
“Benar, dan saat ini ia adalah kekuatan terkuat kita, namun aku tidak ingin menyuruhnya untuk ikut campur terlebih dahulu saat musuh yang ingin menginvasi Dimensi kita datang nanti.” Ucap Bai An tersenyum tipis.
“Apalagi yang ingin kau rencanakan Tuan muda?” Tanya Tu Long dengan wajah penasaran.
“Tidak ada, aku hanya ingin mengagetkan mereka nanti jika kelompok kita tidak lemah dan kita juga mempunyai seseorang yang kuat di belakang kita,” jawab Bai An santai.
Wajah Tu Long langsung cemberut, karena ia tahu jika Bai An masih menyembunyikan sesuatu.
Tapi karena ia sadar akan tahu pada waktunya, dan Tu Long hanya mengangguk santai.
“Lalu apakah aku perlu memanggil yang lainnya kesini?” Tanya Tu Long mengalihkan pembicaraan.
“Hemm..!!” Sebelum Bai An menyelesaikan ucapannya, pandangan Bai An mengarah ke timur.
“Mereka telah tiba,” ucap Bai An tersenyum kecil.
Mendengar itu, Tu Long langsung memasang wajah serius layaknya akan pergi bertarung.
“Sial, apa kau yang memanggil mereka semua Tuan muda?” Tanya Tu Long dengan wajah serius di sertai wajah berkeringat dingin.
“Hoho,, rupanya kau telah membuat masalah,” kekeh Bai An yang merlihat raut wajah Tu Long.
“Membuat masalah apanya,” dengus Tu Long. “Merekalah yang selalu membuat masalah dan yang kena hanya aku dan bocah nakal itu saja.” Sambung Tu Long memasang wajah jelek.
...
Dret dret..!!
“Hehe rupanya kau menjelekkan namaku, ibu, nenek dan bibi ya. Apakah selama ini paman selalu begini di belakang kami.” Ucap Bai Xia Xie muncul di tengah-tengah Bai An dan Tu Long berada.
Nada suara Bai Xia Xie sangatlah besar sehingga dapat di dengar oleh para wanita yang sedang menuju kemari.
“Kurang ajar, kenapa dia yang muncul lebih dulu,” teriak Tu Long dalam hati, karena Tu Long tahu yang selalu memprovokasi para wanita adalah putri Bai An, Bai Xia Xie.
Tu Long dan Duan Du paling mewaspadai Bai Xia Xie dan berusaha menghindari untuk berinteraksi dengannya.
Tapi yang menjadi masalah adalah Bai Xia Xie selalu muncul tiba-tiba tanpa ia sadari, aura Bai Xia Xie seolah membaur dengan alam itu sendiri, hal itulah yang membuat Tu Long dan Duan Du selalu tertangkap saat berusaha kabur.
Wuss wuss wuss..!!
“Tu Long, aku akan mengulitimu hidup-hidup,” teriak Ni Xian kini menatap Tu Long tajam.
Wajah Tu Long semakin jelek saat istrinya Ni Xian kini ikut bersama para wanita, Tu Long yakin jika istrinya pasti di provokasi oleh Bai Xia Xie.
__ADS_1
Karena selama ini Ni Xian selalu berkultivasi tertutup sehingga tidak pernah muncul.
Setelah ia menikahi Ni Xian karena paksaan Bai An dan yang lainnya, Ni Xian yang sadar masih terlalu lemah langsung meminta izin berkultivasi tertutup dan tentu Tu Long mengizinkannya.
Namun kini saat bertemu setelah sekian lama, istrinya terlihat jauh lebih ganas dari wanita yang lain kecuali Ling Mei dan Mu Xia'er.
...
“Mati aku,” teriak Tu Long langsung panik, dengan cepat ia merobek ruang di depannya.
Crash..!!
Sebelum Tu Long masuk, ia melihat Duan Du kini di seret layaknya anak kecil. “Haha mampus,” teriak Tu Long tertawa bahagia.
Wung..!!
Tu Long langsung hilang setelah menertawai Duan Du yang kini menderita.
Wuss wuss wuss..!!
“Sial, dia jauh lebih kuat dari sebelumnya,” ucap Mu Xia'er memasang wajah cemberut.
