
Terlihat wajah mereka semua mengeluarkan senyum di sertai tekad saat melesat ke arah tertentu.
Waktu terus berlalu, beberapa kali kelompok Bai An istirahat untuk mengisi energi dan meluangkan waktu untuk makan serta minum arak.
Mereka semua istirahat di setiap batu besar yang mengambang di ruang kehampaan.
Setelah beberapa tahun berlalu, atau bertambahnya usia Bai Chu Ye yang kini menjadi 13 tahun, dan Bai Han sudah berusia hampir 25 tahun.
Kelompok Bai An akhirnya melihat sebuah Dimensi yang sedikit jauh lebih besar dari Dimensin klan Bai.
“Ayah, apa ini dimensi pusat?” Tanya Bai Han dengan mata berbinar-binar. Walau usia Bai Han telah dewasa, sikapnya masih saja layaknya anak berusia 8 tahun.
Sementara Bai Chu Ye yang masih remaja berusia 13 tahun adalah kebalikannya, malah ia terlihat memiliki pembawaan dewasa layaknya orang tua.
“Hmm..!! Aku rasa itu bukan Dimensi Pusat,” ucap Tu Long melirik dengan wajah semangat, karena sekian tahun mereka akhirnya melihat sebuah dimensi.
“Itu bukan Dimensi Pusat, ayah juga kurang tahu ini Dimensi apa? Tapi kita akan tahu setelah memasukinya,” ucap Bai An dengan nada santai.
Duan Du mengangguk setuju bersama Bai Chu Ye.
Setelah saling memandang, Bai An dan yang lainnya melesat ke arah Dimensi yang tidak jauh di depan mata mereka.
Dimensi ini memiliki dinding bewarna perak terang, terlihat jelas di balik dinding perak banyak alam semesta beserta dunia berjejer rapi.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Bai An dan yang lainnya berhenti tepat di depan dinding tersebut.
Tanpa menunggu waktu lama, Bai An mengeluarkan sesuatu yang telah di berikan oleh Raja Iblis Mo Liang Yun.
“Apa menggunakan ini kita bisa masuk tanpa di ketahui kak?” Tanya Duan Du penasaran.
“Kita akan tahu setelah mencobanya,” jawab Bai An santai sambil melirik keluarganya.
Seakan paham maksud lirikan Bai An, mereka semua langsung berkumpul membentuk lingkaran.
“Pegangan yang erat, jangan sampai ada yang melemahkan pegangan kalian, jika itu terjadi, maka kita akan berpisah,” ucap Bai An memberikan peringatan.
Semuanya langsung mengangguk sambil mengeratkan pegangan mereka menggunakan energi mereka.
__ADS_1
Blush..!!
Setelah Bai An menekan benda yang terbentuk seperti patung mini pada kepalanya. Cahaya bewarna putih terang langsung menyinari tubuh Bai An dan yang lainnya.
Jlep..!!
Bertepatan dengan cahaya tersebut menghilang. Bai An dan keluarganya juga ikut menghilang.
Tak lama setelah menghilangnya Bai An dan keluarganya.
Sosok mengerikan muncul, wajahnya terlihat seperti campuran monster dan iblis.
Tubuhnya berbentuk manusia, tangannya ada 8 dan kakinya ada dua, kepalanya layaknya manusia, namun kepalanya ada dua, di belakang ada bentuk harimau memiliki dua tanduk di keningnya.
“Hmm..!! Apa penciumanmu berkurang sehingga kau mengigau?” Tanya kepala manusia tersebut.
“Sialan kau, aku benar-benar merasakannya, ada 5 aura yang aku rasakannya sebelumnya di tempat ini, dan dari baunya ada satu Ras Half Giant Dragon, sisanya manusia,” dengus kepala Harimau.
“Hmm..!! Jika ucapanmu benar, maka kita pasti bisa merasakannya mereka masuk. Tapi aku tidak merasakan apa-apa,” kepala manusia tak mau kalah, ia kini malah meragunakan penciuman saudaranya ini.
“Heng.. Kau ini jika tidak percaya ya sudah, lebih baik kita selidiki saja. Karena jika kita di anggap tidak becus menjadi penjaga Dimensi ini, maka Penguasa Dimensi akan membunuh kita seperti penjaga sebelumnya.” Sambung kepala Harimau tak mau mengambil resiko.
