
“Hmm jadi begitu, jika begitu, maka mari meningkatkan kekuatan kita sampai mencapai batas yang kita bisa,” ucap Bai An tersenyum tipis.
Mendengar kata meningkatkan kekuatan, seketika semua keluarga Bai An menjadi bersemangat. Mereka yang awalnya penasaran dengan apa yang Bai An baca, tapi kini mereka telah melupakan rasa penasaran tersebut.
Tentu semua keluarga Bai An ingin menjadi kuat agar bisa saling melindungi satu sama lain, mereka juga tahu tujuan Bai An lebih besar, yaitu keluar dari Dimensi kecil ini lalu ke Dimensi Pusat.
“Baiklah, kita akan masuk dan untuk Tu Long, dia akan menjaga kita di sini saat kita meningkatkan kekuatan, ia juga tidak perlu menyerap Inti Energi Semesta ini karena aku tahu itu tidak akan meningkatkan kekuatannya,” ucap Bai An melirik Tu Long yang sedari awal hanya diam saja.
Tu Long langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tak lupa ia memamerkan senyum lucunya.
“Hehe,, benar, cukup dengan memakan musuh dan sumberdaya yang ada di Gunung ini aku sudah meningkat banyak, jadi aku akan menjaga di sini sambil meningkatkan kekuatanku juga,” Tu Long mengangguk-angguk sambil mengeluarkan dua kristal Inti Iblis Merah bersama beberapa sumberdaya yang telah ia kumpulkan.
Semua keluarga Bai An mengangguk santai.
Setelah bertegur sapa dengan Tu Long, mereka langsung mengikuti langkah Bai An menuju pintu aneh.
Pintu tersebut tidak seperti pada umumnya, pintu ini berbentuk lingkaran tepat berada di puncak gunung.
“Ayo masuk, di sini tidak ada ancaman maupun jebakan,” ajak Bai An.
Wuss..!!
Melihat Bai An masuk, satu persatu dari mereka mulai masuk.
Wuss wuss..!!
Bai An yang pertama kali muncul tidak langsung pergi, ia lebih dulu menghirup udara yang jauh lebih sejuk dari yang selama ini ia hirup.
“Udara dan energi di sini sangat sejuk, murni dan berlimpah,” gumam Bai An dalam hati.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Melihat kemunculan Bai Han, Bai Chu Ye, lalu di susul Duan Du yang menjadi orang terahir masuk.
Kini Bai An langsung memerintahkan mereka untuk mencari tempat nyaman untuk menyerap energi Inti Semesta yang ada di dalam formasi ini.
Setelah semuanya pergi, Bai An langsung pergi menuju tempat yang telah di arahkan oleh Dewi Anjani.
Wuss..!!
__ADS_1
Tap tap..!!
“Hmm,, batu ini mirip dengan apa yang di ceritakan oleh iblis itu, artinya batu ini milik putriku,” gumam Bai An, ia langsung mengambil lalu menyimpannya.
Setelah itu pandangan Bai An mengarah ke dinding formasi, di dinding formasi ada tulisan tentang apa saja yang Bai An cari selama ini.
Setelah membaca semuanya selama 1 bulan penuh karena saking banyaknya, kini Bai An memasang wajah datar.
Wajah Bai An sama persis seperti dulu sewaktu ia belum pernah merasakan kematian atau belum pernah di Reinkarnasi.
“Ternyata aku memang kembali ke masa lalu, namun yang kembali hanya orang-orang terdekatku yang paling setia dan selalu melindungiku dulu hingga mereka yang mati lebih dulu.”
“Untuk semua orang kepercayaan yang mengkhianatiku,” Bai An mengeluarkan senyum kejam yang selama ini tak pernah ia perlihatkan.
“Tunggu Bai An kembali lagi.”
Jlep..!!
Bai An menghilang kemudian muncul tempat yang paling padat Inti Energi.
Dengan ganas ia menyerap semua yang ada di sekelilingnya, tak lupa juga Bai Tan ikut keluar menyerap semampu yang ia bisa.
Saat Bai An telah fokus berkultivasi, ia terlihat mengeluarkan senyum di sertai air matanya terus menetes.
