Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Yang Mulai Asura Hanya Nama Masa Lalu


__ADS_3

“Baiklah aku akan memberikan satu tebasan saja agar kau mengerti perbedaan kita walau aku hanyalah jiwa,” ucap Jiwa Raja Mo Liang Yun.


Sementara Jendral Mo Jian diam saja dari tadi, ia bukannya diam karena sombong atau tak mau bicara.


Mo Jian diam karena saat ini ia ketakutan luar biasa. Tentu ia mengenal sosok di depannya ini. Karena sampai saat ini patung Raja Bangsa Iblis Merah masih ada di Wilayah Barat, dan tidak ada yang mampu menghancurkannya walau Rajanya yang sekarang yaitu Mo Hen San.


Mo Hen San adalah Raja Iblis Merah Ke empat, dan Raja Kedua adalah Mo Hen Lang, orang yang Raja Iblis Pertama sebut tadi.


Mo Hen Lang meneruskan kepemimpinannya kepada putranya Mo Hen Zhen, lalu Mo Hen Zhen meneruskannya kepada putranya yang saat ini menjadi Raja, Mo Hen San.


“Tu..Tuan ini salah-”


Bom..!!


Tubuh Mo Jian seketika meledak bersama jiwanya saat kapak milik Jiwa Raja Mo Liang Yun menghantam tubuhnya.


“Tidak ada alasan bagi iblis pengkhianat, apapun itu,” ucap Jiwa Raja Mo Liang Yun dengan nada dingin.


Setelah itu pandangan Jiwa Raja Mo Liang Yun mengarah ke Mo Liang Liu dengan senyum bahagia, karena sekian lama ia menunggu, akhirnya jiwanya yang tersegel kini sudah terlepas saat keturunannya bisa membangkitkan teknik turun temurun.


“Hoho,, umurmu masih sangat muda, 10.000 tahun lebih sudah sampai ke tingkat seperti ini,” ucap Jiwa Raja Mo Liang Yun dengan bangga kepada keturunannya.


Mo Liang Liu hanya diam saja, ia saat ini bingung dengan jiwa iblis raksasa di depannya ini. Sedari tadi Jiwa Iblis di depannya ini bicara, sampai saat ini Mo Liang Liu tidak mengerti apa yang di ucapkan olehnya. Terlebih ia heran bagaimana bisa Jiwa ini muncul dari tubuhnya.


Saat ini banyak sekali pertanyaan yang terbesit di benak Mo Liang Liu. Tapi ia mengurungkannya karena ingin memulihkan lukanya terlebih dahulu.


Jiwa Raja Mo Liang Yun yang melihat keturunannya hanya diam dengan pandangan bingung dan mengabaikannya, sama sekali tidak marah.


Pandangan Jiwa Raja Mo Liang Yun lalu mengarah ke Ras Half Giant Dragon.


“Hmm..!! Aku tak menyangka jika Ras Half Giant Dragon bisa berkembang pesat saat ini, tidak seperti dulu, mereka selalu di buru dan di jadikan budak oleh banyak Ras maupun Bangsa,” gumam Jiwa Raja Mo Liang Yun.

__ADS_1


Pandangannya kembali mengarah ke Mo Hung, Mo De dan Mo Denshan.


Saat ia melihat Mo Hung dengan wajah familiar. Jiwa Raja Mo Liang Yun seketika mengingat masa lalu.


“Hmm..!! Apa kau anak kecil yang di asuh oleh Tuan Putri Xie?” Tanya Jiwa Raja Mo Liang Yun langsung bertanya melalui telepati.


Mo Hung seketika mengerutkan keningnya.


“Hmm..!! Aku lupa jika dulu kau masih kecil, jadi kau tidak bisa melihat jiwaku yang selalu bersama Tuan Putri Xie, dan sebelum beliau mati, ia menyegelku dan saat penerusku bisa membangkitkan teknik turun temurun, aku bisa bangkit kembali,” ucap Jiwa Raja Mo Liang Yun melalui telepati.


Jendral Mo Hung tidak langsung menjawab. Melainkan melirik ke arah Bai An yang tersenyum santai saat Jiwa Raja Mo Liang Yun belum menyadari keberadaanya.


Baru setelah Jendral Mo Hung melihat Bai An, Jiwa Raja Mo Liang Yun ikut melirik ke arah Bai An.


Jlep..!!


