Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Master Guild Petualang White Blood. Ariel


__ADS_3

Setelah mencari, namun tidak menemukan mayat Panglima Perang, leluhur tersebut terlihat marah dan menyuruh para penegikutnya pergi menghancurkan keluarga Pedang Perak.


Sementara ia langsung menghilang entah kemana.


Wuss..!!


Tidak sampai satu hari, berita menggemparkan kembali terdengar ke seluruh wilayah Ras Elf. Kota Besar Hiol hancur, bukan hanya itu saja, mereka mendengar jika keluarga dari Master Guild Pedang Perak di hancurkan karena telah berkhianat dan mencoba memberontak dengan bersekutu bersama Ras Manusia.


Tap tap..!!


“Hei apa kau tahu, mengapa keluarga Pedang Perak di hancurkan?” Bisik salah satu Elf yang sedang berdiri santai.


“Tentu saja aku tahu, mereka kan memberontak,” jawab temannya.


“Bukan hanya itu saja, aku mendengar jika Panglima Kehancurkan kini menghilang, mungkin Ras manusia telah menangkapnya dan hal itu membuat Kekaisaran marah besar hingga menghancurkan keluarga dari Pedang Perak.” Bisik Elf yang pertama kali bicara.


“Eeh,, apa ucapanmu ini benar, jika begitu ini akan menjadi berita lebih menggemparkan lagi, salah satu Panglima dengan Rangking SSS yang cukup di takuti kini di hilang,” ucap temannya.


“Sst, jangan berisik, apa kau ingin di penggal dan semua keluargamu di bunuh hah,” bisik Elf yang bicara pertama kali.


Temannya yang sadar telah salah bicara langsung menutup mulutnya dengan tubuh bergetar ketakutan.


...


Jauh di sebuah bangunan yang tinggi dan megah, tepatnya Guild Petualang White Blood.


Di lantai teratas, kini duduk seorang pemuda bertudung, ia dengan santai menggoyang-goyang gelas kecil yang ia pegang.


“Hemm..!! Apa ini rencanamu kakak Ling Bai?” Tanya sebuah suara lembut, namun memiliki ketegasan.


“Di antara semuanya, mungkin kau adalah orang yang paling cepat tanggap Ariel, tak heran saat aku datang kau tak terkejut,” ucap Bai An dengan nada santai.


“Hemm..!! Kau terlihat seolah baru mengenalku saja kakak, aku bahkan tahu jika sekelompok para pengacau ini adalah keluargamu dan dua dari mereka putramu,” dengus Ariel di sertai senyum kecil.


“Bahkan salah satu putramu sedang dalam perjalanan menuju kesini, dan aku yakin ini adalah bagian dari rencanamu sebelum menuju ke Dimensi ini kak,” sambung Ariel dengan nada serius.

__ADS_1


Bai An yang mendengar itu tersenyum kecil. “Tidak heran jika julukanmu White Blood,” ucap Bai An dengan nada santai.


Lalu pandangan Bai An mengarah ke sosok pria yang berdiri di sambung Ariel dalam wujud bayangan. “Rangking SSS+ bahkan ia lebih kuat dari Sintia, cukup mengerikan kau mempunyai Wakil Master,” ucap Bai An.


Hal tersebut langsung membuat sosok pria tersebut terkejut di sertai tubuhnya bergetar.


Wuss..!!


“Maafkan hamba Tuan, ini adalah perintah dari Master,” ucap sosok tersebut langsung membuka tudungnya. Terlihat sosok Elf muda tampan, namun usianya sedikit lebih muda dari Ariel.


“Jangan meminta maaf, kakak tidak akan marah kepadamu, ia memang tahu kau bersembunyi dari awal ia datang, dan jangan lihat kakak ku dari segi kekuatan di matamu saja, walau ia terlihat Rangking SS+, 10 orang sepertiku jika bergabung bukan lawannya,” ucap Ariel tersenyum kecil, aja jejak kesombongan saat ia membanggakan Bai An.


Bai An yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja.


“Kau dari dulu masih sama Ariel, sifatmu sama sekali tidak berubah, baik Anariel, Sintia, kau dan Ares,” ucap Bai An menghela nafas.


Mendengar nama Ares, tubuh wakil master sedikit bergetar, tentu ia mengenal sosok Ares, seorang Petualang tanpa ikatan dan ia adalah Petualang yang bebas, walau dari Ras Dark Elf, Ares cukup di takuti oleh ketiga Ras, bahkan para leluhur dari ketiga Ras mewaspadai Ares.


