Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Asal Usul Bai An dan Roh Asura Blood.


__ADS_3

Bahkan Cen Tian yang menjadi Penguasa Dimensi Inti tanpa nama kini juga terlihat mengurung diri di kediamannya. Ia terlihat jatuh sakit saat penghubung yang adiknya pasang telah terputus.


***


Waktu terus berlalu, tanpa terasa sudah hampir 3 bulan setelah Bai An meledakkan diri.


Jauh di tempat yang tidak di ketahui, saat ini sosok yang di duga mati, kini tengah melayang di ruang kekosongan.


Hem..!!


“Dimana ini?” Gumam Bai An tersadar, anehnya saat ia membuka mata, ia sama sekali tidak merasakan rasa sakit.


Saat Bai An telah sadar sepenuhnya, ia melihat ke arah tangannya. “Eeh, apa ini di Alam Reinkarnasi?” Ucap Bai An terkejut saat mencoba menyentuh tubuhnya tapi tidak bisa.


“Bukan, jiwamu yang telah mencapai abadi tahap awal berhasilku bawa menuju dimensi Asura, tempat kau di lahirkan dan tempat dimana kau ingin mati juga. Saat ini jiwamu dalam perjalan menuju kesana.” Ucap Roh Asura Blood tiba-tiba muncul dengan wajah acuh.


“Eeh,, Apa maksudmu?” Tanya Bai An terkejut. “Dan bagaimana bisa kau membawa jiwaku? Perasaan saat aku mencoba meledakkan diri, aku sama sekali tidak bisa merasakan dan tidak bisa mengingat apa-apa.” Sambung Bai An dengan rasa penasaran yang tinggi.


“Dimensi Asura adalah alam yang kau buat sendiri di masa lalu. Tentu kau tidak akan ingat dan tidak akan pernah mengingatnya, itu karena kau sendiri tidak menginginkan ingatan masa lalumu sendiri.” Ucap Roh Asura Blood.


“Sementara untuk membawa jiwamu, itu sangat mudah bagiku, ibarat aku membunuh nyamuk dengan jentikan jariku,” sambung Asura Blood.


Saat Bai An ingin kembali bertanya. Roh Asura Blood langsung mengibaskan tangannya.


Wuss..!!


Jiwa Bai An pun langsung terlempar menuju kegelapan yang terlihat tidak memiliki batasan.


...

__ADS_1


“Entah apa yang kau cari, aku sampai saat ini tidak mengetahuinya. Dulu saat kau membangkitkanku dan membuatku menjadi sosok penjaga pedang yang selalu kau gunakan. Aku ingat pesanmu yang melarangku mencampuri urusanmu apapun yang terjadi walau kau akan mati sekalipun.” Gumam Roh Asura Blood mengingat masa lalunya bersama Tuan pertamanya, Sang Asura.


Flashback...!!


“Hem Xue Ling,” ucap sosok pemuda dengan tubuh kekar dan memiliki karisma yang tidak biasa.


“Ya Tuanku,” sosok Roh yang tak lain Roh Asura Blood muncul.


“Aku telah membuat dirimu terikat denganku, maafkan aku, karena itulah takdir. Takdir memang menyakitkan, tapi di satu sisi, kau akan melihat berbagai kehidupan diriku di masa depan dengan sifat yang berbeda-beda.” Ucap Sang Asura tersenyum lembut.


“A..Apa maksudmu Tuanku, apa kau ingin-” sebelum Xue Ling menyelesaikan ucapannya, sebuah suara terdengar lebih dulu.


“Benar, menjadi seorang Dewa, Penguasa, Kaisar, bahkan Rajanya Para Dewa sangatlah kesepian. Tidak ada yang menjadi lawan bicaraku selain kau. Aku juga ingin mencoba namanya kehidupan yang manusia atau makhluk hidup rasakan. Jadi aku akan membuat diriku di Reinkarnasi selama 10.000 kali, setelah ke 10.000 kali aku akan kembali ke tempat dimana aku tiba-tiba tercipta.”


“Saat kehidupan pertamaku di mulai dan aku tiba-tiba di ambang kematian. Aku memohon kepadamu untuk jangan membantuku, ikuti saja semua alur kehidupan yang aku jalani. Aku juga akan menghapus semua ingatanku. Akan sia-sia kehidupan yang aku inginkan jika mengingat siapa diriku sebenarnya.” Ucap Sang Asura melirik ke arah Xue Ling.


Wuss..!!


