Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kemunculan Bai Han dan Pembantaian Sepihak


__ADS_3

“Hahaha,, sekte pengecut ini sebentar lagi akan hancur, kau tidak tahu kau telah menyinggung yang seharusnya tak perlu kau singgung” ejek Jiu Long.


Jiu Long kini berusaha bangkit dari tekanan milik Wakil Master Sekte Pedang Sejati.


Wakil Master terlihat sangat mirip dengan Wu Sen Zang, karena ia tak lain adalah ayah dari Wu Sen Zang.


Nama wakil master Sekte Pedang Sejati adalah Wu Zuang Yan, kekuatannya sedikit lebih rendah dari Master Sekte Pedang Sejati.


Walau begitu, Wu Zuang Yan tidak berani mengusik Master Sekte, karena perbedaan satu tahap itu sangatlah mengerikan bagi dirinya.


Sebuah tawa terdengar saat mendengar ancaman Jiu Long.


“Hahaha,, seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa seperti dirimu tahu apa? Mengancam Sekte terkuat di seluruh Alam Semesta Inti? Jangan bercanda bocah, bahkan para penguasa Dunia saja ragu menyerang sekte terkuat ini walau mereka bergabung,” dengus Wakil Master Wu Zuang Yan di sertai tawa mengejek.


Bahkan Wu Sen Zang berusaha bangkit, ia kini di bantu oleh muridnya yang tersisa, Mha Ling.


Wajah mereka juga ikut mengekspresikan mengejek saat mendengar ancaman Jiu Long.


Tapi mereka semua tidak tahu jika ucapan Jiu Long sebentar lagi akan terwujud, bahkan orang yang mereka tawai saat ini sedang memantau mereka dari awal pertarungan Jiu Long di mulai.


Long Yuan yang melihat muridnya terluka kini sudah tidak bisa menahan diri lagi, ia takut jika terlambat selangkah saja, maka muridnya ini akan mati.


Dengan segera Long Yuan melesat ke bawah.


Wuss..!!


Tubuh Long Yuan meluncur dengan cepat.


Bom..!!


“Berani sekali kau melukai murid ku,” ucap Long Yuan dengan nada dingin.


Kini Long Yuan berdiri tepat di depan Jiu Long, Long Yuan berdiri layaknya tembok raksasa yang tidak bisa di hancurkan.


Hal itu Jiu Long lihat saat ini, ia merasa sedikit terharu saat melihat gurunya datang melindunginya.


Tapi wajah Jiu Long berubah panik, ia takut jika Long Yuan mati di bunuh oleh para pengecut ini.


“Gu..Guru larilah, aku akan menahan mereka,” ucap Jiu Long khawatir, Jiu Long memaksakan dirinya untuk berdiri tegap lalu berjalan.


Wu Sen Zang, Mha Ling dan Wu Zuang Yan yang mendengar itu langsung tertawa.


Bahkan semua anggota Sekte Pedang Sejati ikut tertawa.


Apa lagi saat melihat tingkat kekuatan Long Yuan hanya Dewa Immortal ⭐ 2 Awal, membuat semua orang kini menertawai Long Yuan.


“Heng,, hanya sampah saja yang datang, terlebih dengan sombong ingin melindungi murid mu?” Ejek Wu Zuang Yan.

__ADS_1


“Coba lihat dirimu terlebih dulu, apakah kau cocok menjadi guru? Baru kali ini aku melihat gurunya jauh lebih lemah dari muridnya,” sambung Wu Zuang Yan dengan nada mencemoh.


“Benar Wakil Master, mungkin saja ia sedang bermimpi saat ini, coba bangunkan lebih dulu, menjadi murid luar saja ia tidak cocok, hahaha.”


Mha Ling seketika mengejek Long Yuan di sertai tawa semua orang.


Long Yuan yang mendengar ejekan semua orang hanya diam, hal tersebut membuat orang mengira jika Long Yuan diam karena saking takutnya.


Tapi tak lama ia menyunggingkan senyum tipis.


Dengan santai Long Yuan berjalan ke arah Jiu Long.


“Ayo kita pergi sembuhkan luka mu,” ajak Long Yuan.


Jiu Long yang mendengar itu seperti salah dengar, karena saat ini mereka berdua sedang terpojok, bagaimana mereka bisa melarikan diri.


“Kau tenang saja, tidak ada yang bisa menghentikan langkah kita, bahkan Master Sekte mereka pun tidak akan bisa mendekati kita,” seolah tahu isi pikiran Jiu Long. Long Yuan seketika meyakinkan muridnya ini.


