
Setelah itu tangan kanannya terayun dari bawah, dan akan menuju dagu musuhnya.
Wung..!!
Trank..!!
Bom..!!
Suara nyaring seketika terdengar setelah tinju Bai Hu bertemu pedang musuhnya yang mencoba menahan tinju tersebut.
Walau begitu, tubuh musuhnya langsung terlempar hingga membuat sebagian badannya hancur.
“I..Itu, dia kuat,” ucap beberapa penghuni lantai 5 saat melihat rekan mereka mati dalam sekali serang.
“Walau kuat lalu apa. Mereka hanya berdua saja,” dengus salah satu pria tua yang terlihat sangat arogan.
Tap tap..!!
“Apa kalian hanya akan menonton saja melihat salah satu dari teman kita di bunuh.” Dengus pria tua tersebut.
“Ketahuilah, jika kalian hanya diam saja, lambat laun kalian pasti akan mati oleh mereka jika kita menyerangnya satu persatu,” sambung pria tua tersebut langsung memprovokasi penghuni lantai ke 5.
Tap tap..!!
Beberapa dari mereka yang mengenal orang yang di bunuh Bai Hu langsung mendekat. Sementara yang lain masih tidak bergeming.
Karena beberapa dari mereka ada yang sadar jika pria tua tersebut hanya memancing, ada yang bermusuhan dengan pria tua tersebut dan terahir ada dua orang yang sadar akan mati jika ikut bertarung.
Kedua orang tersebut menyadari hanya dengan kekuatan fisik saja mampu membunuh pria botak itu, sementara mereka berdua jika ingin membunuhnya dalam sekejap harus mengerahkan 30% kekuatan mereka.
Jadi jarak mereka dengan Bai Hu sangatlah jauh menurut mereka berdua.
“Hoho,, rupanya ada dua orang yang bisa sisakan dari mereka semua,” kekeh Chen Long yang melihat area sekitar untuk mengamati sesuatu.
“Jika begitu, apakah akan langsung kita mulai?” Tanya Bai Hu kini melirik Chen Long.
“Tentu saja, lebih cepat akan jauh lebih baik,” ucap Chen Long mengangguk sambil melesat ke arah kanan, tempat penghuni lantai 5 berkumpul.
Dret..!!
“Sialan dia meremehkan kita,” teriak pria tua tersebut berteriak, posisi pria tua tersebut ada di sebelah kiri dan kini Bai Hu melesat ke arah sana.
“Siapa yang meremehkan mu bajingan tua, akan ku buat kau sadar jika kami saat itu sangat serius,” dengus Bai Hu muncul tepat di atas kepala pria tua tersebut.
Wung..!!
Suara dengungan keras terdengar saat kaki Bai Hu melesat ke arah kepala pria tua tersebut.
Merasakan nyawanya akan terancam, dan sadar tidak mampu menahan serangan Bai Hu, dengan cepat pria tua tersebut menarik salah satu orang yang ada di sebelahnya.
Bom..!!
Argh..!!
Suara erangam kesakitan seketika terdengar dari orang yang menjadi prisai untuk pria tua tersebut.
__ADS_1
“Ho,, kau cukup licik juga pak tua,” ucap Bai Hu, entah sejak kapan ia saat ini sudah muncul di samping kiri pria tua tersebut.
“I..Ini,” sontak pria tua tersebut terkejut.
Instingnya dengan cepat bereaksi, saat melihat tinju Bai Hu melesat ke arah wajahnya.
Wung..!!
Melihat kecepatan pria tua tersebut menghindari kepalan tinjunya, Bai Hu seketika menjadi semakin bersemangat, karena mengira jika pria tua tersebut boleh juga.
Dret..!!
Bom..!!
Duar..!!
Memanfaatkan kesempatan saat kepalan tinju Bai Hu tidak mengenai target. Bai Hu mendorong tinjunya untuk mengenai target yang ada di belakang pria tua tersebut.
Hasilnya 6 dari penghuni lantai 5 yang tidak siap langsung mati dalam sekejap.
Sementara pria tua yang melihat celah tepat di depan matanya, ia pun dengan segera mengayunkan kedua Daggernya ke arah pinggang Bai Hu dengan cara menusuk.
“Haha mati kau,” teriak pria tua tersebut.
Wung..!!
Bom..!!
Ledakan besar pun tercipta saat pria tua tersebut mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menyerang Bai Hu.
“Hemm..!! Kau membuatku marah pak tua, jadi mati saja,” dengus Bai Hu yang terlihat jengkel karena terpaksa menggunakan sedikit energinya untuk menahan serangan pria tua tersebut.
