
Entah mengapa Luo Sha merasakan ada yang tidak beres dengan senyum Bai An. Tapi mau tak mau ia mengangguk pasrah.
Wuuss wuss..!!
Bai An pun langsung menarik paksa Luo Sha ke arah kota yang memiliki hawa membunuh yang pekat serta aura kematian yang padat.
***
Hahaha..
Hahaha..
Hahaha..
Terdengar sebuah tawa dari sekumpulan pemuda yang berjumlah kurang lebih 10 orang. Mereka di pimpin oleh seorang remaja yang terlihat berusia 17 tahun.
“Lihatlah Tuan muda, bahkan saking miskinnya anak ini, ia menggunakan sebuah kayu lapuk sebagai senjata.” Teriak salah satu pemuda terlihat berusia 20 tahunan.
“Bahkan jika kekuatannya jauh lebih tinggi dari kita, ia bisa apa dengan senjata lapuk seperti itu, aku rasa kita sia-sia mengikutinya, ia sangatlah miskin,” sambung salah satu pemuda yang terlihat berusia 18 tahunan.
Tawa di sertai ejekan terus menerus puluhan pemuda itu lontarkan.
“Diam,” teriak remaja yang menjadi pemimpin sekelompok pemuda tersebut.
Tatapan remaja tersebut kini mengarah ke sosok pemuda yang mengenakan jubah hitam, namun pemuda tersebut sengaja tidak mengenakan tudungnya.
“Khehe,, walau ia miskin, tapi kita semua bisa menyiksanya, aku ingin melihat wajahnya yang ketakutan serta meminta ampun.” Ucap remaja yang menjadi pemimpin puluhan Pemuda.
Bai Han yang mendengar semua ejekan sekumpulan pemuda tersebut hanya santai sambil mengkorek-korek kupingnya.
Bai Han juga sadar jika mereka semua sengaja memprovokasi dirinya agar dirinya marah lalu menyerang mereka.
Melihat kini sekumpulan pemuda diam, Bai Han langsung bertanya. “Hemm..!! Apakah kalian sudah selesai?”
“Telingaku sakit mendengar ocehan anak-anak rumahan seperti kalian, dan lebih baik kalian pulang mandi lalu tidur dengan nyenyak,” sambung Bai Han tersenyum kecil.
Wajah sekumpulan pemuda tersebut seketika memerah, sementara Remaja yang menjadi pemimpinnya kini mengeluarkan pedangnya lalu menghunuskannya ke arah Bai Han.
“Hajar orang udik ini, jangan sampai kalian membunuhnya, karena hanya pedangku yang akan memenggal kepalanya.” Teriak Rejama tersebut.
“Woah,, aku sangat takut,” ejek Bai Han mundur dua langkah.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Sialan kau bocah desa, ini adalah wilayah Klan Han, kami akan mengadilimu di sini karena berani masuk wilayah klan Han tanpa izin,” teriak salah satu pemuda yang memiliki kekuatan di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah.
Wuss..!!
Crash..!!
Namun baru dua langkah ia bergerak, tubuhnya seketika terpotong-potong menjadi ratusan bagian.
Sret..!!
Semua pemuda yang ingin bergerak langsung berhenti dengan mata melotot, tak lama mereka semua langsung muntah saat melihat rekan mereka mati dengan cara mengenaskan..
Sementara remaja yang menjadi pemimpin mereka sudah pingsan saat melihat potongan tubuh bawahannya.
“Heeh,, rupanya mereka tidak pernah melakukan pertarungan nyata dengan musuh, mungkin mereka hanya melakukan latihan dengan sesama anggota mereka saja dan merasa kuat, mereka lalu membuli banyak pemuda pendatang baru yang lemah di mata mereka.” Gumam Bai Han.
Wuss..!!
Bai Han langsung menghilang, terlihat ia sama sekali tidak memiliki jejak rasa bersalah saat membunuh.
Tap tap..!!
Tidak ada penjaga atau petugas yang menghalangi jalan Bai Han saat masuk, itu karena Kota Kecil seperti ini memang tidak perlu adanya pungutan pajak saat para pengembara ingin menginjakkan kaki di setiap kota kecil.
Satu jam telah berlalu.
Setelah mendapat beberapa informasi dimana ia berada, Bai Han kini berada di sebuah penginapan.
“Hemm..!! Dimensi Alam Dewa ternyata ada tiga, dulunya satu, namun karena terpecah menjadi tiga bagian, pusatnya berada di tengah-tengah yaitu Dimensi Alam Surgawi, sementara di sebelah timur bernama Dimensi Mixture dan sebelah barat bernama Dimensi Alam Kegelapan,” gumam Bai Han kini melihat peta yang ada di depannya.
