
Seketika semua bawahan Tu Long maupun para bawahan Mo Liang Yun dan Lo Kai langsung menyebar ke segala arah dengan wajah tersenyum lebar.
***
Dimensi Pusat, wilayah perbatasan.
Saat ini Ling Suan terlihat menyedihkan di depan beberapa orang.
“Ka..Kalian akan mati, Tu..Tuanku pasti akan datang membunuh kalaian, hahaha,” Ling Suan langsung tertawa layaknya orang gila saat ia tak bisa melawan sekumpulan dari keluarga Bai An.
“Hoho,, apa kau sedang mengancamku bocah,” sebuah suara dingin langsung membuat Ling Suan sedikit ketakutan, karena orang inilah yang membuatnya tak bisa menggunakan kekuatan dari Tuannya.
Tap tap..!!
Bai Xia Xie menyeringai kejam, dengan ganas ia menarik rambut Ling Suan lalu mengangkatnya ke arah dirinya.
“Aku tanya sekali lagi, apa kau sedang mengancamku?” Aura dari Bai Xia Xie seketika berubah mengerikan di mata Ling Suan.
“A..Aku arghh..!!”
Ling Suan seketika berteriak kesakitan dan ini sudah ia rasakan selama beberapa kali sebelumnya.
“Hem..!! Kenapa kau tidak membunuhnya Nona Xie?” Tanya Mei Yin penasaran.
“Aku ingin ia menderita, bahkan aku tahu paman Du pun terlihat ingin ia lebih menderita lagi,” jawab Bai Xia Xie kini melirik ke arah Duan Du.
Duan Du yang dari tadi diam hanya menatap Ling Suan.
Pandangan Duan Du seketika teralihkan saat mendengar ucapan Bai Xia Xie.
“Xie'er penderitaanpun tak akan cukup, aku paling benci jika pecundang sepertinya mengancam keluargaku, apalagi ia mengancam menggunakan orang lain,” dengus Duan Du.
“Hem,, kali ini aku setuju dengan Tuan Duan, aku sangat ingin ia menderita, tapi aku tak tahu bagaimana membuat ia lebih menderita dari ini,” sambung Ling Sui.
Saat mereka memikirkan cara untuk membuat Ling Suan lebih menderita lagi, seketika mereka merasakan sebuah guncangan di sertai aura yang sedikit menjijikkan.
“I..Itu, apa ayah baik-baik saja?” Seketika ketiga wanita yang tadinya ganas langsung khawatir dengan Bai An yang saat ini berada di tempat yang mereka rasakan.
“Tenang saja, kakak tidak seperti yang kalian bayangkan. Bahkan aku merasa kakak masihlah misterius.” Duan Du langsung mencoba menenangkan.
Bukannya mendapat sambutan baik. Duan Du sedikit berkeringat dingin saat mendapatkan tatapan mengerikan dari ketiga wanita tersebut.
“Hei hei,, apa ini cara kalian kepada paman kalian,” dengus Duan Du.
“Apa? Apa paman tidak terima hah,” bukannya merasa tidak enak atau bersalah, ketiganya malah terlihat semakin ganas.
__ADS_1
Duan Sha yang di kejauhan hanya bisa tersenyum kecil melihat ayahnya tak bisa berkutik di depan keponakannya sendiri.
...
Wuss..!!
Bom..!!
Seketika sebuah sesuatu mendarat dengan ledakan keras tidak jauh dari tempat Duan Du dan yang lainnya berada.
“Hoho,, bocah nakal, sepertinya kau tidak bisa berkutik di depan para wanita,” ejek sebuah suara.
“Heng,, diam kau paman Tu,” dengus Duan Du saat melihat Tu Long datang bersama Mo Liang Yun berdua saja.
Tap tap..!!
Seketika tubuh Tu Long juga sedikit merinding saat ia di kelilingi oleh tiga wanita saat ini.
“Paman, kemana aya?” Tanya Mei Yin.
“Apa ayah tidak ikut kembali?” Sambung Ling Sui.
“Hem hem..!! Apa pertarungannya telah usai? Lalu apa yang terjadi beberapa waktu lalu?” Xie'er mengangguk-angguk sambil menatap Tu Long dengan tatapan tajam.
Saat ini otak dongol Tu Long seketika kembali seperti biasa, sehingga ia hanya bisa menggaruk kepala sambil cengengesan.
“Ehem ehem..!! Bisakah kalian bertanya pelan-pelan dan cukup satu pertanyaan. Paman terlihat sangat bodoh saat ini karena tak tahu harus menjawab pertanyaan mana lebih dulu,” ejek Duan Du yang kini menahan tawa saat melihat ekspresi Tu Long.
