Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kerjasama Bai Chu Ye dan Ariel


__ADS_3

“Hemm..!! Ye'er, mungkin sudah saat kita langsung pergi kesana,” ucap Long Yuan setelah mendapat apa yang mereka cari.


“Tunggu dulu, aku mencium bau darah tidak jauh dari sini,” ucap Pixiu memasang wajah serius.


Long Yuan yang mendengar itu ingin mengedarkan kesadarannya namun di hentikan oleh Bai Chu Ye.


“Jangan paman, ada yang tidak beres di sana,” ucap Bai Chu Ye yang dapat mencium bau darah juga.


Pandangan Bai Chu Ye dan Pixiu bertemu, tak lama mereka berdua mengangguk bersama.


“Kalian berdua pergilah, biarkan aku yang mengurus di sana,” ucap Pixiu langsung menghilang dari tempatnya.


Long Yuan yang penasaran hanya melihat Bai Chu Ye dengan pandangan penuh tanya.


Bai Chu Ye pun hanya menghela nafas panjang lalu memberitahu perihal bau darah tersebut.


...


“Ayo kita pergi paman, biarkan paman Pixiu mengurus yang di sana, aku yakin ia bisa mengurusnya,” ajak Bai Chu Ye setelah bercerita.


Long Yuan pun mengangguk santai, mereka pun langsung melangkah keluar kedai yang hanya berisi kelompok Bai Chu Ye dan pemilik kedai.


Tap tap..!!


Melihat Bai Chu Ye telah menjauh, pemilik kedai yang ingin menggerakkan tangannya langsung membeku.


Tak lama tubuhnya terbelah dua, dan di belakang pemilik kedai muncul Pixiu.


Sementara di belakang Pixiu sangat banyak mayat Elf bergeletakan.


“Hemm..!! Dasar tikus-tikus kecil kekaisaran,” dengus Pixiu, setelah membunuh semua seisi kedai, Pixiu pun memanggil anak-anak dan di tugaskan menjadi pelayan di kedai ini.


Pixiu berencana untuk membuat kedai ini menjadi markas sementara mereka.


***


Sementara Bai Chu Ye dan Long Yuan kini berdiri tepat di gedung Guild, di atas kepala mereka bertulis nama Guild yang cukup besar.


“Ayo masuk,” ajak Long Yuan yang kini memimpin.


Tap tap..!!


Saat masuk, Long Yuan mau tak mau kagum melihat aula Guild yang begitu tenang dan luas.


Terlihat para petualang sangat tertib dan tidak ada yang saling merendahkan.


Setelah melihat-lihat, mereka pun melangkah ke bagian pendaptaran sekaligus tempat informasi.


“Ehem,, ada yang bisa saya bantu Tuan tuan?” Tanya seorang Elf cantik, bentuk lekuk tubuhnya bisa membuat semua laki-laki menelan ludah saat melihat Elf yang menyapa Long Yuan dan Bai Chu Ye.


Long Yuan dan Bai Chu Ye pun menghentikan langkah mereka saat di sapa.

__ADS_1


“Kami ingin bertemu Master Guild ini, apakah anda bisa memanggilnya,” ucap Long Yuan tersenyum di balik jubahnya.


Elf yang menyapa kedua sosok misterius langsung tersenyum lembut. “Apakah sebelumnya Tuan tuan mempunyai janji dengan Master kami?” Tanya Elf cantik tersebut dengan sopan.


Mendengar jika Elf di depannya sangat sopan dan terlihat tidak ingin menyinggungnya, Long Yuan semakin kagum dengan Guild ini beserta anggotanya.


Terlihat tidak ada yang mencoba merendahkan atau menganggu mereka walau banyak yang mendengar percakapan mereka.


“Kami belum pernah memiliki janji dan kami juga baru pertama kali kesini. Tapi beritahu Master Guild jika ini akan menguntungkan dirinya jika bertemu dengan kami,” ucap Bai Chu Ye maju.


Mendengar suara seorang pemuda, Elf cantik tersebut melirik ke arah Bai Chu Ye. Tak lama mata Elf tersebut sedikit bersinar putih.


Tapi mata kembali seperti semula, kini ia sedikit terkejut karena tidak bisa mendeteksi kedua orang misterius di depannya menggunakan kekuatan spesialnya.


Saat Elf cantik ingin menjelaskan, sebuah suara mendengung di pikirannya.


“Biarkan kedua tamu terhormat ini masuk, bawa ia menemuiku langsung ke ruanganku.”


