Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertarungan Tu Long, Ling Feng Vs Dong Jin


__ADS_3

“Kalian salah, ini adalah bagianku,” tak mau kalah para Jendral Ras Half Giant Dragon kini mengklaim jika para bawahan Dong Jin adalah bagian mereka.


Mereka terlihat seperti anak-anak yang memperebutkan satu bola kecil.


Wuss wuss wuss..!!


Sementara para bawahan Dong Jin yang awalnya ingin membalas dendam kini langsung ciut. Mereka takut jika mengeluarkan sepatah kata saja, maka mereka akan langsung mati.


“Sialan, aku harus lari dari sini,” gumam semua bawahan Dong Jin.


Saat mereka akan bergerak mundur, seketika puluhan serangan langsung mengarah ke mereka semua.


Bom bom..!!


Beberapa dari mereka langsung menghindar, sementara yang tidak sempat menghindar langsung hancur. Tapi tak lama tubuh mereka langsung kembali utuh.


Mereka yang hidup kembali sedikit beruntung jika serangan para Jendral Half Giant Dragon tidak menggunakan hukum Api atau Hukum Air, jika mereka menggunakan salah satu dari kedua Hukum tersebut maka mereka akan langsung mati.


“Haha kau sungguh keji saudara Ma, memberikan mereka harapan palsu,” teriak Jendral Gou Ja.


Wuss wuss.!


Sebuah bilah api berbentuk tombak langsung melesat melewati para jendral.


Jlep..!!


Bom..!!


Tubuh salah satu dari pasukan Dong Jin hancur tanpa bisa beregenerasi lagi.


Para jendral maupun pasukan Dong Jin terkejut.


Wuss..!!


“Siapa cepat ia dapat,” wajah Gou Han langsung menyeringai saat melewati para Jendral Seniornya.


Tak mau kalah, Gou Long mengikuti lalu di ikuti oleh para Jendral.


Tak lama suara ledakan layaknya pesta kembang api terdengar serta teriakan ketakutan.


Pembantaian sebelah pihak terjadi dalam sekejap mata.


...


Di sisi seberang, Mo Hung bersama para jendral dari berbagai Ras kini juga membantai sisa-sisa dari klan Ling yang berhasil lolos dari jangkauan Bai An.


Mereka tak kalah ganasnya dalam memburu musuh.


Wuss..!!


Mo Hung muncul dengan tangan di selimuti oleh api bewarna hitam pekat.


Bom..!!


Kepala musuhnya langsung hancur, walau begitu, terlihat jika musuhnya masih hidup sehingga Mo Hung membakar tubuh musuhnya hingga menjadi abu, barulah musuhnya tidak bisa hidup lagi.


“Cukup merepotkan memang melawan mereka semua, tapi ini juga bisa di anggap menjadi latihan dan meningkatkan kekuatan bertarung di saat bersamaan meningkatkan cara berpikir,” gumam Mo Hung menghilang.


***


Sret..!!


Sret..!!


Ling Feng dan Tu Long mundur dengan pakain compang camping.

__ADS_1


“Membuat ribet saja,” gumam Tu Long langsung merobek jubahnya.


Kini Tu Long hanya bertelanjang dada, Ling Feng pun terlihat melakukan hal yang sama.


Di depan mereka Dong Jin baru saja selesai mengusap darah yang ada di bibirnya.


Dong Jin sedikit tidak menyangka jika kekuatan Ling Feng di luar perkiraannya. Tapi yang lebih membuatnya heran adalah serangan Tu Long yang masih berada di tingkat Dewa Penguasa Half Immortal Suci ⭐ 3 Puncak.


Serangan Tu Long layaknya ia berada di tingkat Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 1 Puncak.


“Sialan aku tak akan mau di rendahkan seperti ini,” gumam Dong Jin langsung mengeluarkan auranya.


Blush..!!


Tak lama tubuh Dong Jin perlahan berubah, Ling Feng yang melihat itu langsung berteriak panik.


“Gawat jangan biarkan ia beralih ke mode berserknya.”


Tu Long pun yang merasakan instingnya bahaya langsung bergerak sambil mengangguk.


Tangan kiri Tu Long terangkat ke atas dan tiba-tiba tangan kiri Tu Long yang awalnya membentuk pedang cakar kini memanjang serta menumbuhkan layaknya sisik di seluruh pedang cakar tersebut.


“Teknik Pemusnah Skala Besar.”


“True Slaughter Dragon.”


Blush..!!


Sebuah bola berukuran besar seketika muncul, serangan Tu Long kali ini sedikit berbeda dari waktu lalu.


