Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Keluarga Bai An Menuju Dimensi Alam Sihir


__ADS_3

Tubuh Duan Du seketika menegang mendengar suara yang tidak ingin ia dengar.


Dengan cepat Duan Du mencoba memasuki arak yang ada di meja saat ini.


Namun sebelum tangan Duan Du mengambil arak, sebuah tangan lebih dulu mencengkram pergelangan tangan Duan Du.


“Ooh ternyata Gege diam-diam selalu minum di belakang ku ya, bagus-bagus. Awas saja jika Li'er dan Ling'er mengikuti sifatmu ini,” ucap Jia Li Ling dengan nada dingin.


Glek..!!


Duan Du seketika menelan ludahnya, saat ia melirik ke arah samping, ia melihat wajah istrinya kini memerah.


“Apa ini ayah? Rasanya kenapa sangat pahit dan panas,” ucap Duan Ling yang memiliki rasa penasaran tinggi sehingga mencoba mencicipi arak yang ada di gelas bekas Duan Du minum.


Blush blush..!!


Seketika banyak aura meledak.


“Berani sekali kau mengajari putrimu minum-minuman seperti ini,” teriak Ling Mei kini menerjang ke arah Duan Du, bukan hanya Ling Mei saja, semua wanita ikut menerjang ke arah Duan Du.


Wajah Duan Du seketika menegang di sertai memasang wajah jelek.


Bruk bruk bruk..!!


Satu jam telah berlalu, kini wajah Duan Du terlihat babak belur, pakaian yang ia kenakan hampir seluruhnya sobek akibat cakaran dan pukulan para wanita.


Belum puas menghajar Duan Du, para wanita menyegel dantian Duan Du agar ia tidak menggunakan energinya untuk memulihkan diri.


“Woee,, ayolah, lepaskan ikatan dan segel itu,” teriak Duan Du yang saat ini di gantung tepat di salah satu pilar di dalam aula.


Melihat tidak ada yang merespon dirinya, termasuk pamannya Ling Dong dan keluarganya yang laki-laki. Duan Du hanya bisa mengerucutkan bibirnya.


“Saat ini ada masalah penting, kakak beberapa waktu lalu telah menghubungiku, ia mengatakan akan datang bahaya besar, jika kita tidak cepat menuju ke tempat kakak untuk meningkatkan kekuatan atau menembus ke tingkat selanjutnya, maka kita semua akan mati tanpa melakukan perlawanan,” ucap Duan Du langsung memasang wajah serius.


Mendengar itu, Ling Mei, Mu Xia'er, Chu Jia, Bai Xia Xie, Mei Yin, Ling Sui, Ling Feng, Ling Dong, Gou Long, Gou Han dan semua keluarga Bai An yang berperan penting dalam melawan Wing Zhen langsung mengepung Duan Du.


“Apa yang kau katakan tadi benar Du'er?” Tanya Ling Mei mencoba menatap tajam mata Duan Du.

__ADS_1


“Pasti hanya akal-akalannya ibu, kau tahu kan anak ini sangat pintar bicara.” Ucap Mu Xia'er.


“Tapi jika di dengar tadi, sepertinya Tuan Duan sangat serius.” Sambung Gou Long menatap ke arah Ling Feng.


“Aku rasa kau benar saudara Gou Long, saudara Duan terdengar serius, jadi ia pasti saat ini tidak bercanda.” Timpal Ling Feng.


Semua keluarga Bai An seketika beragrumen masing-masing, hal tersebut membuat Duan Du semakin kesal. Sementara Bai Xia Xie hanya diam saja sambil melihat wajah pamannya dari tadi.


“Diam.” Ucap Bai Xia Xie dengan nada pelan, namun karena menggunakan sedikit energinya, suara Bai Xia Xie menggema ke seluruh bangunan hingga membuat sedikit guncangan.


Seketika semua orang terdiam sambil menatap Bai Xia Xie dengan wajah penasaran. Semua orang mengenal watak Bai Xia Xie, jika ia sudah bicara seperti tadi. Maka, saat ini ada masalah serius.


Setelah cukup tenang selama beberapa menit, Bai Xia Xie langsung melangkahkan kakinya menuju Duan Du.


Crash..!!


Rantai yang mengikat tubuh Duan Du langsung terlepas, bersamaan dengan itu, segel yang ada di dalam Dantian Duan Du telah hilang.