Seolah di tusuk oleh jutaan pedang, saat ini Jiwa Raja Mo Liang Yun terdiam seribu bahaya.


“Salam Yang Mulia Asura, Raja Dari Para Raja Dewa,” ucap Jiwa Raja Mo Liang Yun.


“Hmm..!! Jendral Yun, aku tak mengira jika kau masih mengingat diriku, walau saat ini wajahku berbeda dari sebelumnya,” sapa Bai An dengan santai.


Tubuh Jiwa Raja Mo Liang Yun bergetar hebat. Walau semua orang tidak bisa melihat tubuh Mo Liang Yun bergetar, hanya Bai An saja yang dapat merasakannya saat ini.


“A..Aku-” Jiwa Raja Mo Liang Yun saat ini tidak bisa meneruskan ucapannya, ia takut jika salah bicara maka Bai An akan membunuhnya tanpa ragu.


Jiwa Raja Mo Liang Yun yakin hanya Bai An dan Tuan Putri Xie yang mampu membunuh Jiwa Abadinya, karena mereka berdua yang tahu caranya.


“Hmm..!! Kau tenang saja, aku yang dulu dan yang sekarang sudah berbeda. Walau ada beberapa sifatku yang dulu masih ada di diriku yang sekarang. Tapi itu tidak terlalu banyak.” Ucap Bai An dengan santai.


Bai An juga muncul tepat di depan Jiwa Raja Mo Liang Yun.

__ADS_1


“Hmm..!! Jendral Yun, aku punya satu permintaan sebelum aku berangkat pergi dari dimensi kecil ini.” Ucap Bai An tanpa basa basi.


Jiwa Raja Mo Liang Yun mengangguk patuh. “Apapun itu aku akan melakukannya Yang Mulia Asura.” Jawab Jiwa Raja Mo Liang Yun.


“Cukup mudah, kau hanya membantu melancarkan rencanaku saja dengan melatih mereka berdua, sementara kau juga harus melindungi dia, kau tahu jika dia adalah putra angkat putriku semasa ia hidup di masa lalu. Jika ingatan sebagian putriku kembali terus kau ketahuan membuatnya menderita, aku tak akan tanggung jawab. Karena saat ini sifat Xie'er sangatlah mengerikan saat marah.” Ucap Bai An tersenyum penuh makna.


Glek..!!


Jiwa Raja Mo Liang Yun langsung menelan air ludahnya yang padahal ia tidak punya aur ludah.


“Te..Tentu aku akan melakukan semua perintah Yang Mulia A-”


“Jangan panggil aku sebutan Asura lagi, itu hanyalah masa lalu.” Ucap Bai An langsung memotong ucapan Mo Liang Yun.


Setelah itu pandangan Bai An mengarah ke kedua putranya.


Mo Liang Yun ikut melihat ke arah Bai An melihat.


“Eeh,, aku merasa familiar dengan yang paling muda. Tapi kenapa aku bisa lupa?” Ucap Mo Liang Yun spontan.


“Kau sama denganku. Ingatanku tentang Ye'er sampai saat ini belum aku bisa pecahkan, tapi yang pasti Ye'er pasti ikut berjasa besar, sama halnya dengan Xie'er,” sambung Bai An.


“Hmm.. Hmm..!! Lalu aku tak menduga jika Kaisar Alam saat ini sudah sekuat ini, sangat berbeda di masa lalu, kerjaanya hanya membuat masalah bersama-”


“Kau pasti akan menyebut namaku bukan? Heng, walau aku tak tahu apa yang kalian bicarakan. Tapi satu hal, aku ini orang baik dan polos, kau jangan sembarangan menuduh orang,” dengus Duan Du langsung mencerca, setelah itu ia membuang muka.


“Eeh..!! Sifatnya berbeda dengan yang dulu, dulu ia paling pendiam dan hanya akan bicara saat merencanakan strategi berperang saja.” Ucap Mo Liang Yun bingung.


“Kau benar, saat ini mereka berdua yang paling nakal, dan satu lagi bertambah, dia juga. Walau dia tidak ada di masa lalu,” tunjuk Bai An mengarah ke Tu Long.


Mo Liang Yun melirik Tu Long. “Hmm..!! Dia mengerikan, usia belum mencapai.10.000 tahun tapi sudah setingkat ini,” gumam Mo Liang Yun kagum.

__ADS_1


Bai An dan Mo Liang Yun langsung bicara banyak tentang masa lalu.


__ADS_2