Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
3 Ras Monster Terkutuk


__ADS_3

“Anak-anak ini sangat polos,” gumam Duan Du menggelengkan kepalanya, lalu ia mengalihkan pandangan ke arah satu anak masih berdiri.


Duan Du mengerutkan keningnya.


“Hei,, kenapa kau tidak ikut masuk nak?” Tanya Duan Du.


Mei Ning seketika tersadar.


“Ah.. Aku,, aku, bolehkah aku mengikuti Tuan muda itu,” kata Mei Ning terbata-bata sambil menunjuk ke arah Bai Han.


Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long menggelengkan kepalanya.


“Anak ini masih kecil sudah mengerti hal orang dewasa,” gumam keduanya secara bersamaan.


Sementara Bai An hanya tersenyum lembut, ia lalu mendekat ke arah Mei Ning.


“Siapa namamu nak?” Tanya Bai An.


“Itu,, namaku Mei Ning,” jawab Mei Ning menundukkan kepala sambil memainkan jari-jarinya.


Bai An tidak tahu harus berkata apa ke anak perempuan tersebut, sehingga ia berkata apa adanya.


“Mei Ning, jika kau mengikuti putraku, maka kau harus bisa berkultivasi, karena saat ini kau sangat lemah dan menjadi beban, jika putraku terus menjagamu, maka perkembangannya akan terhambat.”


“Jadi,, jika kau menyukai Han'er, kau juga harus ikut berlatih dengan tekun, jika sudah waktunya, kau pasti akan di jemput Han'er, apakah kau mengerti?” Kata Bai An menghela nafas panjang.


Mei Ning kini menunduk, ia cukup paham maksud Bai An, setelah beberapa saat Mei Ning mengangkat kepalanya sambil menatap ke arah Bai An.


“Paman,, jika aku sudah kuat, apakah aku boleh menikah dengan putramu?” Tanya Mei Ning.


Mendengar itu, semua orang yang ada di sana terkejut.


Bai An, Duan Du, Tu Long, Wudi, bahkan Bai Han cukup terkejut mendengar ucapan dari seorang anak kecil.


“Huuff,, nak, aku tidak bisa berjanji, tapi jika Han'er menyukaimu juga, maka aku pasti akan merestui kalian, tanpa pandang status,” kata Bai An sambil mengusap rambut Mei Ning.


Mendengar itu dan merasakan sentuhan tangan Bai An.


“Hmm.. Hmm..!! Berarti anda telah setuju ayah, jika begitu aku akan masuk, tolong jaga Gege ku ya, bey,” kata Mei Ning tersenyum lembut sambil melesat masuk.


Mei Ning tidak memperdulikan mata Bai An yang kini melotot saat mendengar dirinya di panggil ayah.


“Huff,, anak ini, mirip seperti putriku yang semaunya sendiri,” gumam Bai An mengenang putri pertamanya.

__ADS_1


Saat sedang melamun, Bai Han terbangun lalu berbisik.


“Ayah,, apa maksudnya menyukai?” Tanya Bai Han memiringkan kepalanya.


“Bukankah menyukai itu seperti ayah, paman Duan dan paman Tu menyukai ku sehingga ingin memanjakan Han'er? Terus kenapa saat anak perempuan itu berucap, ayah terkejut?” Tanya Bai Han dengan nada polos.


“Terus, apa juga maksudnya menikah? Apakah menikah seperti yang ayah lakukan bersama dengan ibu, itu namanya menikah?” Tanya Bai Han.


Mendengar pertanyaan Bai Han terus menerus, Bai An kini menepuk keningnya, ia tak tahu harus menjelaskan bagaimana.


“Suatu hari kau akan tahu sendiri Han'er, lebih baik fokuskan dulu pada peningkatanmu, kau sendiri tahu setelah mendapat berkah, apa saja yang akan kau lakukan dan ayah akan sebagai pendukungmu,” jawab Bai An.


Bai Han langsung mengangguk lalu tertidur lagi di bahu kanan ayahnya.


Beberapa saat kemudian, Bai An melirik ke arah Duan Du dan Tu Long.


Mereka berdua mengangguk paham lalu melirik ke arah Wudi.


“Dimana lagi tempat para tahanan selain di sini?” Tanya Tu Long, walau ia tahu, ia tetap bertanya kepada Wudi untuk memastikan apakah Wudi jujur.


“Ada Tuan, tapi tahanan ini sedikit berbahaya, jumlah mereka ada 3, dan di kurung di tempat yang paling gelap,” jawab Wudi sambil menunjuk ke arah lorong seperti tak berujung saking gelapnya.