Tidak ada dari ketiga Ras yang berani mengajak Ares bergabung, dahulu 1000 tahun setelah perang besar berahir, sosok Ares selalu di incar oleh banyak kekuatan. Namun Ares dengan dingin menolak dan jika memaksa, maka ia akan membantainya, bahkan beberapa dari Leluhur ketiga Ras ikut mati dan terluka parah saat bertarung dengan Ares.


Tapi sampai saat ini Ares tidak pernah ingin bergabung dan keberadaannya sangat sulit di ketahui.


...


“Hehehe,, kau tahu kak, sifat kami ini semua karenamu, semenjak berahirnya pelatihan yang kau berikan dan menghilangnya dirimu selama jutaan tahun-” Ariel menghentikan kata-katanya ia terlihat meneteskan air matanya.


“Heeh,, kau masih cengeng Ariel, aku tahu kau selalu mencoba untuk ceria, tapi bukankah ada sosok yang kini mendampingimu,” ucap Bai An tersenyum penuh makna.


Sosok Elf muda yang ada di samping Ariel seketika salah tingkah, sama halnya dengan Ariel, ia yang awalnya sedih langsung memerah padam pada pipinya.


“A..Apa yang kau bicarakan kak,” ucap Ariel gugup.


Bai An langsung mengusap rambut Ariel. “Jangan terlalu mementingkan keegoisanmu Ariel, kau pasti akan menyesal seperti di masa lalu, ingatlah jika seseorang tulus padamu, maka berikan ia kesempatan,” ucap Bai An.


Wuss..!!

__ADS_1


Bai An langsung menghilang dari tempatnya.


Ariel yang mendengar itu seketika tersadar akan masa lalu, ia telah di tinggal mati oleh sosok yang sebenarnya ia cintai, tetapi karena tidak ingin mengakui dan selalu menghindar, saat orangnya meninggal, ia sadar apa yang ia lakukan salah dan kini terjadi lagi.


Ariel sadar jika Wakilnya mencintai dirinya sepenuh hati dan apapun keputusannya akan selalu ia ikuti.


Sementara Antoni yang ikut mendengar ucapan Bai An terlihat gugup saat Ariel kini melihat ke arah dirinya.


“Antoni, maafkan aku yang selalu mengabaikanmu, mungkin jika kakak ku tidak menyadarkanku, aku pasti akan kehilangan dirimu yang selalu tulus menemani dan menerimaku apa adanya,” dengan wajah memerah Ariel berani mengungkapkan isi hatinya.


Detak jantung Antoni seketika berdetak lebih cepat saat mendengar ucapan Ariel. Walau ia tidak terlalu paham, tapi satu yang ia ketahui saat ini. Yaitu Ariel telah menerima cintanya.


“Terimakasih kakak Ling Bai, tanpa dirimu, mungkin aku tak akan bisa mengatakan atau memaksa Ariel lagi jika aku mencintainya, karena ia selalu menolakku dan aku pernah berpikir mungkin waktu akan menjawab, dan benar saja.” Antoni tidak meneruskan ucapannya saat Ariel kini memeluk dirinya.


...


Di kejauhan, Bai An tersenyum melihat kedua pasangan tersebut akhirnya bersatu. “Bertambah lagi satu kekuatan yang cukup mengerikan di sisiku,” gumam Bai An.


Tidak ada yang mengetahui niatan Bai An yang ingin membuat Antoni terikat dengan Ariel agar menjadi di pihak dirinya.


Setelah itu Bai An melihat ke sebuah kedai kecil yang hanya berisi beberapa orang berjubah hitam.


“Bocah-bocah ini kini cukup bersabar juga,” kekeh Bai An.


Srek..!!


Wuss..!!


Bai An merobek ruang lalu menghilang entah kemana.


***


Di sebuah kedai yang Bai An lihat tadi, kini Bai Chu Ye, Long Yuan dan Pixiu tengah duduk menikmati makanan sambil mencari informasi terbaru dengan sabar.


Mereka bertiga menyuruh Jiu Long, Bai Yu Long, Bai Ji Pixiu dan Bai Gi Pixiu menunggu di luar kota.

__ADS_1


“Hemm..!! Ye'er, mungkin sudah saat kita langsung pergi kesana,” ucap Long Yuan setelah mendapat apa yang mereka cari.


__ADS_2