Bola energi yang bewarna hitam pekat melesat ke arah Dong Jin.


Semua benda yang berjarak seratus meter dari bola energi serangan Tu Long langsung musnah menjadi abu.


Ling Feng juga tak mau kalah, ia langsung mengerahkan teknik terkuatnya, yaitu teknik yang dulu Bai An berikan di masa lalu.


“Tahap Ketiga, Dragon Sword.”


Sebuah energi berbentuk Naga melesat, tapi tak lama berubah menjadi pedang nyata.


Wuss wuss..!!


Kedua serangan Tu Long dan Ling Feng langsung melesat dengan cepat.


Bom bom bom bom..!!


Bom bom..!!


Rentetan ledakan langsung mengguncang tempat mereka bertarung, bahkan para Jendral Half Giant Dragon harus di buat mundur sampai ke benteng.


“Sialan, apakah berhasil, huft huft.” Ucap Tu Long kini mengatur nafas saat menggunakan hampir seluruh energinya.


Di samping Tu Long, Ling Feng tak kalah buruk dari Tu Long. “Masih belum, aku masih merasakan aura menjijikkan dari tubuhnya,” jawab Ling Feng sedikit memasang wajah jelek.


Wuss..!!


“Hem..!! Apakah kalian butuh bantuan?”


Tu Long dan Ling Feng langsung menggeleng sambil melirik Bai An yang muncul di sebelah mereka.


“Jangan ikut campur Tuan muda.”


“Jangan ikut campur Paman.”


Secara serempak keduanya mendengus ke arah Bai An.

__ADS_1


Bai An hanya tersenyum kecil karena ia tahu jika membantu keduanya, maka mereka akan merasa lemah di depan dirinya, dan juga tidak ada gunanya mereka mendapat gelar Jendral Asura jika mereka di bantu dan merasa akan sia-sia berlatih selama ini.


“Kami tidak ingin di anggap beban, apalagi mereka semua melihat dari jauh,” ucap Ling Feng.


“Benar, mau di taruh dimana nanti wajahku saat bertemu bawahanku,” dengus Tu Long.


Wuss..!!


“Kalian terlalu meremehkanku, bahkan jika kalian bertiga maju pun aku dengan mudah membunuh kalian semua,” ucap Dong Jin mundur dengan kepala layaknya manusia, namun tubuhnya sendikit berbeda.


Tubuh Dong Jin saat ini jauh lebih berotot, setiap otot tubuh Dong Jin mengeluarkan urat-urat setebal 1cm yang membuat tubuhnya sedikit mengerikan.


Srek..!!


Dong Jin menghilang lalu muncul, pedang yang Dong Jin pedang kini berubah menjadi merah sepenuhnya, aura yang sangat menjijikkan keluar dari pedang yang Dong Jin ayunkan ke kepala Ling Feng.


Trank..!!


Sebuah cakar langsung menahan pedang darah milik Dong Jin.


Wuss..!!


Bom..!!


Tubuh Tu Long yang menahan pedang Dong Jin kini sedikit kaku. “Sial, ayunan pedangnya sungguh berat,” gumam Tu Long kini melihat ke arah tangan kirinya.


Tangan kiri Tu Long yang mengalami keretakan kini mulai beregenerasi kembali.


...


“Heeh,, aku baru sadar jika kekuatan tubuhmu sungguh membuatku kagum,” ucap Dong Jin memuji.


Wuss..!!


“Dari pada kau memuji, lebih baik kau lihat musuhmu,” ejek Ling Feng langsung mengayunkan pedangnya.


Bilah pedang bewarna putih melesat ke arah Dong Jin.


Bam..!!


Bukannya tertebas, serangan Ling Feng malah memantul lalu mengenai tanah hingga menyebabkan lubang besar.


Tidak mau kalah, Tu Long muncul di atas Dong Jin, Tu Long saat ini memaksakan dirinya hingga melebihi batasnya.


Goar..!!


“Mati kau,” teriak Tu Long mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!.


Sosok naga muncul dari bilah pedang energi Tu Long.


Bukannya takut atau menghindar, Dong Jin malah menyeringai mengejek.


Crash..!!


Bom..!!


Tubuh Dong Jin langsung hancur, tapi tak lama tubuh Dong Jin kembali utuh.


“Aku tak menduga menggunakan Hukum Api tingkat surgawi pun belum bisa membunuhnya,” ucap Tu Long sedikit kelelahan serta mata membelalak.


“Jangan lengah,” ucap Ling Feng langsung mengayunkan pedangnya.


Trank..!!

__ADS_1


Sebuah jarum darah langsung hancur saat akan mengenai jantung Tu Long.


__ADS_2