Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Sebuah Informasi Dari Mata-Mata Bai An


__ADS_3

Lang Zai saat ini mendengus kecil. “Jangan suka memotong pembicaraan orang, jika sudah waktunya maka kau bisa bicara.”


“Iya ya, dasar orang tua,” gumam Tu Long dengan wajah cemberut.


“Apa kau bilang?” Lang Zai mendekatkan telinganya ke kepala Tu Long.


“Aku bilang kau adalah laki-laki tampan,” kata Tu Long dengan sedikit gugup.


Mendengar itu, Lang Zai langsung membusungkan dadanya.


“Tentu saja aku tampan, siapa dulu-”


“Serigala bodoh,” ucap Tu Long dalam hatinya, kini ia sedikit berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu, jika tidak. Lang Zai pasti akan menghajarnya.


Karena bagaimanapun dan sekuat apapun dirinya, ia akan kalah melawan Lang Zai, hanya Lang Zai yang tahu kelemahannya hingga saat ini.


Itu jugalah yang membuat ia gampang di tangkap dulu saat ia berburu bersama kelompoknya.


Lang Zai kini terlihat tersenyum penuh kebanggaan, sedangkan Tu Long memasang wajah jelek setiap saat, sementara Duan Du memasang wajah mengejek.


Bai An, Ling Yenrou dan Fu Jian yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Aku mengira akan memperbaiki keadaan dengan adanya Saudara Lang Zai, tapi aku tak menduga jika sedikit memperparah keadaan,” gumam Bai An tersenyum kecut.


Setelah itu Bai An melirik ke arah Ling Yenrou.


“Kita sampai dimana tadi? Aku lupa karena melihat kelakuan mereka yang kini memperparah keadaan,” tanya Bai An.


“Hmm..!! Sampai mereka berkumpul di kota yang ada di sana,” tunjuk Ling Yenrou menunjuk ke arah timur.


Bai An langsung teringat apa yang akan ia katakan yang sempat ia lupa tadi.


“Aku yakin jika ini adalah rencana dari Hu Yan Di untuk mengumpulkan para bawahannya, mereka pasti akan merencanakan untuk menyergap kita dengan kekuatan penuh karena mereka tahu jika kita kuat dan pintar dalam mengambil langkah.” Kata Bai An dengan nada serius di sertai agak lantang agar yang lain berhenti bermain-main.

__ADS_1


Benar saja, semua orang langsung melirik ke arah Bai An dan kini mendengar dengan wajah serius.


“Aku tak ingin kalian semua gegabah melawan musuh kali ini, karena rata-rata kekuatan terlemah mereka berada di Dewa Immortal ⭐ 5 Puncak dan kekuatan tertinggi aku masih belum tahu, tapi yang ku yakini jika Jendral Hu Yan Di adalah yang terkuat.”


“Apakah kalian ada pertanyaan atau usulan?” Tanya Bai An melirik ke arah semua orang.


“Aku kak, aku ingin meluangkan pikiranku,” ucap Duan Du mengangkat tangannya.


Melihat Bai An dan semua orang mengangguk, Duan Du langsung berkata.


“Saat ini aku memiliki firasat jika Jendral Hu Yan Di memiliki bantuan yang cukup kuat, aku juga merasa jika tidak mungkin Jendral Hu Yan Di memiliki pemikiran tenang jika berhadapan dengan kita.” Duan Du berhenti sesaat sambil mengambil nafas.


“Seperti yang kita tahu dan kakak bilang, jika Hu Yan Di mempunyai emosi meledak-ledak maka, mungkin saat ini jika mereka berkumpul disana karena ada orang yang memiliki ahli strategi dan orang inilah yang menjadi bala bantuan Hu Yan Di.”


Mendengar itu, Bai An tersenyum sambil mengangguk membenarkan.


“Kau benar Du'er maka itulah yang membuatku berpikir jauh-jauh hari dan menyuruh kalian menetap di dunia jiwa agar aku tahu apakah ia mempunyai bantuan atau tidak.”


“Apakah ada lagi yang meluangkan pendapatnya?” Tanya Bai An kembali.


“Aku.” Ling Yenrou mengangkat tangannya.


“Jika Penguasa Ke 4 sudah tahu, maka penguasa ke 4 juga sudah pasti memikirkan apakah kita menang atau kalah dalam menghadapi mereka bukan?” Tanya Ling Yenrou.