Wajah Tu Long seketika cemberut lalu dengan kesal ia menjawab. “Tuan muda saat ini ada urusan dan pertarungannya belum seutuhnya selesai, karena saat ini semua Ras ku bersama yang lain sedang memburu semua yang berhubungan dengan Wing Zhen.”
Mendengar itu, seketika semua wanita merasa lega.
“Jika begitu kita kembali ke benteng. Tapi sebelum itu, baiknya kita apakan dia?” Tunjuk Ling Sui ke arah Ling Suan.
“Hehe,, kebetulan beberapa Ras ku ingin berlatih, serahkan dia kepadaku, aku yakin kalian akan suka dengan tontonannya nanti,” ucap Tu Long menyeringai lebar.
Semua orang langsung mengangguk, mereka pun langsung pergi menuju keluarga mereka yang saat ini sedang bersembunyi.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Hem..!! Disini aku menemukan banyak harta langka di masa lalu, aku juga mempelajari semua bahasa mereka yang aku yakini mereakalah Ras pertama yang mendiami Dimensi Pusat ini,” ucap Bai An melirik ke arah samping yang saat ini berdiri sosok Roh Asura Blood.
__ADS_1
“Hem..!! Setiap tulisan ini sedikit berbeda dengan tulisan yang ada di Dimensi Alam Dewa, tulisan ini seperti sedikit lebih tua. Tapi penguacapannya sama dengan Dimensi Alam Dewa,” ucap Asura Blood.
“Lalu kau menaruh semua generasi muda yang kau yakini berbakat di dalam sini termasuk kedua putramu?” Tanya Asura Blood.
“Benar, aku menaruh mereka di dalam, dahulu aku juga sempat masuk, tapi entah mengapa aku tak bisa menelusuri semuanya, luas dimensi tersebut seperti lebih luas dari Dimensi pusat ini,” ucap Bai An sambil melirik Asura Blood.
“Menarik, sepertinya ini Dimensi Alam Sihir atau biasanya seorang orang yang yang menggunakan Sihir menggunakan MANA,” ucap Asura Blood tersenyum kecil.
“Hem..!! Apa MANA yang kau maksud seperti ini?” Tanya Bai An langsung menunjukkan sebuah cahaya kuning di tubuhnya, lalu tangan Bai An mengeluarkan sebuah bola kecil.
Wuss..!!
Bom..!!
Ledakan kecil terjadi saat Bai An melempar bola kecil tersebut.
“Benar itulah Mana yang di serap melalui alam lalu di padatkan setelah mencapai inti tubuh, tapi penggunaan Mana mu masih terbilang rendah,” ucap Asura Blood lalu menjelaskan semua tentang Dimensi Alam Sihir.
Setelah mengetahui banyak, Bai An yang sudah tahu sedikit karena pernah kesana dan menjelajahinya kini sedikit tertarik.
Seorang di Dimensi Alam Sihir bukanlah di sebut kultivator jika melakukan latihan, melainkan di sebut ahli, dan setiap ahli berbeda-beda profesi.
“Baiklah ayo kita masuk, aku memiliki kunci untuk kembali kesini nanti, maka dari itu aku harus menjemput mereka. Karena aku tahu mereka semua tak bisa kembali kesini,” ucap Bai An langsung menggerakkan tangannya membuat sebuah formasi.
Blush..!!
Setelah Bai An menembakkan formasinya ke sebuah celah tersebut, muncul sebuah cahaya.
Bai An langsung melesat masuk.
Jlep..!!
***
Huh huh huh..!!
Terdengar beberapa langkah kaki kelelahan dari tiga pemuda yang saat ini sangat letih.
“Sial, aku tak menduga jika Energi Dewa atau Energi Qi di sini sangatlah tipis, jika tahu begitu, aku pasti akan mengirip energi,” gumam Cen Tian kesal.
“Heng, siapa suruh kau membuat masalah dengan mencuri di kota tadi, jika tidak. Kita tidak akan di kejar dan tidak akan menghabiskan energi,” dengus Lang Zai menatap tajam Cen Tian.
Cen Tian hanya cengengesan tak jelas dan ia terlihat mengakui kesalahannya.
“Tapi yang membuatku heran, bagaimana cara mereka mendeteksi jika barang yang paman Tian bawa adalah barang curian?” Kini Bai Han terlihat memikirkan sesuatu.
__ADS_1