
“Kakak tenang saja, dia sedang mengalami proses kembalinya ingatan masa lalu,” jawab Duan Du sambil melirik ke arah Xiao Lee Tan.
“Dan perlu kakak tahu, menyerap ingatan masa lalu itu akan sangat menyakitkan, jika tidak bisa menahan rasa sakit tersebut maka ia bisa saja mati.”
Tubuh Cen Tian langsung kaku saat mendengar hal tersebut. Saat Cen Tian ingin mengatakan sesuatu.
Duan Du langsung menarik Cen Tian.
Wuss..!!
Duan Du dan Cen Tian muncul dalam jarak 1000 meter dari Xiao Tan berada.
“Jangan menganggunya dengan suaramu kak, jika ia merasa terganggu. Maka bisa jadi ia juga tidak akan mendapatkan ingatannya kembali, karena proses ini butuh ketenangan,” ucap Duan Du.
Duan Du mengetahui ini dari Bai An tentang masalah Reinkarnasi. Sementara Bai An mengetahui ini dari Mu Xia'er dulu saat ia mendapatkan cukup banyak ingatan saat Mu Xia'er masih tersegel menjadi api emas.
Mendengar itu Cen Tian mengangguk patuh.
Tap tap..!!
“Bagaimana dengan bocah itu? Apa aku makan saja dia,” tunjuk Lang Zai ke arah Guan Shen Ju yang kini terbaring pingsan.
Melihat kedatangan Lang Zai yang datang hanya bertanya. Membuat Cen Tian dan Duan Du mendengus kecil.
“Kau ini, kepalamu hanya makan saja paman,” ucap Cen Tian dan Duan Du serempak.
“Heng,, masih baik aku berpikir makan, dari pada kalian. Otak kalian hanya harta saja,” dengus Lang Zai lalu pergi untuk mencari makanan lain.
Cen Tian dan Duan Du langsung terkekeh kecil saat mendapat balasan dari Lang Zai.
Setelah itu, pandangan mereka kini fokus ke Xiao Tan.
***
Saat ini Xiao Tan mendapat beberapa gambaran yang awalnya samar-samar hingga gambaran tersebut sangat jelas.
Banyak sekali gambaran wajah asing ia lihat termasuk gambaran wajah Bai An yang mengajarinya cara memanah, gambaran Cen Tian yang menikahi adiknya Xiao Yi dan gambaran Tu Long yang suka bertarung.
Bukan hanya itu saja, ia juga melihat gambaran ayah dan para saudaranya semasa hidupnya dulu.
Setelah melihat dengan jelas, Xiao Tan langsung pingsan.
__ADS_1
Dengan sigap Cen Tian melesat untuk menangkap Xiao Tan.
***
Sementara di tempat yang cukup jauh dari Kota Serigala Air, terlihat seorang bertudung sedang mengawasi ke arah Duan Du dan yang lainnya.
“Hmm..!! Belum saatnya aku bertemu denganmu Guru,” gumam suara serak dari balik tudung.
Suara serak tersebut seperti suara laki-laki, jadi orang bertudung itu seorang pria.
Setelah melihat beberapa saat, ia langsung menghilang.
Wuss..!!
Setelah pria bertudung menghilang, Wen Dongyun atau kini di panggil Wakil Master Sekte Es Abadi muncul tepat di tempat pria bertudung menghilang.
“Hmm,, aku merasakan auranya tadi ada di sini,” gumam Wen Dongyun melihat ke segala arah untuk mencari jejak pria tertudung.
“Disana,, aku harus mengejarnya lalu melakukan beberapa rencana yang telah di tugaskan oleh Tuan muda,” gumam Wen Dongyun saat merasakan setitik aura Penguasa Dunia Inti ke 6.
Yaps..!!
Pria bertudung tadi adalah Penguasa Dunia Inti ke 6 yang mengintai situasi Kota Serigala Air.
Dengan cepat Wen Dongyun melesat ke arah Penguasa Dunia Inti ke 6.
Wuss..!!
Tak berselang lama.
Muncul lagi seseorang tepat di tempat Wen Dongyun tadi berdiri sebelum menghilang.
“Hmm..!! Aku merasakan jejak aura Wakil Master Shen disini,” gumam seorang pria terlihat cukup sepuh.
