Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Sifat Bai An Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Terlintas di mata mereka juga memiliki tekad kuat untuk melawan takdir mereka sendiri tanpa di atur oleh orang lain.


Bai An kini melangkahkan kakinya pergi, di ikuti oleh semua keluarganya.


Jendral Mo Hung yang melihat itu langsung menghentikan langkah Bai An.


“Tu..Tunggu dulu, putri anda adalah sosok yang sangat aku hormati dan kagumi, mohon berikan aku kesempatan untuk menjaganya bahkan dengan nyawaku sendiri sebagai taruhannya.”


Tak berhenti sampai disana saja, Jendral Mo Hung langsung menceritakan semua tentang dirinya dan orang yang mengasuhnya dari kecil.


Bai An yang mendengar itu tersenyum kecil.


“Hehe,, gampang bukan. Sudah aku beritahu kalian jika aku tak perlu bertanya, ia sendiri yang akan memberitahuku tanpa menutup-nutupinya,” kekeh Bai An melirik ke arah Bai Tan dan Bai So.


Bai Tan dan Bai So hanya diam saja lalu kembali menghilang, tak perlu di tanya sekalipun Bai An jika kedua Inti Energinya bergidik ngeri melihat dirinya saat ini.


Bai An menghentikan langkahnya, di ikuti oleh semua keluarganya.


“Ayah, kenapa berhenti lagi sih? Membuat bingung saja,” dengus Bai Han sedikit cemberut.


Bai Han bertanya karena ia tak mendengar apa yang di ucapkan oleh Jendral Mo Hung tadi, ia pun tidak curiga jika Jendral Mo Hung bicara melalui telepati.


Sementara Duan Du dan Bai Chu Ye sedikit memiringkan kepala sambil bergumam. “Ayah melakukan negosiasi apa ya?” Gumam Bai Chu Ye.


Sementara Duan Du. “Kakak semakin hari semakin menunjukkan sifat liciknya yang sebenarnya. Huh, bagaimana jika ia menunjukkan seluruh sifatnya ya?” Tubuh Duan Du seketika bergidik ngeri membayangkan saat-saat itu terjadi.


Duan Du tahu jika Bai An tadi hanya memanfaatkan Jiwa Iblis yang di dalam tubuh manusia gempal di depannya ini, ia tentu tidak menyadarinya, karena Bai An sangat pintar memainkan ekspresi wajah.


...


“Jika semua yang kau ucapkan benar, maka kau pasti tahu tanda lahirnya bukan? Aku yakin saat ia mati kau pasti mengeramasi mayatnya sebelum kau kubur,” tanya Bai An tersenyum tipis.


Jiwa Jendral Mo Hung langsung mengangguk semangat saat membahas tentang itunya.


“Tanda lahir beliau ada di pundak kiri, tanda tersebut terlihat unik, tanda tersebut menyerupai bentuk sebuah batu, namun itu bukan batu, karena ada cahaya yang selalu muncul dari tanda lahirnya itu.”

__ADS_1


Jiwa Jendral Mo Hung seketika bercerita banyak tentang ibu angkatnya ini.


Bai An yang mendengar itu hanya diam, ia tidak menghentikan Jiwa Jendral Iblis Mo Hung, karena ia juga penasaran dengan sifat putrinya, dan mungkin bukan putrinya.


“Hmm,, jadi begitu, saat ini aku mengambil kesimpulan, saat aku matilah Xie'er merubah sifatnya yang selalu tertawa bahagia menjadi pendiam, ia juga memiliki sifat seperti Mu Xia'er yang selalu menasehati semua putra putrinya, namun mereka malah tidak ada yang mendengarkan,” gumam Bai An dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Saat ini Bai An cukup pusing, ia sedikit membenarkan tanda lahir putrinya ini. Namun saat ini tanda lahir putrinya masih setengah bentuk.


Sebenarnya itu bukanlah tanda lahir menurut Bai An, melainkan itu Inti Dimensi Klan Bai ini.


Seketika pikiran Bai An memikirkan ke arah sana. “Apa kami semua kembali ke masa lalu, jika benar begitu pasti akan ada pengkhianat?” Gumam Bai An sedikit berpikir negatif.