Jiu Long seketika mengangguk teguh, karena ia yakin apa yang di ucapkan gurunya.


Gurunya dari dulu tidak perbah membohonginya, jadi keyakinan tersebut muncul dari sana.


“Hahaha,, mau kemana kalian?” Ejek Wu Sen Zang.


“Tinggalkan kepala kalian di sini baru bisa pergi, tapi pergi ke neraka,” sambung Mha Ling kini berinisiatif maju.


Long Yuan melirik ke arah Mha Ling dengan senyum tipis.


“Kau tahu, aku tidak perlu turun tangan untuk membunuh para tikus seperti kalian, cukup dengan keponakan ku saja sudah selesai,” ucap Long Yuan.


Mha Ling hanya tertawa mengejek, dengan cepat ia melesat ke arah Long Yuan dan Jiu Long.


Namun saat sudah mencapai 10 meter di depan keduanya, Mha Ling merasa pandangannya menjadi gelap.


Brak..!!


Tak lama Mha Ling terjatuh dengan tubuh terpotong-potong menjadi beberapa bagian oleh benang energi transparan.


Semua orang yang melihat kejadian tersebut membelalakkan mata mereka.


Tak lama muncul anak remaja berusia 9 tahun lebih.


“Woah,, paman Yuan, Junior Jiu, kenapa kalian tidak mengajak Han'er ikut bersenang-senang.”


Suara Bai Han menggema, membuat semua orang tersadar termasuk Jiu Long.


Sebuah senyum bahagia terukir di wajah Jiu Long saat melihat siapa yang datang, jika Bai Han datang, maka ketiga gurunya juga pasti ikut dan berada di sekitar sini.

__ADS_1


“Senior Han, aku merindukanmu,” ucap Jiu Long langsung melompat.


Bruk..!!


Seketika Jiu Long memeluk Bai Han, walau Bai Han masih muda, Jiu Long selalu memanggil Bai Han senior, karena dulu saat berlatih bersama, ia sering mendapat bimbingan darinya.


Tinggi Bai Han dan Jiu Long saat ini hampir sama, yaitu 175cm, dan Jiu Long 177cm.


Bai Han langsung menepuk-nepuk pundak Jiu Long sekaligus mengalirkan energinya untuk memulihkan energi Jiu Long yang terkuras habis.


Wu Zuang Yan yang melihat adegan nostalgia di depannya langsung marah, terlebih ia tidak bisa membantu murid dari putranya.


Sungguh memalukan bagi dirinya yang mempunyai kekuatan Dewa Grand Master Semesta ⭐ 4 Ahir.


“Berani sekali. Berani sekali kalian membunuh dan mengabaikan diriku yang agung ini,” teriak Wu Zuang Yan di sertai auranya keluar membuat beberapa gunung berguncang hebat.


Bai Han seketika melirik ke arah Wu Zuang Yan.


“Heng,, menganggu saja,” dengus Bai Han.


Tak lama ia mengeluarkan senyum tipis.


“Bagaimana jika kau melihat sedikit pertunjukkan tua bangka,” ucap Bai Han dengan nada polos.


Tanpa menunggu jawaban, Bai Han menggerakkan jarinya.


Seketika teriakan terdengar dimana-mana, adegan tersebut di lihat oleh Wu Zuang Yan, Wu Sen Zang, para penetua.


Mata mereka terbelalak saat melihat hampir semua murid Sekte Pedang Sejati mati dengan tubuh terpotong-potong.


Pembantaian sepihak ini mau tak mau membuat para penetua luar dan dalam bergidik ngeri.


Tatapan mereka kini mengarah ke Bai Han yang tersenyum polos.


“Bagaimana? Menarik bukan, ini belum sepenuhnya loh, akan ada lagi dari paman-paman ku yang ingin bermain juga,” ucap Bai Han menaikkan sebelah alisnya di sertai senyum bahagia.


Tubuh Wu Sen Zang dan Wu Zuang Yan sedikit bergetar saat mendengar itu, mereka bergetar bukan karena takut, melainkan di penuhi oleh amarah.


“Aku akan membunuhmu bocah,” teriak Wu Zuang Yan.


Wuss..!!


Bam..!!


Sebuah tinju energi muncul memukul dada Wu Zuang Yan hingga menabrak beberapa gunung.


“Berani sekali kau berkata kasar kepada keponakanku, terlebih kau mengancam keponakan yang aku sayangi,” dengus Tu Long yang kini muncul.

__ADS_1


Tanpa menunggu reaksi dari semua orang, Tu Long melambaikan tangannya, sebuah lesatan energi berbentuk cakar tercipta.


__ADS_2