
Cen Tian seketika membelalakkan matanya saat ingat siapa semua orang ini.
Dia baru saja menyadari siapa orang-orang ini saat mencerna ingatan yang Bai An berikan.
Memang beberapa dari mereka tidak ia kenali, tapi Cen Tian yakin jika mereka memiliki hubungan.
Apalagi saat melihat warna mata dan rambut mereka yang memiliki kesamaan.
Dua hari telah berlalu.
Saat ini Cen Tian, Lang Zai, Bao Tang, 3 anak angkat Tu Long dan yang lainnya saat ini menunggu puluhan orang yang mereka anggap keluarga Bai An.
Tak menunggu lama, kini terlihat Ling Dong membuka matanya.
“Hmm,, ternyata aku yang pertama kali pulih,” gumam Ling Dong yang langsung melihat, kakak, ayah, kakek, leluhur dan para seniornya.
Wajar saja jika ia pertama kali sadar, karena Ling Dong yang terlemah, energi yang harus ia kumpulkan lebih sedikit dari yang lainnya.
Saat ini, pandangan Ling Dong beralih ke Cen Tian dan yang lainnya. Tak lama ia seketika menghela nafas rendah.
“Aku tahu arti tatapan kalian semua, aku juga telah mendengar pembicaraan kalian tadi,” ucap Ling Dong terhenti sesaat.
“Walau aku memulihkan energiku tadi, aku tetap bisa mendengar apa yang kalian bicarakan. Jadi aku bersama yang lainnya akan mengajari kalian semua, terlebih kalian semua saudara dari keponakanku Bai An,” Ling Dong tersenyum tipis.
Terlihat ia merencanakan sesuatu saat akan melatih mereka nanti.
Cen Tian dan semuanya tentu mengangguk dengan semangat. Walau beberapa dari mereka sadar ada yang Ling Dong sembunyikan. Tapi mereka semua tidak terlalu peduli, karena mereka juga telah mendapat pelatihan neraka dulu saat berada di Dunia Jiwa Bai An.
“Jadi kapan kami akan memulai latihan paman?” Tanya Cen Tian kini menggenggam erat tangannya saking semangatnya.
“Mulai saat ini, aku akan lebih dulu melatih kalian, dan latihan kalian hanya lari saja,” jawab Ling Dong tersenyum tipis.
Fu Jian dan Bao Tang mengerutkan keningnya karena merasa ada yang tidak beres. Mereka kini memandang ke arah Cen Tian, Lang Zai, 3 anak angkat Tu Long dan beberapa orang yang berasal dari Alam Semesta Inti ke 10.
Melihat semuanya mengangguk semangat tanpa bertanya, Fu Jian dan Bao Tang hanya diam saja.
“Baiklah, apa saja syaratnya?” Tanya Cen Tian yang sadar.
“Benar,, tidak mungkin kan kami hanya lari saja?” Sambung Lang Zai dan Bai Yu Long bersamaan.
“Kalian cerdas, tidak sia-sia Mu Xia'er melatih kalian dulu,” puji Ling Dong tersenyum kecil.
“Seperti biasa syaratnya adalah, aku akan menyegel dantian kalian yang artinya kalian akan lari seperti manusia Fana dan kalian akan membawa batu yang telah di pasang formasi pemberat. Tapi,” Ling Dong terhenti sesaat sambil mengeluarkan senyum tipis.
__ADS_1
“Tapi apa?” Dahi Cen Tian dan Lang Zai langsung berkerut dan wajah sedikit kesal karena Ling Dong tidak menjelaskan secara langsung, ia malah berbelit-belit.
“Tapi jarak lari kalian adalah seluruh Dunia ini, kebetulan juga Dunia tempat kita terlempar ini adalah Dunia kosong yang dulunya bekas kekuasaan Klan Chu Era kuno,” jelas Ling Dong.
Cen Tian dan semua orang yang pernah mengalami latihan neraka langsung mengangguk tanpa protes.
Berbeda dengan Fu Jian dan Bao Tang, wajah mereka seketika menjadi jelek.
Pasalnya dari dulu mereka tidak pernah berlatih tanpa menggunakan energi, dan mereka juga tidak bisa tidak bergantung dengan energi.