“Tidak-tidak, itu tidak mungkin, karena apa yang di ucapkan oleh kelinci kurang ajar itu bahwa disana-” Seketika pikiran Bai An menjadi buyar saat Duan Du menyadarkannya.


“Kakak kenapa kau malah melamun,” dengus Duan Du kini memasang wajah jelek.


“Ah ya, aku lupa, jika begitu ayo kita kembali. Lalu untukmu, aku memiliki tugas jika kau memang benar ingin mengabdikan diri,” ucap Bai An memandang ke arah Duan Du lalu memandang Jendral Mo Hunh serius.


“Aku pasti akan melakukan semua yang anda inginkan, anda adalah sosok yang ibuku paling banggakan dari aku kecil ia selalu menceritakan tentang anda.” Jiwa Jendral Mo Hung langsung berkata dengan tegas.


“Baiklah, kau cukup kembali seperti biasa, jika mereka bertanya tentangku, maka bilang saja aku sudah mati. Untuk bukti, gunakan ini sebagai pengalihan,” ucap Bai An dengan nada serius memberikan mayat utuh yang mirip dengan dirinya.


“Hmm..!! biarkan mereka melihatnya, tapi jangan biarkan mereka menyentuhnya,” ucap Bai An memberikan peringatan agar Mo Hung tidak melakukan kesalahan.


Jendral Iblis Mo Hung mengangguk patuh, ia kini mengerti garis besarnya jika ia saat ini akan menjadi mata Bai An.


“Baiklah, aku akan pamit, lalu untuk mereka berdua, aku titip saja kepada anda, biarkan mereka yang menjaga putri anda,” ucap Jendral Mo Hung kini bicara tidak melalui telepati.


Mo Liang Liu dan Mo Denshan langsung memasang wajah jelek saat mendengar paman mereka menyerahkan mereka kepada Xie'er gadis kedua yang menurut mereka menakutkan setelah Bai An.


Tanpa memberikan bagi Mo Liang Liu dan Mo Denshan bicara, Jendral Iblis Mo Hung langsung menghilang bersamaan dengan membusuknya mayat Jhon Bonyong.


“Ayo kembali,” ajak Bai An langsung melesat ke arah Gunung Rinjani.


Semua keluarga Bai An mengikuti bersama kedua Jendral Muda yang kini membawa Rian dan Husen yang masih pingsan.

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Kakak, apa yang sebenarnya kalian bicarakan tadi?” Tanya Duan Du penasaran.


“Hmm..!! Bagaimana ia bisa menuruti perintah Tuan muda, aku sangat penasaran?” Sambung Tu Long.


“Benar ayah, aku juga ingin melakukan hal yang sama dengan ayah, jadi bagaimana ayah melakukannya dan apa yang ayah bicarakan,” Bai Han terlihat bersemangat saat bertanya.


“Suatu hari nanti kalian akan tahu,” jawab Bai An membalikkan badannya.


Pandangan Bai An mengarah ke kedua jendral muda. “Kalian bawa keduanya ke tempat paman Ling Dong berada, sementara untuk Ye'er,” Bai An berhenti saat melihat wajah memohon Ye'er yang ingin tetap ikut.


“Huuf,, baiklah ayo kita naik,” ajak Bai An.


Seketika mereka semua naik ke atas setelah menunggu kepergian kedua Jendral Iblis yang membawa Rian dan Husen.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Hmm..!!


Bai An mengerutkan keningnya, saat ini ia tidak merasakan hawa keberadaan satupun Siluman di sini maupun di seluruh Gunung Rinjani.


Bukan hanya ia saja, yang lain juga mengerutkan kening bingung.


“Ayah lihat itu, ada sebuah tulisan melayang, tapi kenapa Han'er tidak bisa membacanya,” ucap Bai Han menunjuk ke arah pojok timur di sertai rasa penasaran.


Mendengar itu, Bai An dan yang lainnya langsung melirik ke tempat yang di tunjuk Bai Han.

__ADS_1


Cukup lama setelah membaca isi pesan tersebut, Bai An juga sadar jika hanya ia yang bisa membacanya, karena telah di buat tulisan ilusi yang di tunjukkan kepadanya.


“Hmm jadi begitu, jika begitu, maka mari meningkatkan kekuatan kita sampai mencapai batas yang kita bisa,” ucap Bai An tersenyum tipis.


__ADS_2