Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Pertarungan Uji Coba


__ADS_3

Melihat kakak dan pamannya mengangguk. Duan Du pun memerintahkan 10 anggota keluarganya yang tanpa paksaan untuk maju.


***


“Apakah sudah selesai?” Tanya Mu Xia'er terdengar tidak sabar ingin melihat pertarungan anggota keluarganya.


Bai An yang baru saja kembali memasang formasi pelindung di setiap sisi ujung sebuah Arena yang di buat oleh Gu Sheng, Duan Du dan Bai Chu langsung mengangguk.


“Sudah, kini tinggal menyuruh mereka ke kedua arena saja. Tapi sebelum itu, Du'er akan memberikan beberapa kata-kata penyemangat lebih dulu.” Jawab Bai An melangkah ke arah kursi penonton.


Mu Xia'er mengangguk sambil mengikuti.


Tap tap..!!


***


Di langit, kini Duan Du dan Gu Sheng telah melayang di atas langit. Pandangan keduanya mengarah ke ribuan anggota keluarga. Mereka yang berkumpul di sini hanya yang memiliki tingkat kekuatan rata-rata Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 Puncak.


Untuk anggota keluarga yang lain atau di bawah Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 sedang berlatih, ada juga yang berusaha untuk meningkatkan kekuatannya.


“Hemm..!! Baiklah tanpa basa basi lagi, biar tidak ada kesengajaan atau berpura-pura dalam pertarungan nanti karena merasa tidak enak atau apalah itu.”


“Bagi siapa yang benar-benar bertarung serius dan benar-benar bisa bekerjasama. Maka akan langsung mendapatkan Pedang Kayu Hitam ini,” ucap Bai An tersenyum tipis.


“Kalian pasti tahu Kayu hitam ini bukan, termasuk kegunaannya. Siapapun yang menang nanti akan mendapatkan ini dan yang kalah pun bisa mendapatkannya, jika mereka benar serius dalam bertarung.”


Woah..!!


Seketika semua anggota keluarga Bai An langsung berteriak keras.


Tentu saja semuanya tahu Kayu Hitam tersebut, kayu hitam ini bernama Kayu Mahoni, keunikan Kayu Mahoni adalah bisa di satukan dengan bahan apa saja untuk membuat seperti pedang, jubah dan lainnya.


Bahkan Jubah hitam yang mereka kenakan salah satu bahan campurannya adalah Kayu Mahoni dan yang lebih pentingnya adalah Kayu ini selalu beradaptasi dengan pemiliknya. Misal jubah yang di kenakan, semakin kuat seseorang maka jubah tersebut ikut menjadi semakin tumbuh kuat dalam menyembunyikan tingkat kekuatan dan menyamarkan wajah maupun aura.


Dan jika itu senjata, maka senjata tersebut akan ikut tumbul sampai tingkat tertentu. Tapi jika itu langsung Kayu Mahoni asli di buat pedang kayu, maka pertumbuhannya belum di ketahui sampai ke tingkat batas mana, walau begitu, semua anggota keluarga Bai An yakin Kayu Mahoni ini adalah salah satu sumberdaya berharga setingkat Senjata Surgawi jika di jadikan pedang.


...


Duan Du yang melihat senyum semua orang kini tersenyum tipis. “Kalian semua boleh ikut juga, tapi yang pertama bertarung tentu Mo Denshan, Lo Ei dan 10 anggota keluarga kita yang aku tunjuk tadi.” Ucap Duan Du.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tanpa mengatakan apapun lagi, seketika Lo Ei dan Mo Denshan muncul dengan cepat di Arena. Wajah mereka terlihat bersemangat.


Tidak mau kalah, ke 10 anggota keluarga mereka langsung melesat.

__ADS_1


Wuss wuss..!!


“Hehe,, kali ini jangan salahkan kami jika mengalahkanmu komandan Lo,” ucap salah satu pemuda dari Ras Ancient.


Lo Ei langsung menyeringai, pandangannya mengarah ke sosok pemuda yang tak lain adalah bawahannya sendiri saat ia menjadi Komandan memimpin perang melawan para Vampire.


“Tuan muda Du, apakah masih lama? Ayo langsung di mulai saja, aku sudah tidak sabar untuk mengajari mereka semua kedisiplinan,” ucap Lo Ei terdengar tidak sabar.


“Hoo..!! Menarik, yang satu lidahnya cukup licin, yang satu lidahnya cukup pedas.” Gumam Duan Du.


“Hemm..!! Saat kalian masuk ke arena, maka pertarungan sudah di mulai, jadi aku heran mengapa-”


Duar..!!