Terlihat ia memakai jubah bewarna putih bersih, dan ada lambang bangunan Sekte bernuansa Es di dada kirinya dan di atas gambar tersebut bertulis Es Abadi . Sementara di dada kanan bertulis nomer 3 yang bewarna Emas.
Jika Xiao Tan dan Guan Shen Ju melihat pria tua tersebut, maka mereka akan bersujud karena ia adalah Penetua Inti ke 3, orang yang cukup di segani oleh banyak orang di Alam Semesta Inti Ke 3.
Penetua Inti ke 3 saat ini di tugaskan untuk mencari Wakil Master Sekte Es Abadi bersama lima penetua dalam.
Penetua Inti ke 3 saat ini terdiam, ia juga samar-samar merasakan ada aura milik Penguasa Dunia Inti ke 6.
__ADS_1
“Hmm..!! Mungkin cuma perasaanku saja,” gumam Penetua Inti ke 3.
Setelah bergumam ia langsung menghilang menuju arah Wen Dongyun dan Penguasa Dunia ke 6 pergi.
Wuss..!!
Bertepatan dengan menghilangnya Penetua Inti ke 3.
Lang Du atau orang di kenal banyak orang dengan sebutan Jendral Hu Yan Di kini muncul.
“Rencana Tuan muda sungguh mengerikan,” gumam Lang Du kini sedikit bergidik ngeri.
“Apa Tuan muda bisa melihat masa depan, sehingga ia langsung menyuruh ayahku untuk langsung muncul dan mengikuti jejak Penguasa Dunia Inti ke 6.”
“Mungkin juga ia tahu saat ini ada orang yang hampir setara dengan Wakil Master Es Abadi yang asli dan saat ini sedang mencari Wakil Master Sekte Es Abadi yang asli bersama 5 penetua Sekte Es Abadi,” sambung Lang Du.
Setelah bergumam, Lang Du kini melihat ke arah atas. Tepatnya ia melihat ke arah langit. Karena saat ini ia berada di dalam laut.
“Semoga Master Sekte Es Abadi benar ada di tempat yang Tuan muda dan Leluhur Ling beritahu, dan semoga saja ia tidak curiga jika aku bukan Jendral Hu Yan Di yang asli,” gumam Lang Du langsung menghilang.
Wuss..!!
***
“Ayah,, ayah,, apa ayah tidak ikut bertindak juga? Aku merasa akan ada hal yang menarik nantinya di dunia ini.” Tanya seorang anak kecil yang kini terlihat beranjak remaja, ia juga sedikit mengeluarkan senyum tipis saat mengutarakan firasatnya.
“Hmm..!! Han'er, bukan waktunya memikirkan hal orang dewasa, biarkan An Gege bertindak semaunya dan juga kau jangan mengurusi hal yang tidak-tidak,” ucap Mu Xia'er langsung menasehati putranya.
“Apa yang di ucapkan Xia jie-jie itu benar, lebih baik kau fokus bermain dengan teman sebayamu di dunia jiwa ayahmu, disana banyak sekali anak-anak yang seumuran denganmu,” sambung Chu Jia kini berjalan sambil membawa beberapa makanan ringan ke tempat Bai An, Bai Han dan Mu Xia'er duduk.
Bai Han yang di nasehati langsung mengangguk-angguk. “Iya Ibu Xia, Ibu Jia.” Ucap Bai Han dengan nada polos.
Melihat putranya ini sangat patuh, Mu Xia'er dan Chu Jia langsung tersenyum bahagia.
Seketika mereka juga membayangkan mempunyai anak kandung yang sepatuh Bai Han.
Sementara Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kedua istrinya mau saja di bodohi oleh wajah polos Bai Han.
Bai An kini melirik ke arah Bai Han yang kini memasang wajah imut.
Bai Han tentu saja sudah menduga jika ayahnya akan menatapnya, sehingga ia langsung memasang wajah imut. Agar ayahnya tidak memarahi maupun bercerita ke kedua ibunya tentang ia berbohong.
__ADS_1
“Huuff,, seandainya aku bisa seperti Han'er, maka aku ingin seperti dirinya, agar bisa menipu banyak orang,” gumam Bai An.