Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Mo Liang Liu dan Mo Denshan ( Kembali ke Bumi )


__ADS_3

“Heng,, Teknik ini adalah teknik untuk menguatkan tubuh Ras kami, kau beruntung jadi yang pertama aku hisap.”


Tu Long mendengus dengan bangga, ia juga kini sedikit demi sedikit membuka jati dirinya, ia yakin jika sebenarnya Bai An telah mengetahui cukup banyak tentang Rasnya.


Tapi Bai An diam saja dan tidak memaksa dirinya untuk mengungkapkan identitasnya.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Woo,, teknikmu ini sangat mirip dengan cara kakak, tapi bedanya ia hanya menyerap energi dan jiwa, sedangkan kau rakus sekali, tanpa menyisakan seluruh anggota tubuh,” ucap Duan Du tersenyum kecil.


“Heng,, ejek saja terus bocah kurang ajar,” dengus Tu Long, tapi saat bersamaan ia tersenyum kecil.


Tu Long sadar jika keponakan nakalnya ini telah membantunya tadi, di saat komandan Iblis merah ketakutan, Duan Du diam-diam menggunakan Hukum Bayangannya untuk membuat komandan Iblis Merah tidak bisa melakukan pergerakan.


“Hehe,, ayo kita ke tempat kakak, aku merasakan ada dua lagi iblis yang jauh lebih kuat dari mereka bertiga. Menurut dugaanku, mereka pasti Jendral tingkat paling bawah.” Ucap Duan Du mengajak Tu Long.


Tu Long mengangguk kecil, pandangannya mengarah ke Bai Han yang tertidur pulas sambil menampilkan senyum bahagia.


“Anak ini pingsan masih saja bisa tersenyum,” gumam Tu Long dalam hati, sesekali ia menggelengkan kepalanya.


...


Wuss..!!


Tap tap..!!


Duan Du dan Tu Long langsung muncul di depan Bai An.


Bai An hanya melirik sekilas, setelah itu ia kembali ke pandangannya semula, yaitu menatap gelar berisi arak.


Dengan santai Bai An menggoyang-goyang gelasnya, kemudian meminumnya secara perlahan.


“Ah,, nikmatnya, sudah lama aku tidak minum arak,” ucap Bai An santai.


Duan Du dan Tu Long dengan segera duduk di samping Bai An, ia terlihat hewan peliharaan melihat majikan memberi makan.


Dengan cepat Duan Du dan Tu Long ikut mengeluarkan gelas dan arak mereka lalu menuangkannya.


Tring..!!

__ADS_1


Duan Du dan Tu Long langsung bersulang di sertai wajah tersenyum lebar.


“Ah..!! Benar apa yang kakak ucapkan, jarang-jarang kita minum seperti ini,” ucap Duan Du kini mengangguk santai.


Sesekali pandangannya mengarah ke dua Iblis merah, keduanya kini terlihat menundukkan kepala tanpa berani melirik ke arah mereka.


Walau begitu, Bai An tetap menyediakan mereka arak beserta gelasnya.


“Kak,, kenapa kau membiarkan mereka hidup?” Tanya Duan Du sedikit curiga.


Duan Du paham jika Bai An membiarkan musuh hidup, maka ia pasti akan membuat mereka sebagai pionnya.


Bahkan mungkin akan di jadikan budak, itulah yang ada di pikiran Duan Du saat ini.


“Benar Tuan muda, dari pada di biarkan hidup, lebih baik berikan saja kepadaku untuk di jadikan hidangan penutup,” sambung Tu Long menjilat bibirnya, bahkan tanpa terasa, air liur Tu Long berjatuhan saat menatap kedua iblis di depannya.


Bai An yang mendengar ucapan Duan Du dan Tu Long tersenyum tipis.


“Silahkan saja jika kalian bisa membunuhnya, akan aku serahkan kepada kalian, aku dengan senang hati menjadi penonton,” ucap Bai An dengan santai.


Duan Du dan Tu Long langsung cemberut, mereka sadar jika melawan salah satu dari keduanya, mereka akan mati, walau mereka bekerjasama sekalipun.


Tingkat kekuatan kedua iblis di depan mereka bahkan tidak bisa mereka lihat, batas kemampuan mereka untuk melihat tingkat kultivasi di atasnya hanya sampai Dewa Penguasa ⭐ 5 Ahir untuk Tu Lonh, sementara untuk Duan Du, batas kemampuannya melihat tingkat kultivasi orang satu tingkat penuh yaitu Dewa Penguasa Sejati ⭐ 1 Menengah.