Belum selesai Duan Du melanjutkan ucapannya, ledakan keras terdengar dari kedua Arena.


...


Lo Ei kini mengeluarkan sebuah tombak yang pernah di gunakan oleh Penguasanya yang sampai saat ini hilang kemana.


“Ini tombak yang pernah di gunakan Penguasa kita Tuan Lo Kai, dengan ini aku akan mengajari kalian kedisiplinan,” ucap Lo Ei langsung maju tanpa menahan diri.


Dret..!!


Percikan petir muncul saat Lo Ei menghunuskan tombaknya.


Sementara kelima dari berbagai Ras langsung membentuk formasi pertahanan dan menyerang.


“Siap, Komandan Lo datang,” teriak pemuda Ras Ancient.


Dret..!!


“Pukulan pertama.” Ucap Lo Ei langsung mengayunkan tombaknya.


Wuss..!!


Bom..!!


Lo Ei langsung mengerutkan keningnya saat merasa telah menyerang sebuah tembok yang sangat tebal.


“Serang.” Teriak pemuda Ras Ancient.


Mendengar itu, buru-buru Lo Ei menarik tombaknya. Namun sebelum itu terjadi, sebuah bilah belati energi muncul di tangan kanan Lo Ei.


Jlep..!!


Brak..!!

__ADS_1


Lo Ei langsung mencengkram erat bilah tersebut menggunakan tangan kiri lalu menghancurkannya.


“Kena kau komandan,” ucap pemuda Ras Ancient muncul dari debu yang kini mulai menghilang.


Pemuda tersebut langsung mengayunkan tombaknya.


“Ayunan kedua.”


“Tombak darah.” Teriak pemuda Ras Ancient Blood Demon.


Dret..!!


Percikan darah langsung muncul dan mengarah ke Lo Ei.


Lo Ei tersenyum tipis. “Seranganmu masih terlalu lemah.” Ejek Lo Ei langsung mengalirkan sedikit lebih banyak energinya.


Dengan santai Lo Ei mengayunkan lengan kirinya.


Duar..!!


Sebuah energi tak kasat mata bagi para kultivator tingkat Dewa Penguasa Immortal Suci menghancurkan serangan pemuda Ras Ancient.


Tapi bagi Bai An maupun keluarganya yang telah mencapai Dewa Surgawi, mereka dapat melihat jelas bilah serangan Lo Ei bergerak tidak terlalu cepat atau lambat.


...


Sebelum Lo Ei menurunkan tangan kirinya, sebuah serangan muncul dari atasnya.


Mata Lo Ei sedikit menyipit saat melihat jika pemuda yang menyerangnya kini ada di atasnya.


Saat pandangan Lo Ei mengarah ke samping, ia masih melihat pemuda tersebut, ia kembali melihat sekelilingnya.


“Sial, ilusi serangan,” gumam Lo Ei langsung mengeluarkan energinya dalam jumlah besar.


Duar..!!


Arena seketika berguncang hebat, namun itu tidak dapat merusak lantai maupun dinding formasi.


Kelima musuh Lo Ei mundur dua langkah. “Cepat sekali ia sadar saudara Ju, apa kita gunakan formasi gabungan serangan tiga sisi saja.” Ucap salah satu dari kelimanya dengan nada santai.


“Itu tidak akan mempan, aku cukup mengenal Komandan Lo, ia sebenarnya orang yang bar-bar, namun saat ini ia masih terlihat santai, jadi ia belum serius dan sebelum ia serius, kita harus menyerangnya dalam satu gerakan atau kita akan bertaruh saat ini, jika serangan kita gagal, mungkin kita akan kalah namun sebaliknya. Jika berhasil, maka kita menang.” Ucap pemuda Ras Ancient atau di panggil saudara Ju.


“Hemm..!! Jadi begitu, apa kita akan menggunakan serangan yang telah di ajarkan oleh Yang Mulia Tu Long.” Bisik salah satu dari mereka berpikir.


“Benar, mungkin energi kita langsung habis. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, toh ini juga latihan. Aku yakin nanti Tuan muda Bai dan yang lainnya akan memberikan kita masukan jika ada yang salah.” Ucap Ju dengan nada tenang.


Mereka berlima pun langsung berdiri sejajar menatap Lo Ei yang terlihat bosan menunggu.

__ADS_1


“Apakah kalian sudah selesai berdiskusi. Jika sudah maka aku ahiri saja.” Ucap Lo Ei langsung berubah ke wujud aslinya.


Dret dret..!!


__ADS_2