Tap tap...!!


“Cukup main-mainnya paman, jelaskan apa yang ayah infokan kepadamu,” ucap Bai Xia Xie terdengar serius.


Duan Du yang ingin membalas dendam kepada semua orang di depannya langsung terdiam.


“Hemm..!! Lebih baik aku jelaskan secara singkat, jika aku menjelaskan detail, maka itu akan butuh berhari-hari,” ucap Duan Du langsung menjelaskan jika dirinya, kakaknya dan Tu Long merasakan bahaya akan mendekat.


Dan kakaknya Bai An telah memberitahunya jika waktu yang ada di dunia kita dalam waktu mundur 10 tahun, bahaya tersebut akan datang, sehingga kakak mencari sumber daya serta mencari cara untuk menembus ke tingkat selanjutnya.


Saat ini Bai An telah menemukannya dan menyuruh kita untuk kesana ikut meningkatkan kekuatan kita.


Tak lupa juga Duan Du menjelaskan jika tingkat selanjutnya adalah Dewa Surgawi dan setiap tingkatannya sangat sulit untuk di capai. Duan Du juga menjelaskan perbedaan tingkat kekuatan Dewa Surgawi dengan Tingkat Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 Puncak.


Satu jam telah berlalu, saat ini semua orang telah berkumpul.


Duan Du dan Bai Xia Xie terlihat menjadi pemimpin untuk menuju Dimensi Alam Sihir.


“Apakah semuanya sudah berkumpul?” Tanya Duan Du melirik ke arah belakang.

__ADS_1


Seketika semua keluarga, dan pasukan yang di pimpin oleh beberapa anggota keluarga Bai An kini saling melirik satu sama lain.


“Ada yang kurang, dimana putrimu Duan Ling dan Duan Sha?” Ucap Ling Mei melihat kiri kanan mencari kedua putri Duan Du.


“Aah aku lupa, aku menyuruh mereka berdua untuk tidak ikut ibu, mereka saat ini ada di tempat Sha'er,” jawab Duan Du yang lupa memberitahu keluarganya jika keduanya tidak ikut.


“Hemm.!! Jika begitu saat ini tidak ada lagi yang tertinggal. Ayo tunjukkan jalannya Xie'er,” ucap Mu Xia'er.


Duan Du dan Bai Xia Xie pun langsung terbang ke arah tertentu.


Di belakang, keluarga Bai An dan juga pasukan yang di pimpin keluarga Bai An terlihat hampir ratusan ribu yang terpilih ikut meningkatkan kekuatan kini terlihat terbang dengan tertib.


Wuss wuss wuss..!!


***


Bai An yang terlihat menguatkan pondasinya karena baru beberapa bulan menerobos kini membuka matanya saat merasakan tiga aura menuju ke tempatnya.


Wuss wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Wah,, ayah, kenapa kau tidak bilang jika di energi di sini sangat padat dan jauh lebih murni,” ucap Bai Han langsung duduk di sembarang tempat.


Bukan hanya Bai Han saja, Bai Chu Ye pun melakukan hal yang sama. Padalah Bai An merasakan keduanya baru saja menerobos.


Bai An ingin menghentikannya, tapi saat melihat pondasi kedua putranya sangat kokoh. Bai An langsung melirik Tu Long yang tersenyum dari pertama ia datang.


“Jangan bilang kau langsung melawannya saat kesana?” Tanya Bai An, walau ia tahu, Bai An tetap bertanya untuk memastikan.


“Hehe iya, aku bertarung hanya menggunakan kekuatan fisik tanpa menggunakan energi atau Mana dan hasilnya aku kalah,” ucap Tu Long cengar cengir sambil menggaruk kepalanya.


Mendengar itu, Bai An mengangguk santai. “Itu wajar, karena saat ini kekuatan puncaknya pasti sedikit demi sedikit kembali.”


“Hemm..!! Ia sangat kuat Tuan muda dan kau pasti telah mengetahui asal usulnya sehingga membuatkan segel budak bukan?” Sambung Tu Long sambil menatap mata Bai An.


“Benar, dan saat ini ia adalah kekuatan terkuat kita, namun aku tidak ingin menyuruhnya untuk ikut campur terlebih dahulu saat musuh yang ingin menginvasi Dimensi kita datang nanti.” Ucap Bai An tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2