Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Janji Bai An dan Rencana Membunuh Penetua Sekte Es Abadi


__ADS_3

“Huuff,, seandainya aku bisa seperti Han'er, maka aku ingin seperti dirinya, agar bisa menipu banyak orang,” gumam Bai An.


Kini Bai An sedikit tersenyum tipis, di dalam hatinya ia membayangkan dirinya di sukai banyak orang sehingga mampu menipu banyak orang dengan wajah polos dan imutnya. Termasuk dengan tubuhnya yang masih anak-anak.


“Gege,, An Gege kau ini kenapa sih? Xia'er panggil-panggil kau malah diam,” ucap Mu Xia'er kini menatap Bai An dengan tatapan penuh curiga.


Bai An yang badannya di guncang-guncang oleh Mu Xia'er langsung tersadar.


Wajah Bai An kini sedikit tersenyum kecut karena hayalannya di buyarkan oleh istrinya.


Terlebih lagi ia sadar akan tatapan curiga istrinya yang menduga ia ingin mencari istri lagi.


Tangan Bai An langsung mengusap rambut Mu Xia'er.


“Kau ini, hilangkan pikiran negatif mu itu, 3 saja sudah cukup bagiku,” ucap Bai An dengan nada lembut.


Mu Xia'er yang mendengar itu langsung menyinggungkan senyum senang.


“Awas ya kalo An Gege cari lagi, kalo cari lagi-” Tangan Mu Xia'er langsung bergerak seolah memperagakan jika ia ingin meremas dan mencincang tubuh suaminya.


Bai An yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja bersama Chu Jia yang kini tersenyum kecil karena merasa lucu.


Chu Jia juga kini merasa sangat bahagia karena merasa sudah lengkap, ia memiliki suami yang baik, ia memiliki sosok kakak yang selalu mengajarinya hal itu ini dan pastinya ia mempunyai putra yang baik, tidak rewel, tidak nakal, tidak banyak mengeluh.


Sementara Bai Han kini terlihat memasang wajah cemberut sambil memanyunkan bibirnya ke depan.


Ia cemberut karena mulutnya saat ini sedang di segel oleh ayahnya dan kedua ibunya tidak menyadari hal tersebut.


“Hehe,, bocah nakal ini ingin mengerjai ayahnya sendiri,” kekeh Bai An dalam hati. “Kau harus belajar lebih banyak lagi Han'er, jika ingin mengerjai ayah, apalagi di depan Singa betina,” sambung Bai An dalam hati.


Tentu saja Bai An menyadari gelagat putranya, sehingga Bai An selangkah lebih cepat bergerak dari putranya.


Beberapa saat kemudian.


Saat ini terlihat Bai An, Mu Xia'er, Chu Jia dan Bai Han tertawa bersama dengan tawa bahagia yang tidak pernah mereka rasakan.


Tap tap..!!

__ADS_1


Mendengar suara langkah kaki.


Wajah Mu Xia'er langsung cemberut karena tahu jika suaminya akan pergi.


Melihat wajah istri-istrinya. Bai An juga terlihat sedikit berat, karena tidak pernah ia sebahagia ini.


Tapi saat mengingat wajah Hu Qia. Bai An langsung mengepalkan tangannya dengan erat.


“Sabarlah Xia'er, Jia'er, Han'er, akan ada waktunya kita semua berkumpul lagi dan saat itulah kita bisa tetap bersama selamanya hingga kebahagiaan itu akan terasa lengkap setelah An Gege bisa menjemput Qia'er lagi.” Ucap Bai An dengan penuh tekad.


Mendengar itu, Mu Xia'er dan Chu Jia seketika sadar jika ia kini kekurangan satu orang, yaitu Hu Qia.


Sehingga mereka berdua mengangguk dengan senyum lembut.


“Hati-hatilah Gege, kami juga ada Han'er yang selalu menemani kami,” ucap Mu Xai'er.


Sementara Bai Han tanpa sadar kini mengepalkan erat tangannya saat Bai An menyebut nama ibunya.


“Han'er juga ingin kuat sehingga bisa membantu-”


Ssttt..!!


“Huuff,, apa yang di ucapkan oleh Xia'er dan Jia'er benar Han'er,” sambung Bai An sambil mengedipkan matanya.


Melihat ayahnya memberikan kode, Bai Han mengangguk patuh di sertai senyum licik ala ayahnya.


