
Bo Wuhan yang di tugaskan menjaga Dimensi Tanpa Nama langsung mengalihkan pandangan saat merasakan tekanan mengerikan dari arah timur.
Seketika tatapan keduanya langsung bertemu. Bai Chu Ye yang menatap dingin Bo Wuhan kini mengeluarkan pedangnya.
Sementara Bo Wuhan kini menggaruk kepalanya dengan wajah bingung. Ia juga merasakan darah seseorang yang ia patuhi dan membuatnya takut jika menolak perintahnya.
“Eeh,, apakah anda kuturunan Tuanku?” Tanya Bo Wuhan dengan nada bingung di sertai tubuhnya bergetar dengan sendirinya.
Melihat Bo Wuhan yang sudah menjadi idiot, amarah Bai Chu Ye seketika mereda.
“Hah,, aku tidak ada bedanya dengan mereka jika menyerang seorang yang telah kehilangan akalnya,” ucap Bai Chu Ye langsung menarik pedangnya bersamaan dengan auranya kembali masuk ke dalam tubuhnya.
Bai Chu Ye pun ingin pergi menemui kedua pamannya saja.
Dret..!!
“Eeh tunggu dulu anak muda,” ucap Bo Wuhan. “Apa kau keturunan Tuan mudaku? Jika ya, dimana Tuan muda? Apa tidak ada perintah dari Tuan muda, aku mulai bosan di sini. Beritahulah Tuan muda.” Bo Wuhan langsung membanjiri Bai Chu Ye dengan ratusan pertanyaan.
Pandangan Bai Chu Ye langsung mengarah ke Bo Wuhan yang kini telah berada di belakangnya.
“Jika aku keturunannya kau mau apa?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada datar.
Bo Wuhan langsung mundur, tubuhnya semakin bergetar hebat saat mendengar itu. “Ti..Tidak ada Tuan muda. A..Aku hanya bosan dan ingin bertarung, apa Tuan muda tidak mau memerintahkanku bertarung? Apa aku sudah tidak berguna lagi?” Lagi-lagi Bo Wuhan banyak bicara.
Bai Chu Ye yang mendengar itu merasa sedikit iba mengetahui orang di depannya sudah benar-benar idiot dan mungkin ayahnya hanya menyisakan mental keinginan bertarung saja. Bai Chu Ye dapat merasakan aura Bo Wuhan yang mirip dengan pamannya, gila akan pertarungan.
Tak lama, Bai Chu Ye menyunggingkan senyum tipis.
“Kau ingin bertarung bukan?” Tanya Bai Chu Ye.
Bo Wuhan mengangguk-angguk patuh.
“Jika begitu keluarkan senjatamu dan serang aku,” perintah Bai Chu Ye menyeringai datar.
Tapi wajah Bai Chu Ye berkerut saat Bo Wuhan mundur sambil menggelengkan kepalanya.
“Tu..Tuan telah memberitahuku jika aku tidak boleh menyerang orang-orangnya. Te...Terlebih anda adalah keturunannya,” ucap Bo Wuhan ketakutan, tubuhnya yang bergetar kini berkeringat dingin.
“Huuff,, apa yang ayah lakukan kepada orang ini sehingga ia menjadi seidiot ini, dan juga aku kagum terhadap ayah, ia bisa membuat orang ini layaknya boneka,” gumam Bai Chu Ye menghela nafas panjang.
“Keluarkan saja tombakmu, aku adalah putranya, jika kau tidak menyerangku, maka aku akan memberitahu ayahku jika kau melawan perintah.” Ancam Bai Chu Ye.
Bo Wuhan tetap keras kepala, ia menggelengkan kepalanya.
Wuss..!!
Dengan cepat ia membalikkan badannya lalu melesat pergi. Kini pikiran Bo Wuhan hanya mengingat pesan Bai An saja, dengan jelas ucapan Bai An masih menggema di kepalanya. “Jangan pernah menyentuh keluargaku apapun yang terjadi. Jika kau menyentuh kulitnya saja, aku akan membuatmu jauh lebih menderita dari ini.”
Ketakutan Bo Wuhan kini semakin menjadi-jadi.
“Pe..Pergi, jangan kesini,” teriak Bo Wuhan saat melihat Bai Chu Ye mengejarnya.
__ADS_1
Wuss..!!
Bai Chu Ye yang mengejar Bo Wuhan mengerutkan keningnya. “Kecepatan orang ini sangat mengerikan, walau tingkat kultivasinya berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 3 Ahir, kecepatannya setara dengan Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal,” gumam Bai Chu Ye merasa yakin.