Pandangan semua wanita kini melihat ke arah Bai An.
“Gege apa kau yang membuat Tu Long menjadi lebih kuat?” Ucap Mu Xia'er memasang wajah cemberut.
Wuss..!!
Bruk..!!
“Ayah, kenapa kau lama sekali berada di sini? Apa jangan-jangan ayah mencari-”
“Jangan memprovokasi yang lain.” Potong Bai An langsung menjentikkan jarinya ke kening putrinya.
Tuk..!!
“Aduh, sakit ayah,” ucap Xie'er cemberut. Namun ia semakin mengeratkan pelukannya di sertai wajah Xie'er sangat bahagia dapat betemu ayahnya lagi.
Tap tap..!!
“An'er apakah yang di ucapkan oleh Du'er benar?” Tanya Ling Mei yang saat ini menyeret Duan Du.
Bai An melirik ke arah ibunya. “Benar bu, makanya An'er menghubungi Du'er dan menyuruh kalian semua kesini,” jawab Bai An dengan senyum lembut.
__ADS_1
Mendengar itu, Ling Mei langsung melepaskan Duan Du yang selalu memasang wajah kusut setiap saat.
Saat Duan Du terlepas, wajahnya seketika cerah. “Hehe ibu memang yang terbaik.” Ucap Duan Du langsung memeluk lengan ibunya.
“Sudah-sudah, aku tahu kau ada maunya, lakukanlah sesuka hatimu, tapi jangan sampai merugikan orang lain atau merusak kota,” ancam Ling Mei dengan mata menyeramkan.
“Hehe,, Du'er hanya ingin berkultivasi lalu mengejar Paman Tu dan membawanya kehadapan ibu,” ucap Duan Du tersenyum kecil.
Dengan cepat Duan Du melesat ke bawah, karena ia merasakan energi yang jauh lebih padat berada di sana.
Wuss..!!
Tak lama setelah kepergian Duan Du.
Bruk bruk..!!
Seketika kedua istri Bai An, ibunya dan bibiknya langsung memeluk Bai An.
“Hei hei, aku tidak bisa bernafas,” teriak Bai An kini di kelilingi oleh keluarganya.
Bukan hanya mereka saja, bahkan paman, dan keluarganya yang ia kenal ikut mengeroyok Bai An dengan pelukan.
***
Waktu berlalu dengan cepat setelah bertemu dengan semua kenalan Bai An yang ada di Dimensi Alam Sihir.
Mereka semua pun sangat cepat akrab. Namun mereka semua tidak bisa bercerita terlalu banyak karena sadar saat ini mereka akan kedatangan sesuatu yang besar.
Setelah Bai An menyuruh semua anggota keluarganya untuk berkultivasi di tempat yang menurut mereka nyaman.
Mereka semua pun langsung mengikuti ucapan Bai An, karena mereka sadar jika tidak menjadi kuat, maka mereka akan menjadi beban bagi Bai An dan keluarga yang lebih kuat dari mereka.
Bukan hanya keluarga Bai An yang berasal dari Dimensi Inti, bahkan semua orang yang menjadi saudara Bai An di Dimensi Alam Sihir pun ikut meningkatkan diri mereka.
...
Satu minggu telah berlalu.
Saat ini Bai An bersama Tu Long dan Gu Sheng. Ketiganya berdiri sejajar di langit.
“Sampai saat ini aku tidak bisa melihat tingkat kultivasimu Gu Sheng, ada di tingkat apa kau sebenarnya?” Tanya Bai An dengan nada santai.
“Tingkat kultivasiku yang sebenarnya ada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 3 Awal Tuan muda, namun sampai saat ini kekuatan puncakku masih belum kembali seperti di masa lalu.” Jawab Gu Sheng sambil menghela nafas. “Saat ini aku masih berada di Dewa Surgawi ⭐ 2 Puncak.” Sambung Gu Sheng tersenyum pahit sambil memandang Tu Long.
__ADS_1
“Hemm..!! Jadi begitu, lantas kenapa kau saat ini sangat frustasi?” Tanya Bai An mengerutkan keningnya.
...***END***...