
“Hahaha,, dasar otak dongol, karena saking semangatnya ingin bertarung kau malah tidak sadar jika keponakanmu yang baik ini telah pergi karena tidak ingin menyakitimu lebih jauh.”
Suara pesan Duan Du terdengar menggema di telinga Tu Long.
Blush..!!
“Dasar bocah licik,” teriak Tu Long meraung dengan penuh kekesalan.
Tu Long tidak menduga jika ia tertipu lagi oleh Duan Du untuk kesekian kalinya.
“Apa yang kurang? Padahal aku sudah menandai dirinya agar saat ingin melarikan diri, aku pasti dapat merasakannya?” Gumam Tu Long saat ini merubah ekspresinya dari marah menjadi wajah penuh kebodohan.
“Sial, dari pada memikirkan hal yang tidak bisa aku tahu jawabannya, lebih baik aku bertanya kepada salah satu ahlinya,” gumam Tu Long langsung merobek ruang yang ada di depannya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama Tu Long muncul di Dimensi Alam Sihir, tepatnya ia berada di sebuah mansion sederhana yang telah di buat oleh keluarga Bai An.
Dan tatapan Tu Long saat masuk ke aula adalah Duan Du yang tersenyum licik terang-terangan ke arahnya.
Merasakan hawa yang tidak beres, langkah Tu Long langsung terhenti.
Saat Tu Long membalik badan ingin pergi, sebuah senyum mengerikan muncul tepat di depan matanya.
“Mau kemana sayang?”
Glek..!!
__ADS_1
Tu Long langsung menelan ludahnya saat di sapa oleh istrinya Ni Xian.
“Ah Xian'er apakah kau sudah selesai dari kultivasi tertutupmu sayang,” sapa Tu Long.
“Aduh duh duh, apa salahku, ini kesalah pahaman, kamu pasti di tipu oleh bocah licik itu.” Berbagai kata Tu Long ucapkan saat telinganya di tarik oleh istrinya. Walau tidak sakit, Tu Long tentu sengaja mengeluh agar istrinya berhenti menjewernya.
Sementara semua orang yang melihat kedua pasangan tersebut kini tertawa saat menyadari betapa romantisnya hubungan mereka.
...
Duan Du yang melihat dan sengaja mengadu jika ia telah di hajar pamannya lantaran masalah dirinya mendapat lebih banyak Inti Dimensi kini tersenyum bahagia.
Ia bukan tersenyum karena pamannya Tu Long kesakitan atau menderita, ia tahu jika pamannya itu tidak merasakan sakit walau di pukul dengan kekuatan penuh istrinya. Tapi ia bahagia karena keunikan setiap dari mereka masing-masing dalam berkomunikasi agar menjadi lebih akrap.
Bai An dan istri-istrinya yang melihat kelakuan mereka juga ikut bahagia.
“Gege, apakah kau tidak ingin kita seperti mereka?” Tanya Mu Xia'er terdengar malu-malu, suaranya sangat kecil, saking kecilnya, bahkan suara nyamuk jauh lebih besar saat berdengung.
Wajah Mu Xia'er langsung murung, tangannya langsung terkepal erat saat mengingat jika Bai An nanti bertarung melawan orang-orang yang datang kesini demi tujuan mencari senjata yang suaminya pegang.
Tentu Mu Xia'er tahu ini dari suaminya, dan Bai An sendiri telah menceritakan invasi mereka semua datang kesini kepada semua keluarganya, tanpa menutupi apapun.
“Sekarang mungkin tawa serta kebahagiaan kita hanya sementara, tapi yakinlah akan tiba saatnya kita semua bisa hidup tenang dan bercanda gurau seperti hari ini.” Ucap Bai An dengan nada suara yang dapat di dengar oleh semua orang. “Aku juga tahu jika kalian semua menutupi amarah serta kebencian kalian semua karena kita tidak bisa merasakan hidup seperti yang kalian inginkan saat ini. Aku pun merasakan hal yang sama.” Sambung Bai An langsung bangkit.
