
Ucapan Duan Du sangatlah dingin, di sertai dendam.
Master Sekte Es Abadi mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Duan Du, ia bingung dari mana pemuda tersebut mengenal dirinya.
Terlebih ia merasakan adanya emosi dan dendam dari pertanyaan Duan Du.
Tak lama Wang Fu menyunggingkan senyum sinis.
“Oh,, ada apa kau mencariku?” Tanya Fang Mu dengan senyum lebar.
“Hehe,, Tentu saja memakanmu hidup-hidup,” kekeh Tu Long kini tak henti-hentinya meneteskan air liurnya.
Wajah liarnya kini terlihat jelas, dan menampakkan sisi buasnya.
“Ohh,, hewan liar dari mana ini, aku baru menyadarinya?” Tanya Fang Mu menaikkan alisnya mencoba memprovokasi Tu Long dan Duan Du.
Duan Du dan Tu Long menaruh dendam karena saudara mereka Bing Lou telah di siksa, terlebih anak dan istrinya di bunuh dan di perkosa di depan mata Bing Lou tanpa bisa berbuat apa-apa.
Saat mengingat itu, amarah mereka semakin melunjak.
Sementara Bai Han hanya diam saja, ia tentu tidak tahu karena tidak di izinkan melihat hal seperti itu oleh ayahnya.
Tapi Bai Han mengerti garis besarnya.
“Paman,, apakah dia yang sudah menyiksa paman Bing Lou?” Tanya Bai Han menunjuk ke arah Wang Fu secara terang-terangan.
Duan Du dan Tu Long mengangguk secara bersamaan.
Dahi Wang Fu berkerut hingga ke alisnya, kini ia menyeringai saat sadar mengapa orang-orang di depannya ini menaruh dendam kepadanya.
“Hahahaha,, karena kalian sudah tahu asal usulku, maka aku tak perlu lagi menangkap kalian hidup-hidup, kini aku punya alasan untuk membunuh kalian,” tawa di sertai aura Wang Fu seketika keluar.
Blush..!!
Dunia Awan seketika berguncang hebat.
Duan Du, Tu Long dan Bai Han mundur beberapa langkah.
Sementara Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 kini menghela nafas berat, karena ia yakin Dunia Awan akan hancur akibat pertarungan ini.
Terlebih ia tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh keempat orang ini, walau begitu, ia tetap akan berada di sisi Wang Fu karena ia sudah di bayar oleh Hukum Air Tingkat Dewa.
Tak lama setelah itu, jutaan kultivator datang berkelompok dengan pakaian yang berbeda-beda.
Saat Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 ingin bertanya, sebuah suara terdengar lebih dulu.
“Urungkan dulu pertanyaanmu ini, lebih baik kau fokus membantu ku, dan ingatlah perjanjian kita,” ucap Fang Mu dengan dingin.
Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 hanya bisa mengkerutkan keningnya, tapi ia tidak menjawab.
__ADS_1
“Heng,, kau berhutang penjelasan kepadaku,” dengus Penguasa Alam Semesta Inti ke 6.
Ia hanya bingung, dari mana datangnya jutaan kultivator ini dan bagaimana bisa jutaan kultivator yang memiliki kekuatan bervariasi ini mau tunduk di bawah kaki Fang Mu.
***
Duan Du, Tu Long dan Bai Han hanya diam saja.
Kini mereka telah melayang sekitar 1000 kaki dari daratan utama Dunia Awan.
“Hmm,, akhirnya mereka keluar juga, jika begitu, kalian kemari,” ucap Duan Du.
Sreekk..!!
Wuss..!!
Sebuah sobekan seketika muncul di samping Duan Du, tak lama muncul ratusan ribu prajurit berseragam hitam lengkap dengan senjata masing-masing.
Mereka tak lain para prajurit pembantai yang sebagian ada dunia jiwa dan sebagian telah di kumpulkan oleh Pin Cang dan Pin Sang di Dunia Inti ke 6.
Flash Back.
Saat Duan Du datang ke Dunia Awan, ia merasakan ada banyak sekali hal yang tidak beres, tapi ia tidak memberitahu Tu Long dan Bai Han.
Jadi ia mengabari Bai An.
Bai An membenarkan dan memberitahu jika pergerakan terang-terangan ini dari bawahan Klan Ho.
Bahkan Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 tidak menyadari jika ia memiliki sumberdaya yang melimpah.