***


“Tuan muda, saat ini tanda jiwa Lang Du dan Wen Dongyun bergerak seperti yang Tuan muda duga. Jadi kita saat ini akan bergerak kemana?” Tanya Ling Yenrou dengan nada kagum karena rencana Bai An sangat tepat seperti yang ia bilanh sebelumnya.


“Kita saat ini bergerak ke tempat Wen Dongyun lebih dulu,” ucap Bai An.


Mendengar itu, wajah semua orang langsung bingung. Karena tidak bisa menebak jalan pikiran Bai An.


Tapi mereka seketika mengangguk di sertai wajah malu. Bagaimana tidak, mereka tahu jika Wen Dongyun ini adalah umpan sekali pakai. Jadi tidak bisa di pakai dua kali.


“Saat ini kita bergerak tepatnya ke arah Penetua yang selalu mengikuti Wen Dongyun, aku takut jika ia curiga dan akhirnya bentrok, jika itu terjadi maka rencana kita akan gagal.”

__ADS_1


“Terlebih kekuatan Wen Dongyun saat ini sangatlah rapuh karena meningkatkan kekuatan dengan gila-gilaan, tentunya ini juga rencanaku karena aku takut jika ia bisa saja menjadi bencana bagi kita.” Ucap Bai An memberi penjelasan maksud ia mengejar Wen Dongyun.


Wen Dongyun atau menyamar sebagai Wakil Master Sekte Es Abadi saat ini memiliki kekuatan Dewa Grand Master ⭐ 4 Ahir, hanya dua tahap berada di bawah Wakil Master Sekte Es Abadi yang asli.


Karena kekuatan Wakil Master Sekte Es Abadi yang asli sebelum kematian berada pata tingkat Dewa Grand Master ⭐ 5 Awal.


Tapi Wen Dongyun bisa setara dengan kekuatan Master Sekte Es Abadi jika ia membakar esensi darahnya dan itu sekali pakai yang artinya setelah ia membakar esensi darahnya maka ia akan langsung mati.


Maka dari itu Bai An takut jika Wen Donyun bertemu dengan Penetua Inti ke 3 yang saat ini memiliki kekuatan Dewa Grand Master ⭐ 4 Puncak.


Bai An yakin saat terjadi pertarungan. Wen Dongyun akan mati, mau membakar esensi darah maupun tidak membakar esensi darahnya, ia tetap akan mati.


***


Saat ini Bai An bergerak bersama Ling Yenrou dan Hu Hong Meng saja, sementara yang lainnya berada di dunia jiwa untuk meningkatkan kekuatannya.


Tak lupa juga Bai An memberitahu Duan Du dan yang lainnya untuk bertemu di pusat dunia jika tugas Duan Du telah selesai.


Wuss wuss wuss..!!


Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng bergerak dengan sangat cepat menuju lokasi jiwa Wen Dongyun.


20 menit berlalu.


Saat ini Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng sedang melihat ke arah pulau melayang.


Lebih tepatnya pandangan Bai An dan yang lainnya tertuju kepada penetua inti ke 3 yang saat ini mengintai tepat di depan Pulau melayang.


Penetua inti ke 3 tidak bisa di rasakan oleh Wen Donyun dan Penguasa Dunia ke 6 karena penetua tersebut menggunakan Artefak setengah dewa khusus untuk menyembunyikan diri.


Tapi Ling Yenrou tentu bisa merasakannya dengan jelas karena ia adalah yang paling kuat.


Sementara Bai An hanya merasakannya secara samar-samar.


Untuk Hu Hong Meng, ia hanya diam saja karena tidak bisa melihat maupun merasakan dimana penetua itu berada, tapi tatapannya ikut mengarah kemana Ling Yenrou dan Bai An mengahkan pandangan.


Bai An dan Ling Yenrou saling memandang beberapa detik.

__ADS_1


“Ini akan beresiko jika ia bisa menghindar, terlebih aku merasakan ia mempunyai banyak artefak dan kartu truf tersembunyi di balik jubahnya.” Ucap Ling Yenrou.


“Hmm..!! Jadi hanya bisa bergerak cepat lalu memindahkannya agar tidak mengundang kecurigaan, terutama ke Penguasa Alam Semesta Inti ke 6.”


__ADS_2