Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pembantaian dan Pengorbanan


__ADS_3

Sungguh kejam memang, tapi begitulah cara dunia Kultivator berjalan.


Yang kuat adalah penguasanya dan yang lemah hanya menunggu kematian dan penindasan.


Bai An juga tahu siapa yang harus di bunuh dan siapa yang tidak, ia sudah memikirkan ini bersama Duan Du beberapa waktu lalu sebelum rencana ini ia buat.


...


“Kak, mereka semua yang memiliki kekuatan di atas Dewa Penguasa Berlian masih belum keluar, mungkin saja mereka sadar jika ini adalah jebakan,” ucap Duan Du yang sadar belum melihat seseorang yang setara dengan Raja Iblis Mo Hen San.


“Hmm..!! Orang-orang yang berasal dari Wilayah Inti ini menyadari keberadaan mereka, walau aku tidak bisa merasakan keberadaan mereka, tapi aku yakin sebagian dari mereka ada di sini,” ucap Bai An dengan santai lalu meneguk arak yang ada di tangannya.


“Mereka siapa? Apakah yang kakak maksud adalah para pengkhianat serta orang-orang yang masih setia kepada kakak?” Tanya Duan Du dengan nada serius di sertai sedikit amarah.


“Hmm..!! Benar, jika bukan mereka siapa lagi,” jawab Bai An.


Saat ini hanya ada Gou Han saja yang bersama Bai An dan Duan Du, jadi mereka berani bicara seperti biasa.


Sementara Gou Han terlihat tidak peduli dengan ucapan keduanya karena saat ini sedang sibuk menikmati araknya, ia bahkan terlihat ngelantur layaknya orang mabuk.


...


“Jika mereka semua ada di sini, maka sulit membedakan siapa pengkhianat yang sesungguhnya, karena mereka pasti sadar akan permainan kecil seperti ini.” Ucap Duan Du dengan nada dingin di sertai amarah.


Duan Du sangat membenci para pengkhianat yang tak tahu terimakasih ini, dulu Bai An memungut dan membesarkan mereka, lalu setelah besar, dengan tidak tahu malunya mereka mengigit tuannya, hal itulah yang tidak bisa Duan Du maafkan sampai saat ini, kebencian Duan Du ini tidak akan pernah hilang, hal yang sama dengan Bai An. Tapi Bai An mampu menyembunyikannya.


“Kau tenang saja sebelum membuat Formasi pengorbanan untuk Tu Long, di sini ada Tu Long kedua, kau pasti paham maksudku, dan aku akan meminta bantuan kepada mereka,” ucap Bai An melirik ke arah samping kiri.


Mata Bai An pun berubah menjadi putih polos saat melihat ke arah kiri, guna mata ini salah satunya mampu melihat semua penghalang.


Duan Du yang mendengar ikut melirik ke arah kakaknya melirik, tapi ia tidak menemukan apa-apa selain sebuah suara.


“Hmm..!! Kita ketahuan juga ternyata,” sosok Dewi Anjani atau Ni Xian dan Nyi Ageng Serang atau Ni Yin muncul tepat di depan Bai An.


Mereka pun langsung memberikan salam kepada Bai An dan Duan Du.


“Langsung saja, bantu aku menahan meraka yang berasal dari Wilayah Inti, dan aku yakin jika ada juga yang berasal dari Wilayah Inti Pusat. Apakah kalian keberatan,” ucap Bai An dengan nada santai.


Ni Xian dan Ni Yin saling melirik, mereka sebenarnya di tugaskan untuk menjaga Bai An jika dalam keadaan hidup dan mati.

__ADS_1


“Hmm..!! Aku tidak tahu apa yang ku katakan di masa lalu kepadanya.” Ucap Bai An menghela nafas. “Tapi satu hal yang pasti, jika aku tidak membangkitkan Tu Long lebih cepat, bahaya akan datang sebelum Hibernasinya selesai, karena dia salah satu yang akan ikut dalam panggung yang sesungguhnya selain dari Tuan kalian dan dua orang yang saat ini belum aku ketahui namanya,” ucap Bai An berubah serius.


Ni Xian dan Ni Yin seketika terdiam, mereka pun pernah mendengar jika pertarungan masa lalu bukan panggung yang sesungguhnya, tapi setelah Tuannya kembali, disanalah tempat panggung yang sesungguhnya.


