
Bai An langsung mengedarkan kesadarannya bersama dengan Lin Yenrou sengaja mengeluarkan aura iblis milik Den Zil.
Bai An langsung tersenyum tipis saat meeasakan ada beberapa ahli yang kini sedang berada di kota.
“Apa kita akan menunggu di sini kak?” Tanya Duan Du menghampiri Bai An.
Duan Du kini terlihat sudah selesai beradu mulut dengan Tu Long.
“Hm hm,, langsung saja kita ke tempat mereka, karena aku tak sabar mencincang mereka,” sambung Tu Long ikut mendekati Bai An.
“Hmm,, kita tunggu saja, karena saat ini mereka bergerak secara hati-hati, itu memudahkan kita untuk membunuh mereka,” jawab Bai An dengan nada santai.
Duan Du dan Tu Long hanya mengangguk, sementara Fu Jian dan Ling Yenrou terlihat menuju arah timur laut.
Mereka sengaja kesana karena merasakan adanya kota, sehingga Ling Yenrou mengajak Fu Jian kesana.
Ling Yenrou berencana mengeluarkan aura iblis Den Zin, setelah itu pergi ke setiap kota terdekat dengan jarak Bai An yang kini menunggu bersama Duan Du dan Tu Long.
Tak menunggu lama, Ling Yenrou dan Fu Jian kembali.
Saat kembali, mereka berdua melihat Lang Zai sudah ada di sana sedang menindas Duan Du dan Tu Long.
Bai An sengaja mengeluarkan Lang Zai agar Duan Du dan Tu Long tidak membuat kepalanya pusing akibat kelakuan mereka.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Semuanya sudah selesai, seperti rencana penguasa ke 4,” ucap Ling Yenrou.
“Hmm,, jadi kita tinggal menggiring mereka jika mereka bergerak,” kata Bai An mengangguk santai.
***
Di salah satu kota yang bernama kota Dong, saat ini Hu Hong Meng bersama dengan salah satu komandan saling melirik saat merasakan aura iblis.
Terlebih mereka melihat batu yang mereka pegang juga menyala terang, itu artinya iblis Den Zil saat ini berada tidak jauh dari mereka.
Komandan Hu yang terlihat senang, sementara Hu Hong Meng terdiam. “Apa ini rencana Tuan muda Bai?” Gumam Hu Hong Meng dalam hati.
“Jika ini memang rencananya maka aku harus memperingaiti Tuan muda Bai, karena saat ini ada Jendral Hu Yan Di dan 5 penetua Sekte Es Abadi, itu bisa membuat Tuan muda Bai mati jika ia bertemu mereka,” sambung Hu Hong Meng terlihat gelisah dalam hatinya.
“Hei,, Komandan Meng, kenapa kau diam saja saat aku tanya?” Tanya komandan Hu sedikit bingung.
Hu Hong Meng tersadar saat bahunya di pegang. “Huuf, untung dia bodoh, jika aku bersama yang lain, aku yakin mereka curiga dengan wajah khawatirku tadi,” gumam Hu Hong Meng menghela nafas.
__ADS_1
“Aku khawatir jika ini jebakan mereka,” ucap Hu Hong Meng langsung mencari alasan.
“Hmm..!! Bukan kah kita tidak langsung kesana, melainkan kita hanya perlu menghubungi Jendral lebih dahulu baru kita bergerak setelah mendapat jawaban,” ucap Komandan Hu dengan wajah bodohnya.
“Ah benar, aku melupakan hal tersebut,” jawab Hu Hong Meng pura-pura tersenyum malu.
Komandan Hu langsung mengangguk dan menghiraukan senyum malu Hu Hong Meng.
Setelah itu Komandan Hu mengeluarkan batu komunikasi. “Jendral Hu, saat ini kami menemukan dimana target yang kita cari, ia berada di barat daya, tepatnya di sebuah puncak gunung tertinggi,” ucap Komandan Hu.
Tak menunggu lama, sebuah suara berat terdengar.
“Hmm,, aku tahu, kau yang terahir menghubungiku, sementara yang lain sudah dari tadi.” Sebuah suara terdengar lewat batu komunikasi. “Kau bisa bergerak langsung, kau bisa berkumpul bersama yang lain sampai aku datang, lokasinya di Kota Baja.”