Dahulu, putrinya Xie'er selalu memberitahunya jika semua saudara dan saudarinya itu ada yang tidak beres, tapi Bai An tidak mendengarkan karena sangat menyangi semua istri dan putra putrinya.
Bai An kini telah mengingat 50% masa lalunya.
Bai An juga ingat jika yang mati pertama kali saat berada di Dimensi pusat adalah Duan Du, orang yang selalu mengikutinya dari awal, ia mati di bunuh oleh adik istrinya bersama beberapa muridnya.
Bai An mengingat saat ia hampir mencapai puncak. Ia hanya ingat telah memiliki 50 istri, ratusan putra putri, ribuan cucu.
Bai An menikahi istri-istrinya ini karena kasihan, kebanyakan dari mereka budak yang telah di siksa atau di paksa menjadi pelampiasan nafsu orang-orang bejat.
Rasa iba di sertai Bai An tegas dan tidak suka adanya pengkhianat maupun suka memamerkan kekuasaan membuat banyak dari istri maupun putra putrinya yang berencana ingin membunuhnya.
Hanya itu yang Bai An ingat, tapi Bai An yakin jika ada dalang di balik semua ini.
Perkiraan terahir Bai An adalah sosok transparan yang kini ia tidak bisa ingat.
Entah siapa orangnya yang pasti orang tersebut orang yang dulu paling berjasa besar bagi Bai An.
__ADS_1
Ada juga orang-orang yang bersama Bai An saat ini, istri, putra putrinya, adik, saudara, mereka adalah orang-orang yang ia kucilkan dulu, tapi mereka tetap menjadi orang yang paling depan untuk menjadi tameng Bai An.
Hal tersebutlah yang membuat Bai An mengeluarkan air matanya, ia juga teringat pesan dari Boneka Kelinci yang memperingatinya untuk tidak mencari keluarga baru lagi, sampai saat ini ia tidak tahu siapa Boneka Kelinci tersebut walau telah di ceritakan.
***
“Hmm..!! Akhirnya anda telah mengingat setengah dari ingatan masa lalu anda Tuan,” gumam manusia memiliki telinga dan ekor kelinci.
Setelah bergumam ia melirik ke arah semua Siluman yang kini berada di belakangnya.
“Ayo kembali, Tuan kalian pasti telah lama menunggu kedatangan kalian,” ajak orang yang Bai An sebut boneka kelinci.
Semuanya mengangguk patuh, mereka sadar akan kekuatan wanita di depan mereka ini. Wanita di depan mereka ini memiliki kekuatan setara dengan Tuan mereka.
Wungg..!!
Sebuah sobekan muncul di depan boneka kelinci, ia membuat sobekan hanya dengan mata saja, dapat di bayangkan bagaimana kekuatan asli boneka kelinci ini.
Wuss..!!
Jlep..!!
Seketika semua siluman menghilang bersamaan dengan boneka kelinci.
...
Wungg..!!
Blush..!!
Bertepatan dengan menghilangnya mereka semua. Jendral Iblis Agung muncul tepat di tempat semua siluman berdiri tadi.
“Aku tadi merasakannya ada di sini, dan ada 4 yang memiliki kekuatan setara denganku, sementara satunya,” tubuh Jendral Iblis Agung sedikit bergidik saat merasakannya tadi. “Ia setara dengan Raja,” gumam Jendral Iblis Agung.
Saat ini ia heran dari mana mereka datang, kapan mereka datang.
“Huuf,, untung mereka pergi, jika tidak, mungkin aku bersama semua isi Dimensi kecil ini akan musnah jika ia mau bertindak. Tapi apa yang mereka cari?”
“Apakah Inti Dimensi ini? Jika ia, mengapa harus mengambil Inti Dimensi kecil seperti ini jika ia saja bisa membuat Dimensi seperti ini hanya dengan tingkat kekuatan seperti itu.”
Kini pikiran Jendral Iblis Agung bergelut, apakah ia kembali lebih dulu memberitahu Rajanya atau tetap melanjutkan invasi.
__ADS_1
Terlebih kini ada musuh kuat mencoba menerobos masuk melalui lubang yang telah di ciptakan oleh Mo Hung beberapa waktu lalu.
“Sialan, aku sangat pusing Argghh,” Jendral Iblis Agung seketika menggila saat memikirkan banyak masalah saat ia melakukan invasi seperti ini.