
Master Wuan De dan Rubah Kematian yang mendengar itu seketika saling melirik. “Aku pilih pahanya,” ucap Rubah Kematian menjilat bibirnya.
“Aku pilih darahnya untuk di jadikan pil,” sambung Master Wuan De menyunggingkan senyum menyeringai.
Mendengar ucapan kedua orang yang asing baginya membuat wajah Chen Long memerah.
“Dasar sampah,” teriak Chen Long menunjuk ke arah Rubah Kematian dan Master Wuan De. “Aku akan menunjukkan kematian lebih baik bagi kalian berdua.”
Mendengar itu, Guru Chen Long menegang, ia memiliki kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir, walau begitu ia sadar tidak bisa menang dari Master Wuan De.
Sosok yang bisa menjadi seorang Master Sekte adalah sosok yang tidak sederhana, walau memiliki tingkat kultivasi setara, tapi kekuatan mereka terlampau jauh.
Hahahaha..!!
Hahahaha..!!
Sementara Rubah Kematian yang mendengar ucapan Chen Long seketika tertawa terbahak-bahak.
Dengan cepat ia bergerak ke arah Chen Long di sertai seringai lebar.
Tapi sebelum ia sampai, Bai Chu Ye sudah lebih dahulu muncul dengan tangan menjulur ke kepala Chen Long.
Chen Long yang melihat itu tentu tidak mampu bereaksi karena tidak menyadari perbedaan kekuatan mereka, bahkan Guru Chen Long pun hanya melihat sekilas.
Argh..!!
Tak lama sebuah jerit teriakan seketika terdengar selama beberapa detik, kemudian jerit teriakan kembali hening.
Bai Chu Ye hanya menatap Chen Long dengan tatapan datar.
Wuss..!!
Bruk..!!
“Selesaikan sisanya,” ucap Bai Chu Ye dengan datar setelah melempar Chen Long yang terkena mental dan langsung menjadi orang idiot.
“Hehe,, yang tua itu bagianku,” ucap Rubah Kematian.
Master Wuan De hanya mendengus kecil sesaat lalu bergerak.
Wuss..!!
Dret..!!
Bom bom..!!
Tidak sampai satu menit, Guru, dan semua murid sekte terkuat kini musnah dengan hanya menyisakan tulang belulang.
__ADS_1
“Hehehe,, rasanya mereka terlalu lemah, terutama orang tua itu,” ucap Rubah Kematian terkekeh.
“Itu karena kita semakin kuat bodoh,” ucap Master Wuan De dengan nada kesal, entah mengapa setiap ia melihat tingkah Rubah Kematian, ingin sekali rasanya ia menghajarnya.
Tap tap..!!
Setelah melangkah dan berhenti tetap di depan Chen Long, Rubah Kematian dan Master Wuan De saling melirik.
“Aku memiliki rencana, agar mendapat banyak keuntungan, bagaimana jika kita kembalikan dia ke Sektenya berada,” ucap Rubah Kematian kini tersenyum penuh semangat di sertai bertepuk tangan.
Melihat kelicikan Rubah Kematian yang haus akan daging dan kekuatan, Master Wuan De tentu setuju, ia juga ingin mengumpulkan banyak darah musuhnya agar bisa di jadikan pil darah.
Tatapan Master Wuan De kini melirik ke arah Bau Chu Ye yang melihat ke arah kota dengan wajah datar.
“Jika kalian sudah selesai ayo kita masuk, aku tak peduli apa yang kalian rencanakan, lakukan saja sesuka kalian, selagi kalian mampu melawan, maka aku tak akan menekan kalian.” Ucap Bai Chu Ye datar.
Bai Chu Ye tentu mendengarnya dan ia juga tahu jika satu saja dari mereka kini telah mampu menghadapi sekte besar tanpa masalah.
“Ayo, sebelum Tuan Ye berubah pikiran, kita gabungkan kekuatan kita untuk menciptakan portal acak yang mengarah ke Sektenya,” ucap Rubah Kematian sembari tersenyum.
Master Wuan De mengangguk setuju. Dengan segera mereka mengeluarkan energi dalam jumlah besar yang bertumpu di kedua tangan mereka.
Wung..!!
Dret..!!
Wung..!!
Duar..!!
“Haha kembali kau monyet kecil,” teriak Rubah Kematian menendang Chen Long yang linglung dengan wajah bodoh.
