
Akibat perbuatannya banyak sekali kekacuan tercipta lantaran ulah Sekte Kekacauan yang menahan para anjing yang ingin mengincar Bai An dan keluarganya.
***
Terlihat Bai An dan yang lainnya duduk di sebuah rumah yang sangat sederhana namun cukup luas untuk menampung mereka semua.
Setelah bercerita satu sama lain, kini Duan Du hanya bisa tertawa kecil tanpa rasa bersalah, sementara Rubah Kematian terlihat tidak peduli lantaran sibuk dengan hidangan yang ada di depannya.
Untuk Bai Han tak henti-hentinya menatap pamannya dengan tatapan kesal karena di buat pingsan.
Satu minggu berlalu.
“Apa belum ada kabar dari Tu Long?” Tanya Bai An melirik ke arah Hu Song.
Hu Song menggelengkan kepalanya. “Terahir ia berada di Wilayah Barat dan berkonflik dengan Sekte Pedang Cahaya.” Ucap Hu Song lalu melanjutkan. “Semenjak berkonflik, ia menghilang layaknya di telan kekosongan, hingga saat ini saya sudah berkeliling seluruh Dimensi Mixture, namun jejaknya belum terlihat.”
Pandangan Bai An mengarah ke Duan Du yang ikut mencari bersama Bai Han.
“Aku juga tidak menemukan jejaknya kak, apa dia di tahan oleh Sekte Pedang Cahaya, karena hanya di setiap sekte besar saja kita belum datangi.” Ucap Duan Du terdengar sedikit menghela nafas.
“Hemm..!! Kita tunggu satu minggu lagi, kali ini kita akan berpencar lagi mencari Tu Long di setiap wilayah. Jika belum menemukan jejaknya, maka kita akan mencarinya ke setiap sekte besar.” Ucap Bai An.
“Namun kini kita akan berkelompok mencarinya agar jauh lebih aman.” Sambung Bai An melirik mereka semua satu persatu.
Mendengar itu, mereka pun mengangguk dan tak lama Bai An pun menyebut mereka yang akan pergi ke wilayah masing-masing.
***
Satu hari berlalu.
Wuss wuss..!!
“Hei kenapa aku juga ikut mencari Tuan?” Terdengar suara Rubah Kematian yang menggerutu sepanjang hari karena ikut pergi mencari sosok yang ia tidak kenali.
Bai Chu Ye yang mendengar gerutuan Rubah Kematian hanya diam sambil melesat ke wilayah Timur.
Tap tap..!!
“Kita akan mencari informasi di kota ini dulu, dan jika kau banyak bicara lagi, maka aku tak akan membiarkanmu makan apapun.” Ucap Bai Chu Ye menatap Rubah Kematian.
Glek..!!
Rubah Kematian hanya mengangguk patuh tanpa berani menatap mata Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye pun langsung memasuki kota di ikuti Rubah Kematian yang terlihat layaknya hewan peliharaan.
***
__ADS_1
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Apakah kita tidak langsung mengamuk saja ke dalam sekte Tuan muda? Dari pada mencari di kota-kota maupun hutan, mungkin Tuan Tu itu tidak ada.” Ucap Luo Sha terdengar semangat.
Bai Han, Gu Sheng dan Hu Song hanya melihat ke arah Luo Sha karena mereka bertiga tahu jika Luo Sha hanya ingin bertarung dengan musuh kuat.
“Kau lebih baik diam saja dan ikuti rencana Tuan besar, jika masih belum menemukannya, baru kita memasuki sekte besar.” Ucap Gu Sheng mendengus kesal.
“Hemm.!! Sekte Besar bukanlah semudah yang kau kira, memasukinya tanpa rencana, itu sama saja dengan bunuh diri.” Sambung Hu Song menatap Luo Sha dengan dingin.
“Sudah jangan berdebat di sini, lebih baik kita mencari informasi dulu.” Ajak Bai Han berjalan ke Kota terbesar di Wilayah Utara.
Tap tap..!!
“Ingat, di sini tidak jauh ada Sekte Sisik Naga, mereka sangat waspada dengan pendatang baru.” Ucap Bai Han memperingati Gu Sheng, Luo Sha dan Hu Song.
Mereka bertiga pun mengangguk paham, lalu mengikuti Bai Han yang cukup mengenal kota ini, karena ia bertemu dengan Hu Song di kota ini dulu.
“Ayo,, aku telah mengetahui semua struktur kota ini, termasuk dimana tempat informasi paling baik.” Ucap Bai Han.