“Kau tunggu di atas, jika Fu tua datang, maka suruh ia menunggu,” kata Tu Long melambaikan tangannya mengikuti cara Bai An.


Wudi membungkuk lalu pergi ke atas.


Tap tap..!!


Semakin Tu Long berjalan, semakin pula ia merasa familiar, sama halnya dengan Bai An dan Duan Du.


“Hei paman Tu, dulu saat kau di tangkap oleh paman Lang, apakah kau mempunyai saudara?” Tanya Duan Du penasaran.


Tu Long menggelengkan kepalanya. “Hanya aku satu-satunya, aku tidak mempunyai saudara, saat usiaku telah mencapai ratusan tahun, orang tuaku yang sudah tua meninggal, ia juga menceritakan aku tidak punya siapa-siapa,” jawab Tu Long.


“Eeh,, tapi kenapa aku merasakan auramu sangat mirip?” Tanya Duan Du bingung.


Sementara Bai An yang sudah jauh melangkah meninggalkan Duan Du dan Tu Long langsung berkata. “Kita akan tahu saat sudah melihatnya, jadi jangan banyak bicara, ayo jalan saja.”


Tap tap..!!


Bai An langsung melambaikan tangannya untuk menghancurkan pintu di depannya.


Bluss..!!

__ADS_1


Saat sudah di dalam, Bai An melihat 3 Monster di rantai.


1 berjenis Tu Long, setengah Naga, setengah Monster, 2 lagi berjenis Singa, setengah singa, setengah Monster. Wujud mereka telah sepenuhnya menjadi manusia, yang artinya mereka di anggap terkutuk, karena tingkat mereka masih lemah, di tingkat Kaisar Sejati ⭐ 1 Awal.


Saat pintu terbuka, ketiga monster tersebut menatap tajam ke arah Bai An yang telah lebih dulu sampai.


“Gerr..!! Apa mau mu?” Tanya Monster Singa berjenis laki-laki dengan nada dingin.


“Apa kau mau membunuh kami karena kami ini terkutuk?” Tanya Monster Singa berjenis perempuan dengan nada tak kalah dingin.


Sementara Monster Naga hanya diam saja, setelah ia melihat Bai An, walau tidak bisa melihat wajahnya ia kembali menundukkan kepalanya.


Tap tap..!!


“Hmm..!! Aku melihat 3 monster lemah di sini, terlebih kau, mengapa kau seperti seorang pengecut?” Kata Tu Long sambil menatap ke arah Monster Naga.


“Apa kau bilang, akan ku cabik-cabik tubuhmu manusia,” teriak Monster Singa menatap ganas ke arah Tu Long.


Monster Singa belum menyadari jika Tu Long sebenarnya Monster juga.


“Heng,, memalukan, ingin mencabik-cabikku, lihat kondisi kalian yang sangat lemah, bisa-bisanya tertangkap,” dengus Tu Long mengayunkan tangannya untuk menghancurkan rantai yang mengikat ketiganya.


“Jika kalian bisa melukaiku walau hanya segores, maka aku akui kalian kuat dan kalian bebas pergi dari sini, tapi jika tidak, aku akan menyiksa kalian,” kata Tu Long dengan nada dingin.


Tu Long melakukan ini karena ia ingin membangkitkan Ras seperti dirinya yang di anggap Monster Terkutuk, padahal sebenarnya Ras mereka sangat spesial, mereka di berikan kecepatan dalam berkultivasi dan di anggap sebagai penguasa Monster Kekacauan.


Gerr..!!


Dua Monster Singa langsung menerjang setelah rantai yang mengikat mereka kini terlepas.


Crash..!!


Crash..!!


Kedua tangan Monster Singa langsung mengayunkan tangan kanan mereka yang telah di rubah menjadi cakar lalu mecakar tubuh Tu Long.


Bam bam..!!


Bukannya terluka, tubuh Tu Long baik-baik saja, malah kedua Monster Singa terpental mundur hingga menghancurkan tembok di belakang mereka.


Tu Long hanya acuh, ia melirik ke arah Monster Naga yang hanya diam dan tetap menungguk.


“Hei,, kenapa kau diam, apa kau tak ingin bebas?” Tanya Tu Long.

__ADS_1


Monster Naga mengangkat kepalanya. “Percuma saja, walau kau membebaskanku secara gratispun, saat keluar aku pasti akan di incar banyak orang, mau manusia, Monster Kekacauan, mereka sama saja,” jawab Monster Naga.


“Heng,, inilah yang paling aku benci, seorang pengecut,” dengus Tu Long dengan nada dingin.


__ADS_2