Dret..!!
Pintu portal seketika lenyap.
Tap tap..!!
“Sudah selesai Tuan muda Ye, apa kita langsung masuk?” Tanya Master Wuan De kini mendekati Bai Chu Ye bersama Bai Xue Ren.
“Tidak, kita akan menunggu di sana,” tunjuk Bai Chu Ye menunjuk ke arah pohon besar yang tidak jauh dari kemah kecil yang di buat oleh para ahli yang datang ke kota.
“Saat ini aku merasakan musuh sangat banyak berada di setiap tembok kota, bahkan di tengah-tengah kota pun mereka berbaur. Jadi belum saatnya kita bergerak,” ucap Bai Chu Ye.
“Eeh,, memang dari mana Tuan muda Ye tahu? Kenapa aku tidak mampu merasakannya?” Tanya Master Wuan De. Ia bertanya karena kini kekuatannya setara dengan Bai Chu Ye.
Dirinya dan Rubah Kematian kini berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah.
__ADS_1
“Heh,, itu karena darah, darah orang-orang Menara berbeda dengan kita yang berasal dari Dimensi Alam Dewa. Walau dulunya mereka juga berasal dari Dimensi ini pun, bagi orang yang pernah ke Menara darah mereka bercampur dengan sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan.” Ucap Rubah Kematian dengan bangga.
“Aku juga baru merasakannya saat ini, mungkin karena Garis darahku telah meningkat dan kekuatanku juga meningkat jauh, maka dari itu aku dapat merasakan setiap dari mereka.” Sambung Rubah Kematian.
Master Wuan De sedikit iri saat mendengarnya. Tapi dengan cepat menghilangkannya karena sadar setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
***
Sore hari.
“Apa kalian siap?” Tanya Master Xi Juan melihat semua penetua sektenya.
Melihat semuanya mengangguk, Master Xi Juan pun kembali berkata. “Baiklah, sebelum ke posisi kalian, aku peringatkan sekali lagi, jangan bertindak gegabah, walau kalian kuat, berusahalah untuk mundur jika tidak mampu melawan musuh yang jauh lebih kuat dari kalian.”
“Aku juga memperingatkan jika jangan melakukan pergerakan sebelum sinyal dari Tuan Duan muncul.”
Semua penetua sekte kekacauan langsung mengangguk paham.
Wuss wuss..!!
Mereka pun langsung menyebar ke posisi yang telah di tentukan oleh Duan Du dan wakil Master Li Hixie.
“Baiklah sekarang hanya kita berempat, apa kita akan langsung ke pelelangan?” Tanya Master Xi Juan yang kini melihat Bai An, Bai Han dan Duan Du.
“Hemm..!! Aku merasa jika sudah banyak peserta lelang sudah hadir.” Ucap Bai An mengangguk ringan.
“Jika begitu, apa yang kita tunggu, ayo ayah, paman, Master, Han'er sudah tidak sabar ingin mengikuti lelang,” ucap Bai Han dengan nada bersemangat.
“Heh,, tidak sabar mengikuti lelang atau kau tidak sabar ingin memprovokasi mereka Han'er,” ucap Duan Du tersenyum kecil.
“Itu juga termasuk paman,” sambung Bai Han dengan mata bersinar.
...
Tap tap..!!
Langkah Bai An seketika terhenti saat ia merasakan keakrabatan dan familiar. Bukan hanya Bai An, Bai Han pun merasakan hal yang sama, bahkan jauh lebih akrab dari ayahnya.
Bai Han seolah terhubung, pandangan Bai Han pun melihat ke segala arah. Tatapannya berhenti di pintu masuk Rumah Lelang.
Bai An pun pandangan terhenti di pintu masuk, mereka berdua melihat lima sosok. Dua pria sepuh, dua wanita sepuh dan satu pria 40 tahunan.
Duan Du dan Master Xi Juan yang awalnya penasaran kini sedikit membeku saat merasakan kekuatan kelima orang yang Bai An dan Bai Han lihat.
“A..Ayah-” Ucap Bai Han melirik ke arah ayahnya yang mengangguk.
“Benar, dia orangnya, dua orang dari mereka ayah merasakan keakraban yang pernah di bicarakan oleh Nona Ling Hua,” ucap Bai An serius.
__ADS_1