Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kematian Bai Long dan Peningkatan Tu Long


__ADS_3

Namun saat ini aura di sertai energi milik Bai Long tiba-tiba lenyap seperti di serap dan di tahan oleh sesuatu.


Mata Bai Long melotot seakan keluar, kini tubuhnya bergetar ketakutan saat merasakan tekanan yang luar biasa di jiwanya.


Urgh..!!


Tak lama Bai Long mengeluarkan seteguk darah.


Tu Long yang melihat adanya kesempatan langsung melesat ke arah Bai Long, bersamaan dengan itu, Duan Du dan Bai Han juga ikut menyerang.


“Mati.”


Duan Du langsung mengayunkan pedang energinya ke arah leher Bai Long.


Bai Long yang merasakan kesakitan kini berusaha untuk menghindar, namun sebuah benang energi tiba-tiba menjerat tubuhnya, sehingga ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Crash..!!


Kepala Bai Long langsung melayang, bertepatan dengan itu, Tu Long langsung menyambar kepalanya menggunakan mulutnya yang sudah terbuka lebar.


Jress..!!


Krek..!!


Krek..!!


Seketika suara renyah terdengar saat Tu Long menutup mulutnya.


Wajah Tu Long langsung menyeringai bahagia saat merasakan dirinya kini akan kembali menerobos, tanpa menunggu waktu lama, ia kembali melesat ke arah tubuh Bai Long.


Jres..!!


Srek..!!


Tangan Bai Long yang tersisa langsung Tu Long tarik paksa hingga berpisah dari tubuhnya. Tu Long langsung melahapnya dari tangan hingga seluruh tubuhnya tanpa sisa.


Tak sampai satu menit, energi di dalam Tubuh Tu Long melonjak keluar tanpa bisa ia tahan.


Dunia yang hampir hancur kembali berguncang.


Bai An muncul lalu memasang sebuah perisai.


Bom..!!


Bom..!!

__ADS_1


Ledakan beruntun terdengar dari tubuh Tu Long, bersamaan dengan itu, tubuh Tu Long semakin membesar, lebih besar dari tubuhnya yang sebelumnya.


Bai An, Duan Du, Bai Han yang lainnya sedikit mengeryitkan alis mereka, sementara Cen Tian, Lang Zai, Bao Tang, Fu Jian dan yang lainnya membelalakkan mata mereka saat melihat yang mereka kira bentuk asli Tu Long.


“Mo..Monster,” gumam ketiga anak angkat Tu Long, mereka tidak sadar diri jika mereka juga Ras monster.


“Hmm..!! Masih belum sempurna,” ucap Bai So tiba-tiba keluar dari tubuh Bai An dalam bentuk transparan, agar tidak dapat di lihat oleh orang-orang di sekitar.


Bai An yang mendengar itu terdiam, ia hanya melihat ke arah Tu Long yang kini terus menerus semakin besar hingga besarnya sudah mencapai setengah dari dunia ini, baru setelah itu tubuh Tu Long berhenti.


Tu Long yang melihat dirinya kini sedikit heran juga.


“Hmm,, mengapa bisa tubuhku tidak bisa ku tahan sendiri,” gumam Tu Long, dari awal ia mencoba menekan agar tidak memperlihatkan tubuhnya yang asli.


Tapi tetap saja saat Tu Long mengalami trobosan, tubuhnya terus menerus membesar dengan sendirinya.


Tu Long yang melihat ke arah saudaranya hanya bisa terdiam beberapa saat.


Blush..!!


Wuss..!!


Tak menunggu lama, setelah berubah menjadi manusia Tu Long muncul di depan Bai An dan yang lainnya.


“Hoho,, kekuatanmu meningkat cukup mengerikan juga paman Tu, tapi tetap saja bahwa kau lebih lemah dariku,” ejek Duan Du langsung memprovokasi Tu Long.


“Sabar Tu Long, jangan terpancing provokasi liciknya,” gumam Tu Long dalam hati.


“Ehem,, dengan tingkat kekuatanmu saat ini, apakah tingkat kekuatan tubuhmu juga ikut meningkat dengan sendirinya?”


Tu Long mengalihkan pandangan, lalu mengangguk. “Benar Tuan muda, tubuhku juga ikut menjadi semakin kuat,” jawab Tu Long dengan jujur.


Bai An mengangguk santai.


“Apakah kau bisa menahan serangan kekuatan penuhku dengan tubuhmu?” Tanya Bai An kembali.


Tu Long terdiam sesaat, ia langsung menggelengkan kepalanya.


