
“Gege, Xi'er merindukanmu,” bisik Mu Xia'er langsung memeluk erat Bai An.
“Sama, aku juga merindukanmu Xia'er,” balas Bai An menyambut pelukan Mu Xia'er dengan erat.
Cukup lama mereka berpelukan untuk melepas rindu hingga Bai An dan Mu Xia'er sama-sama melepaskan pelukan.
Lalu Mu Xia'er mengalihkan pandangan ke arah Duan Du dan Tu Long.
Seutas senyum lembut Mu Xia'er perlihatkan.
Tapi bagi Duan Du dan Tu Long, itu senyum iblis yang haus akan darah.
“Lama tidak bertemu Du'er, Tu Long, bagaimana kabar kalian? Kalian terlihat semakin kuat dan sehat,” kata Mu Xia'er berjalan ke arah keduanya.
Duan Du dan Tu Long hanya menelan ludah sambil mundur ke belakang.
“Ahaha,, kakak Xia, kamu terlihat semakin cantik dan awet muda,” kata Duan Du mencoba merayu kakak iparnya agar tidak terkena hukuman.
“Benar-benar,, apa Nona Xia tidak jalan-jalan dulu bersama Tuan muda untuk melepaskan rindu,” sambung Tu Long mencoba membuat Mu Xia'er pergi dengan Bai An.
“Oohh,, jadi kau mengira aku dulu tua dan jelek?” Tanya Mu Xia'er menaikkan alisnya . “Dan juga kau ingin mengusir aku gara-gara aku datang ke kapal langitmu, begitukah?”
Glek..!!
“Sial,, aku lupa jika wanita itu sangat sensitif,” gumam Duan Du menyesal telah salah dalam mengambil kata.
Sementara Tu Long hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mu Xai'er kini cekikikan dalam hatinya, ia sebenarnya sedang mengerjai keduanya saja.
Tap tap..!!
“Aku tidak bisa melihat kekuatan kalian, kenapa kalian menyembunyikan kekuatan asli kalian di depanku, toh aku juga sudah tahu karena kabar kalian membantai semua orang yang memburu kalian telah menyebar luas ke seluruh Alam Semesta,” kata Mu Xia'er menaikkan sebelah alisnya.
Blush..!!
Kekuatan keduanya langsung terungkap.
Selama beberapa hari setelah membunuh klan Diu, Bai An, Duan Du dan Tu Long berlatih di dunia jiwa bersama semua penghuninya.
Saat ini kekuatan Duan Du telah mencapai Dewa Immortal ⭐ 2 Puncak dan Tu Long Dewa Immortal ⭐ 3 Menengah.
Untuk Bai An, ia masih belum membuka kekuatan sejatinya dan hanya memperlihatkan Dewa Immortal ⭐ 5 Puncak.
Mu Xia'er yang merasakan kekuatan ketiganya kini mau tak mau harus kagum karena kecepatan tingkat kultivasi ketiganya sungguh mengerikan dimata Mu Xia'er.
“Oh ya An Gege,, aku juga ingin melihat putraku, aku tahu kau menyembunyikan putraku di dalam dunia jiwamu,” kata Mu Xia'er, dan yang Mu Xia'er maksud adalah Bai Han.
__ADS_1
Mu Xia'er memiliki banyak ahli mata-mata dan informan yang mengerikan bahkan orang-orangnya dalam informan lebih mengerikan dari informan di bawah naungan Penguasa Semesta Hu Xiao.
Bai An mengangguk kecil, saat ia ingin mengeluarkan Bai Han, Bai An terdiam lebih dulu saat mendengar Mu Xia'er kembali bersuara.
“Hmm..!! Awas saja jika putraku memiliki sipat seperti kalian bertiga, jika ia memiliki sipat seperti itu, berarti kalian telah menghasutnya,” dengus Mu Xia'er.
Mu Xia'er tahu jika Bai An memiliki sipat licik, tegas dan itu bagus, tapi yang ia tidak suka adalah memiliki lebih dari satu istri, tapi Mu Xia'er sudah pasrah akan hal tersebut sehingga berusaha menerima Hu Qia.
Sementara Duan Du dan Tu Long, sifatnya bahkan lebih mengerikan menurut Mu Xia'er dan itu tidak pantas di tiru oleh Bai Han.
Bai An hanya menghela nafas.
