang semakin melebar. Banyak para ahli maupun Leluhur ketiga Ras mendatangi siapa yang sedang bertarung.


Saat mereka melihat Leluhur Hendric bertarung dengan sosok tak di kenal. Mata mereka seketika melotot tak percaya.


“Si..Siapa orang yang mampu mengimbangi Leluhur Hendric itu?” Seketika banyak orang saling tanya satu sama lain.


...


Sementara Tu Long dan Leluhur Hendric tidak peduli dengan kehadiran mereka.


Kini terlihat Leluhur Hendric juga telah terbawa oleh pengaruh Tu Long hingga tidak sadar jika saat ini ia di incar.


“Hemm..!! Kau memang kuat dari segi tubuh dan fisik. Tapi tidak dengan Mana,” kekeh Leluhur Hendric merasa akan menang saat ini.


Blush..!!


Leluhur Hendric langsung muncul di depan Tu Long, tangannya yang telah menggenggam pedang terayun dengan cepat.


Melihat pedang yang di selimuti oleh Api, Angin dan Petir, kini Tu Long tahu jika ia tidak akan mampu menghindar.


Trank..!!


Bom bom bom..!!


Bentrokan antar pedang seketika mengguncang tempat tersebut akibat gesekan yang terjadi.


Kini Leluhur Hendric sudah tidak terkejut lagi, ia tahu masih banyak yang tersimpan di balik tubuh musuhnya ini.


Tu Long dan Leluhur Hendric langsung bergerak kembali di saat bersamaan.


Trank..!!


Bentrokan pedang kembali terjadi, tapi kini keduanya sama-sama menggunakan serangan diam-diam.


Bam..!!


Saat pedang Leluhur Hendric dan Tangan kiri Tu Long bertemu, kini terlihat kaki Tu Long di tahan oleh tangan kiri Leluhur Hendric.


Kini terlihat keduanya sama-sama menyeringai.


Wung..!!


Tangan Tu Long terangkat, matanya kini berubah menjadi merah keemasan tanda ia mulai serius.


Dret dret..!!


Jder jder.!!

__ADS_1


Tubuh Leluhur Hendric terlihat menghilang lalu muncul kembali, saat muncul tubuhnya selalu di selimuti oleh 3 elemen yang berbeda-beda.


Semua ahli dan para leluhur ketiga Ras yang menyaksikan itu langsung menjauh karena mereka sadar jika ini adalah pertarungan yang sesungguhnya.


__ADS_2