Elf cantik sedikit membeku, sangat jarang Masternya menerima tamu. Tapi baru kali ini ia melihat Masternya dengan lembut memberitahunya dan dari suara masternya ia sadar jika kedua orang ini sangat penting.


“Mari ikuti saya Tuan tuan,” setelah sadar dari keterkejutannya, Elf cantik tersebut langsung membawa Long Yuan dan Bai Chu Ye ke lantai atas.


Tap tap..!!


Lima menit berlalu, kini Elf cantik tersebut berhenti tepat di sebuah pintu besar.


“Silahkan masuk Tuan tuan, Master telah menunggu anda di dalam,” ucap Elf cantik tersebut dengan sedikit membungkuk hormat.


Setelah bicara, Long Yuan langsung membuka pintu.


Cklek..!!


Long Yuan dan Bai Chu Ye pun masuk.


Pandangan pertama saat mereka masuk adalah kuno bercampur indah. Samar-samar keduanya merasakan adanya energi yang berasal dari Dimensi mereka.


“Hemm..!! Ini,” gumam Long Yuan melirik Bai Chu Ye.


Bai Chu Ye hanya mengangguk santai dan kini ia berpikir jika Master Guild ini berasal dari Dimensi mereka.


“Ehem..!! Apakah kalian belum puas melihat-lihat,” sebuah suara lembut menyapa Bai Chu Ye dan Long Yuan.


Sontak keduanya melirik ke arah wanita yang sangat cantik.


“Ah,, maaf atas sikap kami,” ucap Long Yuan tersenyum kecil.


“Tidak apa-apa, silahkan duduk Tuan tuan, aku telah menunggu kalian cukup lama,” ucap Ariel tersenyum kecil.


Saat keduanya berjalan, sekilas Bai Chu Ye melirik ke arah belakang Ariel dan ia samar-samar merasakan jejak kehadiran seseorang.


Antoni yang bersembunyi sedikit terkejut. “Ayah dan anak sama-sama mengerikan,” gumam Antoni dalam hati.

__ADS_1


...


Setelah menikmati hidangan tanda menghormati apa yang hidangkan Ariel. Kini keduanya kini diam selama beberapa saat.


“Baiklah apa yang ingin kalian bicarakan kesini aku sudah tahu. Jadi jelaskan saja rencana kalian kedepannya,” ucap Ariel langsung memasang wajah serius.


Long Yuan dan Bai Chu Ye sedikit terkejut saat maksud mereka kesini telah di ketahui.


Saat Long Yuan ingin bertanya. Ariel langsung memotong lebih dulu.


“Dari mana aku tahu kalian tidak perlu tahu saat ini, yang pasti kita berada di sisi yang sama.”


Long Yuan seketika terdiam, pandangan Long Yuan kini mengarah ke Bai Chu Ye, karena ia yang akan bicara saat ini.


“Kami ingin perlindungan,” ucap Bai Chu Ye datar.


Ariel mengangguk paham. “Apakah hanya itu saja? Tidak mungkin jika kalian hanya butuh perlindungan saja, misal sumberdaya untuk meningkatkan jumlah mana kalian,” ucap Ariel.


Bai Chu Ye menggelengkan kepalanya. “Aku hanya butuh orang yang di belakang anda sebagai pelindung kami jika salah satu leluhur Elf ikut turun tangan, sisanya serahkan kepada kami.”


Ariel yang sudah menduga dari awal langsung melirik kekasihnya.


Antoni pun langsung muncul dengan seutas senyum. “Baiklah kami setuju.”


Bai Chu Ye mengangguk puas mendengar jawaban tersebut.


***


Wuss..!!


Trank..!!


Trank..!!


Dua sinar terlihat melesat di udara dan bahu membahu saling serang.


Duar duar duar..!!


Ledakan menggema dan menghancurkan sebagian wilayah.


Wuss..!!


“Hoho,, kau semakin kuat saja bocah,” kekeh Bai An.


Sosok Elf berkulit hitam tersenyum, dengan canggung dan malu-malu ia menggaruk kepalanya.


“Jika kakak serius, aku yakin akan langsung kalah, terlebih Ares melihat pedang yang kakak pegang sangat luar biasa mengerikan,” ucap Ares penuh kagum saat melihat pedang Bai An yang masih tersarung.


“Matamu cukup jeli juga bocah,” ucap Bai An tersenyum kecil, dengan santai Bai An mendekap leher Ares.


Ares yang di takuti kini terlihat seperti anak kecil di hadapan Bai An. Entah apa yang terjadi di masa lalu, yang pasti Ares sangat menghormati Bai An.

__ADS_1


__ADS_2