Suara dari batu komunikasi terputus bersamaan dengan hancurnya batu komunikasi yang ada di tangan Komandan Hu.
Komandan Hu langsung melirik ke arah Hu Hong Meng.
“Kau sudah dengar bukan?” Tanya Komandan Hu.
Hu Hong Meng mengangguk santai.
“Jika begitu ayo kita kesana secepatnya, aku takut jika Jendral Hu lebih dulu sampai, maka ia akan membunuh kita,” ucap Komandan Hu.
Hu Hong Meng langsung berdiri di ikuti Komandan Hu, mereka pun langsung melesat ke arah Kota Baja.
***
Di tempat yang agak gelap.
Saat ini Hu Yan Di bersama dengan kelima penetua Sekte Es Abadi.
“Bagaimana? Apakah kita langsung kesana?” Tanya Hu Yan Di melirik ke arah Penetua Hong.
“Walau ini jebakan mereka, aku yakin saat ini kekuatan kita jauh lebih kuat, terlebih lagi apa kau lupa dengan rencanaku itu,” kekeh Penetua Hong.
Seketika Jendral Hu Yan Di dan keempat penetua langsung tersenyum licik.
Ada satu rencana penetua Hong yang akan bisa membuat Bai An dan kelompoknya marah di sertai tidak berdaya nantinya.
Rencana Penetua Hong ini sebenarnya berawal dari Patriak Sekte Es Abadi yang menyuruhnya untuk membawa sebuah umpan jika Hu Yan Di gagal lagi, Patriak Sekte Es Abadi juga berencana akan membunuh Jendral Hu Yan Di setelah berhasil menangkap Bai An dan kelompoknya.
Tak menunggu waktu lama, Hu Yan Di bersama para Penetua Sekte Es Abadi langsung menghilang dari tempat mereka berkumpul.
Wuss..!!
__ADS_1
Mereka langsung muncul di sebuah gua yang telah di lapisi oleh dinding formasi.
Tap tap..!!
Penetua Hong berjalan santai sambil melirik ke arah Penetua Formasi.
Tanpa mengatakan apapun, Penetua Formasi langsung melambaikan tangannya.
Wuss..!!
Dinding formasi langsung hilang.
Penetua Hong langsung masuk dengan santai di ikuti oleh Jendral Hu Yan Di bersama para penetua.
Tap tap..!!
Setelah sampai ujung gua, terlihat ada 3 manusia sedang di rantai yang telah di perkuat oleh Penetua Formasi.
“Hehe,, dengan mereka bertiga aku yakin anak itu akan tunduk,” kekeh Penetua Hong dalam hatinya.
Sementara Jendral Hu Yan Di cukup terkejut saat salah satu dari 3 yang kini di rantai.
“Aura ini, darah ini?” Gumam Hu Yan Di dalam hatinya. “Sangat mirip,” sambung Hu Yan Di.
Sebuah senyum kejam langsung Hu Yan Di tampilkan di wajahnya.
“Jangan berpikir yang tidak-tidak Jendral, Patriak telah berkata untuk jangan menyentuh mereka bertiga sampai kita menangkap anak itu,” ucap Penetua Pedang dengan nada dingin.
Penetua Pedang yang dari tadi melirik Jendral Hu Yan Di dan tahu arah pikirannya langsung memperingati.
Jendral Hu Yan Di yang mendengar itu ingin marah, namun saat mendengar jika Tuannya sudah berkata begitu, maka ia hanya bisa menahan amarahnya lebih dulu.
Sementara Penetua Hong yang kini telah melepaskan ketiga langsung berkata. “Ayo kita pergi.”
Semua orang langsung pergi meninggalkan gua menuju Kota Baja.
Wuss..!!
***
“Hmm..!! Mereka telah bergerak, tapi tujuan mereka ke Kota yang paling dekat dengan kita dan saat ini mereka berkumpul di sana,” ucap Ling Yenrou sambil melirik ke arah Bai An.
“Hehe,, langsung bantai saja mereka Tuan muda, tanganku ini sudah-”
“Aduh aduh,, ampuni aku Tuan Lang,” ucapan Tu Long segera terhenti dan di sambut suara ringkihan Tu Long yang meminta ampun.
__ADS_1
Lang Zai saat ini mendengus kecil. “Jangan suka memotong pembicaraan orang, jika sudah waktunya maka kau bisa bicara.”