Walau mereka tidak mengerti, tapi satu hal yang mereka pahami. Perang yang akan bisa menghancurkan Dimensi Pusat ini.


“Bantu Paman ku walau nyawa kalian taruhannya.”


Sebuah suara seketika membuyarkan lamunan Ni Xian dan Ni Yin, suara tersebut sangat serius dan baru kali ini mereka mendengar suara tersebut seserius ini.


Ni Xian dan Ni Yin pun langsung bangkit. “Kami siap mati untuk menjalankan perintah anda,” ucap keduanya serempak.


Bai An pun tersenyum tipis, pandangannya mengarah ke kejauhan di langit yang cerah, lalu pandangannya beralih ke tempat lain dengan senyum dingin.


“Tugas kalian hanya menghadang mereka saja, jangan sampai membunuhnya, jika itu terjadi mereka yang ada di Wilayah Inti Pusat akan ikut campur, karena sampai saat ini sepertinya mereka masih memegang perjanjian dengan Tuan kalian dan dua orang lainnya.” Ucap Bai An.


Bai An juga langsung berdiri, Duan Du yang sedari tadi diam ikut berdiri, sama halnya Gou Han dengan wajah bingung ikut berdiri, ia merasa tidak enak duduk seorang diri.


“Lalukan.” Hanya satu kata dari Bai An, semuanya berubah.


Gou Long yang mendengar itu langsung melesat ke arah Raja Iblis Mo Hen San.


Wuss..!!


Tubuh Raja Gou Long yang telah berubah serta tangannya yang telah memegang tombak bermata pedang kini mulai terayun.


Dua Hukum yang telah ia kuasai kini menyelimuti tombak yang ada di tangan Raja Gou Long.


Kegelapan bercampur seketika menyelimuti hampir seluruh Wilayah Utara dan Wilayah Timur.


Dreet..!!


Dreet..!!


Petir-petir mulai berkumpul di ujung tombak Raja Gou Long.


“Hukum Kegelapan Tanpa Batas.”


“Hukum Petir Kematian.”

__ADS_1


“Tombak Naga Penghancur, buktikan jika kau yang terkuat,” teriak Raja Gou Long.


Blush..!!


Jder..!!


Raja Iblis Mo Hen San yang melihat itu bersama orang-orang yang berasal dari Wilayah tengah seketika memasang wajah jelek.


“Sialan kau Raja Gou Long, apakah kau ingin membunuh kami juga,” teriak salah satu orang yang berasal dari Wilayah Tengah dengan wajah ketakutan setengah mati.


“Aku harus bisa melarikan dari sini, menghalangi serangannya sama saja dengan bunuh diri, dan aku tak menduga jika perbedaanku dengannya masih sangat jauh,” gumam Raja Iblis Mo Hen San.


Saat ia ingin mengeluarkan peninggalan leluhurnya. Serangan terkuat milik Raja Gou Long langsung mendarat ke sekumpulan musuhnya.


Wuss..!!


Duar..!!


Guncangan yang sangat jarang terjadi jutaan tahun kini terjadi lagi saat ini.


Ledakan dahsyat layaknya sebuah meteor jatuh langsung menghanguskan semua yang ada di tempat itu.


Asap melambung tinggi hingga hampir menutupi setengah dari Wilayah Utara dan setengah dari wilayah Timur.


Tak lama sebuah cahaya seketika menerangi tempat tersebut.


Gou Long bersama pasukannya langsung mundur saat cahaya tersebut menerangi tempat ledakan.


Cahaya tersebut sangat terang dan anehnya cahaya ini berbentuk persegi empat saja dalam area tertentu.


Wung wung wung..!!


Sebuah dengungan terdengar kesar.


Orang-orang yang berasal dari Wilayah Inti kini menerjang ke arah cahaya tersebut. Tapi dengan kekuatan penuhnya Ni Xian, Ni Yin dan di bantu oleh beberapa yang menjadi pengikut setia Bai An menghalangi jalan mereka.


Sementara Bai An, Duan Du, Gou Han, Mo Hung, Gou Ja, Gou Ma dan dua Jendral Gou kini telah membentuk persegi.


Tepatnya mereka berada di luar cahaya sambil mengeluarkan seluruh energi mereka.

__ADS_1


__ADS_2