
“Uuhh,, semoga itu tidak terjadi.” Gumam Duan Du merinding.
Tap tap..!!
Saat ini Bai An, Duan Du dan Tu Long telah ikut bergabung bersama Bai Han, Mu Xia'er dan Chu Jia.
Saat ini Bai Han terlihat di apit oleh kedua ibunya.
“Hmm,, mari kita makan An Gege,” ucap Mu Xia'er dengan suara lembut, namun saat bicara, tatapannya mengarah ke Tu Long dan Duan Du.
Tu Long dan Duan Du sadar jika mereka sedang di tatap oleh macan betina, tapi mereka acuh dengan memandang ke arah berbeda sambil bersiul santai.
Hal itu membuat Chu Jia tersenyum kecil dengan tangan tertutup ke bibir manisnya.
“Xia jie jie, kenapa kau begitu membenci mereka, padahal mereka tidak melakukan hal aneh loh kepada Han'er, jadi berhentilah seperti ini,” bisik Chu Jia.
Mu Xia'er langsung mengalihkan pandangannya. “Jia'er kau belum mengenal keduanya terlalu jauh, jika kau mengenal mereka berdua ini, aku yakin kau ingin memakan mereka hidup-hidup,” kata Mu Xia'er sambil menunjuk ke arah Tu Long dan Duan Du yang kini memasang wajah tersenyum kecut.
Bai An yang melihat itu hanya bisa menghela nafas berat.
“Sudah-sudah, kita kesini untuk makan, bukan acara berdebat,” kata Bai An menengahi.
Mendengar itu Mu Xia'er hanya bisa cemberut, karena Bai An selalu membela Duan Du dan Tu Long.
Duan Du dan Tu Long langsung memasang senyum mengejek ke arah Mu Xia'er.
Saat Mu Xia'er ingin marah, Chu Jia dengan cepat berdiri lalu mengambil piring, setelah itu mengambil beberapa makanan dan memberikannya kepada Bai An.
Melihat itu, Mu Xia'er langsung menghela nafas, karena ia berpikir Chu Jia terlalu baik dan lembut, tidak seperti dirinya yang tegas dalam mengambil sikap. Tapi Mu Xia'er sangat bahagia juga dengan adanya Chu Jia, ia kini tidak merasa kesepian saat Bai Han sedang berlatih.
Waktu terus berlalu.
Tak terasa sudah 2 bulan Bai An di luar angkasa.
__ADS_1
Saat ini Bai An, Duan Du, Tu Long, Fu tua dan Bai Han berdiri di dek kapal.
“Hmm,, Tuan muda, aku merasakan jika Alam Semesta Inti ke 8 ini, penguasanya sudah merasakan kehadiran kita,” ungkap Fu tua.
“Hmm,, aku juga merasakan tidak ada yang menarik, orang-orang yang ada di dunia alam semesta ini pasti sudah mengetahui kedatangan kita sehingga mereka semua tidak ada yang terlalu berani bertindak angkuh dan sombong,” gumam Duan Du tersenyum kecut.
“Benar, jika mereka takut karena informasi dari Penguasa alam semesta ini, itu jadi tidak menarik, lebih baik kita langsung saja ke Alam Semesta Inti ke 6 atau 5 Tuan muda,” sambung Tu Long terlihat lesu karena tidak asik jika bertarung melawan pengecut.
Bai An hanya diam saja, setelah itu ia melirik ke arah putranya. “Apa kau meraskannya Han'er?” Tanya Bai An.
“Hmm,, aku merasa ada yang tidak beres, seolah-olah mereka menggiring kita ke Alam Semesta yang lebih tinggi, dan di alam semesta yang lebih tinggi itu, aku rasa kita sudah di tunggu,” kata Bai Han dengan nada melengking.
Bai An tersenyum, walau putranya masih anak-anak, tapi jalan pikirannya setara dengan dirinya.
“Jadi, kau tahu apa langkah yang kita akan ambil bukan?” Kata Bai An menyinggungkan senyum tipis.
