Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Teriakan Provokasi


__ADS_3

Terlihat semua wanita memasang wajah ganas, sedih, marah, dendam serta frustasi saat ini.


Duan Li yang selalu nakal kini mencengkram erat tangannya. “Ayah, aku pasti akan melampuimu dan membalas pengorbananmu,” gumam Duan Li sadar jika ayahnya pasti tidak akan kembali.


Duan Ling yang ada di sisi kakaknya Duan Li terlihat menangis sejadi-jadinya karena ayah mereka pergi bertarung bersama semua anggota keluarga laki-laki.


“Kalian semua, ini sudah tidak ada gunanya, sebulan lagi pertarungan akan terjadi dan kita jangan bersedih, inilah saatnya kita juga meningkatkan kekuatan kita semua dan mengubah tatanan dunia ini menjadi dunia kultivator. Kita akan membuat semua orang yang ada di sini menjadi kuat yang melampaui batas Dewa Penguasa Immortal Suci. Agar saat dimana kita bisa keluar dari sini, di situlah kehancuran Dimensi Alam Dewa itu tiba.” Teriak Bai Xia Xie kini mengusap air matanya serta wajahnya yang bengkak.


“Benar, aku setuju dengan Xie'er. Kita jangan bersedih, melainkan harus berusaha untuk lebih kuat dan menghimpun kekuatan,” sambung Ling Mei langsung mengubah wajahnya yang sedih menjadi serius.


Semua wanita dan anggota keluarga Bai An yang terkurung langsung mengusap air mata mereka. Wajah mereka kini di penuhi tekad untuk menjadi lebih kuat lagi.


Tak lama setelah itu, Mu Xia'er, Chu Jia, Jia Li Ling dan Bai Xia Xie yang tahu dunia tempat mereka berada ini adalah Bumi, kini langsung mengatur semua anggota keluarga mereka untuk berpencar membuat cabang klanmaupun sekte masing-masing dan pusatnya adalah berada di sebuah pulau paling kecil tempat Bai An, Duan Du, Tu Long, Bai Han, Bai Chu Ye dan yang lainnya berkumpul dahulu saat mereka kesini.


Di sinilah perubahan Bumi terjadi akibat pengaruh dari semua keluarga Bai An. Bumi yang dulunya hanya memiliki alat berupa senjata untuk berperang akan berubah.


***


Ruang Kehampaan, tepatnya di dalam Kapal Surgawi. Saat ini semua orang yang ada di puluhan kapal menatap ke arah Dimensi Tanpa Nama.


“Dimensi telah terlihat, kalian semua bersiaplah,” teriak Xin Chen dan Ji San dengan lantang kepada junior serta anggota Faksi mereka.


Bukan hanya mereka saja, di setiap Kapal Surgawi, semua pemimpin kapal juga berteriak lantang untuk menyuruh mereka bersiap dan memberikan semangat.


Chen Long yang kapalnya berada di urutan kedua langsung melirik juniornya. “Percepat lajunya, jangan tertinggal dari Kapal milik Mu Qin Li.” Ucap Chen Long memberi perintah.


Junior Chen Long langsung menghilang untuk melaksanakan perintah.


Sementara Chen Long menatap ke arah kapal yang di tempati Heng Yu berada. “Apa yang dia rencanakan? Mengapa ia berada di paling belakang?” Gumam Chen Long merasa curiga jika Heng Yu merencakan sesuatu yang membahayakan dan merugikan faksinya.

__ADS_1


Bukan Chen Long yang berpikir seperti itu, semua murid Jenius Sejati dan Murid Jenius yang bersembunyi ikut berpikir sama seperti Chen Long dan mewaspadai kelompok Xin Chen dan Ji San akibat keberadaan Heng Yu.


...


“Hehe ternyata benar apa yang Senior Heng Yu katakan, mereka pasti akan mewaspadai kita karena berada di urutan belakang saat ini,” kekeh Xin Chen.


“Benar, baru kali ini banyak Jenius Sejati mewaspadai keberadaan kita, ini adalah berita besar jika ini menyebar nanti di Dimensi Alam Dewa.” Sambung Ji San merasa bangga akan keberadaan senior mereka.


“Hemm..!! Aku juga yakin akan ada beberapa Jenius Monster juga ikut bersembunyi di antara mereka yang ikut waspada. Tapi apa rencana senior ya, kenapa ia tidak memberitahu kita?” Ucap Xin Chen kini merenung.