Kini tatapan matanya mengarah ke alam Selestial, alam yang jauh lebih tinggi dari Dimensi Alam Dewa.


“Sepertinya akan menarik jika aku terlahir kembali di tempat itu.” Gumam Sang Asura.


Tapi ia langsung tersenyum tipis. “Akan jauh lebih baik jika diriku lahir saat Reinkarnasi ke 10.000 di Alam itu, lebih baik aku akan lahir di sana, karena kehidupan di sana sepertinya menarik. Aku tidak sabar untuk melihat kehidupan apa yang makhluk-mahkluk itu jalani sehari.” Ucap Sang Asura.


...


Waktu terus berlalu, saat ini Sang Asura dan Xue Ling berdiri di kegelapan tanpa batas.


“Tu..Tuanku, pikirkan kembali apa yang anda lakukan ini, aku yakin ini kurang baik.” Ucap Xue Ling sedikit terbata-bata.

__ADS_1


“Tidak, aku sudah yakin. Jadi kita mungkin akan bertemu lagi saat di Reinkarnasiku yang ke 10.000. Karena di saat itulah ingatanku kembali Xue Ling. Selamat tinggal, dan ingatlah, kehidupan yang aku jalani berbeda-beda nantinya akan menjadi pelajaran juga bagimu.” Ucap Sang Asura.


“Ingat juga, jika aku mati, bawalah jiwaku ke Dimensi Asura ini, setelah itu jiwaku pasti akan langsung berpindah lagi ke tubuh baru.” Sambung Sang Asura langsung menghilang tanpa jejak.


Flashback End...!!


Roh Asura Blood kini tersadar jika banyak sekali manfaat dan pelajaran yang ia dapat dari semua kehidupan Tuannya yang sudah ribuan kali menjalaninya.


“Tuanku, kau pernah memberitahuku jika kau tiba-tiba saja tercipta oleh Kekosongan ini sehingga kau membuat Dimensi di sini dan menganggap ini tempat lahirmu. Karena kau merasa kesepian lantaran tidak adanya kehidupan selain dirimu dan aku-” Roh Asura Blood terdiam sesaat memikirkan keluarga Bai An.


“Tuanku, aku apakan semua orang yang telah kau anggap ini keluarga? Aku yakin mereka semua pasti terkupul karena tidak bisa menemukan keberadaanmu,” gumam Roh Asura Blood kini merenung.


“I..Ini, mengapa aku aku seolah memiliki hati nurani?” Gumam Asura Blood terkejut pada dirinya sendiri. Pasalnya Asura Blood di ciptakan tanpa memiliki rasa perasaan sama sekali.


Cukup lama Roh Asura Blood Merenung memikirkan orang-orang yang Tuannya anggap keluarga. Setelah mendapat ide, ia pun langsung menghilang.


Wuss..!!


“Baiklah, lebih baik aku membuat kalian semua mati dan terlahir kembali di tubuh yang baru dengan ingatan yang tidak menghilang.”


“Tapi beberapa kalian akan aku segel ingatan kalian dan akan terbuka saat kekuatan kalian cukup kuat. Ini jalan satu-satunya agar kalian aman dari incaran orang-orang yang berasal dari Alam Selestial tersebut. Terlebih aku yakin kalian pasti juga ingin membalas dendam kepada mereka.” Gumam Roh Asura Blood tersenyum tipis.


“Terahir, kalian juga akan ku pastikan akan berkumpul kembali dengan Tuanku.” Sambung Roh Asura Blood.


Tak lama telapak tangan Roh Asura Blood seketika terbuka lebar dengan mulut yang muncul tiba-tiba.


Saat mulut dari telapak tangan Roh Asura Blood melebar. Seutas pusaran energi tanpa aura melesat ke arah seluruh jagat raya, baik Alam Selestial maupun Dimensi Alam Dewa dan seluruh dimensi yang ada kini di lahap oleh pusaran energi tersebut.


Tidak ada yang merasakannya dan tentunya tidak terjadi perubahan apa-apa selain beberapa orang yang Bai An anggap keluarga tiba-tiba menghilang seolah tidak pernah terlahir.

__ADS_1


“Selesai, maafkan aku juga membuat ini tanpa persetujuanmu Tuanku, semoga kau tidak marah nanti saat kita bertemu di saat ingatanmu kembali.” Ucap Roh Asura Blood Menghilang dan tujuannya adalah tempat ia melempar Bai An.


...End...


__ADS_2