“Bahkan jika aku telah menapai puncak Dewa Suci Semesta, tubuhmu masih belum mampu menahan serangan penuhmu Tuan muda, walaupun aku telah melebihi Dewa Suci Semesta pun itu tak akan bisa, karena saat aku meningkat ke ke tingkat yang lebih tinggi lagi, maka Tuan muda juga ikut meningkat,” jawab Tu Long dengan jujur.


Bai An terdiam saat mendengar jawaban Tu Long, pada awalnya ia ingin memanfaatkan kekuatan tubuh Tu Long nantinya saat melawan Jendral Iblis Merah maupun para penetua klan Bai dan Pemimpin mereka.


Tapi harapan Bai An sedikit tidak sesuai keinginannya, ia kini terdiam beberapa saat.


“Ah, sialan mengapa aku bisa lupa jika tujuanku kesini datang ke tempat yang di sebut Inti Dimensi,” Bai An langsung mengutuk dirinya sendiri saat ini.

__ADS_1


Tak menunggu waktu lama, Bai An melihat semua keluarganya dalam diam.


Melihat Bai An terdiam, wajah Cen Tian, Lang Zai, Bao Tang, Ling Yun, Ling Fu, Ling Dong membeku.


“An'er maafkan paman, jika saja paman kuat, muridmu Fang'er-”


“Aku sudah tahu paman dan saat ini Fang'er sudah hidup bahagia dalam ketenangan di dunia yang jauh dari sini,” ucap Bai An memotong ucapan pamannya.


Pandangan Bai An beralih ke Ling Yun, Ling Fu dan salah satu klan Ling beserta dua orang berambut putih.


“Mungkin aku tidak bisa membantu dalam kehidupan, maafkan aku leluhur dan senior.”


Bruk..!!


Bai An jatuh berlutut.


Mendengar itu, wajah kelimanya terkejut luar biasa, mereka langsung saling pandang sambil mengambil sikap waspada.


“Siapa kau sebenarnya?” Tanya Ling Yun.


“Benar, bagaimana kau tahu kami bukan tubuh asli?” Sambung Ling Fu.


Ling Dong dan ibu Mu Xia'er yang memiliki nama Mu Gia langsung terkejut bersama orang-orang yang Liu Fang selamatkan.


Berbeda dengan para saudara Bai An, mereka terdiam karena menurut mereka ini urusan pribadi Bai An, jika mereka ikut campur atau bertanya, maka ini belum saatnya bagi mereka.


Sementara Bai An tetap berlutut, tak lama ia mengangkat kepalanya sedikit lalu mengeluarkan tekanan jiwa yang bisa membunuh semua orang yang ada di sana dalam sekejap. Tapi Bai An mengeluarkannya dalam kenyamanan agar mereka tidak mati maupun terluka.


“I..Ini kau sudah menguasai Hukum Jiwa,” ucap Ling Fu dengan nada terbata-bata, ia dan keempat lainnya tidak bisa untuk tidak terkejut.


Seketika mereka semua kagum hingga tersenyum bahagia.


“Jadi dari sini kau tahu jika kami hanya seutas jiwa yang bisa berubah bentuk menjadi manusia seutuhnya tanpa bisa di rasakan oleh semua orang kecuali orang yang mempunyai jiwa kuat atau sudah mempunyai Hukum Jiwa.”


Ling Yun mengangguk-angguk dengan wajah berseri-seri.


“Benar leluhur, aku tahu dari ini. Tapi yang aku herankan, bagaimana kau bisa membentuk tubuh manusia seutuhnya?” Tanya Bai An dengan wajah penuh semangat.


Ling Yun, Ling Fu dan lainnya saling memandang sesaat. Tak lama mereka semua mengangguk serempak.


“Kami sebenarnya akan membawa teknik ini sampai kami mati, bahkan keturunan yang aku tahu seperti Ling Dong saja tidak ingin aku turunkan teknik ini karena sangat berbahaya jika di ketahui oleh orang.” Ucap Ling Fu.


“Hmm,, tapi karena kau aku lihat sudah bisa Hukum Jiwa, maka dengan teknik ini kau bisa membuat seutas energi jiwamu menjadi bentuk manusia, walaupun agak sulit. Karena hanya orang yang sudah mempunyai inti jiwa bisa membentuknya secara utuh tanpa kerusakan.” Sambung Ling Yun dengan nada semangat.


“Tapi jangan berkecil hati, hanya dengan Hukum Jiwa saja sudah lebih dari cukup, dan aku hanya ingin satu syarat sebelum kami memberikannya dan sebelum kami mati.” Wajah Ling Fu, Ling Yun dan ketiganya berubah serius.

__ADS_1


Bai An tersenyum kecil karena tahu apa permintaan kecil mereka yang mereka bilang syarat.


__ADS_2