Heng..!!


Duan Du dan Tu Long langsung mendengus kecil.


Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, tak lama pandangannya mengarah ke putranya yang paling besar.


Bai An langsung menembakkan jarinya, sebuah cahaya yang berisi energi semesta melesat kedalam tubuh Bai Han.


Tak lama kemudian, ia sadar.


“Urgh..!! Kenapa kepalaku pusing sekali?” Ucap Bai Han sambil melihat ke sekelilingnya.


Tak lama ia langsung waspada dengan mundur beberapa langkah saat melihat ada dua iblis dengan kekuatan mengerikan di depannya.


Ffftt..!!


Mendengar suara tawa di tahan, Bai Han melirik kedua pamannya, ia seketika malu karena sadar jika kedua iblis di depannya ini pasti tawanan.

__ADS_1


“Ehem,, baiklah jika semua sudah berkumpul, mereka berdua ini,” tunjuk Bai An langsung memberikan isyarat kepada kedua iblis di depannya.


“Pe..Perkenalkan nama-ku adalah Mo Liang Liu,” ucap Iblis dengan postur tubuh tinggi.


“Kalau aku Mo Denshan,” sambung iblis sedikit lebih kecil dari Mo Liang Liu.


Setelah itu, Mo Liang Liu dan Mo Denshan saling melirik untuk menentukan siapa yang akan bicara lebih dulu.


Tak lama, Mo Liang Liu mengangguk.


“Kami kesini di suruh oleh orang tua angkat kami yang biasa kami panggil paman untuk menemukan Tuan,” ucap Mo Liang Liu melirik ke arah Bai An, terlihat Mo Liang Liu tidak berani menunjuk Bai An, ia juga sedikit ketakutan saat ini.


“Hmm..!! Langsung saja ke intinya, aku yakin jika kau telah memberitahu tujuanmu dari awal kepada kakak-ku,” sambung Duan Du yang tidak terlalu senang orang bertele-tele.


Mo Liang Liu mengangguk tanpa berani menimpali.


“Tujuan kami hanya ingin mempertemukan Tuan dengan paman, hanya itu tugas kami, selebihnya hanya paman kami saja yang tahu,” ucap Mo Liang Liu dengan jujur.


Duan Du tentu mengerutkan keningnya, ia tahu jika kedua iblis ini jujur dan ia tidak merasakan niat jahat atau buruk, malah mereka saat ini menahan rasa takut.


“Hmm..!! Apa kakak tidak curiga jika mereka berdua hanyalah umpan?” Tanya Duan Du melalui telepati.


“Pikiranmu sama denganku, jadi saat ini aku belum berani bertemu orang yang ia maksud paman, dan paman mereka ini yang mengejar kita beberapa waktu lalu, ia juga yang menghancurkan dinding formasi Dimensi klan Bai dari luar,” jawab Bai An melalui telepati.


“Jika begitu, kita lebih baik kembali ke bumi untuk mencari sisa Inti Energi Semesta, seperti yang kakak bilang beberapa saat lalu, saat ini ada 3 Inti Energi Semesta di Bumi ini, dua sudah di temukan, berarti tinggal satu lagi,” ucap Duan Du memberikan saran terbaik yang menurutnya jalan satu-satunya.


Bai An terdiam sesaat, tak lama ia mengangguk. “Baiklah kita akan ke timur, aku merasakan tujuan kita ada di sana,” ucap Bai An.


Tu Long dan Bai Han hanya melongo saja, mereka tidak tahu apa yang Bai An dan Duan Du bicarakan, tapi satu yang mereka mengerti saat mendengar ucapan terahir Bai An. Yaitu kembali meningkatkan kekuatan mereka.


“Lalu jika kita pergi, bagaimana dengan mereka ayah?” Tanya Bai Han menunjuk ke arah Mo Liang Liu dan Mo Denshan.


“Hmm..!! Untuk saat ini mereka akan ikut kita, lagipula aku sudah menyegel Dantian mereka, jadi ia tidak lebih sama seperti manusia fana, hanya tubuh mereka saja yang kuat,” jawab Bai An.


Seketika ketiganya mengangguk.


“Baiklah, jika begitu ayo kita kembali ke Bumi,” ucap Bai An langsung melambaikan tangannya.


Seketika seluruh tubuh Bai An dan yang lainnya di tutupi oleh Energi Semesta.


Wuss..!!

__ADS_1


***


Sabar, tunggu episode selanjutnya 😁


__ADS_2