Berbeda dengan Duan Du dan Tu Long kini berharap Bai Han mau di ajak bekerjasama.
Wuss..!!
Bai An langsung mengeluarkan Bai Han.
“Eehh,, ayah, kenapa kau mengeluarkan Han'er, Han'er masih ingin berlatih,” kata Bai Han sedikit cemberut, ia juga melirik ke arah Duan Du dan Tu Long yang terlihat ketakutan.
Lalu pandangan Bai Han terhenti saat melihat Mu Xia'er.
“Eeh,, siapa wanita cantik ini Ayah?” Tanya Bai Han merasa familiar.
Bai An yang mendengar itu ingin menjelaskan dengan pandangan sedikit bingung.
“Biar aku saja yang menjelaskannya Gege,” ucap Mu Xia'er kini sedikit merasakan kehangatan, saat melihat wajah polos dan imut Bai An.
Mu Xia'er merasa seolah melihat putra kandungnya sendiri.
Tap tap..!!
Bai Han sedikit bingung saat mendengar ucapan Mu Xia'er tadi, tapi dengan cepat ia mengerti lalu melihat ke arah Bai Han.
Tapu Mu Xia'er lebih dulu mengangkatnya layaknya anak 2 tahun.
“Putra ibu sudah besar rupanya,” sapa Mu Xia'er tersenyum bahagia.
“Eeh..!!” Bai Han sedikit terkejut saat mendengar itu.
“Siapa nama putra ibu?” Tanya Mu Xia'er.
“Namaku Bai Han bibi,” jawab Bai Han spontan.
“Eetts,, jangan panggil bibi, tapi ibu,” kata Mu Xia'er langsung mengajak Bai Han pergi sambil menceritakan tentang dirinya yang menjadi istri Bai An dan bagaimana pertemuannya, ia juga menceritakan pertemuan Bai An dengan ibu kandung Bai An.
Duan Du dan Tu Long yang melihat kepergian keduanya dan mengabaikan mereka kini tersenyum bahagia.
__ADS_1
Sementara Bai An hanya bisa tersenyum kecut karena hari bahagianya telah di ambil lebih dulu oleh putranya.
10 menit telah berlalu.
Saat ini Bai An, Duan Du dan Tu Long sedang duduk di dek kapal langit sambil minum arak.
Tak lama sebuah aura mengerikan mengguncang kapal langit tempat mereka.
“Bocah nakal,, aku akan menguliti kalian hidup-hidup karena telah mengajarkan Han'er ku yang tidak-tidak.”
Teriakan tersebut menggema di seluruh area kapal langit.
Duan Du dan Tu Long seketika saling peluk ketakutan.
“Kita harus kabur, jika tidak kita akan mati mengenaskan,” ajak Duan Du.
Mereka berdua seketika melesat pergi entah kemana.
Wuss..!!
Tak lama Mu Xia'er datang bersama Bai Han yang kini tersenyum polos.
Bai An yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
“Dimana,, dimana kedua pembuat masalah itu?” Tanya Mu Xia'er marah-marah ke arah Bai An.
Bai An hanya melirik ke arah salah satu dunia.
“Heng,, kau sama saja Gege,” dengus Mu Xia'er sambil cemberut.
“Eeh,, kenapa aku ikut disalahkan?” Tanya Bai An mengikuti ekspresi putranya yang polos.
Mu Xia'er tidak menjawab, karena ia kini kembali sibuk dengan Bai Han dan berusaha memanjakannya.
Bai Han juga merasakan kenyamanan yang ia impikan dari dulu, walau bukan ibu kandung.
Bai Han merasa Mu Xia'er kini ibu kandungnya, 10 menit bersama membuat Bai Han layaknya anak kecil berusia 2 tahun.
“Ibu,, setelah ini apa ibu ikut dengan ayah?”
Mendengar pertanyaan Bai Han, Mu Xia'er yang asik berceloteh seketika terdiam.
Wajah Mu Xia'er terlihat sedih, namun dengan cepat ia tersenyum.
“Ibu saat ini masih ingin melakukan sesuatu, tapi setelah urusan ibu selesai, ibu berjanji akan menyusul kalian,” ucap Mu Xia'er.
Merasakan jika ibunya sedih dan tak ingin berpisah, sehingga terpaksa berbohong, Bai Han kini melirik ke ayahnya dengan pandangan penuh tanya dan penjelasan.
__ADS_1