Mata Bai An terlihat memancarkan kewibawaan dan haus akan rasa ingin segera membunuh semua musuh-musuh yang akan mendatangi mereka.
“Jika mereka semua datang, jangan ragu untuk menguliti setiap inci dari tubuh mereka yang menganggu kebahagiaan kecil kita ini. Tapi kalian jangan sampai lupa jika tugas yang sebenarnya adalah melindungi setiap anggota keluarga kita, jangan sampai terlena akan kekuatan semata, saat kalian sudah kuat dan sadar sosok yang kalian ingin lindungi mati, itu semua tidak ada gunanya lagi.”
“Tapi dengan kekuatan juga kita bisa melindungi anggota keluarga kita. Jadi satu-satunya cara walau kita lemah adalah sebuah kerjasama melaui ikatan yang telah kita satukan ini sejak lama.”
__ADS_1
Semua keluarga Bai An langsung memancarkan aura yang kuat, aura tersebut berbeda dari aura yang mereka telah keluarkan di masa lalu.
“I..Ini aura yang sangat mengerikan, aura ini adalah ikatan batin dari setiap orang yang saling menyanyangi dan ingin melindungi satu sama lain. Mereka semua yang memancarkan aura ini tidak ada yang memiliki keraguan akan kematian maupun dalam membunuh musuh.” Nada suara Gu Sheng bergetar hebat melihat apa yang ia rasakan, bahkan tubuhnya berkeringat dingin akibat tekanan dari gabungan aura semua keluarga Bai An.
“Ha..Hanya aku yang terlihat masih ragu, karena auraku belum terikat dengan mereka semua,” ucap Gu Sheng kini menundukkan kepalanya. Ia ingin seperti mereka semua, tapi saat ia mencoba mengeluarkan auranya, ia sama sekali tidak memiliki ikatan dengan mereka semua.
“A..Apa yang salah? Padahal aku juga ingin berjuang dengan mereka semua. Kenapa auraku di tolak, bahkan di tindas terus menerus saat aku memaksa memasuki ikatan mereka?” Gumam Gu Sheng kini menundukkan kepala dengan keringat terus menetes akibat tekanan yang ia rasakan.
Buk buk..!!
“Kau tahu mengapa kau tidak bisa mengikat tali persaudaraan dengan mereka semua?”
Sebuah suara di sertai tepukan yang mengarah ke punggungnya langsung membuat Gu Sheng tersadar.
“A..Aku tidak tahu Tuan muda, kenapa ini bisa terjadi.” Jawab Gu Sheng melirik ke arah Bai An.
Bai An tersenyum hangat, semua orang yang ada di sekeliling Bai An juga ikut tersenyum hangat.
“Itu karena kau masih menutup hatimu yang paling dalam, kau masih tidak ingin melibatkan kami semua akan masalah masa lalumu, kau terlalu egois karena hanya ingin menyelesaikan masalahmu seorang diri.” Ucap Bai An dengan nada lembut.
“Benar, cobalah untuk membuka hatimu untuk kami semua, aku tahu kau sekarang sangat bahagia karena telah menemukan sosok keluarga barumu. Tapi kau tidak ingin melibatkan masalahmu membuat kau tidak bisa terhubung dengan kami,” sambung Duan Du dengan senyum hangat.
“Benar, jika kau menyayangi kami, maka jangan pernah menanggung masalahmu seorang diri, kau tahu, walau aku gila akan bertarung. Tapi ada saatnya aku berubah menjadi waras dan lebih mementingkan keluargaku jika mereka dalam bahaya.” Balas Tu Long mengangkat kepalanya ke atas.
“I..itu-” Gu Sheng membisu karena tidak tahu apa yang harus ia katakan saat ini.
Kepalanya langsung tertunduk sambil mencerna ucapan setiap anggota keluarga barunya.
Tak lama setelah membulatkan tekadnya. Gu Sheng memancarkan aura yang tidak biasa. Aura tersebut langsung terhubung ke semua anggota keluarga barunya.
__ADS_1
Gu Sheng terpana saat merasakan kehangatan dan ikatan batin yang tidak biasa.