Bai Chu Ye merasa yakin karena, walau ia saat ini berada di Dewa Surgawi ⭐ 3 Awal, ia yakin kecepatannya setara dengan Dewa Surgawi ⭐ 3 Menengah dan menghampiri Ahir.
Wuss wuss..!!
Melihat Bo Wuhan meninggalnya sangat jauh, Bai Chu Ye berhenti.
Dret..!!
Dengan cepat ia menggerakkan tangannya, tak lama muncul sebuah pusaran bewarna merah.
Blush..!!
“Blood Nature Technique.”
“Blood Sword Slash.” Gumam Bai Chu Ye.
Dret..!!
Seketika pusaran tersebut keluar pedang yang sangat besar dan berbentuk merah darah.
Wuss..!!
Pedang yang berbentuk darah langsung melesat dengan kecepatan mengerikan.
...
Mata Bo Wuhan seketika melotot saat melihat pedang yang sangat besar kini berada tepat 100 meter di belakangnya.
Tangan Bo Wu Han langsung terangkat ke atas, tak lama sebuah kapak bewarna merah kehitaman muncul.
Dret..!!
Area di sekitar Bo Wuhan langsung berubah mencekam di sertai muncul petir dari berbagai arah.
“Blood Demon Axe.”
“Gerakan Kedua. Blood-Sucking Demon,” teriak Bo Wuhan.
Dret..!!
Tak lama muncul pusaran berbentuk mulut yang sangat besar di atas kepala Bo Wuhan.
Sret..!!
Serangan Bai Chu Ye seketika terhisap secara perlahan.
Bom..!!
__ADS_1
Ledakan kecil terdengar setelah serangan Bai Chu Ye di lahap tanpa sisa.
Bai Chu Ye yang melihat itu memasang wajah datar. “Sudah ku duga, aku masih jauh melawan orang setingkat yang di juluki Jenius Monster.” Gumam Bai Chu Ye langsung mencengkram erat tangannya.
Wung..!!
“Ayo lagi Tuan muda, itu sangat seru,” teriak Bo Wuhan yang langsung muncul di depan Bai Chu Ye. Ia kini terlihat sangat bersemangat saat menahan serangan Bai Chu Ye, tapi di satu sisi tubuhnya tak henti-hentinya bergetar ketakutan.
Mendengar itu, wajah Bai Chu Ye seketika menjadi cerah. “Dia akan menjadi bahan latihanku, aku yakin ia tak akan berani menyerangku,” gumam Bai Chu Ye dalam hati.
“Ayo kita lakukan di tempat yang sedikit jauh dari sini, jika di sini maka mereka pasti akan menjadi pengganggu,” ucap Bai Chu Ye melirik ke arah Dimensi Inti.
Dret..!!
Tangan Bai Chu Ye langsung terayun. Sebuah celah muncul, bersamaan dengan itu Bai Chu Ye langsung masuk.
Jlep..!!
Melihat Bai Chu Ye telah pergi, Bo Wuhan langsung mengayunkan lengannya juga.
Crash..!!
Jlep..!!
Keduanya pun langsung menghilang dalam sekejap.
...
Wuss wuss..!!
“Hemm..!! Aku merasakannya di sini tempat pertarungan telah terjadi, dan kekuatan mereka jauh di atas kita,” ucap Duan Du melirik ke arah Tu Long.
“Bau ini, aku mencium aura dari Ye'er dan Bo Wuhan,” ucap Tu Long melirik ke arah tempat dimana keduanya menghilang.
“Apa Ye'er ingin membalas dendam?” Tanya Tu Long. “Jika itu terjadi, maka Ye'er pasti dalam bahaya,” ucap Tu Long langsung melepaskan auranya yang ganas.
“Dasar dongol, dia tidak akan berani melukai kita, aku sangat yakin akan hal itu, dan juga apa kau tidak merasakan aura dari Ye'er,” dengus Duan Du.
Plak..!!
Tu Long langsung memukul kepala Duan Du dengan wajah terangkat. “Siapa yang kau panggil dongol hah, apa kau mau aku ajari sopan santun lagi.”
Wajah Duan Du seketika berubah jelek, kini Duan Du hanya bisa mengelus-elus kepalanya dan ia terlihat seperti seekor kucing yang di jinakkan.
“Ayo kita kejar mereka, walau ucapanmu ada benarnya dan juga kekuatan Ye'er terasa sangat kuat, aku tetap takut jika Bo Wuhan tak sengaja melukai Ye'er.” Ajak Tu Long dengan senyum kecil.
Tanpa menunggu balasan, Tu Long langsung menarik Duan Du layaknya karung besar.
Dret..!!
Wuss..!!
__ADS_1