
“Huuf,, nak, setiap manusia atau makhluk hidup itu sulit di tebak, walau hatinya suci pun, bisa saja hatinya tiba-tiba berubah hitam.” Kata Bai An mengusap rambut Bai Han.
“Jadi jangan pandang seseorang dari luarnya saja, apakah kau paham,” sambung Duan Du.
Bai Han mengangguk-angguk. “Benar juga, sama seperti paman Duan, luarnya saja yang tampan dan sopan, tapi dalamnya sangat licin, apakah begitu?” Kata Bai Han dengan nada polos.
Dahi Duan Du berkerut sampai ia terlihat seperti orang tua.
Saat Duan Du ingin marah, ia mendengar suara tawa yang membuat Duan Du mengalihkan pandangan ke arah suara tawa.
“Hahaha,, kau sangat pintar Han'er, dia memang orangnya sangat licin,” ejek Tu Long di sertai tawa.
“Coba kau ulangi lagi, aku kurang jelas mendengarnya?” Kata Duan Du kini wajahnya sangat kesal.
Pletak..!!
Pletak..!!
Sebuah tongkat energi langsung menghantam kepala Duan Du dan Tu Long, hal itu membuat mereka diam dan tersadar jika ada masalah serius.
Saat ini Bai An hanya diam saja sambil menatap ke atas, tepatnya di balik awan.
”Hmm,, sungguh tidak baik jika aku tidak menyambut tamu yang datang,” kata Bai An langsung melambaikan tangannya.
Seketika lantai di bawah Bai An retak lalu tanah keluar dan membentu sebuah meja berserta tempat duduk yang cukup mewah.
Bai An langsung duduk bersama, Bai Han yang kini telah pindah dari pangkuan ayahnya, Duan Du dan Tu Long juga ikut duduk.
Wuss..!!
Tak lama seorang berjubah kuning muncul menutupi wajahnya menggunakan energinya, ia melakukan hal yang sama dengan Bai An agar tidak di kenali.
Bai An mengerutkan keningnya, walau orang berjubah kuning tersebut menutupi identitasnya, ia dapat merasakan jika orang di depannya ini adalah wanita, itu karena dari bau tubuhnya yang wangi.
“Ehem,, apa yang membuat anda datang kesini? Bahkan sampai mengedarkan kesadaran untuk menemui keberadaan kami?” Tanya Bai An langsung ke inti permasalahan, itu karena Bai An tak mau basa basi.
Bai An juga sudah bersiaga untuk menyuruh Ling Wenli jika situasi buruk.
Sementara orang berjubah kuning atau Jia Li Ling mengerutkan keningnya karena orang di depannya ini tidak suka basa basi. Tapi tak lama ia sedikit tersenyum tipis.
__ADS_1
“Baiklah, aku tak akan basa basi seperti pertanyaanmu,” kata Jia Ji Ling membuka identitasnya yang seorang wanita.
Namun Jia Ji Ling cukup heran melihat keempat orang di depannya tidak terkejut.
“Huuff,, sangat teliti, aku sama sekali tidak bisa menyembunyikan apapun dari kalian,” kata Jia Li Ling mengeluarkan 3 selembaran.
“Bukankah begitu Tuan Bai An, Tuan Duan Du dan Tuan Tu Long,” kata Jia Li Ling tersenyum tipis.
Bai An mengangkat tangannya. “Cukup, langsung saja, aku tidak ingin mendengar ocehanmu yang tidak jelas,” kata Bai An dengan nada dingin.
Jia Li Ling seketika cemberut bercampur kesal saat mendengar suara dingin Bai An.
Bai An, Duan Du dan Tu Long juga tidak menutupi identitasnya setelah di ketahui.
“Baiklah, nama ku adalah Jia Li Ling, pemimpin Cabang Paviliun Semesta, aku datang kesini untuk meminta bantuan, aku juga akan membayar-..”
Kata-kata Jia Li Ling terhenti saat Bai An langsung berkata.
“Pergilah, aku tidak berminat, apapun bayarannya,” kata Bai An dengan dingin.
“Kamu.!” Tunjuk Jia Li Ling kini berdiri.
Jia Li Ling melirik ke arah Duan Du dan Tu Long, lalu kembali melirik ke arah Bai An.
