Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Mencari Informasi


__ADS_3

“Tidak perlu mencari, aku ada di sini.” Sebuah suara menyeramkan muncul dari belakang kedua pria yang selalu mengikuti Bai An.


Sontak keduanya langsung melompat ke depan lalu membalikkan badan mereka sambil mengeluarkan tongkat seukuran satu meter dari lengan jubah mereka, tongkat tersebut terlihat memiliki pisau kecil di ujungnya.


“Siapa kau?” Tanya pria berjubah kuning.


Tu Long terkekeh kecil. “Siapa aku? Kau tanya siapa aku? Apa kau tidak lihat aku ini manusia,” dengus Tu Long memasang wajah gelap.


Keduanya langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mereka bingung mau bertanya seperti apa kepada orang yang mereka anggap idiot.


Dalam hati, keduanya bergumam. “Memang ada orang selain manusia di dunia ini, jika ada, yang ada hanya zin, setan saja namun mereka tidak terlihat.”


Setelah terdiam selama beberapa detik, pria berjubah hitam kini melihat Tu Long dengan teliti, ia melihat dari atas ke bawah untuk memastikan Tu Long benar-benar manusia atau tidak.


Setelah benar jika Tu Long manusia, ia langsung bicara. “Yang kami maksud tadi adalah nama mu? Siapa nama mu jika kami boleh tahu?” Tanya pria berjubah hitam langsung meluruskan pertanyaan temannya.


Kini Tu Long tersenyum semakin menyeramkan, tapi bukannya takut, kedua orang di depan Tu Long ini malah menduga Tu Long adalah orang yang benar-benar idiot atau biasa di sebut ODGJ oleh orang-orang bumi.


“Hoho,, kau ingin tahu namaku bukan?” Kekeh Tu Long mencoba menakuti keduanya.


Keduanya mengangguk serempak.


“Namaku adalah pemakan manusia, haah,” Tu Long membuka mulutnya agar keduanya semakin takut.


Benar saja, Tu Long menduga keduanya takut karena melihat mereka langsung pergi. Tapi dugaannya salah.


“Huuh,, aku tak menduga jika ia ODGJ, padahal ia terlihat kuat dan masih muda,” keluh pria berjubah kuning.


“Hmm,, aku juga tidak habis pikir, jika tahu kita mengikuti sekumpulan ODGJ dari awal, lebih baik aku pulang tidur saja,” sambung temannya.


***


Bai An, Bai Han dan Duan Du yang mengintai dari kejauhan kini tak bisa menahan tawa lagi.


Hahahaha..!!


Haha..!!


Hahaha..!!


Tawa ketiganya menggema ke segala arah, hal tersebut semakin membuat dua orang tersebut semakin menguatkan dugaan mereka jika mereka sekelompok ODGJ.


Padahal Bai An dan yang lainnya tertawa karena Tu Long di anggap gila.


Duan Du langsung maju, ia langsung menepuk pundak Tu Long untuk menenangkannya agar mau bersabar.

__ADS_1


Bai Han juga ikut maju sambil berkata. “Sabar paman sabar, ini adalah dunia fana, bukan dunia kita para kultivator, jadi wajar jika ia menganggapmu gila,” nada Bai Han di akhir sangatlah menusuk bagi Tu Long.


Bukannya tenang, dengan adanya dua provokasi di dekatnya, ia malah semakin mengembang kempis.


“Sudah-sudah, jangan buat Tu Long semakin marah lagi, kalian ini bukannya menghibur malah menghina,” ucap Bai Am dengan nada bermartabat.


“Bagaimana rasanya di anggap gila?” Tanya Bai An mendekat ke arah Tu Long.


Seketika tawa kembali pecah, awalnya Tu Long merasa senang jika ada orang yang mendukung dan menghiburnya terlebih orang yang di harapkan yaitu Bai An. Tapi itu hanya harapan palsu saja, karena dari keduanya, Bai An yang paling menusuknya.


“Baiklah-baiklah, kami hanya bercanda saja Tu Long, kau jangan terlalu cepat menganggapnya serius,” ucap Bai An.


Kini pandangannya mengarah ke kedua orang yang kini semakin jauh.


“Biar aku saja yang mendekati mereka ayah,” ucap Bai Han, tanpa menunggu reaksi dari ayahnya, kini Bai Han menghilang dari tempatnya.