Bai An mengangguk. “Menurut tebakan ku, Hu Yan Di meminta bantuan dari Jendral, penetua sekte besar atau klan besar, jika itu benar maka kekuatan bantuannya berada satu atau tingkat di bawah Hu Yan Di.”


“Tentu saja kita akan kalah, terlebih mereka mempunyai pasukan elit yang berpengalaman dan kekuatan mereka tidaklah rendah.”


“Tapi kalian mungkin lupa jika aku mempunyai mata yang berada di kelompok mereka, dan informasi tentang kekuatan mereka akan kita ketahui secara nyata dan tahu apa saja langkah yang mereka ambil dalam menjebak kita. Kita pun juga akan mengambil langkah saat tertentu saat sudah mendapat informasi.”


Bai An tersenyum tipis sambil melirik ke arah Duan Du dan Tu Long.


Duan Du dan Tu Long langsung membelalakkan mata mereka, mereka kini langsung sadar jika ada Hu Hong Meng disana.

__ADS_1


“Hehe,, kak kau sangat mengerikan,” kekeh Duan Du dengan tubuh sedikit bergidik, jujur saja, selama ini Bai An jarang dalam mengambil rencana dan langkah dalam bertarung, yang biasa dalam mengambil langkah adalah Duan Du.


Duan Du tahu jika kakaknya melakukan strategi, maka hal itu akan menjadi nasib mengerikan bagi musuh, karena setiap langkah yang kakaknya ambil sangatlah mendekati sempurna dan selalu berhasil.


Tak menunggu lama, Bai An tiba-tiba mendapat pesan.


Bai An langsung mengeluarkan batu komunikasi.


Crash..!!


Bai An langsung menghancurkan batu tersebut, dan tak lama sebuah suara terdengar.


“Tuan muda Bai, lebih baik kau urungkan saja rencanamu untuk memancing Jendral Hu Yan Di.”


“Saat ini Jendral Hu Yan Di memiliki pasukan elit tersembunyi, bahkan para petinggi klan Hu tidak ada yang mengetahuinya, aku menduga jika Jendral Hu Yan Di mengumpulkan banyak pasukan untuk mengkudeta Penguasa Hu Xiao.”


“Saat ini juga Jendral Hu Yan Di memiliki bantuan 5 Penetua yang di juluki 5 Penetua Kematian, kekuatan salah satu dari Penetua ini setidak berada di Dewa Grand Master Semesta ⭐ 1 Menengah.”


“Untuk kekuatan pasukan elit mereka berada di Dewa Immortal ⭐ 5 Puncak, dan di pimpin oleh 3 prajurit elit Dewa Raja ⭐ 4 Awal. Untuk kekuatan Komandan yaitu Dewa Master Semesta ⭐ 3 Ahir dan yang terkuat Dewa Master Semesta ⭐ 5 Awal.”


“Untuk jumlah Prajurit elit ada 500 dan jumlah Komandan ada 90, dan juga kekuatan Jendral Hu Yan Di yang sebenarnya bukan Dewa Grand Master ⭐ 2 Awal, melainkan Dewa Grand Master ⭐ 2 Puncak.”


“Ingat, jangan bertindak gegabah aku juga mendengar jika salah satu penetua strategi membawa 3 orang yang mungkin kau kenal dan jika nanti aku tidak ada saat penyergapan, maka aku mungkin sudah mati. Mungkin juga setelah bicara ini aku akan mati.”


Suara Hu Hong Meng langsung lenyap.


Bai An yang mendengar itu sama sekali tidak takut, tapi ia mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan terahir Hu Hong Meng, yaitu 3 orang yang ia kenal.


“Hmm..!! Jika benar mereka menawan 3 orang yang kita kenal agar kita menyerah, maka mereka salah besar,” dengus Bai An dengan nada dingin.


“Hehe,, mereka tak tahu jika mereka mencoba menyakiti keluarga kita maka kematian adalah hukuman paling ringan,” kekeh Duan Du, tapi matanya sedikit memerah saat ikut mendengar kata 3 orang yang mereka kenal.


“Benar-benar, tapi siapakah 3 orang itu?” Tanya Tu Long dengan wajah bodohnya.

__ADS_1


__ADS_2