“Saat ini aku berada di Dimensi Mixture, di wilayah utara tepatnya Sekte Besar yaitu Sekte Sisik Naga.” Sambung Bai Han mengangguk-angguk.
Wilayah Utara sangatlah luas dan ada 3 Sekte Besar di wilayah utara tersebut, sementara untuk Sekte Menengah ada puluhan dan sekte kecil ada ratusan.
Sekte Sisik Naga menguasai sepertiga di wilayah Utara, itu di bagi secara merata dengan dua Sekte Besar lainnya, sementara sisanya lahan bebas yang telah di sepakati.
Sekte Sisik Naga juga menjadi Sekte yang memerintahkan semua Sekte Menengah dan Sekte kecil, hanya klan saja yang tidak bisa mereka perintah karena itu sudah memang aturan dari zaman dahulu.
Setiap klan kecil menguasai satu kota kecil dan klan menengah menguasai 5 kota kecil dan satu kota Menengah, sementara untuk Klan Besar, mereka tanpa memiliki batasan menguasai kota. Dan setiap tahun klan-klan yang menguasai kota serta menjadi penguasa kota harus menyetor pajak ke Sekte terdekat dan sekte tersebut kembali menyetor kepada Penguasanya yaitu Sekte Besar.
__ADS_1
Cukup lama Bai Han membaca beberapa informasi yang ia beli di sebuah Organisasi di kota ini. Kini Bai Han mengerutkan keningnya saat mendengar suara keributan di lantai bawah.
***
“Apa kau yakin pemuda itu menginap di sini?” Tanya seorang pria paruh baya, kekuatannya berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 1 Puncak dan ia adalah salah satu tetua terkuat di Klan Han.
“Be..Benar tetua, saya mengikutinya dan ia masuk ke dalam sini,” ucap seorang pemuda dengan tubuh bergetar ketakutan.
“Kurang ajar, berani sekali dia membunuh anggota klan Han di wilayahku,” teriak tetua tersebut.
Suara tetua tersebut menggema ke segala arah yang menyebabkan guncangan kecil.
“Keluar kau penjahat, jika tidak aku sendiri yang akan menyeretmu lalu mengadilimu di tempat,” teriak tetua tersebut.
Para pengunjung yang sedang makan seketika berhamburan keluar, bahkan orang-orang yang di dalam penginapan ikut keluar karena tidak ingin mencari masalah dengan klan Han.
Hanya beberapa orang saja yang terlihat masih santai makan.
Melihat ada dua pemuda dan satu wanita masih dengan santainya makan dan tidak takut dengan dirinya. Amarah tetua tersebut langsung memuncak.
“Berani sekali kau makan di saat aku sedang marah penjahat,” teriak tetua tersebut melihat ke arah ketiga orang di depannya.
Namun teriakan tetua tersebut di hiraukan, malah ketiganya semakin asik mengobrol sambil tertawa kecil.
Tap tap..!!
Brak..!!
“Apa kalian tidak mendengar ucapanku hah,” teriak tetua klan Han langsung menghancurkan meja tempat ketiganya makan.
Wajah salah satu pemuda tersebut langsung berubah dingin, tatapannya kini mengarah ke tetua klan Han.
Dret..!!
Tubuh tetua Klan Han langsung berkeringat dingin. “Beraninya kalian melawan,” teriak tetua klan Han mencoba memberi ancaman.
“Hoo,, rupanya Klan kecil ini sudah bosan hidup,” ucap Pemuda yang mengenakan jubah bewarna putih bermotip pedang di lilit oleh Naga di punggungnya.
“Nona, izinkan saya menghancurkannya orang tua tak tahu diri ini bersama klannya,” ucap pemuda tersebut menundukkan kepalanya.
Wanita tersebut hanya diam saja sambil membesihkan gaunnya yang kotor akibat perbuatan tetua klan Han.
__ADS_1
“Hemm..!! Biarkan saja, mereka hanya klan kecil,” ucap wanita tersebut langsung bangkit. “Lebih baik kita pergi dari sini, tugas kita hanya tinggal 3 tahun lagi untuk mencari Sekte tersebut,” sambung wanita tersebut ingin melangkah pergi.
Namun wanita tersebut langsung di hadang oleh tetua klan Han, kini matanya sudah memerah karena tidak di anggap dan di rendahkan.