
“Ini,” Bersamaan dengan itu, Bai Han langsung membuka matanya saat merasakan guncangan hebat mengguncang Dimensi Binatang Buas.
Dengan segera Bai Han bangkit lalu melesat keluar gua.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Apa kalian tidak apa-apa?” Tanya Bai Han langsung muncul di depan Raja Singa Emas dan Raja Beruang Es.
“De..Dewa,” ucap kedua Raja Binatang Buas serempak sambil membungkukkan badan.
Tanpa mendapat jawaban pun Bai Han langsung tahu jika mereka berdua tidak baik-baik saja, terlebih lagi keduanya juga melindungi rakyat mereka karena dampak pertarungan dari kedua saudaranya.
Saat Bai Han ingin kembali bertanya, sebuah pesan telepati langsung masuk ke pikiran Bai Han.
“Hemm..!! Jadi begitu, pelindung Dimensi ini sudah hancur bersamaan dengan keluarnya kedua saudaraku melalui pintu dimensi,” gumam Bai Han dalam hati.
Pantas saja menurut Bai Han Dimensi ini sangat rentan, padahal saat kedua petinggi Menara mencoba menghancurkan pintu masuk Dimensi, tidak ada dampak apapun.
“Kalian semua masuk lah ke dalam dunia jiwaku, jadikan itu tempat tinggal sementara kalian, kalian juga boleh membangun apapun sesuka kalian, asal jangan ada yang bertarung sampai mati.” Tanpa basa basi Bai Han langsung membuka Dunia Jiwanya.
Dret..!!
Tidak sampai 10 menit, setelah semuanya masuk ke dalam Dunia Jiwa Bai Han, kini Bai Han memindahkan sebagian hutan yang ada di dimensi ke dalam Dunia Jiwanya.
“Baiklah, setelah itu aku harus membantu Yuheng,” gumam Bai Han saat merasakan Yuheng dalam bahaya.
Bai Han pun langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
***
Di saat yang bersamaan, kini Lan Yuheng terlihat terengah-engah sambil mengusap darah yang terus menetes dari sela bibirnya.
Bukannya merasakan rasa sakit, Lan Yuheng malah menikmati pertarungan ini.
__ADS_1
Sementara tidak jauh di depannya Fu Long dalam wujud Binatang Iblis terlihat juga memiliki bekas luka di tubuh dan kakinya.
“Baru kali ini ada seseorang yang dapat melukai ku setelah Chen Long,” ucap Fu Long.
Dret..!!
Tak lama tubuh Fu Long terlihat berubah menjadi bewarna Merah, bukan hanya itu saja tubuhnya juga sedikit berubah menjadi setengah Naga dan setengah Binatang Iblis.
Kulit Fu Long yang bewarna merah di baluti sisik Naga yang membuatnya terlihat mengenakan armor.
...Ilustrasi Fu Long...
Melihat perubahan drastis Fu Long, wajah Lan Yuheng seketika berubah menjadi serius.
“Akan ku berikan kau kematian yang layak karena dapat melukaiku,” ucap Fu Long dengan nada berat.
Lan Yuheng yang mendengar itu langsung ingin membangkitkan spiritnya, tapi sebelum ia bereaksi, tubuhnya seketika membeku.
“Kau tahu dulunya aku adalah kebangaan bagi klan ku, Klan Naga Langit, tapi semenjak kemunculan bajingan itu, semua kebangganku di hancurkan.” Ucap Fu Long muncul tepat di depan Lan Yuheng yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Wuss..!!
“Sialan, kenapa Spiritku tidak muncul,” teriak Lan Yuheng dalam hati terlihat menggertakkan gigi berusaha menghubungi Spiritnya, tapi tetap saja tidak bisa, seolah ada energi yang menghalangi dirinya bertemu dengan Spiritnya.
Itulah kelebihan Klan Chen Long, bisa menyegel Spirit seseorang menggunakan kekuatan bawaan mereka, tentu Fu Long menyadari jika Lan Yuheng mempunyai Spirit sehingga ia dari awal sengaja menahan diri agar Lan Yuheng lengah. Dan pada saat ada kesempatan ia akan langsung menggunakan kekuatan penuhnya untuk membunuh Lan Yuheng sebelum Spiritnya menghancurkan penghalang yang ia buat.
Wuss..!!
Duar..!!
