
Saking kuatnya, kaca-kaca kristal yang ada di seluruh Ruangan VIP dan VVIP langsung pecah kecuali yang telah di perkuat perisai.
“Si..Sialan, ini kuat sekali, apakah dia berniat membunuh Paman Tu,” umpat Duan Du yang seketika menjadi panik.
Bai An yang sedari awal pun terlihat panik, namun ia sebisa mungkin untuk mencoba tetap tenang karena peringatan dan pemberitahuan dari Roh Asura Blood.
Dret dret..!!
Sosok berjubah putih seketika mengayunkan tinjunya yang telah di aliri energi di kepalan tangannya.
Wuss..!!
Kecepatan tangan Sosok berjubah putih layaknya petir, bahkan Sosok bertopeng kuning hanya melihatnya samar-samar saking cepatnya.
Bom..!!
Duar..!!
Tangan Bai An bergetar keras saat pandangannya di tutupi oleh cahaya di sertai asap yang tiba-tiba setelah terdengar suara ledakan.
Brak..!!
“Aku sudah tidak tahan kak,” ucap Duan Du langsung bangkit. Bahkan Xi Juan, Bai Han dan Sia Yun pun ikut bangkit di sertai aura membunuh merebes keluar dari tubuh mereka.
“Jangan gegabah, kendalikan emosi kalian, kita tunggu setelah pandangan kita tidak di tutupi oleh asap ini,” ucap Bai An yang terlihat ikut marah juga.
Duan Du yang melihat itu hanya bisa menggertakkan giginya. Ia juga sadar kakaknya lebih marah dari dirinya dan yang lainnya. Dan jika mereka bergerak sekarang, semua rencana mereka yang telah mereka susun dari awal akan langsung hancur.
Bruk..!!
Duan Du pun mau tak mau menuruti ucapan kakaknya bersama yang lain.
...
Tap tap..!!
Sosok berjubah putih menyunggingkan seutas senyum di balik jubahnya setelah ia menyelesaikan tugasnya.
Tak lama setelah sosok berjubah putih melangkahkan kakinya menjauhi Tu Long yang di pasung, kini pandangan semua orang telah kembali karena asap dan cahaya telah menghilang.
“A..Apa, tubuhnya benar-benar utuh setelah terkena serangan sekuat itu,” teriak salah satu peserta lelang yang duduk di kursi lantai pertama.
__ADS_1
Woah..!!
Woah..!!
Kegaduhan seketika kembali terjadi, kini semuanya berteriak mengklaim sosok Tu Long apapun yang terjadi. Mereka berpikir jika memiliki Tu Long, maka mereka bisa menguasai Seluruh Dimensi Alam Dewa ini.
“Dia milik ku, akan ku kerahkan semua harta yang aku miliki demi mendapatkannya, jangan ada yang berani mencoba menginginkannya jika tidak, kami tidak akan segan-segan memerangi kalian,” teriak Master Sekte Kapak Dewa.
“Hahaha,, kata-kata yang sangat tidak berguna, ancamanmu itu bahkan anak-anak pun akan menertawainya.” Ejek Master Sekte Awan Suci. “Karena jika sudah memilikinya, kau bisa apa,” sambung Master Sekte Awan Suci dengan mata serakah.
“Hoho,, dari tadi aku diam saja, tapi kini aku juga akan ikut memperebutkannya,” sambung Master Naga Emas.
“Jangan lupakan kami,” sambung Wakil Master Sekte Teratai 9 tersenyum indah.
“Hem..!! Itulah yang aku takutkan akan terjadi perang lagi, jadi kali ini Sekte Buddha Kebenaran akan lebih dulu mendapatkannya agar tidak terjadi perang lagi.” Ucap Biksu Botak dengan ciri khasnya berpakaian kuning keorenan.
“Haha,, botak, kau selalu saja menjadi naif dari dulu, bahkan jika kau mendapatkannya, maka kami akan langsung menyerang sektemu hingga mendapat yang kami inginkan,” ejek Master Pemuja Kegelapan.
Keributan terus terjadi di antara semua peserta lelang.
Tidak ada yang menyadari saat ini Sosok berjubah putih telah kembali ke tempatnya.
“Aku yakin jika dia melakukan sesuatu tadi, tapi kenapa aku tidak menemukan hal yang mencurigakan di tubuh Naga ini,” gumam Sosok bertopeng kuning.