Ji San yang melihat rivalnya banyak berpikir langsung menggeleng. “Dari pada kau memikirkan rencana Senior, lebih baik kita merencanakan cara mendapat Pedang Asura serta membunuh mereka, karena tujuan utama kita kesini adalah Pedang itu dan tujuan kedua adalah mengurangi para Jenius Sejati agar dapat memudahkan kita untuk mendapat posisi yang lebih tinggi saat turnamen antar sekte di mulai dalam 100 tahun lagi.”


Mendengar itu, Xin Chen pun langsung tersadar, mereka berdua pun langsung mengatur cara agar mereka mudah membunuh para Jenius Sejati nantinya serta dapat dengan mudah menemukan pemilik Pedang Asura dan mendapatkannya.


...


Pedang Asura adalah senjata tertinggi yang bernama Senjata Roh. Senjata Roh hanya ada 100, namun Pedang Asura tentunya tidak terkalahkah sehingga banyak yang memperebutkannya.


Pedang Asura di namakan senjata Roh karena tentunya Senjata tersebut mempunyai sosok Roh di dalamnya, dan pengetahuan orang-orang tentang senjata roh adalah. Semua senjata Roh tidak mudah di klaim, karena hanya Roh yang mendiami senjata tersebutlah yang berhak menentukan Tuan mereka.


Walaupun ada yang bisa menggunakannya, belum tentu Roh di dalam senjata tersebut mau tunduk sehingga senjata tersebut tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya saat di gunakan.


***


Waktu terus berlalu, kini sudah 2 minggu kapal Surgawi melesat dan tinggal 2 minggu lagi mereka akan sampai.


Bai An, Duan Du, Tu Long serta semua anggota keluarga Bai An yang sudah menunggu tidak sabar ingin bertarung.


Jauh di dalam pusat Inti Dimensi Tanpa Nama, Gu Sheng yang berada di dalam tengah-tengah lahar sedang memejamkan matanya.

__ADS_1


Blush..!!


Saat ia membuka matanya, Gu Sheng langsung mengarahkan pandangan ke atas. “Dua minggu lagi mereka akan sampai, dan saat ini aku butuh 1 tahun bahkan lebih untuk menyerap setengah dari puluhan Inti Dimensi yang telah di berikan oleh Tuan muda Du,” gumam Gu Sheng langsung mencengkram erat tangannya.


“Seandainya tidak ada orang yang bisa menyadari keberadaanku, Tuan muda pasti akan menyuruhku ikut bertarung di sisinya, tapi karena keberadaannya, kini mereka harus bertarung sembari menahan mereka agar aku bisa menembus tingkat Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal.”


Dengan wajah penuh tekad, kini Gu Sheng kembali memejamkan matanya sambil menghancurkan Inti Dimensi yang telah ia genggam.


Crak crak..!!


***


Satu minggu lebih telah berlalu.


Deg deg deg..!!


Jantung semua keluarga Bai An yang telah menunggu musuh datang kini berdetak lebih cepat seperti biasanya.


“Ayo aku telah menunggu kalian sebulan penuh, perlihatkan kepadaku kekuatan orang-orang dari Dimensi Alam Dewa.” Teriak Tu Long dengan suara menggema sampai ke puluhan kapal surgawi.


Chen Long, Sue Han, Mu Qin Li, Xin Chen, Ji San dan semua Jenius kini mengerutkan kening mereka.


“Dia, ada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah,” gumam semua jenius sejati.


“Bagaimana ada seorang dari Dimensi Tanpa Nama ada seorang yang bisa mencapai Dewa Surgawi? Terlebih ia seperti tidak sesederhana yang terlihat, walau kekuatannya hanya Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah dari auranya, aku merasa ia bisa mengalahkan Dewa Surgawi ⭐ 2 Awal dengan mudah,” gumam Li Qian yang sangat sensitif terhadap energi.


“Hemm..!! Ini akan jauh lebih menarik dari dugaanku, aku merasakan bukan dia yang terkuat walau orang itu menyembunyikan auranya.”


“Dan ada lebih dari ratusan yang telah mencapai Dewa Surgawi kini menyebar menunggu kami tiba,” gumam Li Qian tersenyum panas.

__ADS_1


__ADS_2