Dulu ada satu Ras yang memasuki Dimensi ini dan penjaga Dimensi yang sebelumnya di tugaskan lalai dengan membiarkan Ras tersebut berkeliaran di seluruh Alam Semesta maupun dunia, sehingga setiap Ras tersebut melangkahkan kaki, semua pasti akan kacau.
Anehnya lagi, setiap Penguasa Dimensi mengedarkan kesadarannya ke seluruh area dimensi, ia tidak mampu merasakan keberadaanya. Hal itulah yang membuat Penguasa Dimensi saat ini kesal karena di permainkan oleh semut.
***
Blush..!!
Sebuah cahaya terang tiba-tiba muncul di sebuah gurun es.
Tak lama setelah cahaya tersebut menghilang, kini sosok manusia terlihat melayang.
“Hmm..!! Tekanan di sini jauh lebih kuat dari Dimensi Klan Bai,” gumam Bai An.
Pandangan Bai An mengarah ke gurun es yang begitu dingin. Bahkan hawa dinginnya mampu mambunuh kultivator setingkat Dewa Immortal.
Beruntung semua keluarga Bai An saat ini sudah memiliki kekuatan lumayan. Jadi mereka semua tidak berdampak di gurun es ini.
“Ayah, Han'er merasakan adanya kehidupan di sana, tepatnya di bawah gurun es ini,” tunjuk Bai Han saat ia tak sengaja menggunakan Hukum Alam saat baru sampai.
__ADS_1
“Hmm..!! Jika begitu ayo kita kesana, aku mencium adanya bau makanan,” ajak Tu Long dengan nada bersemangat.
Duan Du yang mendengar itu langsung mendengus.
“Heng,, otakmu hanya kekuatan saja, sesekali gunakan otakmu untuk berpikir,” dengus Duan Du.
“Kak, banyak bau darah di sini, dan saat aku memusatkan kesadaranku, banyak sekali energi lemah di bawah sana, jika tebakanku tidak salah, mereka mungkin sedang menderita,” ucap Duan Du dengan nada serius.
Bai An yang sudah mengetahui itu hanya diam saja.
Bukan tak ingin menjawab, melainkan aura yang ia rasakan tadi sesaat milik saudaranya Pixiu. Namun saat ini aura tersebut kembali menghilang.
Bai An juga mencoba melacaknya menggunakan jiwanya yang masih terikat, masih belum bisa merasakannya.
“Hmm..!! Mungkin hanya perasaanku saja,” gumam Bai An dalam hati.
“Ayo kita cari tahu apa yang terjadi disana,” ajak Bai An.
Wuss..!!
Wuss..!!
Kelompok Bai An langsung melesat ke arah yang di maksud oleh Bai Han.
***
Sreet..!!
Seorang pemuda tiba-tiba mendadak berhenti. “Eeh,, kenapa aku merasakan adanya aura Tuan muda? Terlebih jiwaku merasakan adanya seseorang ingin menghubungiku?” Gumam pemuda yang tak lain Pixiu.
“Mungkin hanya perasaanku saja, aku sudah mengelilingi seluruh isi Dimensi ini dan tak ada satupun dari mereka yang aku temui, jika mereka memang ada, pasti bocah itu dan Tu Long lebih dulu membuat kacau di banding denganku dulu,” gumam Pixiu menyebut Duan Du sebutan bocah.
Dengan segera Pixiu kembali menghilang keluar dari dunia es dan meninggalkan alam semesta tempat Bai An dan keluarganya datangi.
Saat ini Pixiu telah mengetahui nama Dimensi ini dan siapa Penguasanya, ia juga telah mengetahui tentang Dimensi Pusat.
Pixiu berniat meninggalkan Dimensi ini dari dulu, tapi ia ingin menyelesaikan masalahnya lebih dulu dengan beberapa orang yang telah membunuh kedua murid dan orang yang ia anggap saudara, karena dia Pixiu bisa sekuat sekarang.
Untuk kedua muridnya, karena mereka ia bisa hidup sampai saat ini.
Jika saja Bai An dan keluarganya melihat Pixiu yang sekarang, mungkin mereka akan terkejut luar biasa.
__ADS_1
Karena saat ini Pixiu jauh berbeda dengan yang dulu, dari auranya saja, ia terlihat seperti aura seorang Penguasa atau Raja.
Untuk tingkat Kultivasi, Pixiu saat ini hampir menyamai tingkat kultivasi Bai An.