Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Pasar Gelap dan Penginapan Darah


__ADS_3

Tap tap..!!


Mereka berdua pun dengan cepat masuk ke dalam kursi penonton.


***


Pusat Kota Siren wilayah utara.


“Hem..!! Apakah di sini tempatnya saudara Chen?” Tanya Bai Hu kini melirik Chen Long.


“Benar, lokasinya ada di sini, tapi kita harus menunggu malam tiba agar kita bisa bergerak lebih leluasa,” ucap Chen Long mengangguk santai.


Tap tap..!!


Chen Long dan Bai Hu yang melangkah di jalan kumuh kini terlihat di tatap oleh semua orang yang ada di tempat tersebut.


“Hoho,, mereka menatap kita layaknya sebuah mangsa empuk,” kekeh Bai Hu tersenyum lebar.


“Abaikan saja, mereka hanyalah umpan, yang terkuat masih bersembunyi dan akan keluar nanti malam, jadi tahan dirimu,” ucap Chen Long kini menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah gubuk yang cukup besar.


Tepat di atasnya ada plang bertulis penginapan darah.


“Hoho nama yang cukup membuat orang yang membacanya langsung merinding,” ucap Bai Hu yang kini mendongakkan kepalanya.


Tap tap..!!


Saat Chen Long dan Bai Hu melangkah masuk, aroma darah kental seketika tercium oleh mereka. Tapi anehnya saat mereka berada di depan pengianapan, aroma darah tersebut sama sekali tidak tercium oleh mereka.


“Hoho,, ada mangsa baru kali ini,” kekeh seorang Iblis bertubuh gelap, ia kini menjilat lidahnya saat melihat ke arah Chen Long dan Bai Hu.


“Hem..!! Tempat ini di perkuat oleh sebuah dinding formasi, pantas saja semua keributan dan aroma darah tidak terdengar atau tercium keluar,” gumam Chen Long kini memiringkan sedikit badannya saat melihat sebuah benang energi bewarna merah ingin memotong anggota tubuhnya.


Melihat itu, wajah Bai Hu seketika menyeringai lebar. “Apa kita akan menunggu sampai malam tiba saudara Chen?” Tanya Bai Hu kini melirik Chen Long.


“Aku rasa itu tidak perlu,” jawab Chen Long kini menundukkan badannya saat sebuah anak panah melesat ke arahnya.


Wuss..!!


Bom..!!


Argh..!!


Ledakan keras seketika terdengar tepat di belakang Chen Long setelah ia menghindari anak panah tersebut, bersamaan dengan itu, suara teriakan juga terdengar.


Orang yang akan menyerang Chen Long diam-diam dari belakang kini mati dengan menyisakan setengah anggota tubuh bagian bawahnya saja.


“Hoho,, ternyata pendatang baru kita cukup kuat,” kekeh seorang pria berperawakan kekar dengan pedang besar dan busur di punggungnya.


Wung..!!


“Tentu saja, karena kau lumayan kuat, maka kau yang pertama merasakan tinjuku di kota ini,” ucap Bai Hu dalam sekejap muncul di depan pria yang menyerang Chen Long menggunakan busur panahnya.


Lokasi pria bertubuh kekar tersebut ada di lantai dua, dan sedang berdiri di atas pagar pembatas.


Melihat Bai Hu muncul di depannya dan langsung menyerangnya, pria bertubuh kekar tersebut dengan cepat menyilang pedang besarnya.


Bom..!!


Mata pria bertubuh kekar tersebut seketika melebar saat merasakan kedua tangannya bergetar dan keram.

__ADS_1


“Hoho,, kau lumayan juga,” kekeh Bai Hu kini bergerak cepat ke arah samping pria tersebut.


Bai Hu yang muncul kini membungkukkan sedikit badannya ke arah samping, tak lama ia pun memutar tubuhnya dengan kaki kanan terayun mengarah ke kepala pria bertubuh kekar tersebut.


Bom..!!


Tapi sebelum Bai Hu mengenai terget, muncul 3 pria menyerang Bai Hu dari berbagai arah.


Buk buk..!!


Bai Hu yang hanya berdiri di tempatnya kini membersihkan jubahnya setelah mendapat serangan dari 3 orang yang kini berdiri di sekelilingnya dengan wajah melotot.


“Ba..Bagaimana bisa tubuhnya sekuat itu,” ucap salah satu pria kini merasakan rasa sakit tangannya yang patah tulang setelah meninju kepala Bai Hu.


Dua yang lainnya juga merasakan anggota tubuh mereka mengalami patah tulang dan retak saat menyerang tubuh Bai Hu.


“Hemm..!! Kalian sangat tidak sabaran juga menanti giliran kalian,” ucap Bai Hu melirik ke arah ketiganya.


