Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Datangnya Ratusan Kelompok Pemburu


__ADS_3

Tapi anehnya, mereka juga melihat Bai Han sama sekali tidak naif.


Bai Han mempunyai pendirian yang sangat tegas dan ia bisa juga kejam di saat-saat tertentu.


Bai Han pernah memergoki salah satu prajurit pembantai malas berlatih dan bersembunyi, sehingga Bai Han menghajarnya habis-habisan, walau saat itu tingkat kultivasi Bai Han berada pada Grand Master dan prajurit pembantai itu sudah Kaisar Sejati.


Tapi dengan cerdik dan beberapa trik kecil Bai Han mengalahkannya dalam 3 langkah lalu menyeretnya lalu menghajarnya.


Bai Han juga berkata dengan tegas untuk melarang orang malas saat waktunya berlatih, jika sudah ada waktu istirahat maka di perbolehkan melakukan semau mereka.


Hal itu membuat para prajurit pembantai merinding bercampur kagum, anak usia kurang 9 tahun terlihat layaknya orang dewasa.


Saat ini Bai Han sedang berdecak pinggang di depan ayah dan pamannya, tanpa permisi Bai Han mengambil arak tersebut lalu menghancurkannya.


Hal itu membuat Bai An dan Duan Du hanya bisa tersenyum kecut. Lebih-lebih Duan Du, ia kini menyesal telah mengajarkan dan memberikan banyak pengetahuan kepada Bai Han jika begini jadinya.


Duan Du juga selalu kalah adu mulut dengan keponakannya ini, itu jika adu mulut di jalan yang mulus, jika Duan Du bicara hal kotor, ia takut Bai Han akan menirunya saat Duan Du sering melakukannya kepada musuhnya.


Di belakang Bai Han kini Jiu Long dan Tu Long hanya cengengesan mereka berdua menikmati wajah jelek Bai An dan Duan Du.


Jarang-jarang mereka melihat hal langka seperti ini, terlebih Tu Long ia kini memasang wajah mengejek ke arah Duan Du.


***


10 tahun lagi berlalu, saat ini Bai An memandang Jiu Long dan putranya.


“Hmm..!! Jiu Long, kau bisa kembali lebih dulu, nanti kami akan menyusulmu di Alam Semesta Inti pertama, kita akan bertemu saat Acara turnamen 100 tahun lagi,” kata Bai An dengan nada serius.


Jiu Long mengangguk patuh, saat ini Jiu Long telah menganggap Bai An, Duan Du dan Tu Long adalah gurunya, sementara ia menganggap Bai Han adalah seniornya, karena walau Bai Han baru mulai berkultivasi, kecerdasannya yang melebihi dirinya dalam belajar membuat Bai Han selalu membantu Jiu Long dalam memahami sesuatu yang sulit ia pahami.


“Baik Guru, aku akan menunggu guru di Turnamen Bebas yang akan di selenggarakan 100 tahun lagi, terlebih Turnamen itu cukup penting bagi seluruh Alam Semesta, karena 400 tahun lagi Akan menyusul Turnamen perebutan Gelar Alam Semsesta Inti terkuat sepanjang sejarah,” kata Jiu Long ingin berlutut, tapi Bai An langsung menahannya dengan auranya.


“Kau sudah aku anggap adik ku, jadi jangan pernah berlutut kepada siapapun kecuali orang tua yang telah melahirkanmu, ingat jangan pernah rendahkan dirimu kepada orang lain,” kata Bai An dengan nada serius.


“Hmm,, apa yang di katakan ayah itu benar, harga diri itu sangat penting, jika kau selalu merendahkan diri, maka orang-orang akan selalu meremehkan dan membulimu, bahkan pasti ada saja yang ingin mencelakaimu karena kau terlalu merendahkan diri,” sambung Bai Han.


Jiu Long mengangguk patuh, ia tentu saja akan menuruti perkataan Guru dan seniornya ini.

__ADS_1


“Terimakasih atas saran dan peringatannya Guru, Senior,” kata Jiu Long dengan nada tulus.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Apakah kau akan pergi Jiu Long?” Tanya Duan Du yang baru saja datang bersama Tu Long dan Tu We.


“Benar guru Duan,” jawab Jiu Long.