Hu Song dan Luo Sha hanya menganga tak percaya, mereka tentu tak percaya jika Bai Han seseorang yang mereka tahu berasal dari Dimensi tanpa nama mengetahui struktur kota ini.
Bagaimana tidak, mereka saja yang telah sering mendatangi kota ini tidak mengetahui setruktur kota ini sampai sepertiganya.
***
Dret..!!
Duan Du dan Bo Wuhan muncul di sebuah portal yang menghubungi ketiga Dimensi di Dimensi Alam Dewa.
“Tuan Duan, kenapa kita di kirim menuju Dimensi Alam Surgawi?”
Duan Du melirik ke arah Bo Wuhan. Semenjak kecerdasan Bo Wuhan di kembalikan sampai 80% Bo Wuhan kini tak henti-hentinya bicara.
“Apakah mulutmu itu tidak bisa kau tutup sehari saja,” dengus Duan Du dengan raut wajah kesal.
Bo Wuhan langsung tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Hais,, apalagi itu, kau kan sekarang tak punya rambut, dasar-” sebelum Duan Du menyelesaikan ucapannya.
Wajahnya seketika melirik ke arah kejauhan dengan sedikit serius. “Hemm..!! Aura ini,” gumam Duan Du dan Bo Wuhan serempak.
Dengan cepat mereka mengenakan tudung untuk menutupi identitas mereka.
...
__ADS_1
Tap tap..!!
Sementara tak jauh dari Duan Du dan Bo Wuhan.
Terlihat sosok pemuda tampan dengan beberapa pria tua dan Tuan muda jenius mengikuti pemuda tampan tersebut.
“Tuan muda Feng, setelah kesini menjemput para Jenius Klan yang akan masuk ke sekte, kita akan kemana lagi?” Tanya seorang pria tua yang menjadi Master Sekte tingkat menengah.
Feng Ruan langsung melirik Master Sekte yang memiliki kekuatan jauh lebih tinggi darinya. Tapi karena drajatnya lebih tinggi, ia langsung mendengus.
“Kau lebih baik diam saja, ikuti apa yang aku arahkan.” Ucap Feng Ruan dengan nada dingin.
Tak lama, wajah Feng Ruan sedikit berkerut saat melihat dua sosok yang menatap ke arahnya.
Namun karena tidak bisa merasakan aura mereka atau tingkat kultivasinya, Feng Ruan sedikit waspada.
Tap tap..!!
Saat kelompok Feng Ruan sampai, salah satu dari Tuan muda Klan Besar yang biasa di agungkan Jenius Klan langsung menunjuk ke arah Bo Wuhan.
“Hei kau, cepat minggir dari sini.” Teriak Jenius klan dengan nada arogan.
Feng Ruan dan para orang tua tersebut langsung memasang wajah jelek lantaran melihat betapa arogannya cecunguk yang mereka bawa.
Sementara Duan Du dan Bo Wuhan langsung menyeringai saat rencana mereka sengaja menghadang kelompok Feng Ruan sukses.
Bo Wuhan tanpa menunggu perintah dari Duan Du langsung melihat ke arah Jenius Klan.
“Tutup mulutmu bocah, ini adalah tempat bebas,” ucap Bo Wuhan langsung muncul sambil mencekik Jenius Klan tersebut.
Mata Feng Ruan, para orang tua dan Jenius Klan langsung melotot tak percaya lantaran tidak mampu melihat pergerakan Bo Wuhan.
Uhuk uhuk..!!
Sementara Jenius Klan yang di cekik kini meronta-ronta sambil menatap Bo Wuhan dengan tatapan tajam. “Le..Lepaskan a..aku brengsek.” Ucap Jenius Klan dengan nada tersendak-sendak.
Wajah Bo Wuhan di balik tudung seketika menyeringai.
Dret..!!
Bom..!!
Kepala jenius klan tersebut langsung meledak, setelah itu pandangan Bo Wuhan mengarah ke Feng Ruan dan kelompoknya.
“Apakah kalian keberatan aku membunuh sampah kurang ajar ini?” Tanya Bo Wuhan dengan nada dingin di sertai tawa kecil.
Saat beberapa Jenius klan ingin mengucapkan sesuatu.
__ADS_1
Feng Ruan langsung maju dengan langkah santai di sertai senyum tulus.
“Tentu kami tidak keberatan Tuan, terlebih dia lebih dulu mencari masalah dengan anda.” Ucap Feng Ruan langsung membungkukkan badannya.