Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Ke Daratan Utama dan Sebuah Rencana


__ADS_3

Setelah melihat Bai Han mengarah ke lokasi Tu Long, Duan Du tersenyum lebar lalu menikmati araknya tanpa ada gangguan.


***


Beberapa hari kemudian.


Saat ini Bai An, Tu Long dan Bai Han duduk bersama sambil makan daging monster kelinci.


“Eemm,, ini enak ayah,, aku mau lagi,” ucap Bai Han sudah habis memakan 6 monster kelinci.


Bai An hanya bisa menggeleng, sementara Tu Long dengan semangat membakar lebih banyak daging Monster Kelinci lagi, karena ia dan Bai Han sama-sama rakus dalam makanan.


Sementara Duan Du kini sibuk minghitung puluhan ribu cincin yang telah ia kumpulkan, namun ini belum semua yang terkumpul.


Niatnya Duan Du akan mencari lagi di semua kejadian tempat pertarungan mereka beberapa hari lalu.


Untuk Tu We dan prajurit pembantai, mereka telah kembali ke dunia jiwa tadi malam.


“Ayah, ayah, setelah ini kita kemana?” Tanya Bai Han sambil asik menikmati makanannya.


“Hmm..!! Kita akan menunggu bawahan ayah terlebih dahulu, ayah telah mengirim pesan telepati kepadanya,” jawab Bai An dengan nada santai.


Bai Han langsung mengangguk-angguk layaknya pria dewasa.


Tap tap..!!


“Kakak,, lebih baik kita ke Daratan Utama terlebih dahulu baru kita ke Alam Semesta inti ke 10,” kata Duan Du tiba-tiba datang.


Bai An melirik ke arah Duan Du. “Lebih baik kau kumpulkan saja semua harta rampasannya agar kita berangkat lebih cepat,” dengus Bai An.


Bai An mendengus karena ia ingin menyuruh prajurit pembantai untuk membantu Duan Du mengumpulkan cincin, tapi Duan Du menolak dengan tegas dan berkata ia sendiri yang akan mengumpulkannya.


Hal tersebut membuat Bai An sedikit kesal sehingga mereka di sini cukup lama.


Sementara masalah para pemburu yang datang kesini memburu mereka telah tidak ada, jadi untuk sementara Dunia ini telah aman dari kultivator luar.

__ADS_1


Tap tap..!!


Tak lama terdengar suara langkah kaki yang baru mendarat, saat melihat ke arah utara, mereka tak lain Qin Sang dan yang lainnya.


Setelah basa basi dan memberitahu Qin Sang jika Duan Du dan Tu Long mempunyai prajurit pembantai khusus yang ia tugaskan ke seluruh daratan, termasuk menyuruh Qin Sang menguasai Dunia ini dan membangun kelompok pembantai di seluruh daratan setelah ia pergi dari Daratan Utama.


Bai An juga telah menyuruh Duan Du dan Tu Long memberitahu para prajurit pembantai yang mereka latih untuk ikut bergabung dengan kelompok Qin Sang membangun kekuatan di dunia ini.


Duan Du dan Tu Long tentu setuju.


Waktu kembali berlalu begitu cepat, tak terasa sudah seminggu Bai An dan yang lainnya berada di tanah lapang yang cukup luas.


“Apakah sudah selesai?” Tanya Bai An sambil melirik ke arah adiknya.


“Sudah kak, semua sudah beres,” jawab Duan Du tersenyum kecil.


“Baiklah, jika begitu kita akan ke Daratan Utama, tepatnya Makam salah satu tetua klan kuno, yaitu klan Ling,” kata Bai An.


Daun Du dan Tu Long mengangguk, sementara Bai Han kini tertidur di bahu Bai An.


“Tunggu Tuan, jangan tinggalkan aku,” teriak Fu Jian sambil membawa beberapa daging Monster Kelinci yang baru saja ia buru.


Seketika Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung menepuk kening mereka karena melupakan Fu tua.


“Heng,, menyusahkan saja kau Fu tua,” dengus Duan Du pura-pura marah.


Fu Jian hanya bisa tersenyum kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, setelah itu ia langsung ikut melayang.


“Masukkan buruan mu,” kata Bai An melempar cincin penyimpanan ke arahnya.


Fu Jian mengangguk patuh, lalu menyimpannya.


Setelah itu mereka semua langsung berangkat ke Daratan Utama.


Wuss wuss..!!