“Hmm..!! Jika begitu saat sampai sana, kau langsung tantang semua tetua saja, jangan pernah takut kepada musuh kuat, karena itu bisa memperkuat dirimu dan menambah pengalaman bertarungmu secara nyata dalam hidup dan mati,” kata Tu Long dengan nada bersemangat karena ia juga saat ini ingin bertarung.


Jiu Long hanya tersenyum kecut saat mendengar saran gurunya yang menyuruhnya menyerahkan nyawa.


Mereka bicara cukup lama hingga 5 jam telah berlalu.


“Hmm..!! Ayo kita keluar,” ajak Bai An langsung merobek dunia jiwa.


Blush..!!


Saat Bai Han juga ingin ikut keluar, Bai An langsung berkata. “Han'er, lebih baik kau berlatih dulu, nanti akan ada saatnya ayah akan menyuruhmu keluar.”


Bai Han hanya bisa menghela nafas.


“Baiklah, ayo,” ajak Bai An membuat Bai Han tersenyum sumringah.


Dengan cepat Bai Han melompat ke punggung ayahnya lalu memeluknya dengan erat.


Wuss..!!


Bai An melirik ke arah Duan Du, Tu Long, dan Jiu Long yang sudah keluar lebih dulu.


Jiu Long langsung maju.


“Guru, aku akan pergi,” kata Jiu Long menunduk hormat.


Bai An mengangguk. “Berhati-hatilah di jalan, jangan pernah paksakan dirimu, jika tak mampu melawan, kau sudah tahu apa yang kau lakukan,” kata Bai An.

__ADS_1


Jiu Long mengangguk, ia melirik ke arah Duan Du dan Tu Long, mereka berdua mengangguk.


Tanpa menunggu lama Jiu Long melesat ke langit lalu mengeluarkan Kapal Langit.


Jiu Long memasuki Kapal Langit, tak lama Kapal Langit berjalan perlahan lalu melesat dengan kecepatan mengerikan.


Bai An, Duan Du, Tu Long dan Bai Han yang saat ini tertidur di bahu kanan Bai An langsung melirik ke arah ratusan kelompok.


Ratusan kelompok tersebut datang dari berbagai arah.


Mereka tak lain orang-orang yang mengincar Bai An, Duan Du dan Tu Long.


“Hehe,, aku tak menyangka pria sepuh itu memegang ucapannya dengan membawa ratusan kelompok,” kekeh Tu Long bersemangat, setiap kelompok setidaknya melebihi ratusan.


Jumlah yang mereka lihat ini kurang lebih 5000 orang dari berbagai tingkat kultivasi.


Dum dum.!!


Suara gemuruh terdengar jelas saat ratusan kelompok datang ke arah Bai An, Duan Du dan Tu Long.


Saat ini pria sepuh yang di suruh Bai An yang bernama Fu Jian sedang berkeringat dingin, ia membayangkan akan darah dimana-mana dan mayat-mayat tergeletak dimana-mana.


Fu Jian sangat mengetahui kekuatan Bai An, Duan Du dan Tu Long, ia yakin mereka semua yang ia bawa ini akan mati tanpa sisa.


Fu Jian juga memikirkan resiko jika semua klan besar maupun Sekte tahu jika ia membawa kelompoknya mati, maka ia pasti akan di buru selamanya.


“Huuff,, walaupun semua klan dan sekte mengerikan, menurutku yang lebih mengerikan adalah 3 monster atau manusia berwujud iblis ini, jadi setelah masalah ini selesai, aku akan memohon manjadi budaknya saja,” gumam Fu Jian.


Sementara di tengah-tengah dari kepungan ratusan kelompok.


Saat ini Bai Han terbangun saat mendengar suara bergerumuh.


“Ayah, apakah mereka musuh yang ingin memburu ayah?” Tanya Bai Han.


“Benar Han'er, apa Han'er akan masuk ke Dunia Jiwa lebih dulu, agar tidak melihat kejadian berdarah,” jawab Bai An sambil mencoba menyuruh putranya masuk dunia jiwa.


“Tidak ayah, suatu saat aku pasti akan melihat ini cepat atau lambat, jadi izinkan Han'er ikut,” kata Bai Han dengan nada tegas.

__ADS_1


Duan Du dan Tu Long menyeringai mendengar itu, karena inilah yang mereka ingin dengan dari mulut Bai Han.


__ADS_2