Mata Fu Long seketika menyipit saat sebuah kabut muncul tepat di sekeliling tubuh Lan Yuheng. Walau begitu, ia sama sekali tidak menyadari kabut ini adalah ancaman baginya dan menduga jika itu kartu tersembunyi Lan Yuheng.
“Pada akhirnya kau tetap saja mati walau kau menggunakan apapun yang kau sembunyikan,” ucap Fu Long yakin jika Lan Yuheng telah mati.
__ADS_1
Tepat saat kabut menghilang, ia melihat sudah tidak ada aura kehidupan dari Lan Yuheng dan juga tidak melihat jejak darah.
Fu Long pun merasa Lan Yuheng telah hancur menjadi abu tanpa menyisakan apapun.
...
Di saat bersamaan, sebuah kabut muncul cukup jauh dari lokasi Fu Long berada. “Dasar bodoh, jika kau melawan musuh kuat, setidaknya gunakan kepalamu, jangan samakan dirimu dengan paman ku Tu Long, walau ia bertarung tanpa menggunakan otaknya, setidaknya ia tahu apakah mampu melawan musuhnya atau tidak, jika tidak maka ia tidak akan membahayakan nyawanya dan juga nyawa orang di sekelilingnya,” dengan wajah kesal Bai Han langsung menceramahi Lan Yuheng yang kini hanya diam meringkuk layaknya kucing di marahi induknya.
“Hais,, setidaknya jadikanlah ini pelajaran, setidaknya ikuti apa yang dulu pamanku lakukan, jika kau tak mampu melawan musuhmu, kau setidaknya jangan melawan seorang diri, jika tidak ada rekan, maka tunggulah rekanmu datang, jika tidak datang, maka menghindar adalah pilihan terbaik. Karena akan ada saat kau bisa mencarinya di saat kekuatanmu sudah cukup untuk menghadapinya.” Sambung Bai Han menghela nafas panjang sambil menepuk pundak saudaranya.
“Aku tidak ingin kau mati, sehingga aku melakukan seperti ini, sudah cukup aku kehilangan anggota keluargaku lagi.” Ucap Bai Han kini sedikit berkaca-kaca.
Melihat Bai Han ingin meneteskan air matanya. Tanpa sadar Lan Yuheng ikut meneteskan air matanya.
“Maafkan aku saudara Bai, aku tidak akan mengulangi hal yang sama lagi demi kesenangan pribadiku, aku kini sadar jika aku sedikit serakah akan kekuatan.” Ucap Lan Yuheng.
Bai Han pun langsung tersenyum tipis. “Kau tidak perlu meminta maaf, cukup ambil sisi baik dari semua yang aku ucapkan tadi,” ucap Bai Han langsung melirik ke arah Fu Long.
“Aku yakin ia mengira kau telah mati, terlebih lagi aku mempunyai janji dengan Paman Chen Long jika harus menangkapnya hidup-hidup, jadi aku akan menghadapinya sendiri, sementara kau bantulah adik terkecilmu, dan jangan sampai membangkitkan Spirit kalian saat melawannya, anggap saja ini sebagai ujian.” Ucap Bai Han melirik Lan Yuheng.
Lan Yuheng yang awalnya sedikit senang kini sedikit cemberut karena tidak di izinkan mengaktifkan Spiritnya.
“Baiklah, setidaknya jika bekerjasama maka kami bisa mengalahkannya,” ucap Lan Yuheng langsung melesat.
Wuss..!!
***
Di tempat Bai Da Xing, saat ini Bai Da Xing dan Jin Yuanhu terus bertarung dengan saling menjaga jarak.
“Monyet sialan ini, dia jauh lebih lici dari yang aku duga,” gumam Jin Yuanhu kini mulai kesal, tapi ia tetap berusaha menahan diri untuk tidak mengeluarkan batasannya saat ini, karena ia yakin jika Monyet di depannya juga mengeluarkan kemampuannya yang sesungguhnya.
“Tongkat ini sangat luar biasa, huh, tapi bagaimana caraku untuk mendekatinya lalu menyerangnya dengan kekuatan penuhku saat ini tanpa bantuan Spiritku,” gumam Bai Da Xing terus menjauhi tongkat emas milik Jin Yuanhu.
Dret..!!
__ADS_1
Tepat saat Bai Da Xing mencoba mencari cara mendekati musuh. Lan Yuheng langsung muncul.
“Hehe,, umpanku telah tiba, keberuntungan yang sangat luar biasa,” kekeh Bai Da Xing dalam hati.