Wuss..!!


“Ehem,” saat muncul Bai Han langsung berdeham.


Kedua orang yang bernama Rian Fan Dani dan Husen Fan Durej langsung melihat ke sekeilingnya, namun mereka tidak menemukan apa-apa.


Saat mereka sadar, seketika pandangan kepala mereka mengarah ke atas.


Waaa..!!


Tu Long yang melihat itu dari kejauhan langsung tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha,, huahaha. Kau di panggil setan Han'er,” ucap Tu Long tak bisa menahan tawanya, ia malah semakin jadi hingga tertawa sambil berguling-guling.


Berbeda dengan Duan Du, ia terdengar mengejek Bai Han terus menerus.


Untuk Bai Han, wajahnya terlihat memerah akibat menahan tawa.


***


Bai Han yang di tertawai bahkan oleh ayahnya hanya bisa cemberut saja, dengan cepat ia menggerakkan benang energinya, benang energi Bai Han melesat ke arah Rian dan Husen.


Wuss..!!


Jreet..!!


Seketika langkah Rian dan Husen terhenti.


Bertepatan dengan itu Bai Han muncul di depan Rian dan Husen.

__ADS_1


“Heng,, siapa yang kau sebut setan hah, aku ini manusia,” dengus Bai Han.


Tatapan Bai Han sangat mengerikan bagi Rian dan Husen, mereka kini merutuki nasib mereka tertangkap di tangan yang mereka anggap setan.


“Kenapa kalian diam?” Tanya Bai Han dengan nada kesal.


“Ayo cepat bicara, dan aku ingin semua informasi tentang semua tempat berbahaya yang jarang di jamah manusia maupun di takuti oleh semua manusia,” ucap Bai Han dengan ketus.


Rian dan Husen terdiam beberapa saat sambil memiringkan kepalanya.


Tap tap..!!


Melihat kedatangan Bai Han, Duan Du dan Tu Long tiba-tiba muncul.


Rian dan Husen semakin yakin jika mereka setan ODGJ.


Bai An beserta keluarganya tentu tahu apa isi pikiran keduanya, tapi mereka tidak menganggapnya hal besar.


“Hmm, apa kalian tidak mau bicara,” ancam Duan Du.


Tapi kedunya masih diam, bukannya mereka tidak ingin memberitahu tentang yang di tanya oleh Bai Han tadi, tapi mereka memang di larang memberitahu informasi pertanyaan Bai Han.


Pertanyaan Bai Han ini adalah rahasia bagi para orang-orang yang sudah bisa bela diri.


“Baiklah jika kalian tidak ingin bicara, jadi terpaksa aku menyerap ingatan kalian. Pada saat yang sama, kalian juga akan mati,” ucap Bai An tersenyum tipis.


Tubuh Rian dan Husen menegang, kini mereka mulai berkeringat dingin saat Bai An terus melangkah ke tempat mereka.


“Ja..Jangan mendekat, aku akan bicara,” ucap Husen dengan terbata-bata.


“Hei,, jangan percaya ucapannya, ia hanya mengancam kita saja, mana mungkin ia berani membunuh kita, Negara kita ini Negara hukum tahu,” dengus Rian memarahi Husen.


Husen terdiam sesaat, firasatnya mengatakan harus mengikuti kemauan Bai An dari pada temannya ini, jika ia mengikuti temannya, ia yakin akan mati.


“Percayalah padaku Rian, ikuti saja apa yang mereka mau, toh mereka semua tidak akan tahu jika kita memberikan informasi ini kepada orang-orang ini.” Ucap Husen mencoba meyakinkan.


“Aku menolak, aku akan tetap berpegang teguh, walau benar sekalipun aku mati, aku yakin mereka pasti di tangkap,” ucap Rian dengan nada teguh.


“Apakah kalian selesai bicara?”


Pandangan Rian dan Husen mengarah ke Bai An, karena Bai An orang yang barusan bicara.


“Heng,, bunuh saja aku jika kau berani,” tantang Rian.


“Baiklah jika itu mau mu, kali ini aku akan menjadi orang polos,” ucap Bai An menyanggupi Rian.

__ADS_1


Tangan Bai An dengan cepat terulur ke kepala Rian.


Blush..!!


__ADS_2