
“Saya juga tidak mencari seperti yang orang-orang itu cari. Jadi anda bisa tenang walau saya tahu anda memiliki Pedang Asura, saya sama sekali tidak berminat dengan pedang itu, karena pedang itu sudah memiliki pemiliknya yang ia pilih.” Sambung Heng Yu.
Tanpa menunggu respon dari Bai An maupun Gu Sheng. Heng Yu langsung melesat ke Kapal Surgawi miliknya.
Wuss..!!
Saat Heng Yu sampai, ia melihat Bo Wuhan kini sedang melawan Li Qian.
“Orang gila sepertimu ingin melawanku,” seutas senyum Li Qian perlihatkan saat ia mengikat Bo Wuhan yang kini tidak bisa berkutik.
Tap tap..!!
“Lepaskan dia,” ucap Heng Yu karena ia merasa Bai An pasti memiliki tujuan tertentu dengan tidak membunuh Bo Wuhan, terlebih lagi tujuannya di sini telah selesai, maka ia akan langsung kembali.
“Ayo kita kembali, di sini sudah tidak ada apa-apa lagi dan juga hilangkan ingatan semua orang yang masih hidup,” ucap Heng Yu yang kini melirik Li Qian sedang tersenyum ke arahnya sambil mengangguk patuh.
Wuss..!!
“Haha mati kau,” teriak Bo Wuhan setelah ikatannya di lepas, ia langsung mengayunkan kapaknya ke arah Li Qian.
“Cukup, kau kembali ke sini.”
Mendengar suara sosok yang ia takuti di kepalanya, Bo Wuhan langsung berhenti tepat saat kapak Bo Wuhan berjarak satu inci di leher Li Qian.
Wuss..!!
Bo Wuhan langsung menghilang.
Tak lama ia muncul di depan Bai An dengan wajah berseri-seri layaknya hewan peliharaan.
Gu Sheng yang melihat Bo Wuhan seketika menggelengkan kepalanya. “Apa lebih baik habisi saja dia Tuan muda, dari pada ia menderita seperti ini?” Tanya Gu Sheng merasa prihatin akan Bo Wuhan yang kini mentalnya telah di hantui oleh sosok Bai An.
Mata Bai An seketika menatap Gu Sheng dengan tatapan tajam. “Mungkin kau belum menyadarinya, lihatlah seluruh ingatannya dan kau akan tahu mengapa aku melakukan ini.” Ucap Bai An sambil menghela nafas.
Gu Sheng seketika canggung mendengar itu dan ia pun langsung mencengkram erat kepala Bo Wuhan.
Blush..!!
__ADS_1
Beberapa saat mata Gu Sheng seketika memerah dan tanpa terasa aura membunuhnya merebes keluar.
“Aku merasa apa yang Tuan muda lakukan ini masih ringan, apa aku boleh menyiksanya,” nada suara Gu Sheng terdengar mengerikan saat melihat ingatan masa lalu Bo Wuhan.
Semasa Bo Wuhan hidup, ia selalu menyiksa semua orang yang ada di wilayahnya, ratusan desa kecil musnah oleh kelakuan bejatnya, ribuan wanita dan anak-anak telah ia perkosa lalu bunuh, sementara para pria ia buat menjadi budak di Klannya.
Tidak ada orang yang berani menegur apa yang Bo Wuhan lakukan lantaran ia adalah Murid Jenius Monster dari Sekte Tersembunyi atau bisa di bilang setiap Jenius Monster sekte tidak boleh di publikasikan, karena itu akan menyangkut perangnya antar Sekte. Hanya beberapa saja yang Jenius Monster di ketahui nama sektenya, seperti Chen Long.
Sekte mereka tidak takut jika Chen Long di publikasikan menjadi Jenius Monster lantaran mereka merasa kuat dan tidak mungkin ada yang berani menyerang sekte mereka.
***
Kembali ke Gu Sheng yang kini telah mencekik leher Bo Wuhan. Bo Wuhan yang di cekik hanya tersenyum saja tanpa ada rasa takut.
Hanya kepada Bai An saja ia takut dan mendengar perintah. Jika itu orang lain, maka ia tak segan-segan akan membunuh atau menyiksanya, terlebih mental atau Bo Wuhan kini sudah tidak memiliki kecerdasan layaknya hewan liar.