“A..Apakah-”
“Semuanya, ayo kita lari, kita buktikan jika kita bisa dan bisa membebaskan sekaligus membalas perbuatan keparat itu,” suara teriakan Cen Tian menghentikan ucapan Bao Tang yang ingin mengeluh dan meminta saran pelatihan lain.
Bao Tang dan Fu Jian kini mulai ikut terbawa suasana sehingga mereka langsung maju ke arah Ling Dong yang mulai menyegel dantian semua orang yang ingin berlatih.
***
Wuss..!!
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Hmm..!! Di dunia ini juga tidak ada,” gumam orang berjubah coklat yang tak lain Bai Di.
Bai Di di tugaskan untuk mencari Bai Han dan Bai An bersama semua pengikutnya.
Tapi sampai saat ini ia belum mendapat jejak mereka.
Tanpa berlama-lama, ia langsung menghilang lagi.
“Hoho,, orang ini cukup kuat, jika Bai So tidak melindungiku menggunakan Inti Energi Jiwanya, mungkin kami dapat dia rasakan,” kekeh Bai An kini memandang ke arah Bai Di pergi.
Tentu Bai An dapat melihat kemana Bai Di pergi. Setelah melihat kemana ia pergi, Bai An kini memandang ke arah Bai Han, Duan Du dan Tu Long.
“Ayo, kita harus cepat, jika kita bisa menghancurkan Segel Dimensi ini, maka aku yakin mereka pasti akan marah besar dan orang-orang yang mungkin dekat dengan Dimensi milik Klan Bai pasti akan menginvasi ke sini,” ajak Bai An.
Bai Han, Duan Du dan Tu Long langsung mengangguk setuju di sertai senyum jahat.
Bai An tahu jika ia tidak akan bisa menang melawan pemimpin klan Bai, jangankan pemimpinnya, Bai Di saja yang baru lewat ia tidak bisa lawan walau mereka semua bergabung.
Jadi satu-satunya cara untuk melawan mereka adalah membuat kekacauan di Dimensi Klan Bai, jika sudah kacau mereka akan memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kekuatan.
__ADS_1
Bai An yakin jika pemimpin klan Bai pasti akan berhenti memburu mereka karena lebih mementingkan orang-orang yang akan menginvasi kesini dan memulihkan segel Dimensi.
Wuss..!!
Saat Bai An melesat, ia terhenti sesaat. Tanpa menunggu reaksi keheranan dari ketiganya. Bai An langsung membawa ketiganya masuk Dunia Jiwanya.
Wuss..!!
Bai An juga langsung melesat menggunakan kecepatan penuhnya.
Wuss..!!
Duar..!!
Bertepatan dengan Bai An menghilang, tepat dimana Bai An berdiri datang sebuah serangan mengerikan hingga menghancurkan Dunia dibawahnya hingga menjadi abu.
Bai An melirik ke arah belakang, tatapannya kini mulai menajam.
“Sungguh orang yang mengerikan, ia sangat teliti dan penuh kehati-hatian,” gumam Bai An dengan nada dingin.
Bai Di dapat merasakan kehadiran energi yang sangat tipis sehingga tanpa ragu ia langsung mengayunkan tinjunya dengan santai.
Bai An tahu yang melakukan kesalahan tadi adalah putranya yang tidak sengaja melepaskan energinya.
Jika saja Bai Han tidak melakukan hal tersebut, mungkin mereka berempat tidak akan di sadari oleh Bai Di.
Setelah melihat Bai Di, Bai An kembali menghilang dari tempatnya.
Sementara Bai Di yang kehilangan jejak energi tersebut kini mulai melambaikan tanganya.
Seketika tercipta jutaan bola energi dengan kekuatan yang mengerikan di setiap bolanya.
Bola-bola energi tersebut terlihat melayang diam seolah menunggu perintah dari Tuannya.
Bai Di kembali mengayunkan tanganya, tak lama bola-bola tersebut melesat ke segala arah.
Bom bom bom..!!
Bom bom bom..!!
Ledakan dimana-mana terdengar, tidak di ketahui sudah berapa miliaran jiwa yang mati saat setiap Dunia di Alam Semesta Inti Pertama satu persatu hancur.
Setiap Penguasa Dunia dan para kultivator yang memiliki tingkat kultivasi cukup tinggi selamat hanya bisa termangu.
__ADS_1