“Tentu saja ayah, kita akan mengikuti permainan mereka, tapi kita juga akan memberikan mereka permainan nantinya,” jawab Bai Han sambil melirik ke arah Duan Du.
Duan Du seketika tertawa terbahak-bahak, sementara Tu Long memasang wajah jelek, walau ia bodoh, tapi saat ini mengerti sedang di ejek oleh keponakannya.
“Heng,, walau aku bodoh dan mengakui hal tersebut, tapi aku sangat kuat,” dengus Tu Long langsung bangga sambil menampilkan otot-otot lengannya.
Tawa seketika kembali pecah, bahkan Bai An dan Bai Han ikut tertawa melihat tingkah Tu Long.
Beberapa saat kemudian, setelah berusaha berhenti tertawa, saat ini Bai An mengintruksikan Fu tua untuk melanjutkan perjalanan.
2 bulan kembali berlalu, saat melihat alam semesta inti ke 7 dan dunia yang berjejer rapi, Bai An, Duan Du, Tu Long dan Bai Han menjadi kagum.
Dunia di alam semesta inti ke 7 ini dua kali lipat lebih besar dari dunia alam semesta inti ke 9 dan ke 10.
Fua tua yang melihat Bai An dan yang lainnya kagum langsung menjelaskan. “Tuan muda, dunia terkecil di alam semesta inti ke 7 ini setara besarnya dengan dunia terbesar di Alam semesta inti ke 10, namun sayang alam semesta ini tidak boleh ada yang memasuki karena penguasa alam semesta inti ke 7 ini telah mati saat perang besar dahulu.”
Mendengar itu Bai An mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Bai An langsung mencoba mengingat-ingat info yang telah di berikan Ling Dong dan Mu Xia'er.
“Hmm..!! Jadi dia penguasa alam semesta yang mati yang bernama Chi Long,” gumam Bai An.
“Tapi menurut info Chi Long terkuat 11, dan Ibu Mu Xia'er terkuat 9 lalu Penguasa Ling terkuat 8, dan Alam Semesta inti ini ada 10, lalu mengapa ada 11,” gumam Bai An sedikit bingung.
Memikirkan hal tersebut Bai An langsung menggelengkan kepalanya. “Aku pasti akan tahu jawabannya kelak dan saat ini tidak perlu memikirkan hal tersebut,” sambung Bai An.
“Kita lanjutkan ke alam semesta inti ke 6, dan sebelum sampai ke perbatasan, beritahu aku,” kata Bai An melirik ke arah Fu tua.
Fu tua mengangguk lalu menjalankan kapal langit lagi.
***
“Kak, apa kita akan menyamar?” Tanya Duan Du.
Bai An menggeleng. “Kita tidak perlu menyamar, kita hanya seperti biasa, yaitu menutupi identitas saja, hanya Han'er saja yang tidak menutupi identitasnya karena tidak ada yang mengenalnya,” ucap Bai An.
Duan Du langsung mengangguk lalu melirik ke arah Tu Long yang kini telah sibuk dengan duninya sendiri yang di temani arak.
Beruntung Bai Han saat ini tidur di bahu Bai An, jika ia tersadar, maka ia akan mendapat ceramah dari Bai Han.
***
Srek srek..!!
“Jendral Hu, aku merasakan adanya kapal Langit menuju ke alam Semesta Inti ke 6,” terdengar suara komunikasi dari batu komunikasi.
Hu Yan Di langsung menyinggungkan senyum menyeringai. “Itu pasti mereka, biarkan saja mereka bergerak bebas lebih dulu, tapi tetap pantau sampai aku datang,” kata Hu Yan Di sambil memegang batu komunikas.
“Suruh juga yang lain jangan mengambil sikap jangan gegabah jika para komandanku datang lebih dulu, bila perlu beri peringatan kepada mereka untuk jangan bergerak.” Sambung Hu Yan Di.
Tanpa menunggu jawaban dari orang yang bicara tadi, Hu Yan Di langsung menghancurkan batu komunikasi.
__ADS_1