__ADS_1


Saat di perjalanan, Duan Du dan Bai An mengobrol santai membahas rencana mereka lagi walau telah di bahan beberapa hari lalu.


“Kak, setelah mengungkap misteri di Makam, kita lebih baik mampir ke dunia-dunia terdekat dari Dunia Phoenix Surgawi terlebih dahulu sebelum ke Alam Semesta inti ke 10,” kata Duan Du dengan senyum tipis.


“Heng,, aku tahu jalan pikiranmu itu, walau Dunia Phoenix Surgawi ini dunia ke 3 terkuat di Alam Semesta inti ke 9, dan kau ingin ke dunia terkuat pertama dan kedua, aku yakin mereka semua tak akan ada yang berani datang ke Alam Semesta Inti ke 9 lagi setelah mengetahui kekuatan kita.”


“Terlebih lagi Hukum Alam Semesta di sini menekan kekuatan mereka yang memiliki kekuatan di Dewa Raja Semesta ke Tingkat ke Puncak Kaisar Immortal pasti akan berpikir ulang untuk datang dan berencana menunggu di Alam Semesta yang lebih tinggi, seperti Alam Semesta Inti ke 6 atau ke 5, karena disana kekuatan Dewa Raja Semesta tidak di tekan, hanya Alam Semesta Inti ke 7 sampai 10 saja yang mempunyai Hukum Alam Semesta.” Kata Bai An panjang lebar.


Duan Du mengmungut-mungut.


“Aneh juga ya kak, kenapa hanya Alam Semesta Inti ke 7 sampai 10 yang mempunyai Hukum Semesta, kenapa tidak semua?” Pikir Duan Du bertanya-tanya.


“Suatu hari nanti kita akan mengetahuinya, yang penting saat ini ke Makam lebih dulu, aku juga menyuruhmu membantu memecahkan masalah kenapa Hukum Waktu di sini berbeda jauh dengan Hukum waktu Alam Semesta Rendah, kenapa kau tidak mempelajarinya,” dengus Bai An.


“Hehe,, aku juga pusing kak, kakak kan sudah tahu jika mengenai hukum waktu, terlebih kakak tahu juga jika perbedaan waktu saat melakukan perjalanan massa, ke setiap tempat, hanya saja saat kita di Lorong Dimensi dulu, aku merasa ada perisai tipis dan perisai tipis itulah yang aku selidiki.” Kata Duan Du terdiam beberapa saat lalu melanjutkan.


“Aku merasa perisai tipis itu sejenis buatan orang, terlebih kita sudah 3 kali melewati tempat itu, sehingga aku merasa waktu seolah berhenti saat kita sudah mulai masuk ke lorong dimensi. Tapi yang membuatku bingung adalah jika perisai itu buatan orang, sehebat apakah dia?”


Bai An yang mendengar itu berubah serius, ia langsung mencoba mengingat sesuatu informasi yang cukup banyak di berikan oleh Ling Dong dulu, saat mencari-cari ia akhirnya dapat memahami sedikit.


“Perisai Waktu,” gumam Bai An.


“Apakah itu adalah termasuk lorong dimensi ke masa depan atau masa lalu?” Gumam Bai An bertanya-tanya dalam hati.


Bai An menyadari saat memasuki Gerbanh Dimensi, berarti Perisai Waktu akan aktip, tapi Bai An sadar jika Perisai Waktu ini tidak beraturan.


Buktinya Jiu Long bilang jika menggunakan Gerbang Dimensi maka butuh waktu yang cukup lama untuk sampai, jika menggunaka Kapal Langit maka itu lebih cepat.


Jiu Long juga bilang hanya pergi ke Dunia yang sama Alam Semestanya maka menggunakan Gerbang Dimensi adalah yang tercepat.


“Hmm..!! Ini cukup sulit untuk di pecahkan,” kata Bai An menggeleng ke arah Duan Du.


Duan Du mengangguk karena ia juga belum menemukan sesuatu yang bisa membongkar Hukum Waktu di sini dan di Alam Semesta Rendah.


“Oh ya,, aku berubah pikiran, kita akan ke dunia pertama dan kedua terkuat di Alam Semesta ini juga, aku juga berencana mencari apakah salah satu dari saudara kita ada disana,” kata Bai An.

__ADS_1


Bai An berniat mencari Lang Zai, Pixiu, Xiong Zai, Cen Tian, Liu Fang dan kakaknya Bai Yun.


__ADS_2