“Baiklah, akan ku-”


Sret..!!


Dengan segera Bai Hu memiringkan kepalanya saat sebuah pedang mencoba menusuk kepalanya dari samping.


“Sial, kau cukup lincah juga,” umpat seorang pria tua langsung mundur.


“Hem..!! Satu, dua, tiga, empat...!! Sekitar 20 orang yang kini mengincar diriku dan 55 orang mengincar saudara Chen,” gumam Bai Hu menggeram kesal.


“Apa aku selemah itu sehingga hanya 20 saja yang kini mengincarku, sialan, akan ku buat kalian sadar jika aku tidak boleh di remehkan juga,” dengus Bai Hu.


Dret..!!


Bom..!!


“Satu,” ucap Bai Hu melirik ke arah 8 musuhnya yang kini memancarkan aura membunuh ke arahnya dan sedang melesat ke arahnya.


“Mati,” teriak salah satu musuh Bai Hu mengayunkan senjatanya.


Tring..!!


Wuss..!!


Bom..!!


Bai Hu dengan cepat menahan senjata musuhnya dengan tangan kosong, lalu tangannya yang satunya langsung terayun ke arah dada musuhnya dengan cepat hingga meledakkan anggota tubuh musuhnya.


“Dua,” gumam Bai Hu.


Dret..!!


Dengan cepat Bai Hu melakukan manuver untuk menghindari serangan musuhnya yang serempak menyerang dirinya.


Wuss..!!


Wung..!!


Tidak mau kehilangan kesempatan, Bai Hu yang melihat celah pun langsung melakukan serangan balasan.


Bom bom bom..!!

__ADS_1


Dalam sekejap 9 orang kini mati di tangan Bai Hu, terlihat jubah yang Bai Hu kenakan saat ini di penuhi darah, bahkan wajahnya juga terlihat bermandikan darah.


“Memang pantas di katakan Penginapan Darah, semua orang yang mati di sini tidak ada yang utuh, mereka semua bermandikan darah sebelum meregang nyawa,” gumam Bai Hu kini tersenyum lebar.


Wung..!!


Mata Bai Hu seketika bercahaya, dan warna bola mata Bai Hu juga berubah warna.


“Waktunya sedikit serius,” ucap Bai Hu.


Wung..!!


...


Slash..!!


Slash..!!


Crash..!!


5 orang yang terkena tebasan Bai Han seketika terpotong menjadi puluhan bagian.


Orang-orang yang mengepung Chen Long, bukannya takut, malah kini semakin bertambah banyak.


“Ini gila, aku tak menyangka jika Pasar Gelap ini sesuai rumor,” gumam Chen Long yang pada awalnya tidak percaya akan informasi yang ia dapat dari Mu Go beberapa waktu lalu.


“Jika begitu apakah aku harus mulai sedikit serius,” gumam Chen Long dalam hati.


Wung..!!


Duar..!!


Chen Long dengan cepat mengibaskan tangannya saat serpihan dari hasil ledakan mengarah ke dirinya.


“Hem..!! Aku tak menyangka jika saudara Hu sangat menikmati pertarungan ini,” ucap Chen Long.


Tap tap..!!


“Hehe tentu saja, untuk memancing mereka yang kuat keluar, kita harus sedikit lebih ganas,” kekeh Bai Hu muncul di depan Chen Long sambil menjulurkan kakinya ke arah kepala Chen Long.


Dengan cepat Chen Long memiringkan kepalanya.


Wung..!!


Bom..!!


Kepala orang yang ingin menyerang Chen Long dari belakang pun langsung meledak menjadi daging cincang.


Tap tap..!!


“Sialan, ternyata kalian lumayan kuat juga, jika seperti itu kalian naiklah ke lantai tiga, jika tidak, semua yang ada di lantai satu dan dua bisa-bisa kalian habisi.” Dengus pria bertubuh kekar dengan nada kesal ke arah Chen Long dan Bai Hu.


“Hoho,, apakah semudah ini?” Tanya Bai Hu melirik orang yang berkuasa di lantai satu dan dua.


“Aku mendengar rumor jika sangat sulit bagi pendatang baru untuk naik ke lantai tiga, karena para penghuni lantai satu dan dua seperti tidak ada habisnya dan terus menyerang pendatang baru hingga mati.” Sambung Bai Hu kini mulai memprovokasi penguasa lantai satu dan dua.


“Huh,, omong kosongmu itu tidak akan mempan, jadi cepatlah naik,” dengus penguasa lantai satu dan dua.


Chen Long dan Bai Hu pun seketika saling melirik, tak lama setelah mengangguk serempak, mereka pun melangkah dengan santai menuju lantai tiga.

__ADS_1


Tap tap..!!


__ADS_2