Tentunya ini adalah campur tangan Para Pendiri Dimensi ini yaitu Klan Bai untuk melihat potensi Bai An yang di gadang-gadang menjadi Penguasa Alam Semesta penerus Alam Semesta Inti Ke 9.
Tapi itu hanyalah luarnya saja yang mengatakan ingin melihat, karena kejadian ini pernah terjadi di waktu lampau, itu terjadi pada masa Bai Chen ayah Bai An.
Setelah ia memenangi banyak pertempuran, kini ia hanyalah sebuah Pion bagi para Pendiri Dimensi.
Jadi Bai An yang sudah menebak sedikit tujuan dari mereka langsung menyuruh Duan Du menyimpan para prajurit pembantai di Dunia Jiwanya yang masih sebesar pulau kecil.
Dan kini Duan Du langsung mengeluarkannya.
Flash Back End.
“Ohh,, ternyata kau juga sudah menyiapkan pasukan rupanya, jika begitu mari kita bermain-main lebih dulu,” ucap Fang Mu menyeringai lebar.
Saat ia ingin menggerakkan tangannya.
Sebuah robekan lain muncul.
Crash..!!
__ADS_1
Muncul Bing Lou, Hu Hong Meng, Lang Zai, Ling Wenli secara perlahan semakin banyak yang keluar hingga terahir Ling Yenrou.
Ling Yenrou kini memegang kepala Ho Zhen, yaitu Penetua Sekte Es Abadi sekaligus prajurit elit klan Ho Era Kuno.
Hal tersebut membuat Fang Mu membelalakkan matanya, ia kini mundur sejauh mungkin.
Bukan karena kematian Ho Zhen, melainkan saat melihat wajah Ling Yenrou.
“Ka..Ka..Kau Jendral Klan Ling,” ucap Fang Mu sedikit tergagap.
“Ooh,, aku tak mengira bocah kecil sepertimu mengenalku juga,” ucap Ling Yenrou berjalan ke arah Duan Du, Tu Long dan yang lainnya kini telah berjejer.
Setelah itu Ling Yenrou menatap ke arah atas.
“Apakah kau akan terus menerus diam saja Ho Ming Chun, atau perlu aku keluarkan secara paksa,” ucap Ling Yenrou dengan dingin di sertai auranya lamgsung tertuju ke arah tertentu.
Blush..!!
Komandan Ho Ming Chun langsung keluar di sertai senyum tipis.
“Aku tak menduga ternyata anda masih hidup Jendral Ling, atau aku Panggil Jendral Kematian, karena dulu setiap musuh bertemu dengan anda, musuh anda semuanya mati tanpa bisa kembali atau melarikan diri,” ucap Ho Ming Chun.
“Tapi aku merasakan kekuatan anda kini semakin melemah, tidak seperti dulu lagi, jadi aku tak perlu takut lagi,” sambung Ho Ming Chun di sertai senyum tipis.
Saat Ling Yenrou ingin membalas ucapan Ho Ming Chun.
Duan Du, dan Bai Han langsung berkata serempak.
“Kita di sini untuk bertarung atau hanya reuni dan bicara saja.”
“Dari pada banyak omong, lebih baik seperti ini,” ucap Tu Long menghilang.
Wuss..!!
Tu Long langsung muncul di depan ke empat Penguasa Dunia yang terlihat masih lemah, karena energi mereka di serap oleh Duan Du saat Bai Han mengikat mereka.
Crash..!!
Kepala keempat Penguasa Dunia langsung terbang tepat menuju Fang Mu dan Penguasa Alam Semesta Inti.
“Ahh..!! Kurang ajar, akan aku cincang tubuhmu dasar hewan liar,” teriak Penguasa Alam Semesta Inti kini di penuhi amarah saat ia tidak bisa membantu bawahannya.
Ini seolah ia di rendahkan oleh Tu Long.
Saat Penguasa Alam Semesta Inti ingin bergerak ke arah Tu Long.
Duan Du muncul dari balik bayangan Penguasa Alam Semesta Inti ke 6.
“Matilah dengan tenang,” ejek Duan Du.
__ADS_1
Saat Duan Du ingin menusuk dantian Penguasa Alam Semesta, sebuah bayangan muncul di sampingnya.
“Tidak semudah itu kau membunuhnya di depanku.”