“Cukup Gu Sheng, aku memiliki tujuan tertentu sehingga aku tidak langsung membunuhnya. Jika kau cerdas maka berhentilah bersikap seperti anak-anak.” Ucap Bai An langsung menepuk punggung Gu Sheng.
Gu Sheng yang terbawa suasana dan ingatan masa lalunya kini tersadar. “Ah,, maafkan aku Tuan muda,” ucap Gu Sheng tersenyum canggung, ia terihat mirip seperti Tu Long dalam gayanya saat ini.
“Hais,, kenapa setiap anggota keluargaku yang baru selalu merepotkan seperti ini. Apakah tidak ada yang benar-benar normal,” gumam Bai An dalam hati.
Wuss..!!
Wuss..!!
Saat sedang akan pergi ke Dimensi, terlihat salah satu Jenius Sejati mendekati Bai An, Gu Sheng dan Bo Wuhan.
Terlihat di juga dua orang masih pingsan ia bawa menggunakan sedikit energinya.
Tap tap..!!
“Tuan,, saya di suruh untuk membawa dua orang ini kepada anda,” ucap Xin Chen menundukkan kepalanya saat merasakan tekanan dari tubuh Gu Sheng.
Bai An mengangguk ringan. Tangannya menjulur ke depan.
Wuss..!!
__ADS_1
Sebuah benang energi langsung menarik Tu Long dan Duan Du yang masih pingsan.
“Hemm,, kau bisa kembali tapi sebelum itu, siapa nama pemuda yang mengenakan jubah hitam itu?” Tanya Bai An.
“Orang-orang memanggilnya Jenius Monster Tubuh Penghancur, tapi ada juga yang memanggilnya Heng Yu,” ucap Xin Chen dengan jujur.
“Baiklah kau bisa kembali,” ucap Bai An setelah mengetahui nama Heng Yu.
Xin Chen pun kembali.
...
“Hemm..!! Aku merasa itu hanyalah nama samaran Tuan muda, karena setahuku, tidak ada yang namanya Heng Yu dalam jajaran Jenius Sejati saat aku masih di sana dulu, terlebih umurnya terlihat masih sangat muda walau aku tidak bisa menebak karena jubah yang ia kenakan, tapi setidaknya ia belum mencapai usia 5000 tahun.” Gu Sheng kini melirik ke arah Bai An yang tersenyum tipis.
“Ternyata kau harus belajar lebih banyak lagi Gu Sheng, aku maklum karena kau baru saja bergabung dengan keluarga kami, jika kau sudah lama, maka kau pasti akan paham jalan yang akan kita lalui itu tidak ada yang mudah,” ucap Bai An langsung melesat sambil membawa Tu Long dan Duan Du, di belakang Bai An, Bo Wuhan tetap mengikuti tanpa mengucapkan sepatah kata.
Wuss wuss..!!
Gu Sheng yang mendengar itu langsung mencengkram erat tangannya. “Aku pasti akan jauh lebih berguna Tuan muda.” Gumam Gu Sheng dalam hati, tak lama ia pun langsung mengikuti keempatnya.
***
“Hais, aku sudah menduganya jika akan seperti ini, tidak mungkin akan berjalan sesuai keinginan kita.” Ucap Bai An saat melihat korban yang ada di pihaknya.
“Walau begitu, aku tak menyangka jika hampir 70% keluarga kita yang mati, terlebih banyak sekali dari mereka yang ikut dari awal bersamaku,” sambung Bai An mengepalkan tangannya hingga berbunyi.
Krak krak..!!
“Aku akan memburumu kemanapun kau berembunyi, siapapun kau aku pasti akan membuatmu menyesal karena telah mengusik orang yang salah,” nada suara Bai An terdengar menyeramkan saat ini.
Bai An tidak pernah akan semarah dalam waktu yang cukup lama, ini adalah kemarahan keduanya, dan yang pertama saat ia masih berada di Dunia Fana.
Tatapan Bai An tak lama mengarah ke Gu Sheng. “Kemana Ye'er?” Tanya Bai An langsung berubah seketika.
***
__ADS_1
Perjalanan Raja Asura di hapus 🙏🙏 dan akan di lanjutkan di sini, jika butuh info lanjut, silahkan ikut Grup Chat.
Terimakasih