Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Mengendalikan Situasi Pertarungan


__ADS_3

Mata Bo Wuhan seketika melotot saat melihat kini pipinya tergores dan langsung menyemprotkan darah segar tanpa menyadari kapan pedang Asura melewati dan mengenai dirinya.


“Domain.” Ucap Bo Wuhan memasang wajah gelap karena bisa-bisanya dirinya masuk Domain musuh tanpa ia sadari.


“Sial, aku tak menyangka jika manusia rendahan ini sudah bisa mencapai tahap Domain dengan senjatanya, ini pasti akan sulit.” Gumam Bo Wuheng melihat area sekelilingnya sambil menggenggam erat senjatanya.


“Keluar kau jika berani dasar manusia rendahan licik.” Teriak Bo Wuhan mencoba untuk memancing amarah Bai An.


Dret..!!


Bai An muncul dengan senyum jahat. “Semua yang ada di sini sudah dalam kendaliku, termasuk semua apa yang telah kau pikirkan.” Ucap Bai An yang langsung membuat Bo Wuhan membeku.


Tapi dengan cepat ia menggeleng karena ia menduga jika Bai An hanya menggertaknya.


“Mati,” teriak Bo Wuhan.


Duar..!!


Tubuh Bai An langsung hancur, tapi tak lama tubuhnya kembali menyatu.


Hal tersebut tidak membuat Bo Wuhan menyerah, dengan gigih ia menyerang Bai An terus menerus hingga ribuan kali.


Namun tetap saja, apapun yang Bo Wuhan lakukan tetap sama, tubuh Bai An kembali utuh tanpa luka.


“Si..Siapa kau sebenarnya? Dan dimana Roh yang ada di kapakku ini, kemana kau menyembunyikannya,” teriak Bo Wuheng kini sudah mulai prustasi.


Bai An muncul lalu mendekati Bo Wuheng. “Bagaimana caramu ingin mati?” Ucap Bai An dengan senyum kejam.


“Ti..Tidak jangan bunuh aku, bunuh mereka berdua saja, atau apapun yang kau inginkan aku lakukan, asal kau tidak membunuhku.” Teriak Bo Wuhan kini mengguncang-guncang tubuh Bai An.


Namun Bai An langsung mendorong Bo Wuhan hingga terjatuh.


“Baiklah, akan ku berikan kau kesempatan, bunuh mereka berdua dan semua orang yang datang bersamamu, jika kau bisa menyelesaikan perintahku. Maka aku akan membiarkanmu hidup sementara.” Ucap Bai An.


Bo Wuheng langsung mengangguk-angguk patuh tanpa berani menolak, ia terlihat sangat menjijikkan saat ini.


Tidak jauh dari Bai An dan Bo Wuheng.


Sebuah manusia raksasa yang mirip Bai An kini sedang melahap sebuah Roh dalam wujud Kirin, namun itu bukan kirin, karena Roh yang Asura lahap jauh lebih kuno dari Kirin, yang artinya Roh tersebut jauh lebih dulu ada dari spesies Kirin.


“Ah..!! Kenyangnya, dan dengan ini membuat Roh ku bisa kembali ke masa puncaknya saat Tuan menggunakanku di masa lalu.” Ucap Asura Blood menyeringai kejam.


...


Sementara jauh di luar kesadaran, Bai An yang asli kini membuka matanya dengan senyum tipis.

__ADS_1


“Aku tak menduga jika Domain Kesadaran yang Asura ajarkan akan semengerikan ini,” gumam Bai An dalam hati.


Tak lama Bo Wuhan ikut membuka matanya dengan wajah layaknya anjing yang patuh.


“Lakukan,” ucap Bai An dengan nada datar.


Bo Wuheng langsung menghilang tanpa berani melawan perintah sosok yang ia rasa mirip Jenius Monster Sejati kecil walau tingkat kultivasinya masih rendah.


Hoek..!!


Bertepatan dengan perginya Bo Wuhan, Bai An langsung memuntahkan seteguk darah akibat efek berlebihan ia gunakan saat menggunakan Domain.


“Urgh,, untung aku berusaha menahannya sebelum orang itu pergi, jika ia sadar maka aku pasti akan langsung mati.” Gumam Bai An dalam hati.


***


Di tempat Manusia Iblis, ia kini seperti kehilangan kewarasannya dan selalu mengaitkan jika ia di rendahan.


“Sialan kau Chen Long, berani sekali kau merendahkanku dengan sengaja menyerangku menggunakan setengah kekuatanmu.” Teriak Manusia Ibis meraung marah.