Tepat di depan sosok bertopeng kuning, Tu Long tengah terbaring dengan seutas sisa rantai yang hancur akibat serangan sosok berjubah putih.
“Hemm..!! Tunggu pembalasan Yang Mulia ini, akan ku berikan kalian hadiah saat lelang berahir,” gumam Tu Long dalam hati dengan tertawa di dalam hatinya.
Tepat di sela-sela jari Tu Long terlihat ada sebuah pil, dan pil tersebut adalah pemberian sosok yang menyerangnya tadi, ia juga mendapat pesan darinya jika teruslah berpura-pura pingsan, jangan sampai bertindak ceroboh.
***
“Eeh,, walau terluka, aku merasakan aura kehidupan dari paman Tu, aku kira ia sudah mati tadi,” ucap Duan Du seketika mengelus-elus dadanya.
Bai An yang merasakan segel budaknya masih terhubung hanya bisa diam. Dalam hatinya ia terkejut lantaran adanya jumlah energi yang besar tiba-tiba muncul di dantian Tu Long.
Tatapan Bai An seketika melirik ke arah ruangan VIP no 30.
“Hem..!! Siapa sebenarnya kalian?” Gumam Bai An dalam hati.
...
__ADS_1
10 menit berlalu
Blush...!!
“Apa kalian belum selesai berdebat? Jika belum, maka lakukan di luar, ini pelelangan, bukan ajang adu agrumen,” ucap sosok bertopeng kuning dengan nada datar.
Semua peserta lelang seketika terdiam. Melihat semuanya kembali tenang, sosok bertopeng kuning langsung tersenyum di balik topengnya.
“Baiklah pertama-tama, budak ini tidak untuk di jual, melainkan untuk di tukar dengan item atau apapun yang sepadan,” ucap sosok bertopeng kuning dengan tenang.
Apaaaa..!!
Seketika teriakan keras menggema hingga ke seluruh area kota.
Kini mata semua para peserta lelang melotot tak percaya akan apa yang mereka dengar.
Bahkan kelompok Bai An juga terkejut. “Dasar licik,” teriak Duan Du kini tak dapat menahan diri.
“Benar, saat melihat kekuatan sebenarnya dari budak ini, kau malah dengan sengaja mengatakan akan menukarnya dengan item yang sepadan huh,” terdengar dengusan dari Master Sekte Awan Suci membenarkan ucapan Duan Du.
“Itu benar, apa-apaan ini, apa kau berniat untuk melakukan pelelangan hah, bahkan dalam perjanjian yang aku baca sebelum mengikuti lelang, ada sebuah bab yang aku baca jika sesi ini tidak ada yang namanya Barter. Jadi jangan menipu kami.” Teriak Master Sekte Kipas Api.
Sementara Sosok bertopeng kuning yang awalnya tersenyum licik kini mengubah ekpresinya menjadi memerah.
“Diam, ini Rumah Lelang ku, aku pemimpinnya, aku yang membuat peraturannya jadi aku juga berhak mengubah peraturan tersebut,” teriak sosok bertopeng kuning.
“Dan jika kalian merasa keberatan, maka pergi saja dari sini, karena masih banyak yang mengantri ingin mengikuti lelang,” sambung sosok bertopeng kuning dengan aura merebes keluar menekan semua peserta lelang.
“Hoo,, kalian bisa menurut juga,” ucap sosok bertopeng kuning tersenyum tipis di balik topengnya.
“Baiklah jika begitu, akan langsung kita mulai lelang kali ini adalah Barter, di mulai dari lantai pertama, item yang tertinggi dari mereka ajukan akan kami tahan sampai menunggu item apa yang di tawar lantai kedua, jika lebih tinggi maka, akan seterusnya berlanjut hingga lantai ketiga.” Ucap sosok bertopeng kuning menjelaskan.
“Tapi, itupun jika item yang paling tinggi memang benar-benar setara dengannya, dan kami juga berminat dengan item yang kalian tawarkan,” sambung sosok bertopeng kuning menyeringai tipis.
“Cih,, ini hanya akal-akalannya saja, aku yakin jika semua item yang di tawar peserta lelang pasti akan di tolak,” dengus Duan Du menggerutu sambil melirik kakaknya yang selalu menahannya bertindak.
***
Sementara di ruangan VIP no 35
“Apakah kita akan bertindak senior?” Tanya sesepuh pria klan Bai mengarah ke sosok pria 40 tahunan, tapi tak lama, wajahnya berubah menjadi sosok remaja 15 tahunan.
__ADS_1