Krak krak..!!
Bom..!!
Kepala pria tua tersebut langsung meledak tanpa memberikannya kesempatan untuk bicara.
Setelah membunuh pria tua tersebut, pandangan Bai Hu mengarah ke orang-orang yang ada di belakang pria tua tersebut.
“Selanjutnya kalian,” ucap Bai Hu bergerak cepat.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Sementara para penghuni lantai 5 yang cukup kuat atau lebih kuat dari pria tua yang Bai Hu bunuh seketika bereaksi.
“Di..Dia monster,” ucap salah satu pemuda langsung bangkit.
“Bukan monster, melainkan iblis kematian,” balas pria tua ikut bangkit.
“Jadi bagaimana? Apakah kita menunggu dia kehabisan energi lalu menyerangnya atau menyerang sekarang?” Tanya seorang pria terlihat berusia 40 tahun.
__ADS_1
“Aku mungkin akan pilih jalur ketiga, yaitu membiarkannya lewat, sama seperti mereka berdua, dari awal kemunculan kedua orang asing ini, mereka berdua sama sekali tidak bereaksi. Artinya mereka sadar jika kedua orang asing ini cukup kuat.” Ucap pria tua berambut putih.
“Hooh,, aku tak menduga orang ketiga terkuat di lantai 5 langsung menyerah begitu saja,” ejek pemuda berjubah ungu orang bicara pertama kali.
Pemuda berjubah ungu ini adalah orang ke 6 terkuat. Sementara untuk orang ke 4 dan ke 5 terkuat adalah dua orang yang pria tua berambut putih bicarakan tadi.
“Bukannya aku menyerah atau menjadi seorang pengecut, tapi aku masih sayang nyawaku,” ucap pria tua berambut putih langsung pergi begitu saja, arah yang ia tuju adalah tempat kedua pemuda terkuat ke 4 dan ke 5.
Kedua pemuda tersebut yang sedang asik menonton pertarungan di depan mereka, kini langsung melirik ke arah kanan.
“Apa dia juga sadar jika kedua orang asing ini sangatlah kuat?” Tanya salah satu pemuda yang mengenakan penutup mulut.
“Aku rasa iya,” jawab seorang pemuda yang mengenakan topeng.
Tap tap..!!
“Apakah aku boleh bergabung?” Tanya pria tua berambut putih.
“Tentu, tempat ini bukan punya kami, jadi kau bebas memilih tempat kosong,” jawab pemuda yang mengenakan penutup mulut.
Pria tua berambut putih pun langsung duduk sambil melirik ke arah sosok pemuda yang bertarung mengenakan pedang.
...
Chen Long yang kini membunuh musuhnya dalam sekali ayunan langsung terhenti.
“Hemm..!! Peningkatan kekuatan bertarung ku lumayan juga, hanya yang kurang adalah tingkat kultivasiku dan jumlah energi yang tersimpan di dalam dantianku,” gumam Chen Long.
Saat bergumam, dengan segera Chen Long memiringkan kepalanya sambil membungkukkan sedikit badannya untuk menghindari sebuah pedang, tombak dan anak panah sekaligus.
Bom bom bom..!!
Setelah menghindari ketiga serangan, Chen Long pun langsung mengayunkan pedangnya.
Slash..!!
Crash crash crash..!!
Hanya dalam sekali ayunan, ketiga orang yang menyerangnya langsung mati di tempat, walau lokasi mereka berdiri berbeda tempat. Itu karena Chen Long menggunakan Hukum Ruang dan waktu di setiap ayunan pedangnya.
Jika orang salah melihat dengan teliti, mereka pasti mengira Pedang Chen Long adalah Pedang tingkat tertinggi yang mempunyai Hukum Ruang dan Waktu.
***
Penginapan Langit.
Bai Han yang kini kembali seorang diri setelah pergi tadi bersama Bai Da Xing, Lan Yuheng, Sha Sin'er dan kakek neneknya pun langsung melirik Mu Go.
“Jadi kapan kita akan melihat lahan yang kau katakan kemarin Tuan Mu Go?” Tanya Bai Han.
“Sekarang, karena kebetulan pemiliknya menunggu kita di sana,” jawab Mu Go langsung bangkit.
Bai Han pun mengangguk setuju, dan tak lama Bai Han, Mu Go dan Bo Wuhan pun langsung melangkah pergi dari Penginapan Langit.
Tap tap..!!
__ADS_1