“Aku ingin kau mati,” teriak Manusia Iblis lalu melesat ke arah Chen Long yang sudah sadar jika ada yang salah dengan Manusia Iblis.


Wuss..!!


Trank trank..!!


“Sial, sadarlah kau Mo Renju,” teriak Che Long menahan serangan Mo Renju dengan susah payah.


Kekuatan Mo Renju jauh lebih kuat dari dirinya. Dan saat ini jika ia terus berusaha bertahan, maka ia sadar pasti akan mati. Dan jika ia melawan dengan menyerangpun akan mendapat luka parah.


Chen Long kini sangat marah terhadap Bai An karena ia sadar jika ini pasti campur tangan Bai An.


“Manusia licik, jika aku bertemu denganmu aku pasti akan membunuhmu,” teriak Chen Long sadar jika ia sudah tidak mampu bertahan lagi dan jalan satu-satunya adalah melarikan diri dan kembali ke Dimensi Alam Dewa.


Duar..!!


Urgh..!!


Chen Long langsung terlempar cukup jauh akibat serangan berutal Mo Renju.


Sret..!!


Dengan segera Chen Long mengeluarkan token teleportasi berlambang Naga.


Blush..!!

__ADS_1


Tubuh Chen Long langsung pudar dan tatapan mata Chen Long mengarah ke Mo Renju karena ia juga sangat dendam dengan Mo Renju akibat terus menerus menyerangnya. Setelah itu tatapan Chen Long mengarah ke dimana tempat Bai An. Namun ia tidak melihat dimana Bai An berada, ia hanya melihat Bo Wuhan melesat ke arahnya dengan senyum.


Chen Long langsung menduga jika Bai An telah mati di bunuh dan Bo Wuhan telah mendapat informasi dimana pedang asura berada.


Tatapan Chen Long langsung bersinar karena kini telah menarget Bo Wuhan saat ia kembali nanti.


Jlep..!!


Chen Long langsung menghilang, bersamaan dengan itu Bo Wuhan muncul di tempat Chen Long menghilang.


Tatapan mata Bo Wuhan mengarah ke Mo Renju sambil tersenyum lebar. “Haha jika aku membunuhmu maka aku pasti akan di biarkan hidup. Kau harus mati Mo Renju.” Teriak Bo Wuhan.


Dret..!!


Tekanan yang mengerikan langsung muncul dari tubuh Bo Wuhan.


Mo Renju yang merasa di rendahkan langsung meraung. “Berani sekali kau merendahkan ku, kalian semua akan mati karena berani merendahkanku.” Teriak Mo Renju melesat dengan kekuatan penuh ke arah Bo Wuhan.


Tak mau kalah, Bo Wuhan langsung melesat sambil mengayunkan kapaknya.


Trank trank..!!


Bom.bom..!!


Ledakan dahsyat seketika terjadi saat keduanya bentrok dengan kekuatan penuh mereka.


Bai An yang melihat itu di kejauhan terlihat berkeringat dingin. “Urgh..!! Beruntung dari awal pertarungan mereka sangat meremehkan ku, dan menginginkan aku di tangkap hidup-hidup, jika tidak, aku yakin dalam hitungan menit saat mereka menyerang, aku pasti akan mati walau di bantu oleh Asura Blood.” Gumam Bai An terus mundur sejauh mungkin dari bentrokan Mo Renju dan Bo Wuhan.


***


Sementara Gu Sheng yang menatap tajam Heng Yu karena tak percaya dengan ucapannya kini mengalihkan pandangan ke tempat ledakan yang ia dengar serta rasakan.


“I..Itu, tempat Tuan muda bertarung melawan Para Jenius Monster,” ucap Gu Sheng sedikit khawatir.


Dengan cepat ia melesat ke arah ledakan terjadi.


Sementara Heng Yu yang mendengar itu ikut panik. “Ji..Jika itu orang yang Master maksud paling berharga, maka aku pasti akan di hukum jika ia terluka atau terbunuh di depan mataku tanpa membantu,” Heng Yu pun langsung mengejar Gu Sheng.


Wuss wuss..!!


Dret..!!


“Tuan muda,” teriak Gu Sheng saat melihat Bai An kini melayang sambil memegangi perutnya akibat efek samping dari Domain Kesadaran.


Bai An langsung membalik badan. “Kenapa kau ada di sini? Bukankah kau sedang meningkatkan kekuatanmu?” Tanya Bai An yang tentu heran kenapa Gu Sheng begitu cepat berkultivasi.

__ADS_1


__ADS_2