“Laki-laki tak berprasaan, tak peka terhadap wanita yang datang dengan niat meminta bantuan,” kata Jia Li Ling dengan dingin lalu pergi dari sana.
Wuss..!!
Setelah kepergian Jia Li Ling.
Duan Du kini mendekat ke arah Bai An.
“Kak kenapa kita tidak dengar saja penjelasannya terlebih dahulu, siapa tahu akan mudah kita hadapi dan kita mendapat-”
“Cukup Du'er, aku tidak ingin terlibat masalah internal kekeluargaan orang, terlihat dari raut wajahnya jika ia memiliki masalah dengan keluarganya, terlebih Klan Jia sangat kuat di Alam Semesta Inti Pertama,” kata Bai An memotong ucapan Duan Du.
Duan Du seketika tersenyum kecut, padahal ia yakin jika harta yang akan di jadikan bayaran bisa membuat mereka naik tingkat dengan pesat, tapi ia heran kakaknya menolak kesempatan besar.
“Sudahlah Du'er, kau masih tidak terlalu paham jalan pikiran wanita, mereka itu selalu berubah-berubah sifat, sulit di tebak, aku juga tahu kau cukup tertarik dengan wanita tadi saat melihatnya. Jika kau benar-benar ingin membantunya, lihat dulu sifatnya maupun masalah apa yang ia hadapi, jangan sampai kau hanya akan di manfaatkan,” kata Bai An dengan nada menghela nafas.
__ADS_1
Mendengar kode dari kakaknya, Duan Du tersenyum tipis, sementara Bai Han hanya melongo saja kesana kemari.
***
“Sial-sial, aku tak menduga jika mereka sangat sombong,” kata Jia Li Ling kini mencengkram tangannya di sertai auranya sedikit naik.
“Nona mohon tenang, jika mereka tidak mau membantu, maka kita paksa saja mereka dengan menggerakkan semua bawahan nona untuk mengepungnya,” kata Jia Wei kini membungkuk memberikan saran.
“Itu sama saja dengan mengantar nyawa, walau kita mendengar dari berita jika kekuatan mereka hanya Dewa Immortal, mungkin saja itu tipuan mereka, karena aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi mereka bertiga saat bertemu tadi, terlebih saat aku mencoba menekan mereka, ada sebuah aura menekan balik diriku, maka dari itu aku langsung pergi,” kata Jia Li Ling.
Sebenarnya Jia Li Ling tadi sempat berniat ingin menyerang Bai An, tapi karena ada aura mengerikan yang ia rasakan dari tubuh Bai An, hal itu membuatnya mundur.
“Lalu apa yang harus kita lakukan Nona?” Tanya Jia Wei kini bingung.
“Huuf,, kita hanya bisa mencoba melihat dari lelang nanti, walau mereka punya harta banyak, tapi mereka tidak punya barang langka seperti artefak, Material, maupun sumberdaya langka jutaan tahum, kita akan memancingnya menggunakan itu,” kata Jia Li Ling kini tersenyum tipis sambil mengepalkan tangannya semakin erat.
***
Dua hari berlalu dengan cepat.
Acara lelang kini di mulai saat malam hari, banyak klan-klan besar, menengah maupun klan kecil dari Alam Semesta tinggi yang datang, sementara untuk penghuni dunia tersebut, mereka yang datang hanya Penguasa Daratan yang memiliki token VIP dan klan Besar yang hanya bisa duduk di kursi kelas pertama.
Bai An, Duan Du, Tu Long, Bai Han, Fu Jian dan Wudi kini berjalan ke dimana Lelang akan di gelar.
Tap tap..!!
Saat Bai An sampai, ia melirik ke arah lantai paling atas, tepatnya tempat dimana Jia Li Ling melihat ke arah Bai An dan kelompoknya.
Fu Jian yang jadi depan langsung maju lalu memberikan token VVIP milik Paviliun Semesta.
Melihat itu, para penjaga mempersilahkan Bai An dan kelompoknya masuk.
Tap tap..!!
Saat sudah di dalam, Jia Wei sudah menunggu secara pribadi di depan.
Jia Wei langsung mengeluarkan senyum sopan. “Salam tetua Fu, kita bertemu lagi,” sapa Jia Wei.
Fu Jian hanya mendengus kecil, lalu ikut tersenyum. “Salam juga Nona Jia Wei, mengapa anda di sini?”
__ADS_1